Korporasi
( 1557 )ANTM Pacu Kinerja di Paruh Kedua
Emiten pertambangan, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) fokus mengoptimalisasi kinerja produksi dan penjualan komoditas inti perusahaan di sisa tahun ini. Sekretaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Alkadrie mengatakan, ANTM konsisten mengimplementasikan kebijakan strategis dalam pengelolaan biaya yang tepat dan efisien, guna memaksimalkan kinerja komoditas nikel, emas, dan bauksit. ANTM menargetkan, volume produksi dan penjualan di tahun 2024 masing-masing sebesar 22.464 ton nikel dalam feronikel (TNi). Target itu tumbuh 5% dari capaian produksi tahun 2023 sebesar 21.473 TNi, dan tumbuh 12% dari capaian penjualan feronikel tahun 2023 yang sebesar 20.138 TNi. Untuk komoditas bijih nikel, ANTM menargetkan total produksi bijih nikel konsolidasian yang digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel ANTM dan penjualan ke pelanggan domestik sebesar 20,58 juta wet metric ton (wmt), meningkat 53% dari capaian produksi bijih nikel tahun 2023 yang sebesar 13,45 juta wmt. Terkait dengan komoditas emas, Perusahaan menargetkan produksi emas tahun 2024 yang berasal dari tambang emas Perusahaan sebesar 958 kg (30.800 troy oz). Sedangkan, untuk penjualan emas pada tahun 2024 ditargetkan mencapai 37.354 kg (1.200.959 troy oz), meningkat 43% dari capaian penjualan emas tahun 2023 yang sebesar 26.129 kg (840.067 troy oz).
Untuk mencapai target tersebut, Antam fokus melakukan pengembangan basis pelanggan domestik untuk produk emas, bijih nikel, dan bauksit.
Beberapa strategi yang dilakukan adalah fokus melakukan inovasi produk dan layanan, serta meningkatkan cadangan dan sumber daya melalui eksplorasi.
ANTM juga berkomitmen untuk mempercepat pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV Battery) di Indonesia bersama mitra strategisnya.
Terkait pencapaian kinerja sepanjang semester I-2024, Antam berhasil membukukan kenaikan penjualan sebesar 7%, yakni dari Rp 21,66 triliun pada semester I-2023 menjadi Rp 23,18 triliun.
Kendati penjualan meningkat, tapi perolehan laba bersih ANTM mengalami penurunan 17,55% secara tahunan (year on year/yoy). Yakni, menjadi Rp 1,55 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 1,88 triliun.
CPIN Tunggu Manfaat dari Program Makan Gratis
Kinerja PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) diproyeksikan masih tumbuh positif ke depan. Salah satunya akan didorong oleh program makan bergizi gratis dari presiden terpilih, Prabowo Subianto. Marvin Lievincent, analis Phillip Capital mengatakan, pada semester I-2024 pendapatan CPIN meningkat hingga 6,70% secara year on year (yoy) menjadi Rp 32,96 triliun. Alhasil laba bersih ikut naik menjadi sebesar Rp 1,76 triliun dari Rp 1,37 triliun yoy dengan margin laba bersih (NPM) sebesar 5,4% pada semester I-2024. Program presiden terpilih untuk menjadikan Indonesia sebagai negara lumbung pangan akan memberi angin segar bagi CPIN. Program tersebut dapat memberikan manfaat bagi kalangan peternak ayam dan petani dengan menstabilkan harga jagung dan memastikan pasokan jagung nasional yang stabil. Sebagai catatan, pemerintah terus mengimpor jagung dari AS untuk memenuhi kebutuhan nasional. Akibatnya, fluktuasi harga jagung dan harga SBM berdampak signifikan terhadap profitabilitas perusahaan pakan.
Dengan adanya katalis positif ini, Marvin melihat, prospek jangka panjang dengan perkiraan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% pada akhir 2024, dan 12% di akhir 2025 akibat permintaan yang kuat untuk protein hewani.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, perlu dilakukan tinjauan yang lebih mendalam terkait program makan bergizi dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan atau tidak.
Analis Ciptadana Sekuritas, Muhammad Gibran menambahkan, data perunggasan terkini menunjukkan, sektor peternakan komersial berpotensi memperoleh keuntungan dari harga acuan baru yang ditetapkan sebesar Rp 21.000–Rp 23.000 per kg.
Berdasarkan analisa ini Gibran mempertahankan rekomendasi
hold
CPIN dengan target harga Rp 5.400 per saham. Sedangkan Marvin mempertahankan peringkat
buy
dan dengan menaikkan target harga menjadi Rp 6.600 per saham.
