;
Tags

Korporasi

( 1557 )

Aksi Mogok Pekerja Boeing di Pantai Barat AS

KT1 14 Sep 2024 Investor Daily

Para pekerja pabrik Boeing di Pantai Barat AS melakukan mogok kerja pada jumat (13/09/2024) setelah menolak kesepakatan kontrak kerja. Aksi tersebut berdampak pada penghentian produksi pesawat jet, sekaligus harus bergulat dengan penundaan produksi yang parah dan utang besar. Krisis yang makin memuncak itu pun memukul saham Boeing dan memicu pergolakan kepemimpinan. Akibatnya, saham Boeing turun 4% dalam perdagangan pra-pasar AS pada Jumat. Saham ini juga telah merosot hampir 38% sejak awal 2024. Menanggapi situasi tersebut, CEO Boeing Kelly Ortberg pun mengusulkan kesepakan termasuk kenaikan gaji sebesar 25% selama empat tahun. Tetapi kenaikan ini jauh lebih rendah daripada yang dituntut oleh 40% pekerja. Sebagai informasi, Ortberg baru saja ditunjuk beberapa minggu lalu untuk memulihkan kepercayaan terhadap perusahaan produsen pesawat ini. Menurut laporan aksi mogok tersebut merupakan yang pertama sejak 2008. Disamping itu, produsen pesawat ini berada di bawah pengawasan ketat regulator dan pelanggan AS setelah sebuah panel pintu terlepas dari jet 737 MAX di udara pada Januari tahun ini. (Yetede)

MedcoEnergi Ditunjuk Pemerintah untuk Mengelola Blok Migas Amanah yang Terletak di Sumsel

KT1 14 Sep 2024 Investor Daily (H)

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) atau MedcoEnergi resmi ditunjuk pemerintah untuk mengelola blok minyak dan gas (migas) Amanah yang terletak di Sumatera Selatan (Sumsel). Pengelola blok migas ini diyakini berpotensi meningkatkan pendapatan MedcoEnergi melalui tambahan produksi, terutama mengingat pentingnya kontribusi sektor energi dalam kinerja keuangan perusahaan. Tak terkecuali, pergerakan sahamnya di lantai bursa, di tengah sentimen fluktuasi harga minyak global. MedcoEnergi melalui entitas baru dengan komposisi PT Medco Energi Linggau (Operator) sebesar 40%, PT Sele Raya sebesar 30%, dan KUFPEC Regional Ventures (Indonesia) Limited sebesar 30%, akan menjadi kontraktor untuk mengelola blok dengan luas wilayah kerja 1.753,15 kilometer persegi yang memiliki potensi cadangan  minyak dan gas ini. 

Blok Amanah ini juga berdekatan dengan blok migas Medco E&P lainnya yang telah berproduksi, sehingga dapat bersinergi. Sementara jenis kontrak blok ini adalah production sharing contract dengan mekanisme pengembalian biaya operasi. "Prospek Emiten Medco sebagai pengelola Blok Amanah di Sumatera Selatan dapat menjadi katalis positif bagi kinerja kedepannya. Pengelolaan blok migas baru ini berpotensi meningkatkan pendapatan Medco melalui tambahan produksi, terutama mengingat pentingnya kontribusi sektor energi dalam kinerja keuangan perusahaan," kata Founder Stocknow.id Hendra Wardana kepada Investor Daily (Yetede)

Saham Astra Kurang Menggembirakan di Bisnis Penjualan Mobil

KT1 13 Sep 2024 Investor Daily (H)

PT Astra Internasional Tbk (ASII) mencatatkan kinerja kurang menggembirakan di bisnis penjualan mobil, dengan penurunan baik secara bulanan (mtm) maupun tahunan (yoy). Meski demikian, Grup Konglomerasi ini dipercaya bisa bangkit dan memacu penjualan dalam sisa empat bulan ke depan, ditengah kian menguatnya ancaman dari merek-merek otomotif baru. Kalangan analis juga percaya, saham perseroan berkode ASII akan tetap atraktif, dengan potensi gain menarik. Pada bulan Agustus 2024, penjualan mobil Grup Astra tercatat sebanyak 42.195 unit, atau turun 3,6% dibanding bulan Juli 2024 (mtm), dan terkoreksi 17,0% dibanding bulan yang sama tahun lalu. Dengan total penjualan mobil Grup Astra sepanjang Januari-Agustus 2024 mencapai 317.774 unit atau turun 15,8% secara tahunan (yoy). Penurunan penjualan mobil Grup Astra bulan Agustus terjadi di tengah kenaikan penjualan otomotif nasional yang sebanyak 2,9% dibanding Juli 2024. Begitupula dibanding bulan Agustus 2023, penurunan penjualan grup Astra lebih dalam dibandingkan penjualan nasional. Sementara apabila dibanding delapan bulan 2023, koreksi penjualan mobil Grup Astra lebih rendah dibanding nasional yang sebanyak-17,1%. (Yetede)

