Korporasi
( 1557 )Gandeng Hyundai Engineering, ADCP Pacu Hunian Terintegrasi
Emiten properti PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) terus menggeber ekspansi bisnis di sisa tahun ini. Yang terbaru, ADCP menjalin kerjasama pengembangan lahan dengan perusahaan asal Korea Selatan, yakni Hyundai Engineering Co Ltd.
Dalam keterbukaan informasinya ke Bursa Efek Indonesia, Rabu (28/9), manajemen ADCP menjelaskan, pihaknya telah menerima kunjungan Hyundai untuk melihat beberapa lokasi pengembangan lahan proyek yang dimiliki.
"Kunjungan ini dapat memberikan gambaran lebih nyata dan mendorong percepatan rencana kerjasama ADCP dan Hyundai Engineering," ungkap R Adi Sampurno,
Corporate Secretary
Adhi Commuter Properti.
Geliat Korporasi Buru Dana Segar
Prospek cerah ekonomi Indonesia pada tahun depan mendorong berbagai korporasi mencari likuiditas untuk memodali bisnisnya. Kenaikan suku bunga acuan yang berimbas pada kenaikan biaya dana pun tak membuat pelaku usaha menurunkan kebutuhan dananya. Pada akhirnya, bukan soal mahalnya biaya dana tetapi apakah kebutuhan dana yang diperoleh bisa digunakan untuk menciptakan nilai lebih yang mengkompensasi biaya dana. Hal itu tercermin pada aksi penggalangan dana di pasar surat utang. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penerbitan obligasi korporasi paling ramai terjadi pada akhir Maret 2022 yakni sebesar Rp42,29 triliun dari 38 perusahaan. Pada periode itu, pasar lebih luwes bergerak karena Federal Reserve memulai normalisasi kebijakan moneternya dengan 25 basis poin (bps). Direktur Pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Hendro Utomo mengatakan hingga 31 Agustus 2022 masih ada penerbitan obligasi senilai Rp36,42 triliun berasal dari 27 perusahaan yang antre masuk ke pasar.
“Mandat tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan Rp34,46 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (22/9). Kebutuhan dana korporasi itu, menurutnya, dimotori oleh nilai instrumen jatuh tempo. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) hingga 31 Agustus 2022 mencatat bahwa surat utang jatuh tempo pada kuartal IV/2022 mencapai Rp46,8 triliun atau lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama 2021, yakni Rp30,99 triliun. Hal itu tentunya akan menambah porsi obligasi korporasi yang beredar di pasar. Ke depannya, Hendro masih optimistis bahwa pasar surat utang korporasi masih ramai. Selain ditopang oleh kebutuhan dana jumbo, dia menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi bantalan bagi korporasi untuk menggalang dana.
Kenaikan Pajak Membebani GGRM
Sentimen negatif membayangi industri rokok, termasuk PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Harga saham emiten yang masuk dalam indeks Kompas100 ini masih berada di zona merah.
Per Kamis (22/9), dalam sepekan terakhir, harga GGRM terkoreksi 5,06% ke Rp 22.500 per saham. Bila dihitung sejak awal tahun ini, harga saham merosot 26,47%.
Analis Ciptadana Sekuritas Putu Chantika Putri mengatakan, kinerja GGRM cukup mengecewakan. Pada April hingga Juni 2022, GGRM mencetak rugi bersih Rp 121 miliar. Padahal di kuartal I tahun ini, GGRM masih mencetak laba bersih Rp 1,07 triliun.
Analis yang kerap dipanggil Chika ini menjelaskan, tekanan pada bottom line terjadi sejalan dengan kenaikan cukai, PPN dan pajak rokok yang mencapai 42,3% secara kuartalan dan terjadi pada kuartal II-2022. Porsi ketiganya terhadap beban pokok penjualan GGRM tergolong besar, yakni mencapai 92%.
Exotel Bakal Buka Kantordi Indonesia
CEO Exotel Shivakumar Ganesan menyatakan bahwa pembukaan kantor cabang di Jakarta merupakan salah satu dari sederet rencana yang akan dilakukan Exotel untuk memperkuat segmen banking, financial services, dan insurances (BFSI). Pria yang akrab disapa Shivku itu juga menyebut bahwa Indonesia berada di urutan pertama dan menjadi pasar yang paling penting. Dengan perusahaan membuka kantor cabang di Tanah Air, dia berharap bisa melayani seluruh wilayah Asia Tenggara. Hingga saat ini, Exotel telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan terkemuka di India dan Asia Tenggara, seperti Gojek, Tokopedia, Lazada, hingga Fabelio. “Indonesia adalah pasar yang sangat istimewa bagi kami. Ini sebenarnya adalah pasar terbesar kedua bagi kami ,” kata Shivku, Kamis (22/9). Menurutnya, pihaknya telah memiliki manajer akun dan tim pemasaran khusus untuk Indonesia. Di samping itu, Exotel juga telah memiliki tiga mitra saluran yang telah bekerja sama selama 5 tahun terakhir, dan berharap dapat meningkatkan jumlahnya di masa mendatang. Perusahaan telepon awan itu juga memiliki server dan jalur telekomunikasi yang berpusat di Jakarta. Dengan demikian, dia berharap bahwa lokalisasi data, kualitas, maupun kecepatan layanan akan jauh lebih baik di Ibu Kota.
