;
Tags

Korporasi

( 1557 )

ANTM Pacu Kinerja di Paruh Kedua

HR1 06 Sep 2024 Kontan

Emiten pertambangan, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) fokus mengoptimalisasi kinerja produksi dan penjualan komoditas inti perusahaan di sisa tahun ini. Sekretaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Alkadrie mengatakan, ANTM konsisten mengimplementasikan kebijakan strategis dalam pengelolaan biaya yang tepat dan efisien, guna memaksimalkan kinerja komoditas nikel, emas, dan bauksit. ANTM menargetkan, volume produksi dan penjualan di tahun 2024 masing-masing sebesar 22.464 ton nikel dalam feronikel (TNi). Target itu tumbuh 5% dari capaian produksi tahun 2023 sebesar 21.473 TNi, dan tumbuh 12% dari capaian penjualan feronikel tahun 2023 yang sebesar 20.138 TNi. Untuk komoditas bijih nikel, ANTM menargetkan total produksi bijih nikel konsolidasian yang digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel ANTM dan penjualan ke pelanggan domestik sebesar 20,58 juta wet metric ton (wmt), meningkat 53% dari capaian produksi bijih nikel tahun 2023 yang sebesar 13,45 juta wmt. Terkait dengan komoditas emas, Perusahaan menargetkan produksi emas tahun 2024 yang berasal dari tambang emas Perusahaan sebesar 958 kg (30.800 troy oz). Sedangkan, untuk penjualan emas pada tahun 2024 ditargetkan mencapai 37.354 kg (1.200.959 troy oz), meningkat 43% dari capaian penjualan emas tahun 2023 yang sebesar 26.129 kg (840.067 troy oz). 

Untuk mencapai target tersebut, Antam fokus melakukan pengembangan basis pelanggan domestik untuk produk emas, bijih nikel, dan bauksit. Beberapa strategi yang dilakukan adalah fokus melakukan inovasi produk dan layanan, serta meningkatkan cadangan dan sumber daya melalui eksplorasi. ANTM juga berkomitmen untuk mempercepat pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV Battery) di Indonesia bersama mitra strategisnya. Terkait pencapaian kinerja sepanjang semester I-2024, Antam berhasil membukukan kenaikan penjualan sebesar 7%, yakni dari Rp 21,66 triliun pada semester I-2023 menjadi Rp 23,18 triliun. Kendati penjualan meningkat, tapi perolehan laba bersih ANTM mengalami penurunan 17,55% secara tahunan (year on year/yoy). Yakni, menjadi Rp 1,55 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,88 triliun.

CPIN Tunggu Manfaat dari Program Makan Gratis

HR1 05 Sep 2024 Kontan

Kinerja PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) diproyeksikan masih tumbuh positif ke depan. Salah satunya akan didorong oleh program makan bergizi gratis dari presiden terpilih, Prabowo Subianto. Marvin Lievincent, analis Phillip Capital mengatakan, pada semester I-2024 pendapatan CPIN meningkat hingga 6,70% secara year on year (yoy) menjadi Rp 32,96 triliun. Alhasil laba bersih ikut naik menjadi sebesar Rp 1,76 triliun dari Rp 1,37 triliun yoy dengan margin laba bersih (NPM) sebesar 5,4% pada semester I-2024. Program presiden terpilih untuk menjadikan Indonesia sebagai negara lumbung pangan akan memberi angin segar bagi CPIN. Program tersebut dapat memberikan manfaat bagi kalangan peternak ayam dan petani dengan menstabilkan harga jagung dan memastikan pasokan jagung nasional yang stabil. Sebagai catatan, pemerintah terus mengimpor jagung dari AS untuk memenuhi kebutuhan nasional. Akibatnya, fluktuasi harga jagung dan harga SBM berdampak signifikan terhadap profitabilitas perusahaan pakan. 

Dengan adanya katalis positif ini, Marvin melihat, prospek jangka panjang dengan perkiraan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% pada akhir 2024, dan 12% di akhir 2025 akibat permintaan yang kuat untuk protein hewani. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, perlu dilakukan tinjauan yang lebih mendalam terkait program makan bergizi dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan atau tidak. Analis Ciptadana Sekuritas, Muhammad Gibran menambahkan, data perunggasan terkini menunjukkan, sektor peternakan komersial berpotensi memperoleh keuntungan dari harga acuan baru yang ditetapkan sebesar Rp 21.000–Rp 23.000 per kg. Berdasarkan analisa ini Gibran mempertahankan rekomendasi hold CPIN dengan target harga Rp 5.400 per saham. Sedangkan Marvin mempertahankan peringkat buy dan dengan menaikkan target harga menjadi Rp 6.600 per saham.

