;
Tags

Internasional

( 1384 )

Ratusan Ribu Pekerja Inggris Mogok

KT3 17 Mar 2023 Kompas

Guru, dosen, masinis kereta bawah tanah, pegawai negeri, hingga jurnalis media Inggris, BBC, bergabung dalam mogok nasional dokter dan pekerja kesehatan, Rabu (15/3) di London, Inggris. Mogok ratusan ribu petugas layanan publik itu membuat sebagian besar aktivitas warga terhenti. ”Pemerintah tidak mendengarkan, jadi inilah yang harus kami lakukan,” kata Jill Gant (59), pekerja lembaga pemasyarakatan. (Yoga)

Credit Suisse Tepis Krisis Perbankan

KT3 17 Mar 2023 Kompas (H)

Credit Suisse berupaya menopang likuiditas dan memulihkan kepercayaan investor dengan pinjaman 54 miliar USD dari Bank Sentral Swiss atau SNB, Kamis (16/3). Bank terbesar kedua di Swiss ini terkena imbas buruk dari kebangkrutan tiga bank di AS, Silicon Valley Bank (SVB), Signature Bank, dan Silvergate. Sejauh ini, perekonomian dan sistem perbankan Indonesia tak terdampak. Pada dasarnya tidak ada kaitan antara Credit Suisse dan ketiga bank di AS. ”Namun, semua pihak sedang terpengaruh efek psikologi massa yang sangat mengkhawatirkan bank-bank yang dianggap tak sehat. Kali ini persepsi itu menyebar ke Eropa,” kata Antoine Bouvet, analis di ING.

SNB akhirnya mengucurkan dana bantuan untuk Credit Suisse, bank pemodalan usaha terbesar kedelapan di dunia. Dalam keterangan resmi Credit Suisse, dana pinjaman akan dipakai untuk membiayai operasionalisasi inti bank dan likuiditas jangka pendek. ”Kami akan menyederhanakan operasionalisasi dan menjadikan Credit Suisse fokus pada kebutuhan nasabah,” demikian kutipan pernyataan bank tersebut. Saham bank Credit Suisse melesat 40 % pada Kamis sore setelah satu hari sebelumnya anjlok 24 % karena kekhawatiran atas krisis perbankan global. Walhasil, saham-saham bank di Eropa ikut terkerek. (Yoga)


Dunia Meredam Dampak Negatif SVB

KT1 17 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Otoritas perbankan dan moneter di seluruh dunia berupaya menenangkan pasar dan meyakinkan para investor bahwa bank-bank dalam yurisdiksi mereka memiliki permodalan yang memadai. Langkah itu ditempuh agar kasus kebangkrutan Silicon Valley Bank (SVB), Silvergate Bank, dan Signature Bank di Amerika Serikat (AS), serta kasus kekeringan likuiditas yang dialami Credit Suisse tidak meluas dan menjelma menjadi krisis finansial global. Kasus kebangkrutan bank di AS dan Swiss bakal memaksa Bank Sentral AS, The Fed, berbalik arah. The Fed kemungkinan tidak akan terburu-buru menaikkan Fed funds rate (FFR) pada Federal Open Market Committee (FOMC) meeting, 21-22 Maret mendatang. Meski demikian, tekanan yang dialami pasar saham global akibat kasus kebangkrutan bank di AS mulai reda. Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo menegaskan, ketahanan stabilitas sistem keuangan nasional sangat kuat sehingga tidak akan terdampak oleh penutupan tiga bank di AS, yakni Silicon Valley Bank (SVB), Silvergate Bank, dan Signature Bank. (Yetede)

