;
Tags

Korporasi

( 1557 )

GoTo Gelar Private Placement Bernilai Rp 7,69 Triliun

KT1 04 May 2024 Investor Daily (H)

PT GoTO Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berencana menerbitkan saham baru melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD)/private placement). Rencananya emiten teknologi tersebut  akan meminta persetujuan  pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham pada 11 Juni mendatang, untuk menggelar private placement sebanyak maksimal 10% dari jumlah saham Seri A saat ini, atau sekitar 120,14 miliar. Untuk tujuan performa analis dan pembahasan mengenai kondisi keuangan ini, perseroan memakai asumsi harga penutupan saham pada  tanggal 3 April 2023 sebesar Rp 64 per saham. Dengan jumlah baru diasumsikan sebanyak 120.140.966.283 lembar saham," kata manajemen GOTO. Manajemen GOTO menyebutkan, dana yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja serta pelunasan melalui konversi atas utang perseroan di kemudian hari (jika ada). Dengan rincian pembagian untuk perseroan sebesar 35% dari dana private placement, dan anak perusahaannya termasuk PT Dompet Anak Bangsa (20%) dan/atau PT Mulitfinance Anak Bangsa (25%) dan/atau PT GoTo Solusi Niaga (Sebelumnya adalah PT Multi Adiprakarsa Manunggal) dan setiap bisnis groceries yang dimiliki perseroan (20%). (Yetede)

Kena Sanksi OJK, Laba Akulaku Turun 41,37%

HR1 03 May 2024 Kontan

PT Akulaku Finance Indonesia mencatatkan penurunan laba 41,37% pada tahun 2023. Dalam laporan keuangannya tertanggal 30 April 2024, Akulaku Finance mencetak laba Rp 119,63 miliar, turun dari hasil untuk tahun 2022 yang sebesar Rp 204,04 miliar. Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Efrinal Sinaga mengatakan, penyebab penurunan laba karena ada pengenaan pembatasan produk dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Oktober 2023. Sanksi ini berakhir pada 29 Februari 2024. Karena itu, tahun 2023 pendapatan Akulaku turun 40,45% secara tahunan menjadi Rp 783,98 miliar. Pembiayaan konsumen Akulaku yang menjadi kontributor terbesar, juga terpangkas sebanyak 23,4% menjadi Rp 636,1 miliar, dari sebelumnya Rp 830,39 miliar.

Kena Sanksi OJK, Laba Akulaku Turun 41,37%

HR1 03 May 2024 Kontan

PT Akulaku Finance Indonesia mencatatkan penurunan laba 41,37% pada tahun 2023. Dalam laporan keuangannya tertanggal 30 April 2024, Akulaku Finance mencetak laba Rp 119,63 miliar, turun dari hasil untuk tahun 2022 yang sebesar Rp 204,04 miliar. Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia Efrinal Sinaga mengatakan, penyebab penurunan laba karena ada pengenaan pembatasan produk dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Oktober 2023. Sanksi ini berakhir pada 29 Februari 2024. Karena itu, tahun 2023 pendapatan Akulaku turun 40,45% secara tahunan menjadi Rp 783,98 miliar. Pembiayaan konsumen Akulaku yang menjadi kontributor terbesar, juga terpangkas sebanyak 23,4% menjadi Rp 636,1 miliar, dari sebelumnya Rp 830,39 miliar.

Aksi Korporasi Kunci Grup Barito

HR1 03 May 2024 Kontan

Kinerja keuangan mayoritas emiten milik taipan Prajogo Pangestu menciut pada kuartal I-2024. Top line dan bottom line tiga emiten di bawah naungan Grup Barito kompak merosot. Pendapatan sang induk, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 4,93% menjadi US$ 618,59 juta selama tiga bulan pertama 2024. Secara bottom line , laba bersih BRPT anjlok 61,98% menjadi US$ 8,85 juta di periode tersebut. Penurunan kinerja BRPT ini tak lepas dari performa dua anak usahanya, yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Pada kuartal I-2024, TPIA berbalik menderita rugi bersih US$ 33,12 juta ketika pendapatan menyusut 6,05% menjadi US$ 471,91 juta. 