PPRE Kantongi Kontrak Baru Senilai Rp 6,3 Triliun
Emiten jasa konstruksi, PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan kontrak baru senilai Rp 6,3 triliun hingga Agustus 2024. Realisasi itu mencapai 80% dari target kontrak yang dipatok anak usaha BUMN Karya PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) ini pada 2024 sebesar Rp 8 triliun.
Direktur Utama PPRE, Arzan mengatakan, pencapaian kontrak baru naik 36% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp 4,6 triliun. Nilai kontrak itu diperoleh dari jasa pertambangan, pembangunan bandara, jalan tol,
production plant
dan infrastruktur sipil lainnya.
Nilai kontrak baru mayoritas berasal dari pemberi kerja eksternal sebesar 85% dan PP Group sebesar 15%. "Ini membuktikan PPRE mampu bersaing di sektor konstruksi jasa pertambangan dan sipil nasional," ujar Arzan dalam keterangan resmi, Rabu (4/9).
Harga Komoditas Dorong Kinerja Emiten BUMN
Emiten tambang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah naungan holding Mind Id berupaya memperbaiki kinerja pada paruh kedua tahun ini. Tiga anggota Mind Id telah memaparkan strategi dalam public expose live 2024, pekan lalu. Ketiga emiten itu adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Ketiganya ingin mengejar target produksi untuk margin yang optimal di tengah fluktuasi harga komoditas. Senior Vice President Project Management Office PTBA, Setiadi Wicaksono mengatakan, emiten ini terus mencari potensi pasar baru. PTBA ingin menggenjot pasar ekspor dengan menyasar pasar potensial di Asia Tenggara dan Asia Selatan seperti India, Pakistan dan Bangladesh. Pada semester pertama tahun ini, PTBA membukukan rekor penjualan tertinggi, yakni 20,1 juta ton, naik 15,51% secara tahunan. Pencapaian rekor penjualan pada semester I ditopang ekspor batubara 8,5 juta ton, meningkat 20% secara tahunan. PTBA menargetkan volume penjualan batubara 43,1 juta ton di 2024. Direktur Utama Antam, Nicolas D. Kanter menambahkan, ANTM ingin menggenjot komoditas andalannya, yakni emas, nikel dan bauksit. Saat ini ANTM sedang menjajaki peluang untuk mendapatkan pasokan emas (offtake) dari Freeport, yang kini juga menjadi bagian dari Mind Id.
Bergeser ke INCO, emiten nikel ini juga sedang menggarap proyek strategis yang berada di tiga wilayah, yakni Morowali, Pomalaa dan Sorowako. Di sisi lain, INCO bersiap untuk membuka keran pendapatan baru dengan menjual bijih nikel ke pasar domestik. Per semester I-2024, produksi nikel matte INCO 34.774 ton.
Presiden Direktur &
Chief Executive Officer
Vale Indonesia, Febriany Eddy menyampaikan, saat ini ada bijih yang dihasilkan dari proses produksi, yaitu dari
bulk sampling test
. Jadi, penjualan bijih sudah bisa dilakukan dalam jumlah kecil. "Ini upaya kami untuk menambah pendapatan kala harga nikel sedang turun," kata Febriany.
Analis RHB Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi mengingatkan, prospek kinerja dan tren harga saham emiten tambang akan beriringan dengan laju harga komoditasnya. Dus, dia menyarankan
trading plan
untuk jangka pendek hingga menengah bagi saham emiten tambang BUMN ini.
BUMN Menjadi Buah Bibir Politik
Reputasi Prajogo Pangestu Bertangan Dingin Memoles Perbankan
Bisnis Rumah Sakit Jadi Amunisi Tambahan untuk CTRA
Kinerja emiten PT Ciputra Development Tbk (CTRA) diproyeksi akan terus bertumbuh. Emiten ini akan mendapat tambahan pundi-pundi dari bisnis rumah sakit (RS). Terbaru CTRA akan meluncurkan RS di Surabaya yang akan menjadi RS Ciputra terbesar kedua dengan kapasitas 200 tempat tidur. Analis Sucor Sekuritas, Niko Pandowo dan Jeremy Hansen mengatakan, investasi CTRA untuk pembangunan RS ini mencapai Rp 520 miliar. RS ini akan melayani kebutuhan perawatan kesehatan penghuni di CitraLand Surabaya, dengan tahap awal operasional menggunakan 70 tempat tidur. Demografi pasien menjadi pasien pendapatan menengah hingga tinggi. Sehingga diharapkan dapat menghasilkan margin profitabilitas yang lebih tinggi sekitar 40%-50% , terutama melalui bisnis kardiologi, onkologi, dan bedah saraf. Dengan penambahan RS di Surabaya, Niko memperkirakan pada 2025, pendapatan CTRA lewat bisnis RS akan mencapai Rp 686 miliar dan laba rumah sakit mencapai Rp 86 miliar. Masing-masing angka itu akan menyumbang 6% dan 4% terhadap total pendapatan dan laba CTRA.