Pelajaran dari Kerapuhan SVB

KT3 15 Mar 2023 Kompas

Kasus yang menimpa Silicon Valley Bank (SVB) menjadi pelajaran berharga, baik bagi industri keuangan maupun industry teknologi digital. SVB yang fokus memberikan pinjaman untuk perusahaan-perusahaan teknologi dan usaha rintisan (start-up) sejak 1980-an kehabisan dana simpanan sehingga bank berukuran menengah ini tidak bisa dipertahankan. Situasi SVB mengguncang pasar global serta menyebabkan simpanan serta aset miliaran USD milik perusahaan dan investor telantar. Kasus ini merupakan kegagalan bank terbesar di AS sejak krisis keuangan, 10 tahun lalu. Regulator perbankan AS buru-buru menyita aset SVB, Jumat (10/3). SVB, bank terbesar ke-16 di AS, mengalami kegagalan setelah para deposan yang mayoritas pekerja perusahaan teknologi dan perusahaan dengan dukungan modal ventura mulai menarik uang mereka karena khawatir dengan kondisi bank itu (Kompas, 11/3).

OJK menyatakan bahwa kasus ini tidak akan berdampak langsung terhadap industri perbankan Indonesia yang memiliki kondisi yang kuat dan stabil. Namun, masalah yang menimpa SVB akan membuat investor lebih berhati-hati dalam mendanai usaha rintisan (Kompas, 13/3). Hingga kemarin, masih banyak pihak yang menduga penyebab inti dari kasus SVB. Berbagai analisis itu belum memuaskan sejumlah kalangan. Salah satu sisi yang belum terungkap adalah sejauh mana faktor tata kelola (governance) menjadi penyebab keruntuhan bank. Setidaknya tak ada model bisnis bank seperti SVB di Indonesia. Mungkin lebih menengok perusahaan teknologi finansial (tekfin). Perhatian lebih perlu kita berikan pada 25 tekfin peer-to-peer lending dengan rasio kredit macet melebihi 5 %. (Yoga)


PERDAGANGAN INTERNASIONAL, RI dan India Ajak Dunia Perkuat Kemitraan

KT3 15 Mar 2023 Kompas

Indonesia dan India mengajak dunia memperkuat jembatan kerja sama dan kemitraan antar negara di tengah tantangan konflik geopolitik. Indonesia menegaskan pentingnya membangun relasi mendalam, sedangkan India menawarkan keberlanjutan sebagai cara atau jalan hidup sebuah negara. Hal itu mengemuka dalam Konferensi Tingkat Tinggi Kemitraan Konfederasi Industri India (Confederation of Indian Industry/CII Partnership Summit) 2023 di New Delhi,  India, Senin (13/3/2023) malam. KTT yang dipimpin Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyalitu mengusung tema ”Kemitraan untuk Bisnis yang Bertanggung Jawab, Akselerasi, Inovatif, Berkelanjutan, dan Berkeadilan”.

Menurut Mendag RI, Zulkifli Hasan, landasan dari semua jenis kerja sama adalah hubungan orang ke orang. Dari jalinan relasi personal itu terciptalah jembatan yang memungkinkan terbangunnya hubungan yang lebih mendalam. Sementara Goyal menegaskan pentingnya membangun ketahanan ekonomi berkelanjutan dengan berfokus pada inklusivitas. Membangun keberlanjutan di berbagai sektor telah menjadi inti dari agenda Presidensi G20 India. Ia menegaskan, Pemerintah India berpandangan, keberlanjutan adalah cara atau jalan hidup. ”Dalam konteks perdagangan global, keberlanjutan kesepakatan perdagangan multilateral dan bilateral sangat diperlukan di tengah tekanan restriksi dagang yang dilakukan sejumlah negara,” kata Goyal. (Yoga)


ASEAN Jinakkan Konflik lewat Kolaborasi Ekonomi

KT3 14 Mar 2023 Kompas

ASEAN menekankan sentralitas sebagai landasan kerja sama. Harapannya, semakin tinggi kerja sama ekonomi, semakin rendah risiko konflik di Indo-Pasifik. ”Tujuan utama Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik (AOIP) adalah menurunkan ketegangan sebanyak mungkin. Tidak ada konflik, apalagi perpecahan,” kata Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn dalam kuliah umum ”Peran ASEAN di Indo-Pasifik dan Keketuaan Indonesia” di Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Banten, Senin (13/3). Ia menekankan, di tengah gempuran berbagai masalah geopolitik, kekompakan dan solidaritas ASEAN menjadi kunci bisa berjalannya sentralitas organisasi ini. Krisis di Myanmar dan perang Ukraina-Rusia menunjukkan perdamaian tidak bisa disia-siakan. Konflik-konflik global kini berujung pada krisis energi dan pangan. ”ASEAN mengarusutamakan AOIP di semua kebijakan dan negara-negara mitra wicara serta negara lain yang tertarik bekerja sama,” kata Kao.

