;
Tags

Korporasi

( 1557 )

Telkomsel Berupaya Memenuhi Kebutuhan Hiburan Digital berkualitas

KT1 24 Aug 2024 Tempo
Telkomsel terus berupaya memenuhi kebutuhan hiburan digital yang berkualitas bagi seluruh pelanggan dan masyarakat. Melalui layanan IndiHome TV yang menghadirkan tayangan English Premier League (EPL) di channel Champion 5 (channel 707) dan Champion 6 (channel 708), mulai Agustus, seluruh pelanggan IndiHome TV dapat menikmati tayangan kompetisi olahraga sepak bola yang berkualitas.

VP Digital Lifestyle Telkomsel, Nirwan Lesmana mengatakan, pihaknya menyadari pelanggan IndiHome TV terutama para penggemar sepak bola, sangat menantikan tayangan berkualitas dari liga-liga terbaik di dunia. Dengan penambahan tayangan EPL di channel Champion 5 dan Champion 6, Nirwan berharap Telkomsel dapat memberikan pengalaman menonton hiburan kelas dunia, serta memperkaya pilihan konten olahraga premium. 

“Langkah ini juga sejalan dengan semangat Telkomsel untuk menghadirkan inovasi produk yang menawarkan tayangan dan hiburan berkualitas yang mudah diakses ke setiap rumah masyarakat Indonesia,” ujanya. Untuk menikmati tayangan EPL, pelanggan dapat menambahkan Paket Minipack SPORT ke paket langganannya. Pelanggan juga dapat dengan mudah membeli paket melalui GraPARI, Call centre 188 atau melalui pembelian langsung di IndiHome TV seharga Rp70.000. (Yetede)

Bisnis Astra Masih Berpeluang Melaju

HR1 23 Aug 2024 Kontan

Kinerja PT Astra International Tbk (ASII) tertekan lesunya penjualan otomotif dan alat berat pada semester I-2024. Sentimen pemangkasan suku bunga diharapkan memulihkan kinerja induk grup Astra tersebut. Mengingatkan saja, ASII mencetak pendapatan sebesar Rp159,96 triliun di periode Januari -Juni 2024, turun 1,5% secara tahunan atau year on year (yoy). Analis OCBC Sekuritas, Budi Rustanto mengatakan, hasil kinerja ASII mencerminkan pelemahan pada segmen alat berat dan pertambangan. Ini disebabkan merosotnya harga batubara. Segmen otomotif juga lesu, akibat volume penjualan yang lebih rendah di pasar otomotif yang lemah. Untungnya, lima segmen lain masih mencetak pertumbuhan laba bersih. Budi menyoroti, penjualan mobil yang lesu dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti daya beli yang lemah, sikap wait and see di tahun pemilu, depresiasi rupiah, non performing financing (NPF) yang lebih tinggi, hingga tingkat suku bunga tinggi. Alhasil, OCBC Sekuritas merevisi asumsi penjualan mobil domestik dari sebelumnya 1 juta menjadi 900.00 unit untuk tahun 2024. Penjualan mobil hingga akhir tahun akan didukung oleh perbaikan musiman di semester kedua dan pameran otomotif GIIAS. 

Di segmen roda empat, manajemen ASII berkomitmen terus meluncurkan produk battery electric vehicle (BEV), dengan Toyota Astra Motor akan memperkenalkan 3 model BEV selama dua tahun ke depan. Astra juga akan meluncurkan model hybrid electric verhicle (HEV) baru. Equity Analyst Pilarmas Investindo Sekuritas, Arinda Izzaty mencermati, segmen otomotif dan properti ASII akan mulai pulih. Terutama jika tingkat suku bunga dipangkas dalam waktu dekat ini. Tingkat suku bunga rendah dihadapkan membuat pengajuan kredit kendaraan bermotor dan kredit perumahaan kembali meningkat. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Richard Jerry mengamati, harga saham ASII telah meningkat sebesar 15% selama satu bulan terakhir. Peningkatan itu terjadi di saat penjualan mobil ASII terus menunjukkan pemulihan. Richard mempertahankan rekomendasi beli saham ASII dan menaikkan target harga saham ASII menjadi Rp 5.700 per saham dari sebelumnya Rp 5.100 per saham. Di sisi lain, risiko bagi saham ASII adalah tidak adanya model baru yang signifikan pada semester kedua 2024, penetrasi pasar yang agresif dari China untuk segmen roda empat, serta kurangnya dampak dari pameran GIIAS.