Akusisi BJJ Berdampak positif terhadap Group Astra
JAKARTA, ID – Akuisisi PT Bank Jasa Jakarta (BJJ) oleh anak perusahaan PT Astra International Tbk (ASII) dan WeLab Sky Limited (WeLab Sky) akan berdampak positif terhadap saham-saham emiten grup Astra. Apalagi Astra akan menjadikan BJJ sebagai bank digital. Kehadiran BJJ akan membuat ekosistem grup Astra semakin lengkap. Rencana Astra dan WeLab Sky menjadikan BJJ sebagai bank digital usai diakuisisi telah mendapatkan lampu hijau. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyetujui model bisnis yang akan dikembangkan BJJ sebagai bank digital. Astra International melalui anak usahanya, PT Sedaya Multi Investama (SMI) atau Astra Financial menuntaskan akuisisi BJJ senilai Rp 3,87 triliun bersama perusahaan fintech asal Hong Kong, WeLab Sky. Setelah akuisisi, Astra Financial dan WeLab Sky masing-masing menguasai 49,56% saham BJJ dan menjadi pemegang saham mayoritas sekaligus pengendali. “Investasi di BJJ juga untuk mendukung perkembangan industri jasa keuangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Djony Bunarto Tjondro dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (19/9). (Yetede)
Target Pupuk Kaltim: Dominasi Asia-Pasifik
Produsen pupuk PT Pupuk Kalimantan Timur atau PKT terus tancap gas setelah mencatatkan kinerja positif tahun lalu. Pada tahun 2021, PKT membukukan laba Rp 6,17 triliun, tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Tahun ini, per Agustus 2022, PKT telah membukukan laba lebih dari Rp 10 triliun, antara lain ditopang kenaikan harga komoditas di pasar global. Akumulasi profit akan dimanfaatkan untuk ekspansi usaha hingga menyiapkan buffer (penyangga) jika harga komoditas sewaktu-waktu turun. BUMN yang berpusat di Bontang, Kaltim, serta memproduksi 3,43 juta ton urea dan 2,74 juta ton amonia per tahun itu menargetkan bisa menjadi pemain utama di pasar Asia-Pasifik.
Menurut Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi secara daring, Jumat (16/9), “Kami melihat peluang karena peta pasar sekarang berubah. Sebelumnya, hampir 100 persen fokus PKT adalah pada Asia dan sedikit Pasifik, sedangkan hari ini bisa ekspansi ke Amerika Selatan, antara lain Uruguay, Argentina, Meksiko, dan Chile. Pasar di Australia juga kami pacu. Kami memanfaatkan peluang dari perubahan pasar karena beberapa problem yang dihadapi dunia akhir-akhir ini. Secara umum, pasar terbesar masih Asia, yakni sekitar 80 %, sedangkan pasar luar Asia sekitar 20 %. (Khusus) Amerika Selatan dan Australia sudah hampir 5 %. Kami juga mengembangkan pasar ke negara-negara lain yang sebelumnya kami tidak berkompetisi, seperti di North East Asia, yakni Korea Selatan, China, dan Jepang. (Yoga)
BISNIS PUSAT DATA : EKSPANSI TLKM KE NEGERI SINGA
Emiten telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) tengah mengincar bisnis pusat data di pasar Singapura. Sejumlah penjajakan dengan mitra strategis juga terus digencarkan.
Direktur Strategic Portofolio Telkom Budi Setyawan Wijaya mengungkapkan, untuk bisnis data center ini, pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa partner. Menurutnya, Telkom tengah mencari peluang untuk menangkap pasar yang ada di Singapura. “Di bisnis data center ini kami kerja sama dengan beberapa partner. Kami akan mulai kolaborasi juga dengan Singtel untuk menangkap market yang ada di Singapura,” katanya, Jumat (17/9).Tak hanya ekspansi di kawasan Asia Tenggara, emiten ini juga menargetkan pangsa pasar data center Telkom dapat mencapai 40% pada 2030.Emiten dengan kode saham TLKM ini juga telah merampungkan proyek Hyperscale Data Center (HDC) Cikarang, Jawa Barat yang telah beroperasi sesuai rencana awal, dengan kapasitas IT Load awal 1,75 Mega Watt (MW).