AOIP berlandaskan prinsip inklusivitas dan keterbukaan. Penekanannya pada kerja sama ekonomi dan perdagangan. ASEAN ingin AOIP bisa meningkatkan perdagangan dan investasi, baik intranegara ASEAN, negara-negara mitra wicara, maupun perusahaan-perusahaan swasta internasional. Staf Khusus Menlui RI untuk Urusan Diplomasi Kawasan, Ngurah Swajaya  menjelaskan, keketuaan Indonesia di ASEAN selama tahun 2023 fokus membangkitkan kembali perekonomian kawasan pascapandemi Covid-19. Selain itu, juga mengamankan  pasokan energi dan pangan di tengah konflik terbuka Ukraina-Rusia. ”Kita menekankan pada kolaborasi dengan semua pihak. Kepentingan demi kesejahteraan bersama ini bervisi jauh ke  depan dan tidak elitis,” ujarnya. Keberadaan AOIP bertujuan mewujudkan ASEAN sebagai titik  pusat pertumbuhan ekonomi. Kawasan ini, di tengah segala masalah, selalu relatif stabil dengan pertumbuhan yang dinamis. (Yoga)


SVB Kolaps, Harga Obligasi Lokal Meningkat

HR1 14 Mar 2023 Kontan

Harga obligasi dalam negeri naik pasca diumumkannya kebangkrutan Silicon Valley Bank (SVB). Investor dinilai masih percaya diri setelah otoritas keuangan negeri Paman Sam turun tangan membantu SVB. Kemarin (13/3), harga surat utang negara (SUN) acuan tenor 10 tahun berada di 101,26%. Posisi ini naik dari hari sebelumnya, di 100,51%. Efeknya, imbal hasil SUN seri FR0096 ini turun menjadi 6,82% dari 6,93%. Director & Chief Investment Officer Fixed Income Manulife Aset Manajemen Ezra Nazula menilai, dalam jangka pendek, terlihat dukungan investor ke pasar obligasi Indonesia. Penyebabnya, imbal hasil US Treasury turun. Senin (13/3), yield US Treasury turun 0,27% ke level 3,42%. Kurs dollar AS juga melemah, makin memberi kepercayaan bagi investor masuk ke pasar obligasi dalam negeri. Imbal hasil obligasi Indonesia pun turun. Presiden dan CEO Pinnacle Persada Investama Guntur Putra sepakat, efek kolapsnya Silicon Valley Bank ke pasar obligasi dalam negeri tidak akan begitu besar. Kejadian ini tidak menciptakan kondisi pelarian likuiditas.

Penguatan Kawasan Asean Melalui Peningkatan Inklusi Keuangan Digital UMKM

KT1 08 Mar 2023 Investor Daily (H)

Asean merupakan salah satu episentrum pertumbuhan perekonomian global. Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan perekonomian kawasan Asean tumbuh 4,7% pada tahun 2023, lebih tinggi dari kawasan lainnya dan kelompok negara maju. Ke depan, kawasan Asean juga diproyeksikan masih tetap tumbuh dengan tingkat yang lebih besar dibandingkan kawasan lainnya. Sebagai pemegang Keketuaan Asean (Asean Chairmanship) pada tahun 2023 ini, Indonesia, selaku salah satu pendiri Asean, tentu perlu memanfaatkan kesempatan ini untuk menghasilkan terobosan yang dapat membawa Asean menjadi kawasan terbaik di dunia. Salah satu agenda prioritas Keketuaan Indonesia di Asean di sektor keuangan adalah mendorong literasi dan inklusi keuangan digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Agenda ini dipilih dengan pertimbangan yang matang. Pertama, geliat pertumbuhan ekonomi kawasan Asean tidak lepas dari peranan UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian. Lebih dari 97% usaha di kawasan Asean merupakan UMKM, yang berkontribusi terhadap penciptaan 67% lapangan kerja dan 45% Produk Domestik Bruto (PDB) di kawasan (Asean Investment Report 2022). (Yetede)