UMi Mencatat Pencapaian dan meningkatkan Inklusi Keuangan

KT1 13 Sep 2024 Investor Daily (H)

Menginjak usia tiga tahun, Holding Ultra Mikro (UMi) mencatatkan berbagai pencapaian positif dalam upayanya meningkatkan inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Indonesia. Sejak resmi berdiri pada 13 September 2021, Holding Ultra Mikro yang terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Penggadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan akses layanan keuangan bagi pelaku UMKM, utamanya segmen ultra mikro. Melalui sinergi yang kuat antara BRI, Penggadaian, dan PMN, ekosistem Ultra Mikro telah melayani lebih dari 176 nasabah simpanan dan 36,1 juta nasabah pinjaman/debitur dengan total penyaluran pembiayaan yang mencapai lebih dari Rp 622,3 triliun. Terkait dengan capaian tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso menyampaikan  apresiasi atas dukungan seluruh pihak dalam perjalanan tiga tahun Holding Ultra Mikro. "Kami berterima  kasih kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo, Kementeriab BUMN RI, regilator, seluruh nasabah dan masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami. Tiga tahun ini merupakan awal dari langkah panjang kami untuk terus  meningkatkan inklusi keuangan dan memberdayakan pelaku usaha ultra mikro di Indonesia," (Yetede)

Chandra Asri dalam Fase Konsolidasi: Menjaga Stabilitas Bisnis

HR1 13 Sep 2024 Kontan

Kendati iklim bisnis petrokimia sedang lesu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tetap ekspansif. Emiten saham petrokimia dan infrastruktur ini juga memanfaatkan situasi saat ini untuk konsolidasi bisnis agar kinerjanya semakin kuat. Tahun ini, emiten saham milik Prajogo Pangestu itu mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 400 juta atau setara Rp 6,2 triliun. Sebagian besar capex itu akan digunakan untuk pembangunan pabrik CA-EDC yang memproduksi bahan baku plastik. Hingga akhir semester I-2024, TPIA telah menyerap belanja modal sebesar US$ 158,6 juta. Dana ini digunakan untuk pembelian aset tetap, dengan US$ 100 juta di antaranya dialokasikan untuk kegiatan turn around maintenance dan perawatan rutin. Direktur SDM & Urusan Korporat Chandra Asri Tbk Suryandi menjelaskan, sisa capex akan difokuskan untuk menyelesaikan pembangunan pabrik dan peningkatan fasilitas yang ada. "Kami akan melanjutkan investasi yang sudah ada dan tetap mencari peluang ekspansi di tahun mendatang," kata Suryandi kepada KONTAN, Rabu (11/9).

Sepanjang Januari-Juni 2024, volume penjualan Chandra Asri secara keseluruhan turun menjadi 910.000 ton dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebanyak 1,05 juta ton. Namun di tengah penurunan pendapatan tersebut, perseroan mampu melakukan efisiensi beban biaya dari US$ 1 miliar pada semester I-2023 menjadi US$ 853 juta. Di tengah ketidakpastian pasar global, Chandra Asri Group juga telah mengambil sejumlah langkah antisipasi melalui diversifikasi, konsolidasi dan transformasi bisnis. "Kami telah mengembangkan bisnis infrastruktur di sektor energi, air dan kepelabuhanan untuk memberi kontribusi positif pada kinerja keuangan perusahaan ini," katanya. Sebelumnya, Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) mengungkapkan kekhawatiran terkait penurunan signifikan dalam tingkat utilisasi industri petrokimia, yang saat ini mendekati 50%. Sekretaris Jenderal Inaplas, Fajar Budiono, memperingatkan bahwa situasi ini berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sektor tersebut. Penurunan utilisasi ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penurunan harga komoditas petrokimia dan daya beli masyarakat yang masih rendah.