Associate Director
Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus melihat, sepanjang semester I 2024 CTRA berhasil mencetak laba bersih hingga Rp 1,02 triliun atau naik 32,12%
year on year
(yoy).
Pencapaian tersebut ditopang oleh penjualan kavling, rumah hunian, dan ruko yang memberikan kontribusi hingga Rp 3,57 triliun. Sehingga dengan kehadiran RS baru, menurut Nico bisa memberikan stimulus tambahan untuk kinerja CTRA.
Head Customer Literation and Education
Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi menambahkan, portofolio CTRA yang terdiversifikasi mencakup berbagai wilayah geografis membawa keuntungan bagi emiten ini.
Oktavianus berpandangan dengan investasi di proyek baru yakni Ciputra Hospital Surabaya ini, pendapatan CTRA pada segmen pengelolaan komersial akan terdongkrak. "Ditambah lagi dengan perpanjangan insentif PPN ditanggung pemerintah (DTP) 100% untuk nilai rumah kurang dari Rp 2 miliar hingga akhir tahun 2024 akan mendorong
presales marketing," kata Octavianus kepada KONTAN, Selasa (3/9).
Emiten Grup Djarum Jajaki Penambahan Modal
Kinerja Keuangan BSI Cetak Laba Rp 3,4 T
Penawaran Pembelian 7-Eleven
Mengutip laporan BBC, Rabu (21/8) pemilik 7-Eleven, yakni Seven & i Holdings Co, mengumumkan bahwa mereka mendapat penawaran pembelian dari Couche-Tard, yang notabene rival mereka. Rencana tersebut mengejutkan seantero Jepang karena perusahaan Jepang sebesar itu tak pernah dibeli perusahaan asing. Perusahaan Jepang lebih sering mengakuisisi bisnis asal luar negeri. Saat ini, 7-Eleven tercatat sebagai toserba dengan jaringan terbesar di dunia, yakni 85.000 gerai di 20 negara dan wilayah. Toserba itu sukses menjual makanan lezat, yang cepat dan murah, khususnya di negara yang memiliki gerai serupa, seperti Jepang dan Thailand. Dari 85.000 gerai 7-Eleven di dunia, 21.500 gerai berada di Jepang. ”Kami memiliki lebih banyak gerai ketimbang McDonald’s dan Starbucks,” kata Chief Executive Seven & i Holdings Ryuichi Isaka kepada BBC sebelum perusahaan itu menerima penawaran pembelian.
Seperti dilansir Reuters, Seven & i telah menerima proposal awal yang bersifat rahasia dan tak mengikat dari Alimentation Couche-Tard untuk semua saham perusahaan yang beredar. Adapun dewan direksi Seven & i telah membentuk komite khusus guna meninjau proposal itu dan membahas alternatif-alternatifnya. Kabar pengajuan proposal tersebut membuat saham Seven & i melonjak ke level tertinggi harian sebesar 23 %. Kondisi itu membuat nilai perusahaan mendekati rekor tertinggi, yakni 38 miliar USD. Pada 26 Agustus 2024, saham Seven & i ditutup dengan kenaikan 16 % dibanding harga pada 16 Agustus atau perdagangan terakhir sebelum penawaran Couche-Tard tiba. Apabila penjualan 7-Eleven terjadi, hal itu akan menjadi pembelian terbesar yang dilakukan perusahaan asing terhadap perusahaan asal Jepang.
Data London Stock Exchange Group (LSEG) menunjukkan, akuisisi terbesar sebelumnya ialah kesepakatan pembelian memory chip unit Toshiba oleh konsorsium yang dipimpin perusahaan investasi asal AS, Bain Capital, pada 2018 sebesar 18 miliar USD. Bagi para investor, penjualan 7-Eleven dinilai bakal menjadi tonggak sejarah mengenai ketertarikan asing pada aset-aset Jepang yang dulunya dijauhi. Perubahan dalam tata kelola juga bakal membawa perubahan penting bagi Jepang dan perusahaan Jepang. ”Kami melihat itu seiring didirikannya sejumlah kantor dan perekrutan karyawan di Jepang,” kata pendiri konsultan investasi BDA China, Duncan Clark, dikutip CNBC. Adapun Couche-Tard, yang didirikan pada 1980, telah berkembang dari satu gerai di Quebec, Kanada, menjadi jaringan gerai serba ada dan SPBU global. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Ribuan Ton Daging Kerbau Akan Serbu RI
24 Mar 2021