Direktur Utama BRPT Agus Salim Pangestu mengungkapkan hasil kinerja kuartal I 2024 menunjukkan fluktuasi yang terjadi di sektor petrokimia global. Meningkatnya ketegangan geopolitik, menurutnya ikut melemahkan pasar. Grup Barito pun akan terus mewaspadai volatilitas tersebut. "Kami memprioritaskan kehati-hatian sambil menjaga ketahanan finansial untuk meraih peluang pertumbuhan baru," kata Agus dalam keterbukaan informasi, Selasa (30/4). Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani menilai tren naik harga saham emiten milik Prajogo Pangestu seperti BREN dan TPIA kemungkinan dipicu sentimen positif dari kabar ekspansi dan akuisisi yang dilakukannya. Terlebih bagi BREN yang terdorong prospek jangka panjang energi terbarukan. Analis Stocknow.id Abdul Haq Alfaruqy mengamati secara valuasi saham-saham Prajogo Pangestu sudah terbilang mahal.

ALIH KEPEMILIKAN PLTU : KEAMANAN PASOKAN LISTRIK JADI PERHATIAN

HR1 03 May 2024 Bisnis Indonesia

Pemerintah mewanti-wanti agar proses akuisisi saham pembangkit listrik tenaga uap Paiton 7 dan 8 dari Mitsui & Co., Ltd. ke RATCH Group tidak mengganggu pasokan tenaga listrik yang selama ini berasal dari fasilitas tersebut. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku tidak bisa ikut campur lebih dalam mengenai proses alih kepemilikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Paiton 7 dan 8, karena menjadi ranah korporasi. Sekretaris Kementerian ESDM Dadan Kusdiana hanya mewanti-wanti agar proses tersebut jangan sampai memunculkan gangguan pasokan listrik. Musababnya, PLTU Paiton menjadi salah satu tulang punggung kelistrikan di jaringan Jawa, Madura, dan Bali atau Jamali. Mitsui & Co., Ltd. memang telah resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Paiton Energy, perusahaan yang mengoperasikan PLTU Paiton 7 dan 8 di Jawa Timur. 

Manajemen Mitsui mengatakan bahwa divestasi saham atas aset PLTU dengan kapasitas keseluruhan 2,045 megawatt (2,04 gigawatt) itu diselesaikan pada 30 April 2024, waktu Eropa. Mitsui melepas saham mayoritasnya, yakni 36,260% kepada RH International (Singapore) Corporation Pte. Ltd. atau RHIS, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan energi asal Thailand, RATCH Group Public Company Limited. Sisanya, 9,255% saham didivestasikan ke PT Medco Daya Energi Sentosa (MDES), anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh PT Medco Daya Abadi Lestari, serta pemegang saham Paiton existing PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC).

“Pada kuartal pertama, tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2025, kami akan mencatat laba sekitar 44 miliar yen setelah pajak secara konsolidasi, dan sekitar 81 miliar yen keuntungan setelah pajak secara non-konsolidasi,” tulis manajemen Mitsui lewat keterangan resmi, Kamis (2/5). Lewat divestasi tersebut, kapasitas terpasang aset pembangkit Mitsui bakal menjadi 9,6 GW, di mana sekitar 8% berasal dari pembangkit listrik berbasis batu bara, turun sekitar 8% dari periode yang berakhir Maret 2024. Sementara itu, pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) dari portofolio Mitsui menyumbang sekitar 32% atau naik 3% dari periode yang berakhir Maret 2024. Transaksi itu semula diharapkan dapat diselesaikan pada Maret 2024, setelah terpenuhinya beberapa persyaratan tertentu, termasuk persetujuan dari PT PLN (Persero) yang memiliki perjanjian jual beli tenaga listrik jangka panjang dengan Paiton Energy, dan juga dari pihak-pihak yang mendanai. 

