;

Geliat Korporasi Buru Dana Segar

Ekonomi Hairul Rizal 23 Sep 2022 Bisnis Indonesia
Geliat Korporasi Buru Dana Segar

Prospek cerah ekonomi Indonesia pada tahun depan mendorong berbagai korporasi mencari likuiditas untuk memodali bisnisnya. Kenaikan suku bunga acuan yang berimbas pada kenaikan biaya dana pun tak membuat pelaku usaha menurunkan kebutuhan dananya. Pada akhirnya, bukan soal mahalnya biaya dana tetapi apakah kebutuhan dana yang diperoleh bisa digunakan untuk menciptakan nilai lebih yang mengkompensasi biaya dana. Hal itu tercermin pada aksi penggalangan dana di pasar surat utang. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penerbitan obligasi korporasi paling ramai terjadi pada akhir Maret 2022 yakni sebesar Rp42,29 triliun dari 38 perusahaan. Pada periode itu, pasar lebih luwes bergerak karena Federal Reserve memulai normalisasi kebijakan moneternya dengan 25 basis poin (bps). Direktur Pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Hendro Utomo mengatakan hingga 31 Agustus 2022 masih ada penerbitan obligasi senilai Rp36,42 triliun berasal dari 27 perusahaan yang antre masuk ke pasar.

“Mandat tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan Rp34,46 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (22/9). Kebutuhan dana korporasi itu, menurutnya, dimotori oleh nilai instrumen jatuh tempo. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) hingga 31 Agustus 2022 mencatat bahwa surat utang jatuh tempo pada kuartal IV/2022 mencapai Rp46,8 triliun atau lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama 2021, yakni Rp30,99 triliun. Hal itu tentunya akan menambah porsi obligasi korporasi yang beredar di pasar. Ke depannya, Hendro masih optimistis bahwa pasar surat utang korporasi masih ramai. Selain ditopang oleh kebutuhan dana jumbo, dia menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi bantalan bagi korporasi untuk menggalang dana.


Tags :
#Korporasi
Download Aplikasi Labirin :