Tags
Korporasi
( 1584 )Kenaikan Harga Gas Jadi Pendorong Kinerja Sektor Energi
HR1
18 Feb 2025 Kontan
Kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) berpotensi tumbuh di tahun 2025, didukung oleh kenaikan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan. Analis Phintraco Sekuritas, Muhamad Heru Mustofa, memproyeksikan kinerja PGAS akan tetap positif karena pemulihan permintaan dan kenaikan harga gas alam global yang didorong oleh peningkatan ekspor liquefied natural gas (LNG) serta cuaca dingin yang menghambat produksi.
Meskipun kebijakan HGBT diperpanjang hingga akhir 2025, Heru menilai ada potensi tekanan pada profitabilitas PGAS karena harga HGBT lebih rendah dari harga pasar. Jika tidak ada subsidi atau kompensasi pemerintah, margin keuntungan bisa terdampak. Pemerintah berencana menaikkan harga gas insentif menjadi US$ 6,5 per mmbtu dari sebelumnya US$ 6 per mmbtu untuk tujuh sektor industri, yang dapat memberikan kepastian bagi PGAS.
Selain itu, proyek infrastruktur seperti pipa gas Tegal-Cilacap dinilai akan memperluas distribusi gas di Jawa Tengah dan meningkatkan pangsa pasar PGAS. Analis Indo Premier Sekuritas, Ryan Winipta, melihat bahwa distribusi gas dengan harga non-HGBT dapat meningkatkan spread distribusi gas, yang pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan laba bersih PGAS.
Dalam hal dividen, Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Hasan Barakwan, memproyeksikan pembagian dividen PGAS sebesar Rp 251 dan Rp 260 per saham untuk 2025 dan 2026, dengan yield masing-masing 11,3% dan 11,5%. Namun, ia mengingatkan bahwa sengketa hukum dengan Gunvor dan potensi penurunan volume distribusi karena harga lebih tinggi bisa menjadi risiko bagi PGAS.
Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan dari kebijakan harga gas dan sengketa hukum, PGAS tetap menarik sebagai opsi investasi dengan prospek pertumbuhan yang cukup baik.
Bukan Langkah Mudah bagi Danantara
KT1
17 Feb 2025 Investor Daily (H)
Presiden Prabowo Subianto menegaskan kebijakan efisiensi anggaran negara akan terus berlanjut hingga tiga putaran, dengan nilai mencapai Rp750 triliun atau sekitar US$ 44 miliar. Sebanyak US$ 24 miliar dialokasikan untuk membiayai program MBG dan sisanya akan diserahkan ke badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, kebijakan ini bisa mempercepat realisasi target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Dengan hasil efisiensi anggaran yang akan digunakan Danantara, pemerintahan Presiden Prabowo ingin memastikan anggaran negara dikelola secara mandiri untuk mendukung proyek-proyek pembangunan yang berdampak langsung pada rakyat. Secara keseluruhan, akan ada 20 hingga 35 proyek strategis yang diharapkan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasisonal. Salah satunya proyek besar yang sudah diungkapkan adalah proyek hilirisasi senilai US$ 4 miliar. Rencananya, Presiden akan mengumumkan pendirian Danantara pada 24 Februari 2025. Lembaga investasi negara ini bertujuan mengelola keuangan nasional tanpa bergantung pada asing, serta melibatkan organisasi agama seperti NU, Muhammadiyah, dan KWI sebagai pengawas. (Yetede)
Daya Tarik Bursa Indonesia Kian Memudar bagi Investor Asing
HR1
17 Feb 2025 Kontan (H)
Pasar saham Indonesia mengalami tekanan signifikan pada awal 2025. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat naik 0,38% ke 6.638,46 pada akhir pekan, secara keseluruhan IHSG anjlok 1,54% dalam sepekan dan sudah turun 6,24% sejak awal tahun. Hal ini berdampak pada penurunan kapitalisasi pasar, yang menyusut 1,67% menjadi Rp 11.401 triliun, lebih rendah dibandingkan posisi akhir 2023.
Faktor utama yang menyebabkan pelemahan IHSG adalah capital outflow atau keluarnya dana asing dari pasar saham Indonesia. Sejak awal tahun, asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp 10,52 triliun, meningkat dari Rp 3,70 triliun pada Januari. Akibatnya, IHSG menjadi indeks saham dengan kinerja terburuk di Asia Tenggara, tertinggal dari Filipina (-1,52%), Thailand (-0,78%), dan Vietnam (-0,38%). Bursa Singapura dan Malaysia justru mencatat kenaikan tipis masing-masing 0,42% dan 0,04%.