Mitsui kemudian melaporkan kemajuan bahwa seluruh persyaratan divestasi telah terpenuhi pada 27 Juni 2023, dan penjualan saham diharapkan akan selesai pada Juli 2023. Namun, progres ini tak berjalan mulus seiring dengan Mitsui yang mengumumkan bahwa penyelesaian prosedur-prosedur tertentu membutuhkan waktu dan penyelesaian penjualan saham diperkirakan akan semakin tertunda. Surat yang ditandatangani oleh Chief Operating Offi cer of Infrastructure Projects Business Unit Mitsui Koichi Wakana itu pun secara tegas menekankan bahwa apabila tidak ada diskusi bersama dalam 30 hari sejak tanggal surat dikirim, Mitsui berhak untuk memulai proses arbitrase sesuai dengan perjanjian awal sponsor investasi Paiton. 

Di sisi lain, RATCH Group menyiapkan investasi sekitar US$590,67 juta untuk mengakuisisi 36,26% saham Mitsui. Chief Executive Offi cer of RATCH Group Public Company Limited Nitus Voraphonpiput mengatakan bahwa akuisisi saham Mitsui di Paiton itu bakal memperkuat komitmen jangka panjang perusahaan untuk mengembangkan bisnis di Indonesia. Sampai saat ini, RATCH memiliki kepemilikan di pembangkit listrik tenaga gas, batu bara, dan dua pembangkit listrik tenaga air di Indonesia, dengan kapasitas setrum gabungan sebesar 1.009,72 MW. “Perusahaan melihat Indonesia sebagai target investasi yang menjanjikan, dengan keyakinan akan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di sana,” ucapnya. Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa menyarankan pemerintah bersama dengan PLN untuk mencermati sejumlah keputusan yang mungkin dibuat pengelola baru PLTU Paiton 7 dan 8.

Grup Astra Guyurkan Dividen Rp30,6 Triliun ke Pasar Modal Indonesia

KT1 03 May 2024 Investor Daily (H)

Group Astra melalui lima emitennya, PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Astra AGro Lestari Tbk (AALI), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), dan PT Astra Graphia Tbk (ASGR) mengguyur pasar modal Indonesia dengan membagikan dividen tahun buku 2023 senilai total Rp30,62 triliun. Dengan kontribusi ini, Group Astra tidak hanya memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam berbagai sektor ekonomi di Indonesia, tetapi juga menjaga momentum positif dalam pengembangan dan pertumbuhan pasar  modal di Tanah Air. Dari total dividen tunai Rp30,62 triliun sebanyak Rp 6,88 triliun telah dibagikan sebagai dividen interim pada bulan Oktober 2023, dan sisanya 23,74 triliun final kepada pemegang saham di bulan depan. Astra Internasonal menjadi penyumbang dividen terbesar  dengan nilai Rp 21,01 triliun atau Rp519 per saham. Dividen tersebut setara dengan 62% dari laba bersih 2023 yang sebesar Rp 33,84 triliun. "Tanggal pembayaran dividen (final) akan dilakukan pada 30 Mei 2024," ujar Corporate Secretary Astra Internasional Gita Tiffany Boer. (Yetede)

PGN Terapkan Kuota Gas Bumi Berkeadilan ke Pelanggan

KT1 03 May 2024 Investor Daily

PT PGN Tbk menerapkaan kuota volume gas terhadap seluruh pelanggan. Hal ini menyikapi kondisi penurunan pasokan gas dari sisi hulu yang telah kontrak dengan PGN. Selain untuk penyaluran gas bumi yang merata, PGN juga memberikan perhatian khusus pada keamanan jaringan gas  guna menghindari insiden yang tidak diinginkan. "PGN berupaya untuk melayani kebutuhan pelanggan seoptimal mungkin. Tetapi dengan kondisi pasokan gas yang semakin menurun, maka kami sebagai penyalur gas di sisi hilir mengupayakan agar penyaluran gas bisa berkeadilan ke seluruh pelanggan. Kami menghindari agar upaya yang dilakukan tidak hanya untuk kepentingan satu atau dua sektor pelanggan saja dan mengorbankan seluruh kepentingan pelanggan," kata Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama. Rachmat menuturkan, penurunan  produksi karena berbagai kondisi yang ada di sisi hulu, mulai dari penurunan alamiah produksi  sumur migas serta perbaikan  dan perawatan sumur, baik yang berkala maupun yang tidak direncanakan. (Yetede)

