;
Tags

Internasional

( 1369 )

Rakyat Ukraina Berduka dan Bersumpah Terus Berjuang

KT1 25 Feb 2023 Investor Daily (H)

KYIV, ID - Rakyat Ukraina memberikan penghormatan kepada orang-orang terkasih yang gugur di medan perang pada peringatan satu tahun invasi Rusia pada Jumat (24/02/2023). Mereka bersumpah untuk terus berjuang meraih kemenangan. Sementara Rusia menyatakan pasukannya memperoleh kemajuan dalam pertempuran di wilayah timur Ukraina. Pernyataan itu sekaligus menandai invasi telah memasuki tahun kedua tanpa diketahui kapan akan berakhir. Pada sebuah upacara di Lapangan St Sophia di ibukota Kyiv, Presiden Volodymyr Zelenskiy yang tampak emosional menganugerahkan medali kepada tentara dan ibu satu anak yang terbunuh. Dia menahan air mata ketika sebuah band memainkan lagu kebangsaan. “Kami telah menjadi satu keluarga. Tidak ada lagi orang asing di antara kami. Ukraina melindungi rakyat Ukraina, membuka rumah dan hati mereka bagi mereka yang terpaksa melarikan diri dari perang,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi, seperti dilansir Reuters. (Yetede)

Agar Larangan Plastik Lebih Bergigi

KT1 25 Feb 2023 Tempo

Pemerintah dari seluruh dunia berbondong-bondong memperkenalkan larangan produk plastik sekali pakai untuk melawan pencemaran. Pemerintah Zimbabwe, misalnya, melarang kemasan dan botol plastik berlaku pada 2010. Sedangkan pemerintah Antigua dan Barbuda, negara kepulauan di laut Karibia bagian timur, melarang produk sekali pakai untuk katering dan makananan bawa pulang (takeaway) pada 2016. Vanuatu juga menerbitkan juga menerbitkan larangan serupa untuk kemasan plastik sekali pakai pada 2018. Eropa melarang kapas colok, gagang balon, dan produk sekali pakai untuk katering serta kemasan makanan bawa pulang. Larangan itu turut mencakup produk turunan polistirena (polimer atau bahan plastik yang terbuat dari minyak bumi) pada 2021. Pemerintah Inggris juga mengikuti langkah Eropa dengan melarang pasokan piring dan alat makan plastik sekali pakai, gagang balon. gelas, serta kemasan polistirena ke seluruh restoran, kafe dan gerai makanan bawa pulang. (Yetede)

Setahun Perang Rusia-Ukraina Ekonomi Dunia Rugi US$ 1,6 Triliun

KT1 24 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID --Perang Rusia vs Ukraina yang Jumat (24/2/2023) ini genap setahun telah merugikan ekonomi global lebih dari US$ 1,6 triliun tahun lalu. Kerugian produksi global dapat mencapai US$ 1 triliun lagi atau lebih pada 2023 jika perang berkepanjangan. Hal itu terungkap dari hasil penelitian German Institute of Economics, seperti dilansir Anadolu Agency. Sementara itu, kalangan ekonom Indonesia menyebut bahwa perang berkepanjangan Rusia- Ukraina akan menyulut hiperinflasi yang membuat bank-bank sentral global memperlama periode bunga tinggi. Hal ini akibat berlanjutnya kenaikan harga energi dan pangan. Sedangkan Indonesia di satu sisi dituntungkan oleh kenaikan harga komoditas karena ekspor utama didominasi batu bara, CPO, dan mineral. Meskipun Indonesia juga terimbas negatif karena impor minyak. (Yetede)

Polandia Ingin Terlibat Transisi Energi

KT3 17 Feb 2023 Kompas

Energi Polandia menawarkan kemitraan untuk proses transisi energi di Indonesia. Negara di Eropa Tengah itu berusaha menggandeng Indonesia di sektor pangan dan kemaritiman. Duta Besar Polandia di Jakarta Beata Stoczynska mengatakan, Indonesia dan Polandia sama-sama pemimpin di kawasan masing-masing. Kedutaan Polandia terus mencari kesamaan kedua negara dan potensi kerja sama. ”Hubungan kedua negara amat baik,” ujarnya, Kamis (16/2/2023), di Jakarta. Hubungan ekonomi menjadi prioritas dalam relasi kedua negara. Salah satu upaya promosi Polandia di Indonesia adalah Poland Fest. Lewat kegiatan yang digelar di beberapa kota itu, Polandia mempromosikan potensinya di sektor transportasi, pangan, dan energi. Indonesia-Polandia sama-sama mengandalkan batubara sebagai sumber energinya. Meski demikian, Polandia bisa menekan emisi sembari menjaga pertumbuhan ekonomi. (RAZ) 

