;
Tags

Internasional

( 1352 )

Program Rumah Untuk Setiap Anjing di Pristina

KT3 14 Jun 2024 Kompas

Pemkot Pristina, ibu kota Kosovo, menawarkan upah bulanan bagi warga yang mau mengadopsi anjing liar di kota itu, sejumlah 50 euro (Rp 880.000) sebulan atau sepertiga upah minimum negara tersebut. Kebijakan ini diterapkan sebagai upaya membersihkan Pristina dari kawanan anjing liar. Skema itu disebut ”rumah untuk setiap anjing”. Saat ini terdapat 4.000 anjing liar di jalanan Pristina, yang memusingkan warga Pristina. Wali Kota Pristina Perparim Rama (48) berharap kebijakan itu dapat menyelesaikan masalah dan membantu warga berubah sikap terhadap kesejahteraan hewan di sana. ”Memelihara seekor anjing itu mahal dan tidak semua orang punya uang. Itulah sebabnya kami membantu keluarga yang mengadopsi hewan piatu,” kata Rama, Selasa (11/6).

Untuk tahun pertama, Pristina mengalokasikan 2 juta euro. ”Dengan anggaran ini, kita dapat berharap menyelesaikan masalah anjing liar ini jika penghitungan jumlah anjing liar di ibu kota benar,” kata Rama.  Penangkapan anjing liar akan dilakukan setiap hari sehingga tak ada lagi anjing liar di jalanan Pristina. Rencananya, anjing-anjing itu ditempatkan di penampungan di kota untuk divaksinasi, disterilkan, dan dipersiapkan untuk diadopsi. Peserta adopsi pertama adalah Sami Haxhaj (52) yang telah mengadopsi 10 anjing dari pemerintah kota. Dengan jumlah ini, setiap bulan ia berhak menerima 500 euro (Rp 8,8 juta). (Yoga)


Tarif, Jadi Senjata Uni Eropa

KT3 14 Jun 2024 Kompas

Setelah AS, giliran Uni Eropa menaikkan tarif bea masuk impor mobil listrik China. Bukan hanya China, sejumlah anggota Uni Eropa juga tidak setuju keputusan yang dapat memicu perang dagang tersebut. Komisi Eropa mengumumkan kenaikan itu pada Rabu (12/6) di Brussels, Belgia. Pada Kamis (13/6), jubir Kemenlu China, Lin Jian, mengatakan, Beijing mendesak Komisi Eropa berhenti menjadikan perdagangan sebagai isu politik. Saling percaya UE-China tidak perlu dirusak. Komisi Eropa berkilah, industri otomotif Eropa perlu perlindungan dari persaingan tidak sehat. UE selama ini mengeluh susah bersaing dengan mobil-mobil listrik China yang harganya sangat murah. Subsidi Beijing disebut sebagai penyebab harga bisa ditekan. UE menyebut, perusahaan Eropa tidak mendapat subsidi. Seal U dari BYD dijual 41.990 euro. Dacia Spring buatan DFSK di beberapa negara UE malah hanya 8.000 euro.

Sementara Audi A3 dan Mini bisa dijual 40.000 euro. Akan tetapi, umumnya harga mobil listrik Eropa di atas 50.000 euro. Kini, seluruh produk mobil listrik China dikenai tarif 10 %. Ke depan, tarifnya akan berbeda. SAIC, yang mengendalikan Wuling dan bekerja sama dengan Volkswagen, dikenai tambahan tarif bea masuk impor 38,1 persen. Geely, yang mengendalikan Volvo dan punya saham di Mercedes, dikenai tambahan 20 %.  BYD yang merajai pasar mobil listrik dikenai tambahan 17,4 %. Kini, 30 % pasar mobil listrik Eropa dikuasai pabrikan China. Dibandingkan AS, UE menerapkan tarif lebih rendah. Beberapa pekan lalu, AS mengumumkan tarif bea masuk impor hingga 100 % bagi mobil-mobil listrik China. UE akan menerapkan tambahan itu bertahap mulai 4 Juli 2024. Pada November 2024, tarif baru akan berlaku sepenuhnya. (Yoga)