Bisnis BBM Dihadapkan pada Bayangan Lesu

HR1 21 Aug 2024 Kontan

Penjualan bahan bakar minyak (BBM) yang lebih rendah, menyebabkan kinerja PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) di semester pertama tahun ini tidak terlalu menggembirakan. Namun AKRA masih bisa berharap, segmen penjualan lahan industri dapat mendukung pendapatan AKRA ke depan. Analis Sinarmas Sekuritas, Inav Haria Chandra mengatakan, pencapaian laba AKRA di kuartal kedua tahun 2024 meleset dari ekspektasi. Di periode ini, laba bersih AKRA sebesar Rp 408 miliar, turun 32% secara kuartalan (qoq) dan 4% secara tahunan (yoy), mengikuti pendapatan yang lebih rendah dari segmen perdagangan dan distribusi. Alhasil, laba bersih AKRA turun 2,7% yoy menjadi Rp 1 triliun pada akhir semester I-2024. 

Pendapatan AKRA juga merosot 6,04% yoy menjadi Rp 18,65 triliun. Laba bersih AKRA selama semester I-2024 ini baru mewakili 30% dari estimasi setahun penuh Sinarmas Sekuritas dan 34% proyeksi konsensus tahun ini. Analis Kiwoom Sekuritas, Miftahul Khaer mengamati, penurunan kinerja AKRA ini juga sejalan dengan turunnya harga minyak mentah dunia. Inav mengatakan, di segmen kawasan industri, penjualan lahan AKRA mencapai 18,1 ha di semester I-2024, yang sebagian besar berasal dari perusahaan otomotif dan baja. Namun, hasil penjualan ini hanya mencapai 14% dari target setahun penuh AKRA seluas 130 hektare (ha). Seiring adanya tantangan yang tidak terduga di segmen distribusi BBM, AKRA telah merevisi target pertumbuhan laba tahun 2024 bakal turun dari 12%-15% menjadi 4%-7%. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Richard Jerry melihat, kinerja AKRA juga memangkas laba bersih AKRA, lebih rendah -2% yoy tahun ini menjadi Rp 2,73 triliun.

PLTA Kayan: Izin Panjang Jadi Hambatan

HR1 21 Aug 2024 Bisnis Indonesia

Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan Cascade menghadapi tantangan besar terkait proses perizinan yang rumit dan memakan waktu hingga belasan tahun. PT Kayan Hydro Energy telah mendapatkan izin lokasi sejak 2012, namun hingga kini belum ada bendungan yang terbangun. Proses perizinan yang berlapis dan belum adanya preseden untuk proyek PLTA sebesar 9.000 MW di Indonesia maupun ASEAN menjadi salah satu faktor penghambat utama.

Steven Kho, Komite Eksekutif Kayan Hydro Energi, menyatakan bahwa lebih dari 60 izin diperlukan untuk proyek ini, membuat perizinannya sangat kompleks. Selain itu, kendala lain muncul dari perlunya memastikan megaproyek tersebut tetap berada di bawah kendali Indonesia, mengingat proyek ini merupakan bagian dari kerja sama strategis antara Indonesia dan Jepang. Hashim Djojohadikusumo, yang menunjukkan minat untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut.

Pertumbuhan Laba Emiten Telko

KT1 19 Aug 2024 Investor Daily

Ditengah persaingan dan tantangan industri telekomunikasi yang kian ketat, empat operator telekomunikasi di Tanah Air, yaitu PT Telkomsel, PT Indosat Tbk, dan PTXL Axiata Tbk dan Smart Telecom Tbk (Smartfren) masih dapat membukukan laba bersih sekitar Rp14,4 triliun pada semester I-2024. Jumlah tersebut tumbuh sekitar 8,2% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sekitar Rp 13,33 triliun. Keuntungan tersebut, utamanya dikontribusi dari pendapatan layanan data dan digital dari masing-masing operator telekomunikasi.