PPRE Kantongi Kontrak Baru Senilai Rp 6,3 Triliun

HR1 05 Sep 2024 Kontan

Emiten jasa konstruksi, PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan kontrak baru senilai Rp 6,3 triliun hingga Agustus 2024. Realisasi itu mencapai 80% dari target kontrak yang dipatok anak usaha BUMN Karya PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) ini pada 2024 sebesar Rp 8 triliun. Direktur Utama PPRE, Arzan mengatakan, pencapaian kontrak baru naik 36% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp 4,6 triliun. Nilai kontrak itu diperoleh dari jasa pertambangan, pembangunan bandara, jalan tol, production plant dan infrastruktur sipil lainnya. Nilai kontrak baru mayoritas berasal dari pemberi kerja eksternal sebesar 85% dan PP Group sebesar 15%. "Ini membuktikan PPRE mampu bersaing di sektor konstruksi jasa pertambangan dan sipil nasional," ujar Arzan dalam keterangan resmi, Rabu (4/9).

Harga Komoditas Dorong Kinerja Emiten BUMN

HR1 05 Sep 2024 Kontan

Emiten tambang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah naungan holding Mind Id berupaya memperbaiki kinerja pada paruh kedua tahun ini. Tiga anggota Mind Id telah memaparkan strategi dalam public expose live 2024, pekan lalu. Ketiga emiten itu adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Ketiganya ingin mengejar target produksi untuk margin yang optimal di tengah fluktuasi harga komoditas. Senior Vice President Project Management Office PTBA, Setiadi Wicaksono mengatakan, emiten ini terus mencari potensi pasar baru. PTBA ingin menggenjot pasar ekspor dengan menyasar pasar potensial di Asia Tenggara dan Asia Selatan seperti India, Pakistan dan Bangladesh. Pada semester pertama tahun ini, PTBA membukukan rekor penjualan tertinggi, yakni 20,1 juta ton, naik 15,51% secara tahunan. Pencapaian rekor penjualan pada semester I ditopang ekspor batubara 8,5 juta ton, meningkat 20% secara tahunan. PTBA menargetkan volume penjualan batubara 43,1 juta ton di 2024. Direktur Utama Antam, Nicolas D. Kanter menambahkan, ANTM ingin menggenjot komoditas andalannya, yakni emas, nikel dan bauksit. Saat ini ANTM sedang menjajaki peluang untuk mendapatkan pasokan emas (offtake) dari Freeport, yang kini juga menjadi bagian dari Mind Id. 

Bergeser ke INCO, emiten nikel ini juga sedang menggarap proyek strategis yang berada di tiga wilayah, yakni Morowali, Pomalaa dan Sorowako. Di sisi lain, INCO bersiap untuk membuka keran pendapatan baru dengan menjual bijih nikel ke pasar domestik. Per semester I-2024, produksi nikel matte INCO 34.774 ton. Presiden Direktur & Chief Executive Officer Vale Indonesia, Febriany Eddy menyampaikan, saat ini ada bijih yang dihasilkan dari proses produksi, yaitu dari bulk sampling test . Jadi, penjualan bijih sudah bisa dilakukan dalam jumlah kecil. "Ini upaya kami untuk menambah pendapatan kala harga nikel sedang turun," kata Febriany. Analis RHB Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi mengingatkan, prospek kinerja dan tren harga saham emiten tambang akan beriringan dengan laju harga komoditasnya. Dus, dia menyarankan trading plan untuk jangka pendek hingga menengah bagi saham emiten tambang BUMN ini.

BUMN Menjadi Buah Bibir Politik

KT1 04 Sep 2024 Tempo
BADAN usaha milik negara menjadi buah bibir ketika pos-pos direksi dan komisarisnya diduduki mereka yang dianggap berjasa kepada Prabowo Subianto untuk menjadi presiden terpilih. Kinerja perusahaan pelat merah pun disorot. Pemerintah mengklaim kinerja BUMN melejit. Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan BUMN berhasil merampungkan 92 persen proyek strategis nasional. Penerimaan BUMN melonjak dari Rp 1.930 triliun pada 2020 menjadi Rp 2.933 triliun pada 2023.

Laba bersih pun naik 2.415 persen dari Rp 13 triliun pada 2020 menjadi Rp 327 triliun pada 2023. Asetnya meningkat dari Rp 8.312 triliun pada 2020 menjadi Rp 10.402 triliun pada 2023. Namun tantangan BUMN bakal lebih tinggi mengingat penebalan ketidakstabilan ekonomi global. Lantas, apa saja faktor kunci keberhasilan bagi BUMN dalam menghadapi tantangan itu?

Pertama, BUMN wajib meningkatkan penerapan tata kelola (good corporate governance). Tata kelola ini meliputi transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, kemandirian, dan kewajaran. Penerapan tata kelola yang baik bertujuan agar BUMN memperoleh kepercayaan dari pemangku kepentingan, mempunyai kinerja unggul, memperoleh keuntungan, dan tumbuh secara berkesinambungan (sustainable growth).