Memanfaatkan Celah Lonjakan Harga LNG

HR1 04 Mar 2023 Bisnis Indonesia

Isu geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang masih bergejolak, terus memicu kenaikan permintaan gas alam cair dari sejumlah negara Eropa. Strategi pemerintah Rusia yang sejak tahun lalu mengurangi bahkan menyetop pasokan gas setelah melancarkan aksi ke Ukraina, membuat sejumlah negara Uni Eropa secara agresif berburu gas ke negara di luar Benua Biru. Aksi agresif ini membuat pasokan LNG global makin ketat sekaligus mendongkrak harga jual komoditas tersebut hingga saat ini. Berdasarkan laporan Shell LNG Outlook 2023, lonjakan impor LNG di negara-negara Eropa dan Inggris pada 2022 mencapai 121 juta ton atau 60% lebih tinggi dibandingkan dengan 2021. Kenaikan permintaan yang diikuti kenaikan harga LNG ini sudah barang tentu menguntungkan negara-negara produsen LNG, termasuk Indonesia. Indonesia menjadi salah satu negara yang paling banyak didekati dengan tujuan mendapatkan pasokan LNG. Pasalnya, tahun lalu saja setidaknya ada 196 kargo LNG diproduksi Indonesia dari Kilang Bontang, Kalimantan Timur dan Tangguh, Papua, dengan rincian 55,8 kargo untuk memenuhi kebutuhan domestik, dan 140,2 kargo lainnya diekspor. Tingginya permintaan LNG ini membuat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan kenaikan produksi LNG sebanyak 204 kargo, dengan rincian 80 kargo dari Bontang dan 124 kargo sisanya dari Tangguh. Harian ini menilai, tren kenaikan harga LNG ini seyoginya turut dimanfaatkan untuk menambah besar jumlah kontribusi sektor energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Namun, pemerintah tidak boleh lupa untuk mengutamakan keamanan pasokan LNG dalam negeri melalui neraca gas. Prioritas pemanfaatan gas domestik antara lain untuk kebutuhan kelistrikan, rumah tangga, dan sektor industri khususnya pupuk perlu mendapatkan perhatian.

Gedung Putih Ultimatum Hapus TikTok dalam 30 Hari

KT1 01 Mar 2023 Tempo

Gedung Putih memberi semua badan federal Amerika Serikat waktu selama 30 hari untuk menghapus TikTok dari semua perangkat pemerintah. Seperti dilansir Al Arabiya Selasa 28 Februari 2023, hal ini karena aplikasi media sosial milik China itu dianggap memiliki masalah keamanan. Kantor Manajemen dan Anggaran AS menyebut pedoman tersebut, yang dikeluarkan Senin, sebagai "langkah maju yang penting dalam mengatasi risiko yang disajikan oleh aplikasi terhadap data pemerintah yang sensitif."

Beberapa lembaga, termasuk Departemen Pertahanan, Keamanan Dalam Negeri, dan Negara Bagian, telah memberlakukan pembatasan. Pedoman tersebut meminta seluruh pemerintah federal untuk mengikutinya dalam waktu 30 hari. “Pemerintahan Biden-Harris telah banyak berinvestasi dalam mempertahankan infrastruktur digital negara kita dan membatasi akses musuh asing ke data Amerika,” kata Chris DeRusha, kepala petugas keamanan informasi federal. Pedoman tersebut pertama kali dilaporkan oleh Reuters. (Yoga)


Pilihan Editor