Selain itu, kurangnya IPO dari perusahaan besar dan kegagalan beberapa emiten berkapitalisasi besar masuk indeks global juga membuat pasar saham Indonesia kurang menarik. Salah satu contohnya adalah BREN, yang beberapa kali gagal masuk indeks MSCI Global Standard. Hal ini mengurangi daya tarik bursa Indonesia bagi investor global.
Reza Priyambada, Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, menilai investor asing masih menunggu momentum yang lebih baik. Setelah rebalancing MSCI pada Februari 2025, banyak saham mengalami perubahan bobot investasi. Reza juga menyebut bahwa dalam waktu dekat, IHSG masih sulit kembali ke level 7.000 kecuali ada sentimen positif yang signifikan.
Sementara itu, Oktavianus Audi, Vice President Marketing Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, berpendapat bahwa belum ada katalis kuat yang bisa mendongkrak IHSG dalam waktu dekat. Meskipun secara price to earnings ratio (PER), IHSG saat ini 11,53 kali, lebih rendah dibandingkan rata-rata PER lima tahun terakhir (13,6 kali), investor masih cenderung wait and see sebelum kembali masuk ke pasar saham Indonesia.
Emiten Grup Siam Cement Mengumumkan Kerugian Rp1,1 Triliun
KT1
15 Feb 2025 Investor Daily
Emiten Grup Siam Cement, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) atau Fajar Paper mengumumkan rugi tahun berjalan yang dapat diartibusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,1 triliun pada tahun 2024. Angka itu akan membengkak hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang rugi Rp 625,86 miliar. Manajemen FASW dalam laporan keuangan yang dipublikasikan Jumat (14/2/2025) mengungkapkan, penurunan laba sejalan dengan melemahnya penjualan neto sebesar Rp7,69 triliun, turun 0,32% dibanding tahun sebelumnya Rp7,72 triliun. Sebagian besar penjualan Fajar Paper, dikontribusikan dari pasar domestik mencapai Rp6,04 triliun atau 78,4% dari pasar Asia Rp 1,65 triliun, Rp1,9 miliar dari Timur Tengah, dan negara lainnya Rp726 miliar. Di saat penjualan neto perseroan melemah, beban pokok penjualan Fajar Paper justru membengkak dari Rp 7,69 triliun pada 2023 menjadi Rp8,11 triliun. Tingginya beban yang melebihi penjualan, membuat perseroan mencatatkan rugi bruto sebesar Rp414,31 miliar pada 2024. Padahal, tahun sebelumnya perseroan masih mampu meraih laba bruto Rp27,9 miliar. (Yetede)
Ambisi MR. DIY jadi Pemain Retail Terdepan di Sektor Perlengkapan Rumah Tangga
KT1
15 Feb 2025 Investor Daily (H)
Ekspansi toko diseluruh penjuru Tanah Air terus PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) lakukan untuk menjadi pemain terdepan di sektor perlengkapan rumah tangga. Selain fokus memperkuat operasional di lapangan, perseroan juga mengedepankan aspek pemasaran. Terbaru, emiten yang populer dengan brand MR DIY ini meresmikan pembukaan toko di Bulukumba, Sulawesi Selatan, pada Jumat (14/2/2025). Toko tersebut menjadi store kedua perseroan di kabupetan yang terkenal dengan pembuat kapal pinisi ini. Pembukaan toko tersebut sekaligus menggenapi toko ke-1.000 yang dioperasikan oleh DIY. Head of Commercial MR.DIY Indonesia Michael Cohen menyampaikan bahwa pembukaan toko ke-1.000 di Bulukumba menjadi tonggak sejarah bagi perseroan. Sebab, bukan saja mencerminkan pertumbuhan sebagai perusahaan, juga komitmen perusahaan untuk menjangkau seluruh keluarga Indonesia di manapun berada. MDIY sebagaimana dalam prospektusnya yang dipublikasikan mengumumkan bahwa sekitar 30% dari dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) digunakan untuk membiayai pembukaan toko mulai dari biaya deposit dan uang sewa toko, renovasi, sampai pengadaan perabotan dan perlengkapan toko. (Yetede)
Investor Baru, Grup Jarum, Perkuat Fondasi Remala Abadi (DATA)
HR1
15 Feb 2025 Kontan
PT Remala Abadi Tbk (DATA), perusahaan penyedia layanan internet, optimistis akan mencatat pertumbuhan signifikan pada tahun 2025, terutama setelah masuknya Grup Djarum sebagai pemegang saham pengendali baru. Akuisisi ini dilakukan melalui PT Iforte Solusi Infotek, anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), yang membeli 40% saham DATA dari Verah Wahyudi Singgih Wong dan Jimmi Anka.