Penjualan Merosot, Laba INTP Terus Tertekan

HR1 13 Sep 2024 Kontan

Emiten semen harap-harap cemas menanti keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, dalam memangkas suku bunga acuan pada pertemuan FOMC pekan depan. Maklum, langkah The Fed ini bisa menjadi sentimen positif bagi prospek bisnis emiten semen. Sekretaris Perusahaan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), Dani Handajani mengatakan, kebijakan The Fed memotong suku bunga bisa diikuti Bank Indonesia (BI). "Pemangkasan suku bunga akan mendorong investasi di sektor riil. Misalnya sektor properti yang akan menjadi pendorong permintaan semen," ujar Dani, Sabtu (9/9). Selama enam bulan pertama tahun ini, INTP membukukan volume penjualan semen dan klinker 9,03 juta ton. Angka ini lebih tinggi 672.000 ton atau naik 8% secara tahunan. Head of Investment Nawasena Abhipraya Investama, Kiswoyo Adi Joe melihat, kinerja INTP di kuartal tiga ini masih berat. Sentimennya ialah masih lesunya permintaan pasar semen domestik dan luar negeri, terutama China. Analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto melihat, kinerja emiten semen di kuartal II cenderung lemah. Sebab, ada musim libur lebaran dan cuaca. Tapi, di semester tiga biasanya ada lonjakan permintaan, karena pembangunan kembali berjalan.

Kinerja EXCL Ditingkatkan oleh Ekspansi Pasar

HR1 13 Sep 2024 Kontan

PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengumumkan rencana akuisisi Serve Co dari PT Link Net Tbk (LINK). Aksi korporasi ini dinilai akan memperkuat posisinya sebagai perusahaan telekomunikasi Indonesia. EXCL akan membeli layanan business to consumer (B2C) Link Net. EXCL mengakuisisi 750.000 pelanggan B2C dengan total nilai Rp 1,87 triliun. Selain itu, terdapat kontrak sewa jaringan fiber to the home (FTTH) selama 10 tahun sebesar Rp 11 triliun. Alhasil, total nilai transaksi mencapai Rp 12,9 triliun. Per semester I 2024, ServeCo mencatatkan pendapatan Rp 1,39 triliun. Sementara laba bersih ServeCo sebesar Rp 383,23 miliar. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, rencana akuisisi EXCL akan berdampak positif terhadap kinerja EXCL lantaran akan adanya peningkatan pendapatan. Menurut dia, rampungnya aksi korporasi tersebut juga akan memperkuat fundamental EXCL, yang di antaranya akan meningkatkan aset, meperluas basis pelanggan, dan diversifikasi pendapatan. Deputy Head of Research Sucor Sekuritas, Paulus Jimmy juga menilai positif prospek EXCL. Bahkan, Sucor Sekuritas tetap memilih EXCL sebagai pilihan utamanya untuk sektor telekomunikasi. Pertumbuhan pemakaian rata-rata per pelanggan (ARPU) berkelanjutan, yang mengarah pada peningkatan margin secara keseluruhan. "Juga merger, dapat menjadi katalis positif lebih lanjut untuk perbaikan fundamental di masa depan," terangnya. 

Lalu proses konvergensi untuk XL One, inisiatif fixed mobile convergence (FMC), tetap berjalan sesuai rencana dengan tingkat konvergensi mencapai 81% atau 216.000 pelanggan dari total 267.000 pelanggan fixed broadband (FBB). Adapun pelanggan FBB juga tercatat bertambah 15.000 di kuartal II 2024. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jonghoon Won melanjutkan, prospek positif EXCL juga didorong keberhasilan menurunkan biaya operasional. Pada semester I-2024, EXCL mencatatkan beban usaha sekitar Rp 8,1 triliun atau turun sebesar 0,2% secara tahunan. "Meskipun tidak terlihat seperti penurunan yang signifikan, namun hal ini sangat mengesankan jika melihat pertumbuhan pendapatan sebesar 8,2% yang dicapai pada periode yang sama," terangnya. Jonghoon, Paulus dan Sukarno merekomendasikan buy saham EXCL. Target harga Jonghoon Rp 3.100 per saham, lalu Paulus memasang target harga Rp 3.500 dan Sukarno Rp 2.700.

Medco Menggapai Target jadi Perusahaan Terkemuka di Asia Tenggara

KT1 12 Sep 2024 Investor Daily (H)

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengungkapkan ambisinya untuk menjadi perusahaan energi terkemuka di wilayah Asia Tenggara atau Asean. Untuk menggapai target tersebut, emiten konglomerat Panigoro ini bakal menggeber tiga core bisnis, yakni minyak dan gas (migas), kelistrikan, serta pertambangan tembaga. Sebagai bukti keseriusan dalam mendatangkan nilai tambah bagi pemegang saham,  perseroan juga bakal membagikan dividen interim tahun buku 2024 dengan jumlah lebih besar dibanding tahun lalu. 