Pemuda yang Jadi Beban

KT3 13 Jun 2024 Kompas

Berdalih lowongan pekerjaan tidak sesuai kualifikasi pendidikan, banyak orang muda Korsel memilih menganggur. Mereka mengandalkan orangtua untuk hidup sehari-hari. Harian South China Morning Post, Selasa (11/6) menyebutkan, semakin banyak kakek-nenek di Korsel yang menghabiskan banyak waktu dan uang untuk cucu-cucu mereka. Inflasi yang tinggi membuat orangtua semakin sulit mengurus anak-anak mereka sendiri sehingga butuh bantuan kakek-nenek. Sementara, banyak orang muda menganggur atau tidak mampu mandiri. Layanan Informasi Ketenagakerjaan Korsel mencatat, pada 2020, 66 % warga Korsel berusia 25-34 tahun tinggal bersama orangtua atau hidupnya dibiayai orangtua meski ta tinggal serumah. Mereka disebut sebagai ”generasi kanguru,” mengacu pada anak kanguru yang terus tinggal di kantong induknya.

Harian The Korea Times, Kamis (6/6) menulis pada 2020, 73,4 % generasi kanguru tidak tamat kuliah dan 69,4 % di antaranya berasal dari Seoul dan sekitarnya, dan 66 % di antara mereka menganggur. Salah satunya Kim Young-joon (30) yang setiap hari ribut dengan orangtuanya karena perkara sepele. Pria yang lulus S-2 itu tersinggung setiap kali orangtuanya menasihati dia untuk mencari pekerjaan. Ia tidak mau bekerja karena lowongan kerja dianggap tidak sesuai pendidikannya. Kim mengatakan, dirinya bukan tidak mau bekerja. Namun, sekarang semakin sulit mendapatkan pekerjaan yang layak hingga bisa membuatnya mandiri secara finansial. Banyak orang muda tidak keluar dari rumah orangtuanya untuk hidup mandiri karena memang menganggur. (Yoga)


Kemendag Bidik Peningkatan Perdagangan dari Turki dan Nigeria

KT1 12 Jun 2024 Investor Daily

Kementerian Perdagangan (Kemedag) mencoba meningkatkan perdagangan dengan Turki dan Nigeria.  Langkah peningkatan bilateral tersebut dilakukan disela-sela Pertemuan Tingkat Menteri ke-3 Komite Perundingan Perdagangan Sistem Preferensi Perdagangan Organisasi Kerja Sama Islam/OKI (Trade Preferential System-Organisation of Islamic Cooperation/TPS-OCI) dan Pertemuan Informal Menteri Perdagangan D-8. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10-11 Juni 2024 di Istambul, Turki.

Mendag Zulkifli Hasan saat melakukan pertemuan bilateral dengan menteri Perdagangan Turki Omer Bolet, mendorong dilanjutkannya perundingan Indonesia-Turkiye Comprehensive Economic Partnership (IT-CEPA) yang sempat tertunda selama 4 tahun. Dia mengatakan, dengan mempercepat IT-CEPA, maka berbagai kerja sama  dalam rangka meningkatkan perdagangan kedua negara juga bisa diakselerasi. "Indonesia mendorong untuk segera melakukan perundingan IT-CEPA Sebagaimana kesepakatan Presiden RI dan Presiden Turki," ujar Mendag. (Yetede)

Perayaan Idul Adha di Asia Tenggara Serentak

KT3 09 Jun 2024 Kompas (H)

Mayoritas Muslim di Asia Tenggara akan merayakan Idul Adha pada 17 Juni 2024. Sementara di Arab Saudi, rencana pergerakan jemaah terus dimatangkan. Waktu Idul Adha di Indonesia, bersama Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam, serentak pada 17 Juni 2024. Keputusan Pemerintah Indonesia sama antara lain dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Pusat Muhammadiyah. Hasil Sidang Isbat Awal Zulhijah 1445 yang disampaikan Wakil Menag RI Saiful Rahmat Dasuki, di Jakarta, Jumat (7/6) malam, menetapkan 1 Zulhijah 1445 Hijriah jatuh pada Sabtu (8/6). Dengan demikian, Idul Adha 10 Zulhijah 1445 H akan berlangsung pada Senin (17/6).