Pertumbuhan merupakan indikator bahwa BUMN memiliki spirit untuk terus berkembang dan berbuah berupa dividen. Bagaimana setoran dividen BUMN kepada kas negara? Sepanjang 2023, BUMN menyetor dividen Rp 82,06 triliun atau mencapai 100,64 persen dari target sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2023 sebesar Rp 81,45 triliun. Hal itu sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di level 5 persen. (Yetede)

Reputasi Prajogo Pangestu Bertangan Dingin Memoles Perbankan

KT1 04 Sep 2024 Investor Daily (H)
Emiten konglomerat Prajogo Pangestu (PP) kembali mencuri perhatian. Nama besar dikenal bertangan dingin memoles portfolionya telah membuat perbankan royal menyalurkan kredit. Terbaru, PT Petrosa Tbk (PTRO) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dua emiten terafiliasi PP, meriah pinjaman total senilai Rp 3,1 triliun. Sentuhan magis PP juga tercermin di PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Terbukti, dalam kurun waktu kurang daru setahun selepas melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), BREN bertransformasi menjadi emiten papan atas dengan kapitalisasi pasar (market cap) mencapai Rp 1.371 triliun. Bahkan, BREN kini menjadi salah satu penggerak IHSG  dengan bobot yang signifikan sebanyak 19,20% tertinggi sepanjang Agustus 2024. Mengekor di buncitnya, emiten PP yang lain yaitu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyumbang sebesar 2,89% terhadap IHSG, menurut data Terminal Blommberg. (Yetede)

Bisnis Rumah Sakit Jadi Amunisi Tambahan untuk CTRA

HR1 04 Sep 2024 Kontan

Kinerja emiten PT Ciputra Development Tbk (CTRA) diproyeksi akan terus bertumbuh. Emiten ini akan mendapat tambahan pundi-pundi dari bisnis rumah sakit (RS). Terbaru CTRA akan meluncurkan RS di Surabaya yang akan menjadi RS Ciputra terbesar kedua dengan kapasitas 200 tempat tidur. Analis Sucor Sekuritas, Niko Pandowo dan Jeremy Hansen mengatakan, investasi CTRA untuk pembangunan RS ini mencapai Rp 520 miliar. RS ini akan melayani kebutuhan perawatan kesehatan penghuni di CitraLand Surabaya, dengan tahap awal operasional menggunakan 70 tempat tidur. Demografi pasien menjadi pasien pendapatan menengah hingga tinggi. Sehingga diharapkan dapat menghasilkan margin profitabilitas yang lebih tinggi sekitar 40%-50% , terutama melalui bisnis kardiologi, onkologi, dan bedah saraf. Dengan penambahan RS di Surabaya, Niko memperkirakan pada 2025, pendapatan CTRA lewat bisnis RS akan mencapai Rp 686 miliar dan laba rumah sakit mencapai Rp 86 miliar. Masing-masing angka itu akan menyumbang 6% dan 4% terhadap total pendapatan dan laba CTRA. 

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus melihat, sepanjang semester I 2024 CTRA berhasil mencetak laba bersih hingga Rp 1,02 triliun atau naik 32,12% year on year (yoy). Pencapaian tersebut ditopang oleh penjualan kavling, rumah hunian, dan ruko yang memberikan kontribusi hingga Rp 3,57 triliun. Sehingga dengan kehadiran RS baru, menurut Nico bisa memberikan stimulus tambahan untuk kinerja CTRA. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi menambahkan, portofolio CTRA yang terdiversifikasi mencakup berbagai wilayah geografis membawa keuntungan bagi emiten ini. Oktavianus berpandangan dengan investasi di proyek baru yakni Ciputra Hospital Surabaya ini, pendapatan CTRA pada segmen pengelolaan komersial akan terdongkrak. "Ditambah lagi dengan perpanjangan insentif PPN ditanggung pemerintah (DTP) 100% untuk nilai rumah kurang dari Rp 2 miliar hingga akhir tahun 2024 akan mendorong presales marketing," kata Octavianus kepada KONTAN, Selasa (3/9).