Asean Harus Siap Hadapi Tantangan Menuju 2045

KT1 04 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau Asean harus memperkuat kesiapannya dalam menghadapi tantangan saat ini dan di masa depan menuju 2045. Dalam konteks ini, Indonesia mengajukan inisiatif yang mencakup melembagakan dialog tentang hak asasi manusia dan meningkatkan kerja sama Asean untuk mencegah dan memerangi perdagangan orang. Menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, Indonesia sebagai ketua Asean perlu memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, kuat dan berkelanjutan, lewat usulan-usulan yang bertujuan menjadikan kawasan Asean sebagai pusat pertumbuhan. “Ada empat aspek utama yang akan menjadi fokus kami yaitu, memperkuat arsitektur kesehatan Asean, memperkuat ketahanan pangan, memastikan ketahanan energi untuk mendukung transisi dari energi fosil ke energi bersih dan terbarukan, dan memperkuat stabilitas keuangan untuk lebih memastikan ketahanan ekonomi terhadap guncangan eksternal di masa depan,” ujar Retno, dalam pernyataan yang dikutip dari Press Briefing Pertemuan Menteri Luar Negeri Asean atau Asean Foreign Ministers’ Retreat, di Jakarta pada Jumat (03/02/2023). (Yetede)

Warga Perancis Protes Batas Usia Pensiun

KT3 02 Feb 2023 Kompas

Lebih dari satu juta warga Perancis turun ke jalan-jalan di seantero negeri, Rabu (1/2) memprotes keputusan pemerintah menaikkan minimal usia pensiun dari 62 tahun menjadi 64 tahun. Presiden Perancis Emmanuel Macron pada 30 Januari lalu mengatakan, kebijakan kenaikan usia pensiun itu efektif berlaku mulai 2030. Menurut dia, itu satu-satunya cara menyelamatkan dana sistem pensiun di Perancis yang jumlahnya setara dengan 14 % pendapatan domestik bruto negara. (Yoga)

Beban Indonesia Hadapi UE Kian Berat

KT3 01 Feb 2023 Kompas

Beban pemerintah dan eksportir Indonesia menghadapi rentetan sengketa dan hambatan dagang dari Uni Eropa (UE) kian berat. Oleh karena itu, RI perlu memperkuat tim negosiasi dan mempercepat realisasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa atau IEU-CEPA. Di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), RI menggugat UE yang dengan kebijakan Arah Energi Terbarukan (RED) II mendiskriminasikan produk turunan sawit, yakni biodiesel. RI juga telah mengajukan banding kasus sengketa larangan ekspor bijih nikel melawan UE. Terbaru, RI mengajukan konsultasi ke WTO lantaran UE mengenakan bea masuk penyeimbang (BMP) atau countervailing duty dan antidumping (BMAD) atas lempeng baja canai dingin nirkarat (stainless steel cold-rolled flat/SSCRF) pada 24 Januari 2023. BMP yang dikenakan RI sebesar 21 % dan BMAD 10,2-31,5 %. Di luar WTO, RI akan berhadapan dengan kebijakan Mekanisme Penyesuaian Perbatasan Karbon atau Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) UE.

UE akan menerapkan tahap pertama kebijakan pada 1 Oktober 2023 untuk komoditas semen, pupuk, besi baja, aluminium, serta peralatan dan perangkat  listrik. Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno, Selasa (31/1) mengatakan, beban pemerintah dan eksportir Indonesia akan semakin besar menghadapi UE. Jika mau serius menghadapi rentetan sengketa dan potensi hambatan dagang itu, pemerintah perlu memperkuat tim negosiasi dan merealisasikan IEU-CEPA. Tim negosiator perlu memiliki akuntan yang memahami hukum dan tata kelola bisnis internasional. ”Hal itu penting mengingat tudingan subsidi atau dumping terhadap negara atau perusahaan menyangkut audit laporan keuangan. Perusahaan besar di Indonesia kerap menyewa chartered accountant, akuntan profesional bersertifikat internasional,” katanya ketika dihubungi di Jakarta. Contohnya, dalam kasus subsidi baja nirkarat Indonesia, akuntan dapat  membuktikan tudingan subsidi keliru berdasarkan audit laporan keuangan. Jadi, pembelaan atas tudingan itu tidak hanya merujuk pada hukum perdagangan, tetapi juga dengan menunjukkan bukti audit laporan keuangan. Salah satu tudingan UE dalam kasus baja nirkarat adalah pemberian subsidi. (Yoga)