Berdasarkan laporan keuangan dari masing-masing emiten, Telkomsel, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp11,07 triliun pada semester I-2024, tumbuh 3,2% dibandingkan periode sama tahun lalu.  Indosat membukukan laba bersih Rp2,7 triliun, tumbuh 43,3% dibandingkan semester I-2023. XL Axiata juga berhasil meningkatkan laba bersih menjadi Rp 1,03 triliun meningkat 58% dibandingkan semester I-2023. Sementara Smartfren mencatatkan kerugian sebesar Rp473,77 miliar. Jumlah tersebut menyusut dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 543,21 miliar. (Yetede)

Mitratel Memperlihatkan Ketangguhan

KT1 15 Aug 2024 Investor Daily (H)
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel memperlihatkan ketangguhan yang mengesankan ditengah tantangan aksi merjer sejumlah perusahaan telekomunikasi besar Tanah Air. Kinerja keuangan yang solid di paruh pertama tahun ini juga membuat kalangan analis yakin perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan lebih besar dari target yang ditetapkan manajemen MTEL di level 5%. Tak heran, sahamnya direkomondasikan beli dengan target hanya Rp 960, yang mengisyaratkan potensi gain 41%. "Kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan Mitratel bisa mencapai 7% pada tahun ini, dengan outlook positif untuk jangka menengah, menunjukkan ketahanan  perseroan ditengah konsolidasi jumlah perusahaan telekomunikasi," kata Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margronis. (Yetede)

Emiten Tetap Royal Berbagi Dividen

HR1 15 Aug 2024 Kontan

Musim pembagian dividen belum berakhir hingga memasuki semester dua tahun ini. Dalam waktu dekat, masih ada beberapa emiten yang siap membagikan dividen interim kepada para pemegang saham. Contohnya PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR). Emiten pelayaran ini akan membayarkan dividen interim sebesar Rp 32,75 miliar pada 28 Agustus 2024. Setiap pemegang saham SMDR akan memperoleh dividen Rp 2 per saham. Meski nilainya mini, dividen SMDR menambah catatan positif pembagian dividen emiten di sepanjang tahun ini. Sektor keuangan dan perbankan menjadi pembagi dividen terbesar senilai Rp 58,24 triliun. Angka ini naik dari 2023 sebesar Rp 50,57 triliun. Data KSEI tersebut bersifat nett alias sudah dipotong pajak. Data itu hanya mencakup pembagian dividen scripless. 

"Keseluruhan, sektor keuangan dan perbankan yang paling aktif dalam memberikan imbal hasil signifikan bagi perekonomian Indonesia," kata Samsul Hidayat, Direktur Utama KSEI, belum lama ini.  Head of Proprietary Investment Mirae Asset Sekuritas, Handiman Soetoyo berpendapat, sejauh ini cukup banyak emiten yang sudah membagikan dividen dengan porsi 60% hingga nyaris 100% dari perolehan laba semester I-2024. Dalam catatannya, dividen interim yang sudah diumumkan baru mencapai Rp 4,3 triliun. Padahal, total dividen interim di sepanjang 2023 nilainya Rp 65 triliun. Dus, kata Handiman, masih banyak emiten yang berpotensi menyebar dividen interim. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus memproyeksi, ada peluang sektor perbankan akan kembali menebar dividen jumbo. Ini mengingat kinerja emiten perbankan positif hingga pertengahan tahun 2024. Nico melihat, seiring pembagian dividen, emiten dengan nilai mini menarik. Seperti dividen PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), PT Prima Global Logistik Tbk (PPGL), PT Pam Mineral Tbk (NICL) dan PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA).