Direktur Utama DATA, Agus Setiono, menilai kemitraan dengan Grup Djarum akan memperkuat infrastruktur dan mempercepat ekspansi perusahaan, terutama dalam pengembangan jaringan dan layanan internet. Saat ini, DATA berfokus pada segmen business-to-business (B2B) dengan merek Tachyon, namun di tahun 2025 akan lebih agresif menggarap pasar business-to-customer (B2C) melalui produk Nethome, yang menawarkan koneksi hingga 100 Mbps dengan harga mulai Rp 200.000 per bulan.
Sebagai bagian dari ekspansi, DATA menargetkan pembangunan 500.000 home connect dengan investasi sekitar Rp 200-250 miliar. Secara keseluruhan, DATA mengalokasikan capex sebesar Rp 500 miliar untuk pengembangan jaringan dan infrastruktur. Dengan dukungan Iforte dan skema kerja sama operasi (KSO), Agus optimistis pendapatan DATA bisa tumbuh hingga dua kali lipat (100%) pada tahun 2025.
Hingga akhir 2024, DATA telah mengoperasikan 11.000 km fiber optic di 34 provinsi, dengan jaringan yang menghubungkan kota-kota utama seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Pada periode sembilan bulan hingga 30 September 2024, pendapatan DATA meningkat 13,1% menjadi Rp 249,01 miliar, sementara laba bersih melonjak 104,14% dari Rp 25,41 miliar menjadi Rp 52,25 miliar.
Dengan sinergi bersama Grup Djarum, penguatan infrastruktur, dan ekspansi ke segmen ritel, DATA berpotensi menjadi pemain utama dalam industri layanan internet di Indonesia.
Rasio Kredit Macet Bank Besar Membaik
HR1
15 Feb 2025 Kontan
Kualitas kredit empat bank besar di Indonesia sepanjang 2024 menunjukkan perbaikan, tercermin dari penurunan rasio non-performing loan (NPL) di masing-masing bank. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat rasio NPL terendah di 0,97%, turun dari 1,01% pada Desember 2023. Direktur Utama Darmawan Junaidi menegaskan bahwa Bank Mandiri memperkuat manajemen risiko dan menjaga rasio pencadangan di 304%.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat NPL gross di 1,8%, lebih baik dibandingkan Desember 2023 di 1,9%. Manajemen BCA menyebutkan kredit korporasi menjadi penyumbang utama NPL, mencapai 40,2% atau setara Rp 16 triliun.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga mencatat penurunan NPL dari 2,1% pada Desember 2023 menjadi 2% pada Desember 2024. NPL terbesar berasal dari bisnis UMKM kelas menengah yang mencapai 5,7%, meski membaik dari 6% di tahun sebelumnya. Direktur Keuangan BNI, Novita Widya Anggaraini, menyatakan bahwa BNI tetap menjaga kualitas aset di tengah tantangan global.
Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat rasio NPL 2,94%, turun dari 3,12% pada Desember 2023. Penyumbang terbesar NPL di BRI adalah UMKM kelas kecil dengan rasio 4,42%, membaik dari 4,88% tahun sebelumnya. Direktur Utama BRI, Sunarso, menekankan bahwa BRI telah mempersiapkan pencadangan yang cukup dengan rasio NPL coverage mencapai 215%. BRI menargetkan NPL tetap di bawah 3%, sambil tetap mendorong pertumbuhan kredit yang naik 6,7% menjadi Rp 1.355 triliun pada 2024.
Perbaikan NPL di bank-bank besar mencerminkan upaya penguatan manajemen risiko dan pencadangan kredit, meskipun masih terdapat tantangan dari sektor korporasi dan UMKM.
Persaingan Sengit Harga Mobil Listrik di Pasar RI
HR1
15 Feb 2025 Kontan (H)
Industri otomotif di Indonesia semakin agresif dalam menghadirkan mobil listrik dengan harga terjangkau untuk mendorong elektrifikasi kendaraan. Wuling Motors meluncurkan New Air ev (Rp 184 juta) dan New Cloud EV (Rp 365 juta), yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan. Arif Pramadana, Vice President Wuling Motors, menyatakan bahwa mayoritas pengguna Air ev menggunakan kendaraan ini untuk mobilitas sehari-hari, sementara Cloud EV lebih banyak digunakan sebagai mobil keluarga dengan jarak tempuh rata-rata 60 km per hari.
Selain Wuling, VinFast dari Vietnam memperkenalkan SUV listrik VF 3 seharga Rp 227,65 juta, dengan tambahan diskon untuk pembeli awal serta fasilitas pengisian daya gratis di V-GREEN hingga tahun 2028. Pham Sanh Chau, CEO VinFast Asia, optimistis bahwa VF 3 bisa menjadi pilihan utama konsumen di Indonesia.