Diversifikasi Usaha Menopang Kinerja Astra International

HR1 02 May 2024 Kontan

Awal tahun 2024 menyajikan tantangan ke sejumlah emiten kakap, seperti PT Astra International Tbk (ASII). Salah satu emiten big caps ini mencatat penurunan kinerja di kuartal I 2024. Melansir laporan keuangan di Bursa Efek Indonesai (BEI), (30/4), ASII mencatat penurunan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk di kuartal I-2024 sebesar 14,3% menjadi Rp 7,46 triliun, Di periode serupa tahun 2023, laba ASII tercatat Rp 8,71 triliun. Penurunan ini imbas dari merosotnya kinerja ASII di periode serupa. Selama kuartal I-2024, ASII mencatatkan penurunan pendapatan 2,1% menjadi Rp 81,2 triliun ketimbang laba periode serupa 2023 sebesar Rp 82,9 triliun. Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro menjelaskan, penurunan kinerja Astra imbas dari kondisi ekonomi yang melemah di periode tersebut. 

Sentimen lain, berasal dari penurunan harga komoditas seperti batubara. Djony mencatat, pada kurtal I 2024 ini laba bersih grup otomotif menurun 9% menjadi Rp2,8 triliun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023 yaitu Rp 3 triliun. Menurutnya hal itu merefleksikan penurunan volume penjualan. Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat sudah memperkirakan penurunan kinerja Astra tersebut. Mengingat penjualan otomotif sudah menurun di awal 2024. Gaikindo mencatat, penjualan mobil domestik turun 24% secara tahunan menjadi 215.000 unit di kuartal I-2024.024. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menyarankan, ASII melakukan diversifikasi usaha. Kebetulan, ASII tengah mengoptimalkan bisnis di kendaraan listrik.  

Harga Batubara Bikin Hitam Kinerja

HR1 02 May 2024 Kontan

Kinerja PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) diproyeksi masih tertekan untuk tahun 2024. Tekanan pada harga batubara menjadi pemberat utama. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, kinerja ITMG diperkirakan akan turun dibandingkan pencapaian di tahun 2023. Proyeksi itu sejalan dengan ekspektasi penurunan rata-rata harga jual alias average selling price (ASP) batubara. Tahun lalu ASP batubara ITMG sebesar US$ 113,1 per ton. "Terjadi lagi jika penguatan harga batubara saat ini lebih sentimen sesaat," ujarnya, Selasa (30/4). Analis Panin Sekuritas, Felix Darmawan berpandangan, harga batubara di pasar global sudah mencapai level keseimbangannya sehingga cenderung mendatar seiring peningkatan penggunaan PLTU di China dan India. 

Selain itu, tingkat cadangan energi Tiongkok dan India relatif di posisi aman. Di tahun 2023, produksi batubara China mencapai 4,6 miliar metrik ton, tumbuh 2,9% yoy. Alhasil, kedua negara konsumen batubara terbesar itu berpotensi untuk mengurangi volume impor di tahun 2024. "Sehingga ASP ITMG saya perkirakan dalam rentang US$ 110–US$ 120 per ton," kata Felix. Menurut Felix, katalis pendukung dari ITMG tahun ini adalah dari kenaikan produksi. Perseroan ini menargetkan produksi di kisaran 19,5 juta ton - 20,2 juta ton, didukung beroperasinya tambang Graha Panca Karsa dan Tepian Indah Sukses yang ditargetkan masing-masing memproduksi hingga 1 juta ton dan 0,4 juta ton batubara. 

Untuk mendukung target itu, ITMG menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar US$ 96,5 juta, naik dari realisasi 2023 sebesar US$ 45,1 juta di 2023. Untuk volume penjualan, perseroan ini menargetkan 24,9 juta ton 25,6 juta ton di tahun 2024. Adapun penjualan dengan skema harga sebanyak 39% telah ditetapkan, 6% mengikuti indeks harga batubara, dan 55% selebihnya belum terjual. Head of Equity Research BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan menaikkan estimasi laba bersih ITMG di 2024 sebesar 31%, seiring dengan penyesuaian asumsi volume penjualan. Erindra juga mempertahankan asumsi rata-rata harga jual ITMG di 2024 sebesar US$ 87 per ton. Sementara Felix memperkirakan pendapatan ITMG sebesar US$ 2,10 miliar. Sementara laba bersih diprediksi mencapai US$ 363 miliar.