Meneropong Prospek Antam

KT1 14 Aug 2024 Investor Daily (H)
Hasil evaluasi Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) yang mengeluarkan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dari perhitungan indeks MSCI Indonesia Global Standard untuk periode 2 September-25 November 2024, diperkirakan bakal memengaruhi pergerakan saham emiten pertambangan emas dan nikel ini. Mengingat, MSCI Indonesia Global Standard saat ini masih menjadi salah satu acuan penting bagi para fund manager dan investor asing pada saham yang masuk daftar indeks tersebut. "Saham ANTM saat ini berada pada posisi yang menantang. Penghapusan dari indeks MSCI dan penurunan kinerja keuangan menjadi dua faktor utama yang dapat menekan harga saham," kata Founder Stocknow.id Hendra Wardana. 

Perluas Ekspansi Melalui Anak Usaha

HR1 14 Aug 2024 Kontan

Memasuki semester II-2024, sederet emiten menggelar aksi korporasi melalui anak usaha. Aksi ini ditempuh melalui akuisisi, pendirian anak usaha baru, hingga pembentukan usaha patungan alias joint venture (JV). Terbaru, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) bersama PT Bangun Daya Utama mendirikan dua usaha patungan pada 12 Agustus 2024. Keduanya adalah PT Pembangkit Energi Terbarukan (PET) dan PT Mandiri Energi Terbarukan (MET). Direktur Utama Bukaka Teknik Utama Irsal Kamarudin bilang, PET dan MET diharapkan bisa mendongkrak pendapatan BUKK. PT Indika Energy Tbk (INDY) juga kembali membuat entitas usaha baru untuk memperkuat diversifikasi bisnis non-batubara. Anak usaha INDY mendirikan PT Kalista Biru Nusantara, yang bergerak di bidang penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi (operational leasing) alat transportasi darat bukan kendaraan bermotor roda empat atau lebih. Selain BUKK, PT Soechi Lines Tbk (SOCI) juga menggelar ekspansi dengan mendirikan dua anak usaha bidang pelayaran di luar negeri. SOCI mendirikan Glory Shipping Maritime Pte. Ltd. yang berlokasi di Singapura, serta Global Ocean Lines Ltd. yang berkedudukan di Marshall Islands.

Sementara itu, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) lewat anak usahanya, PT Global Chemindo Megatrading bersama dengan Lian SGP Holding Pte Ltd mendirikan PT Livzon Pharma Indonesia. Perusahaan ini bergerak di bidang industri bahan farmasi aktif, dengan investasi awal sebesar Rp 650 miliar. Senior Research Analyst Lotus Andalan Sekuritas Fath Aliansyah mengamati, aksi emiten melalui anak usaha ini lebih ditujukan untuk strategi jangka panjang. Sebagai pendongkrak pendapatan maupun efisiensi bisnis grup emiten . Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi melihat, emiten tambang batubara yang rajin menggelar aksi korporasi melalui anak usaha, bertujuan untuk diversifikasi. Harapannya, bisa meningkatkan porsi pendapatan dari bisnis non-batubara.

Pulihnya Harga Batu Bara

KT1 13 Aug 2024 Investor Daily (H)
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berpeluang membalikkan kinerja yang kurang menggembirakan pada paruh pertama 2024, seiring ekpektasi pulihnya harga batu bara di semester dua ini.  Pada September sampai Desember 2024, harga batu bara Newcastle diperkirakan naik di US$ 150,50-154,90 per ton, dibandingkan harga rata-rata Juli-Agustus 2024 yang sebesar US$ 138,75 per ton. Peluang emas itu tampaknya tidak akan di sa-siakan ADRO dan PTA untuk biaya mengejar pertumbuhan lebih baik dalam enam bulan terkahir 2024. "Kedua emiten batu bara papan atas ini mengaku akan tetap fokus untuk mempertajam keunggulan operasional dan responsif terhadap perubahan kondisi global di sisa tahun ini. Terlebih, mengingat kinerja keduanya di semester I-2024 yang kurang memuaskan. Laba Adaro pada tahun lalu terpangkas 34,16% secara yoy menjadi US$ 1,64 miliar, begitupun dengan laba OTBA yang longsor 51,42% menjadi Rp6,1 triliun. (Yetede)