Emiten Grup Djarum Jajaki Penambahan Modal

KT1 03 Sep 2024 Investor Daily (H)
Emiten menara telekomunikasi (tower) Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) atau SMN dikabarkan ditengah menjajaki aksi penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue. TOWR dalam riset terbaru BRI Danareksa Sekuritas disebutkan, berpotensi menghimpun dana rights issue sekitar Rp 8 triliun, di antaranya untuk mengakuisisi aset kabel milik PT Indosat Tbk (ISAT). Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margonis dan Christian Sitorus dalam riset yang dipublikasikan Senin (2/9/2024) mengungkapkan, TOWR sedang mempertimbangkan  untuk melaksanakan rights issue dengan potensi nilai sekitar Rp 8 triliun untuk mengatasi terjadinya tekanan finansial. Right issue tersebut bertujuan untuk menjaga kepemilikan mayoritas Grup Djarum pada harga saham TOWR saat ini, serta mengurangi rasio Net Debt/Ebitda perseroan menjadi di bawah 4x. (Yetede)

Kinerja Keuangan BSI Cetak Laba Rp 3,4 T

KT1 03 Sep 2024 Investor Daily (H)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membukukan kinerja keuangan yang sangat impresif pada kuartal II 2024. Per Juni 2024, laba bersih BSI mencapai Rp 3,4 triliun, tumbuh 20,28% secara tahunan, menjadikan perseroan menorehkan pertumbuhan tertinggi di antara Top 10 bank di Indonesia. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan Perseroan berhasil menjaga kinerja keuangan dan bisnis secara sehat dan berkualitas sepanjang kuartal II tahun 2024, di tengah makro ekonomi cukup menantang yang dintandai dengan naiknya suku bunga acuan seperti BI Rate yang naik ke level 6,25% pada kuartal II 2024 untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Alhamdulillah pertumbuhan BSI dalam berbagai indikator kunci, seperti aset, DPK, laba bersih, dan rasio CASA, merupakan yang tertinggi di industri perbankan nasional. Prestasi ini adalah  bukti bahwa BSI sebagai bank syariah mampu bersaing dan unggul ditengah  dinamika industri yang semakin kompetitif. Pertumbuhan yang konsisten di berbagai  aspek ini juga mencerminkan solidnya kinerja BSI yang berkelanjutan," kata Herry. (Yetede)

Penawaran Pembelian 7-Eleven

KT3 30 Aug 2024 Kompas

Mengutip laporan BBC, Rabu (21/8) pemilik 7-Eleven, yakni Seven & i Holdings Co, mengumumkan bahwa mereka mendapat penawaran pembelian dari Couche-Tard, yang notabene rival mereka. Rencana tersebut mengejutkan seantero Jepang karena perusahaan Jepang sebesar itu tak pernah dibeli perusahaan asing. Perusahaan Jepang lebih sering mengakuisisi bisnis asal luar negeri. Saat ini, 7-Eleven tercatat sebagai toserba dengan jaringan terbesar di dunia, yakni 85.000 gerai di 20 negara dan wilayah. Toserba itu sukses menjual makanan lezat, yang cepat dan murah, khususnya di negara yang memiliki gerai serupa, seperti Jepang dan Thailand. Dari 85.000 gerai 7-Eleven di dunia, 21.500 gerai berada di Jepang. ”Kami memiliki lebih banyak gerai ketimbang McDonald’s dan Starbucks,” kata Chief Executive Seven & i Holdings Ryuichi Isaka kepada BBC sebelum perusahaan itu menerima penawaran pembelian.

Seperti dilansir Reuters, Seven & i telah menerima proposal awal yang bersifat rahasia dan tak mengikat dari Alimentation Couche-Tard untuk semua saham perusahaan yang beredar. Adapun dewan direksi Seven & i telah membentuk komite khusus guna meninjau proposal itu dan membahas alternatif-alternatifnya. Kabar pengajuan proposal tersebut membuat saham Seven & i melonjak ke level tertinggi harian sebesar 23 %. Kondisi itu membuat nilai perusahaan mendekati rekor tertinggi, yakni 38 miliar USD. Pada 26 Agustus 2024, saham Seven & i ditutup dengan kenaikan 16 % dibanding harga pada 16 Agustus atau perdagangan terakhir sebelum penawaran Couche-Tard tiba. Apabila penjualan 7-Eleven terjadi, hal itu akan menjadi pembelian terbesar yang dilakukan perusahaan asing terhadap perusahaan asal Jepang.

Data London Stock Exchange Group (LSEG) menunjukkan, akuisisi terbesar sebelumnya ialah kesepakatan pembelian memory chip unit Toshiba oleh konsorsium yang dipimpin perusahaan investasi asal AS, Bain Capital, pada 2018 sebesar 18 miliar USD. Bagi para investor, penjualan 7-Eleven dinilai bakal menjadi tonggak sejarah mengenai ketertarikan asing pada aset-aset Jepang yang dulunya dijauhi. Perubahan dalam tata kelola juga bakal membawa perubahan penting bagi Jepang dan perusahaan Jepang. ”Kami melihat itu seiring didirikannya sejumlah kantor dan perekrutan karyawan di Jepang,” kata pendiri konsultan investasi BDA China, Duncan Clark, dikutip CNBC. Adapun Couche-Tard, yang didirikan pada 1980, telah berkembang dari satu gerai di Quebec, Kanada, menjadi jaringan gerai serba ada dan SPBU global. (Yoga)