SIASAT BUMN JAGA RESILIENSI

HR1 02 May 2024 Bisnis Indonesia (H)

Tingginya ketidakpastian global dan kondisi domestik yang dinamis menuntut BUMN untuk terus adaptif dan bertransformasi. Sejumlah langkah pun disiapkan baik oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun korporasi pelat merah demi menjaga resiliensi sekaligus menopang akselerasi. Beberapa di antaranya yaitu dengan melakukan integrasi model bisnis yang berkelanjutan, serta menempatkan korporasi pelat merah sebagai pionir pengembangan ekonomi hijau di Tanah Air. Dalam Bisnis Indonesia BUMN Forum 2024 yang digelar Selasa (30/4), Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan saat ini tantangan ekonomi Indonesia masih besar. 

Konflik geopolitik, lanjutnya, berisiko menimbulkan disrupsi rantai pasok yang berimbas terhadap gejolak harga komoditas energi. Sementara itu, tertundanya pelonggaran moneter di Amerika Serikat disebut pria yang akrab disapa Tiko itu memantik capital outflow dari pasar keuangan Indonesia. Akibatnya, Bank Indonesia harus mengerek naik suku bunga acuan ke level 6,25% demi stabilisasi rupiah. Meski begitu, pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakini masih dapat menyentuh level 5% pada 2024. Optimisme itu ditopang oleh konsumsi domestik yang masih kuat, deru mesin manufaktur, serta prospek aliran investasi setelah pemodal wait and see selama periode Pemilu. Dari sisi struktur organisasi, Kementerian BUMN yang dipimpin oleh Erick Thohir itu memangkas jumlah BUMN dari 120 perusahaan menjadi sekitar 40 perusahaan yang diklasifi kasikan ke dalam 12 klaster. Dari sisi struktur organisasi, Kementerian BUMN yang dipimpin oleh Erick Thohir itu memangkas jumlah BUMN dari 120 perusahaan menjadi sekitar 40 perusahaan yang diklasifi kasikan ke dalam 12 klaster. 

Upaya transformasi BUMN pun dinilai mulai membuahkan hasil yang tecermin dari peningkatan kinerja keuangan. Capaian laba konsolidasi BUMN tercatat meningkat menjadi Rp290 triliun pada 2023 dengan rekor setoran dividen Rp80 triliun. Dalam 2—3 tahun ke depan, dividen BUMN ke negara diharapkan bisa menembus Rp100 triliun. Dalam jangka pendek, lanjut Tiko, Kementerian BUMN sedang menyiapkan handover document menjelang pergantian pemerintahan sehingga memastikan transisi keberlanjutan dan kesehatan jangka panjang BUMN. Rabin Indrajad Hattari, Sekretaris Kementerian BUMN, menambahkan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah aturan main baru terkait dengan prinsip korporasi yang berkelanjutan. Pertama, peta jalan BUMN hijau yang memuat strategi dan target BUMN untuk mencapai emisi nol bersih. Kedua, pedoman terkait dengan climate related financial disclosure standards. 

Dari kalangan korporasi pelat merah, Direktur Utama Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) John Anis mengatakan pihaknya terus mengembangkan proyek-proyek energi baru dan terbarukan, termasuk panel surya (solar EV), geotermal, hingga bioetanol. Transisi energi hijau juga digulirkan PT PLN (Persero). Menurut EVP Perencanaan Sistem Ketenagalistrikan PLN Warsono, pengembangan renewable energydalam beberapa tahun ke depan akan mengurangi penggunaan batu bara. Sementara itu, penyaluran pembiayaan berkelanjutan ke segmen mikro terus dipicu oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI). Per Desember 2023, peminjam aktif mencapai 1,22 juta dengan outstanding Rp82 triliun.SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri Ashraf Farahnaz mengatakan segmen mikro memiliki potensi yang besar. “Bank Mandiri memiliki kekuatan teknologi untuk bisa mempersiapkan layanan UMKM [terbaik], digitalisasi jadi garda terdepan,” ujarnya.