"Kami ingin menjadi perusahaan energi terkemuka di Asia Tenggara dengan tiga lini bisnis utama kami," kata Direktur Hilmi Panigoro. Hilmi menekankan bahwa MedcoEnergi berkomitmen memberikan solusi energi yang terjangkau, andal, dan berkelanjutan, serta memposisikan diri untuk memanfaatkan permintaan energi yang terus meningkat di Asia Tenggara. "Strategi MedcoEnergi mencakup perluasan operasi migas, investasi di bidang energi bersih dan terbarukan, serta pertambangan tembaga," ungkap dia. (Yetede)

Kolaborasi Bisnis: MNC Life dan KFM Jalin Kerjasama Baru

HR1 12 Sep 2024 Kontan

PT MNC Life Assurance menggandeng PT Karunia Multifinance (KFM) terkait proteksi asuransi jiwa kredit. Direktur MNC Life Risye Dillianti mengatakan, kerjasama ini juga menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan MNC Life dan memberikan solusi perlindungan yang lebih komprehensif bagi nasabah KFM. Direktur KFM Handoko Widjaja menambahkan, kolaborasi kedua belah pihak ini menjadi momentum penting untuk memberikan nilai tambah bagi para nasabah perseroan. "Dengan melengkapi produk pembiayaan kami dengan asuransi jiwa dari MNC Life, kami dapat menawarkan perlindungan yang lebih baik dan memastikan bahwa kebutuhan finansial nasabah kami terlindungi secara optimal," kata Handoko.

Akuisisi Aset Perkuat Prospek Bisnis Emiten

HR1 12 Sep 2024 Kontan

Di tengah lesunya harga minyak dan volatilitas harga gas alam yang tinggi, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) diperkirakan mampu melanjutkan tren pertumbuhan kinerja di semester kedua 2024. Mengingatkan saja, ENRG membukukan penjualan sebesar US$ 202 juta di semester I-2024, tumbuh 5% secara tahunan atau year on year (yoy). Sedangkan EBITDA tumbuh 10% yoy menjadi US$ 125,7 juta. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas memaparkan, peningkatan kinerja semester I, didukung oleh kenaikan produksi minyak dari aset Siak dan Kampar di Riau, Sumatera. "Aset ini menyumbang 2.300 barel minyak per hari," tulisnya dalam riset, Jumat (6/9). Peningkatan prediksi dari Siak dan Kampar diperkirakan akan berlanjut. Sukarno memperkirakan, secara penuh, potensi produksi keduanya bisa mencapai 2.000 hingga 2.500 barel of oil equivalent per day (boepd) . Artinya, total potensi produksi migas berada di kisaran 48.332–48.832 boepd atau tumbuh di kisaran 14%-15% yoy. Analis Lotus Andalan Sekuritas Fath Aliansyah juga berpandangan kalau ENRG mampu meningkatkan pendapatan sebesar single digit . Ia juga mencermati fundamental emiten Grup Bakrie ini masih tetap baik untuk melakukan ekspansi organik dan anorganik. "Untuk Siak dan potensi akusisi aset lainnya akan menjadi hal menarik untuk diperhatikan karena nilainya bisa meningkat seiring perubahan kinerja dan outlook migas sendiri," sebutnya. 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, potensi pertumbuhan ENRG akan terbatas. Hal ini tak lepas dari OPEC+ yang memperkirakan bahwa permintaan minyak dunia akan sebesar 2,03 juta barel per hari (bpd) di tahun ini. Meskipun memang, perkiraan tersebut lebih rendah dibanding perkiraan sebelumnya yang sebesar 2,11 juta bpd. Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji berpandangan lebih positif. Menurutnya, kebijakan OPEC+ untuk meningkatkan kapasitas produksi bersifat sementara, terlebih fungsi OPEC+ untuk menjaga stabilitas harga minyak. Sukarno mempertahankan rating buy ENRG dengan target harga Rp 290. Sementara Nafan memasang target harga ENRG di akhir tahun Rp 220, namun dengan rekomendasi wait and see, karena saham masih dalam fase bearish consolidation. Sedangkan Analis BCA Sekuritas, Achmad Yaki merekomendasikan speculative buy dengan target harga Rp 226–Rp 230.