Sementara itu, Honri, merek mobil listrik asal China di bawah Utomo Corp, meluncurkan Honri Boma EV dengan harga Rp 199 juta. Deny Utomo, CEO Utomo Corp, menyebutkan bahwa model ini sebelumnya telah sukses di pasar Asia Tenggara seperti Thailand dan Malaysia sebelum masuk ke Indonesia.
Meskipun harga mobil listrik semakin terjangkau, mobil hybrid masih lebih populer dibandingkan mobil listrik murni. Data Gaikindo menunjukkan bahwa pada tahun 2024, penjualan mobil hybrid mencapai 56.812 unit, lebih tinggi dibandingkan mobil listrik yang terjual 44.557 unit. Mobil hybrid lebih diminati karena tetap memiliki mesin bensin tetapi dengan konsumsi bahan bakar lebih hemat dan emisi lebih rendah.
Beberapa produsen otomotif terus memperluas lini hybrid mereka, seperti Toyota Astra Motor (TAM) dengan New Camry Hybrid EV dan New Corolla Cross HEV, serta GWM Indonesia yang merilis Haval Jolion Ultra HEV. Honda Prospect Motor (HPM) juga berencana meluncurkan tiga model hybrid baru, dengan salah satunya diproduksi di dalam negeri.
Untuk meningkatkan daya saing mobil listrik, Pengamat Otomotif dan Akademisi ITB, Yannes Martinus Pasaribu, menyarankan agar produsen lebih menargetkan generasi milenial akhir dan Gen Z awal, yang lebih melek teknologi dan terbuka terhadap tren kendaraan listrik.
Petrosea Cetak Rekor Kontrak Tertinggi Sebesar Rp64,3 triliun
KT1
14 Feb 2025 Investor Daily (H)
Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk (PTRO) membukukan kontrak (backlog) sebesar Rp64,3 triliun pada 2024, yang merupakan pertumbuhan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Nilai backlog tersebut juga merupakan nilai tertinggi sepanjang lebih dari setengah abad Petrosea berkiprah di sektor pertambangan dan konstruksi. "Dibekali dengan keahlian rekam jejak lebih dari lima dekade di industri ini, Petrosea berada dalam posisi yang kuat untuk merealisasikan strategi bisnisnya dan memberikan nilai tambah kepada para investor kami yang beragam. Pencapaian ini merupakan wujud nyata kepercayaan masyarakat dan investor yang makin besar terhadap kinerja dan prospek pertumbuhan Petrosea, bahkan saat ini maupun masa yang akan datang," kata Chief Investment Officer Petrosea Kartika Hendrawan. Kartika mengungkapkan, beberapa kontrak baru yang berhasil diperoleh di antaranya adalah perjanjian jasa pertambangan dengan PT pasir Bara Prima. Kontrak dengan durasi life of mine ini, bernilai Rp 17,4 triliun. (Yetede)
Menggenjot Kredit Konsumer Tahun Ini
KT1
14 Feb 2025 Investor Daily (H)
PT Danamon Indonesia Tbk bersama dengan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) dan didukung oleh MUFG Bank, Ltd. (MUFG) menggenjot kredit konsumer tahun ini. Salah satunya dengan kembali mendukung gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025. Chief of Business & Portfolio Officer Adira Finance Harry Latif menjelaskan, pihaknya bersama dengan Bank Danamon didukung MUFG sudah tahun keempat sebagai official main partner. Hal ini dinilai dapat mendukung pertumbuhan ekosistem otomotif di Indoneia. Menurut dia, partisipasi di IIMS sejalan dengan strategi perusahaan, yaitu diperluas portfolio dan juga diverifikasi produk untuk mempertahankan bisnisnya. Pada tahun lalu Adira Finance mencatatkan pertumbuhan pembiayaan IIMS sebesar 18% secara tahunan (year on year/yoy). "Dengan tren positif ini, Adira Finance yakin di 2025 ini dengan banyak produk yang ada disini, produk baru, produk-produk eksisting, kami yakin akan tetap naik 15-20% dibandingkan 2024," jelas Harry. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Agenda Kebijakan Biden Akan Tersusun di 2022
29 Dec 2021 -
Tujuh Kantor Pajak Besar Penuhi Target Setoran
14 Dec 2021 -
Rencana Riset dan Inovasi 2022 Disiapkan
14 Dec 2021 -
Yuk, Menggali Utang di Negeri Sendiri
14 Dec 2021