Ketetapan Indonesia diambil berdasarkan hasil hisab kemungkinan terlihatnya hilal dengan kriteria baru Menag Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Artinya Idul Adha di mayoritas Asia Tenggara berbeda dari Timur Tengah. Laporan Proyek Pengamatan Hilal Global (ICOP) Pusat Astronomi Internasional (IAC) yang berpusat di Abu Dhabi, UEA, menyebut ada 20 negara merayakan Idul Adha pada Minggu, umumnya negara-negara Arab, baik di Jazirah Arab maupun Afrika. Negara itu adalah Arab Saudi, Aljazair, Bahrain, Djibouti, Irak, Kuwait, Lebanon, Libya, Mesir, Palestina, Qatar, Somalia, Sudan, Suriah,Tunisia, Uni Emirat Arab, Yaman, dan Jordania. Nigeria dan Turki juga merayakan Idul Adha pada 16 Juni 2024. (Yoga)


Sanksi MUFG dan Afiliasi

HR1 08 Jun 2024 Kontan
Bank dan dua sekuritas di bawah naungan Mitshubishi UFJ Financial Group (MUFG) kemungkinan bakal dikenai sanksi. Perusahaan tersebut diduga saling berbagi data nasabah tanpa pesetujuan nasabah tersebut. Menurut laporan Nikkei, Jumat (7/6), Bursa Efek Jepang kini berencana memberi rekomendasi kepada Otiritas Jasa Keuangan Jepang terkait sanksi yang harus dikenakan kepada tiga perusahaan itu, yakni MUFG Bank, Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities dan Morgan Stanley MUFG Securities. Bank MUFG diduga mendapat data klien dari kedua sekuritas afiliasinya tersebut. Data tersebut termasuk detail merger antara satu produsen material Jepang dan perusahaan asing pada 2021. Setelah rekomendasi dikeluarkan, otoritas Jepang akan memutuskan sanksi pada awal Juni ini. Di Jepang, aturan yang membatasi bank dan perusahaan sekuritas di dalam satu grup untuk saling berbagi data nasabah, tanpa persetujuan nasabah tersebut.

Alarm Ketidakpastian Pasar Kerja Global

KT3 08 Jun 2024 Kompas

Organisasi Buruh Internasional atau ILO memperingatkan bahwa berbagai krisis dan tantangan skala global masih akan menyebabkan ketidakpastian pasar kerja. Dalam laporan riset ILO berjudul ”World Employement and Social Outlook: May 2024 Update” pada akhir Mei 2024, ILO memperkirakan, dalam jangka menengah, situasi pasar kerja masih tidak menentu akibat penyesuaian kebijakan moneter dan fiskal skala global. Pasar tenaga kerja selama ini cenderung bereaksi lambat. Karena itu, kebijakan makroekonomi yang restriktif semakin berefek tunda pada pasar tenaga kerja. Meski agregat pertumbuhan ekonomi global masih relatif kuat dan inflasi global agregat menurun, banyak negara masih berada dalam situasi rentan.

Mereka menghadapi berbagai tantangan, seperti konflik, kerawanan pangan, krisis biaya hidup, meningkatnya utang, dan krisis fiskal. Berdasarkan laporan riset itulah, Dirjen ILO Gilbert F Houngbo mengungkapkan terjadinya ambivalensi terhadap kondisi pasar kerja saat ini. Semua negara, pada tingkat pemulihan yang berbeda-beda, relatif telah kembali ke tingkat aktivitas ekonomi seperti pada periode sebelum pandemi Covid-19. Namun, isu perang dan tantangan teknologi kecerdasan buatan akan semakin berpengaruh terhadap pasar kerja.

ILO, memproyeksikan tingkat pengangguran global 4,9 % pada 2024 dan 2025, turun sedikit dari angka 5 % pada 2023. Angka tingkat pengangguran global pada 2023 itu juga merupakan revisi dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,2 %. ”Pada saat yang sama, sumber ketegangan semakin meningkat. Situasi yang memprihatinkan di Timur Tengah telah menambah krisis yang sudah ada,” ujarnya dalam pidato sambutan pembukaan Konferensi Perburuhan Internasional (ILC) Ke-112 yang diunggah di laman ILO dan dikutip pada Jumat (7/6).

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Indonesia Mohammad Faisal, pada hari Jumat berpendapat, ”Untuk negara dengan tingkat informalitas tinggi, seperti Indonesia, definisi kesenjangan pekerjaan seperti yang ILO sampaikan perlu didefinisikan ulang. Banyak angkatan kerja di Indonesia yang tidak bisa bekerja di sektor formal, lalu masuk ke lapangan kerja informal. Mereka ini tidak terhitung menganggur,” papar Faisal. Pekerja Indonesia yang akhirnya masuk ke lapangan kerja informal harus dilihat keberlanjutan upah layaknya. Tren yang terjadi pascapandemi Covid-19 sampai sekarang, jumlah pekerja informal di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan formal. (Yoga)