Stagnasi Perdagangan ASEAN

KT3 31 Jan 2023 Kompas

Proses integrasi ekonomi kawasan ASEAN yang lambat dan tersendat menjadi salah satu tantangan Indonesia dalam kepemimpinan ASEAN 2023. Harian Kompas, Senin (30/1), menggaris bawahi kepemimpinan Indonesia di ASEAN 2023 menjadi kesempatan untuk memaksimalkan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Keberadaan MEA sejak 2015 diakui menumbuhkan integrasi ekonomi kawasan, tetapi perdagangan dan investasi antarnegara ASEAN stagnan rendah. Tak adanya terobosan untuk mengatasi implementasi MEA yang terkesan lambat dan stagnan pasca-peluncurannya pada 2015, indikatornya adalah stagnasi perdagangan intra-ASEAN. Pengamat melihat penyebabnya adalah lemahnya komitmen politik negara-negara anggota untuk melaksanakan kesepakatan di MEA. Dibandingkan dengan perdagangan dengan negara di luar kawasan ASEAN, intensitas perdagangan intra-ASEAN sangat tertinggal.

Dalam banyak kasus, negara anggota ASEAN justru lebih banyak memprioritaskan kerja sama dan kesepakatan perdagangan bebas dengan negara atau kelompok negara di luar ASEAN, yang menjadi penghambat integrase ekonomi kawasan, seperti dicita-citakan. Catatan Sekretariat ASEAN menunjukkan pertumbuhan perdagangan intra-ASEAN stagnan di kisaran 20-24 % sejak 2006, bahkan pasca-MEA. Tarikan kepentingan dalam negeri negara anggota sering menjadi salah satu penghambat sehingga berdampak pula pada mimpi jangka panjang mewujudkan ASEAN sebagai borderless economic community pada 2030. Beberapa pengamat, seperti dari BRIN dan Pusat Studi ASEAN UI (Kompas, 30/1) melihat  minimnya investasi intra-anggota, belum memadainya jaringan logistik di negara ASEAN, dan struktur ekonomi negara anggota ASEAN yang belum komplementer sebagai penghambat terbangunnya pasar intra-anggota yang besar dan dinamis seperti Uni Eropa. (Yoga)


Perdagangan Internal ASEAN Stagnan

KT3 30 Jan 2023 Kompas (H)

Kepemimpinan Indonesia untuk Perhiimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau ASEAN pada 2023 menjadi kesempatan yang baik untuk memaksimalkan Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA. Meski skema yang telah berjalan mulai 2015 itu menumbuhkan integrasi ekonomi kawasan, perdagangan dan investasi antar negara ASEAN masih stagnan rendah. Presiden Jokowi meluncurkan kepemimpinan RI untuk ASEAN dalam acara Kick Off ASEAN Indonesia 2023 di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (29/1). Kepala Negara menuturkan, dirinya meyakini ASEAN masih penting dan relevan bagi rakyat, kawasan, dan dunia. ”ASEAN akan terus berkontribusi bagi perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik. ASEAN akan terus dapat menjaga pertumbuhan ekonomi dan ASEAN matters epicentrum of growth,” katanya.

Menlu Retno Marsudi menjelaskan, sejarah ASEAN selalu terkait urusan ekonomi. Pertumbuhan ASEAN biasanya lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi global. Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia 2023 adalah 1,7 %. Sementara Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan ASEAN tumbuh 4,7 %. Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan Badan Riset dan Inovasi Nasional Zamroni Salim menjelaskan, perdagangan intra anggota ASEAN stagnan sejak 2008, angkanya berkisar 21-25 %. Permasalahan hulu adalah minimnya investasi intraanggota. Di sisi hilir, logistik di negara-negara ASEAN masih belum memadai. Singapura merupakan investor nomor satu di antara negara ASEAN. Padahal, negara kota itu adalah negara berbasis jasa. Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Filipina harus menggenjot investasi sebagai negara-negara manufaktur besar di kawasan. (Yoga)


Jumlah Peminat Bahasa Indonesia di Australia Anjlok

KT1 26 Jan 2023 Tempo

Selama lebih dari dekade terakhir, berbagai praktisi, peneliti, dan pemerhati pendidikan bahasa mengamati merosotnya minat belajar  bahasa Indonesia di Australia. Laporan pada 2010 dari tim peneliti bahasa dan linguistik terapan Australia menyatakan, sejak 2001, jumlah pelajar yang mengambil mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah Australia berkurang seridaknya 10 ribu setiap tahun. Dalam studi independen terbarunya pada 2021, misalnya, Michelle Kholer dari University of South Australia mencatat penurunan jumlah pengambilan kelas bahasa Indonesia terjadi seiring dengan naiknya jenjang pendidikan dasar dan menengah-dari sekitar 14 ribu diakhir tingkat SD  menjadi hanya sekitar 350 di akhir  SMA. Sementara itu, di tingkat perguruan tinggii, jumlah pendaftar kelas bahasa indonesia pada 2019 turun 63% dari puncaknya pada 1992. (Yetede)

Pilihan Editor