Konsolidasi ini diharapkan dapat meningkatkan value bisnis data center di masa mendatang. “Dengan dialihkannya bisnis data center Telkom Sigma ke TDE, TDE akan menjadi konsolidator bisnis data center Telkom Group sehingga layanan yang diberikan kepada pelanggan akan lebih optimal serta memiliki daya tawar yang lebih tinggi dibanding kompetitor,” tulis manajemen belum lama ini.
Akhir 2022, Semen Indonesia Tuntaskan Akuisisi SMBR
JAKARTA, ID – PT Semen Indonesia Tbk (Persero) (SMGR) menargetkan akuisisi PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) akan rampung akhir tahun ini. Sebab, aksi korporasi ini menjadi salah satu milestone perseroan pada 2022. Proses dari masuknya SMBR ini sedang berjalan on the track. Perkiraan sekitar akhir Oktober atau November mulai proses capital market dan closing di sekitar Desember. Jadi, ini masih on the track dan sepertinya akan terealisasi tahun ini,” ucap Hosny dalam paparan publik live, Jumat (16/9). Selain karena SMGR adalah BUMN ia juga menyampaikan perseroan merupakan produsen semen terbesar di Indonesia sehingga dipastikan bakal berpartisipasi pada proyek IKN di Kalimantan Timur. Di samping itu, Semen Indonesia telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatasi dampak kenaikan suku bunga, tekanan inflasi, dan kenaikan harga BBM terhadap kinerja perseroan. Andriano. Di samping itu, Semen Indonesia telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatasi dampak kenaikan suku bunga, tekanan inflasi, dan kenaikan harga BBM terhadap kinerja perseroan. (Yetede)
Belanja Truk dan Crane, Realisasi Capex PORT Rp 20 M
Operator terminal petikemas, PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) membukukan pendapatan sebesar Rp 552,4 miliar di sepanjang semester I 2022. Angka ini tumbuh 5,3% dibandingkan raihan pada periode yang sama di tahun lalu, yakni Rp 524 miliar.Dalam laporan keuangannya di website Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/9), perusahaan ini juga mencatat kenaikan beban langsung menjadi Rp 439 miliar dari sebelumnya Rp 427 miliar. Kenaikan beban terjadi pada beban operasional dan beban lainnya. Dengan aneka beban itu, laba bruto yang dibukukan perusahaan hingga semester I-2022 sebesar Rp 113,1 miliar.Di sisi lain, operator terminal peti kemas ini fokus melakukan peremajaan truk dan crane pada tahun ini. Oleh karena itu, manajemen Nusantara Pelabuhan mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) berkisar Rp 100 miliar hingga Rp 130 miliar. "Dari alokasi capex itu, sudah terserap Rp 15 miliar-Rp 20 miliar," ungkap Direktur Utama PORT, Paul Krisnadi.
Indosat Targetkan Raup Dana Rp 2,5 Triliun
Operator telekomunikasi seluler Indosat Ooredoo Hutchison menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi IV Indosat Tahap I tahun 2022 dan Sukuk Ijarah IV Indosat Tahap I 2022. Total nilai dana yang diharapkan bisa terkumpul dari penawaran itu sebesar Rp 2,5 triliun. Menurut rencana, dana tersebut akan digunakan untuk membayar utang perseroan dan biaya hak penggunaan spektrum frekuensi radio. ”Dua tahun pertama pasca merger biasanya menjadi kondisi yang sangat menantang. Meski demikian, merger yang kami (Indosat Ooredoo-Hutchison Tri Indonesia) lakukan sudah tepat dan bagus untuk (menyehatkan) industri telekomunikasi. Saat pandemi Covid-19, performa industri telekomunikasi juga masih positif,” ujar Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha saat investor gathering, Kamis (15/9) di Jakarta.
Direktur dan Chief Financial Officer Indosat Ooredoo Hutchison Nicky Lee menjelaskan, semua penawaran obligasi dan sukuk ijarah dilakukan dalam mata uang rupiah. Nicky menilai pasar finansial di Indonesia masih stabil. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pun cukup baik. ”Kami percaya, pasar masih akan merespons positif apa yang kami lakukan ini,” katanya. Proses book building akan dimulai 14-27 September 2022. Pernyataan efektif dari OJK diharapkan dapat diterima pada 17 Oktober 2022. Lalu, obligasi dan sukuk ijarah akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 27 Oktober 2022. Direktur dan Chief Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison M Danny Buldansyah menambahkan, ”Industri telekomunikasi masih menjanjikan sehingga kami kian fokus meningkatkan layanan kepada konsumen,” (Yoga)