Bahas Perdamaian, Prabowo Bertemu Presiden Ukraina

KT1 03 Jun 2024 Investor Daily (H)
Menteri Pertahanan Probowo Subianto bertemu dengan Presiden Ukraina H.E Volodymyr Zalesnky membahas pentingnya menjaga perdamaian dan keamanan internasional. "Salam hangat dan apresiasi kepada Presiden Ukraina atas inisiatif pertemuan hari ini, khusus untuk membahas pertahanan," ujar Prabowo. Pertemuan dua negara bertujuan untuk meningkatkan kerja sama pertahanan dan mengatasi isu global yang mendesak. Dalam pertemuan yang berlangsung hari Sabtu (1/6/2024) itu, kedua belah pihak menegaskan pentingnya menjaga perdamaian dan keamanan internasional di tengah terjadinya sejumlah konflik, tantangan keamanan global dan regional, serta ancaman terorisme. (Yetede)                           

PLTN Modular Kecil Bisakah di Indonesia

KT1 03 Jun 2024 Investor Daily (H)
Pemerintah Federal Rusia mengklaim menjadi pionir dalam pengembangan flooting nuclear power plant (FNPP) berdaya rendah. Pembangkit ini menggunakan reaktor modular kecil (small modular reactor/SMR) dengan kapasitas daya hingga 300 megawatt (MW). Apakah Indonesia bisa mengadopsi teknologi ini? Investor Daily berkesempatan meninjau langsung pembangkit nuklir yang ada di Rusia. Di negara itu, solusi pemenuhan energi berkelanjutan itu melalui FNPP atau PLTN terapung. FNPP pertama di dunia beroperasi di Pevek pada Mei 2020. FNPP ini dimiliki dan dioperasikan Rosatom yang merupakan BUMN nuklir Pemerintah Federasi Rusia. Pevek merupakan wilayah terpencil (remote area) paling utara Rusia, bagian dari sabuk Arktik. FNPP bernama Akademik Lomonosov itu memiliki dua reaktor dengan kapasitas masing-masing 30 MW. (Yetede)

Stop Lingkaran Setan Pekerja Anak

KT3 30 May 2024 Kompas

BBC mengungkap anak-anak dipekerjakan di perkebunan yang terkait dengan perusahaan ternama dunia. Isu pekerja anak masih jauh dari selesai. Hasil jurnalisme investigasi media arus utama asal Inggris tersebut, Luxury perfumes linked to child labour, BBC finds, menunjukkan, anak berusia 5-15 memetik melati di suatu perkebunan di Mesir bersama orangtuanya. Dalam sehari, satu keluarga hanya memperoleh Rp 24.000 (Kompas.id, 28 Mei 2024). Angka itu jauh lebih kecil dibandingkan harga jual bahan baku wewangian itu ke perusahaan parfum di Eropa. Jika dibandingkan dengan harga jual produk-produk parfum bermereknya, tentu lebih miris lagi. Data Badan PBB untuk Anak-anak (Unicef) dan Organisasi Buruh Internasional (ILO) pada 2021 menunjukkan, jumlah pekerja anak terus meningkat, menembus 160 juta di seluruh dunia.

Pekerja anak rawan mengalami kekerasan fisik dan mental. Hak bermain terampas, hak atas rasa aman, perlindungan, dan kasih sayang tak terpenuhi, hak pendidikan pun terabaikan. Kondisi tersebut menghalangi anak meraih kehidupan lebih baik. Akibatnya, dari pekerja anak kelak akan lahir pekerja anak kembali. Sebuah lingkaran setan kemiskinan. Dunia sepakat kondisi buruk itu harus diakhiri. Pemerintah dan swasta, termasuk perusahaan, harus memastikan rantai produksinya bebas dari pekerja anak juga segala bentuk perbudakan modern.

Di Indonesia, pada 2020, ada 1,33 juta pekerja anak atau satu hingga dua dari 100 anak bekerja di luar durasi kerja yang diperbolehkan. BPS mendefinisikan pekerja anak berdasarkan UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dengan ketentuan, anak 5-12 tahun yang bekerja tanpa mempertimbangkan jam kerja; usia 13-14 tahun yang bekerja lebih dari 15 jam per minggu; dan usia 15-17 tahun yang bekerja lebih dari 40 jam per minggu. Mereka yang terlibat pekerja anak wajib dihukum berat dan hak anak yang menjadi korban dijamin. Laporan BBC menunjukkan, lingkaran setan pekerja anak belum berhasil diputus. Semua pihak perluintrospeksi diri dan terpacu untuk makin ketat mematuhi UU yang berlaku. (Yoga)