;
Tags

Humaniora

( 43 )

Mediasi Kasus Konflik Satwa dengan Manusia

KT3 13 Mar 2024 Kompas (H)

Kepolisian Resor Lampung Barat bersama instansi terkait melakukan mediasi konflik antara manusia dan harimau sumatera yang berujung pada pembakaran kantor Resor Suoh Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Masyarakat diimbau menahan diri selama upaya penangkapan hewan buas itu. ”Kami prihatin atas kejadian yang menimpa korban. Namun, kami menyayangkan kejadian perusakan yang dilakukan warga. Kami minta masyarakat menjaga situasi kondusif karena saatini semua pihak tengah berusaha mencari binatang tersebut,” kata Kapolres Lampung Barat AKBP Ryky Widya Muharam, Selasa (12/3). Insiden pembakaran kantor Resor Suoh TNBBS di Kabupaten Lampung Barat, Lampung, terjadi Senin (11/3) sore.

Kejadian bermula saat Samanan (41), warga Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, diserang harimau di kebun. Samanan adalah korban ketiga yang diserang harimau. Sebelumnya, dua warga Lampung Barat tewas akibat diterkam harimau pada Februari 2024. Korban yang mengalami luka pada bagian kepala dibawa ke puskesmas setempat. Massa yang marah kemudian bergerak menuju kantor Resor Suoh TNBBS dan membakar kantor milik pemerintah tersebut. Setelah insiden pembakaran kantor, aparat Polres Lampung Barat mengamankan lokasi. Masyarakat diimbau kembali ke rumah. Saat ini situasi sudah kondusif. Ryki mengatakan, masyarakat diminta bekerja sama dan mematuhi imbauan petugas untuk tidak beraktivitas sendirian di kebun.

Warga juga diminta tidak pergi ke kebun pada jam-jam aktif harimau, yakni pukul 15.00 hingga keesokan hari pukul 10.00. Jika ada yang bertemu harimau, warga diizinkan melakukan tindakan represif terhadap harimau untuk melindungi keselamatan dirinya. Kepala Balai Besar TNBBS Ismanto mengatakan, kantor Resor Suoh yang selama ini menjadi tempat petugas kehutanan bekerja telah rata dengan tanah akibat dibakar massa. Barang-barang milik negara untuk bekerja, seperti laptop, printer, dan GPS, juga rusak dan tidak dapat digunakan kembali. Terkait konflik harimau dengan manusia, Ismanto menerangkan, harimau liar itu sebenarnya masih berada di hutan TNBBS yang merupakan habitatnya. Selama ini masyarakat masih beraktivitas di dalam habitat satwa liar. Ia menyebut, upaya penangkapan harimau dilakukan dengan memasang empat kandang di sejumlah lokasi. (Yoga)

Kesesuaian Keterampilan di Dalam Negeri Tentukan Diaspora Pulang

KT3 14 Sep 2023 Kompas

Perkembangan industri dalam negeri yang dianggap belum maju memengaruhi permintaan keterampilan yang dibawa oleh diaspora Indonesia. Pemerintah perlu mendorong terciptanya iklim ketenagakerjaan yang membuat para diaspora turut membangun Tanah Air. ”Banyak diaspora Indonesia sebenarnya ingin kembali ke Tanah Air, tetapi akhirnya harus berhadapan dengan isu kesesuaian keterampilan yang mereka punya dengan lapangan pekerjaan di dalam negeri. Gaji memang penting, tetapi kesesuaian keterampilan jadi factor yang lebih penting bagi mereka sebelum memutuskan kembali,” ujar Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira, Rabu (13/9) di Jakarta.

Untuk mengatasi permasalahan itu, pemerintah bisa memfasilitasi pelaku industri swasta dalam negeri untuk meningkatkan penelitian yang melibatkan diaspora Indonesia. Industri yang berpartisipasi bisa diberikan pengurangan pajak dari penghasilan bruto paling tinggi (insentif super tax deduction). Pemerintah juga perlu menjaga stabilitas politik supaya iklim investasi tetap menarik. Pemerintah bisa meminta diaspora Indonesia dengan keterampilan yang dimiliki untuk menjadi mentor. Beberapa lembaga pelatihan milik pemerintah membutuhkan tenaga pelatih terampil, tetapi sering kali pemenuhannya tidak optimal. ”Jika diaspora Indonesia dipekerjakan sebagai mentor, keterampilan yang mereka miliki tetap terpakai. Mereka juga sekaligus bisa transfer ilmu,” ujar Bhima. (Yoga)


Media Sosial yang Semakin Tidak ”Sosial”

KT3 24 Jul 2023 Kompas

Setelah Threads, aplikasi media sosial baru besutan Meta yang menawarkan pengalaman blog singkat untuk pengguna Instagram, dirilis, banyak jenama besar bergabung. Contohnya, Pizza Hut Indonesia, Netflix, Olipop, dan Wendy’s. Mereka menggunakan bahasa ramah dan slang internet trendi sebagai bagian promosi. Tak sedikit pula pemengaruh dan selebritas menggunakan Threads. Threads belum memiliki iklan, tetapi mereka bergegas memakai Threads karena mengejar konsumen. Platform media sosial lain, Snapchat dan Tiktok, juga dipenuhi konten video para pemengaruh. Bahkan, Tiktok melebarkan sayap ke fitur e-dagang dalam platform yang sama, yakni Tiktok Shop. Fitur ini memungkinkan jenama skala kecil sampai besar berjualan. Selain e-dagang, Tiktok juga merambah bisnis baru, yaitu Tiktok Music. Ini merupakan layanan musik jenis baru yang menggabungkan kekuatan penemuan musik di media sosial Tiktok dengan layanan streaming music yang menawarkan jutaan lagu dari ribuan artis. Tiktok Music sudah meluncur di pasar Indonesia dan Brasil serta sedang diujicobakan di pasar Australia, Singapura, dan Meksiko.

Saat ini, feed Instagram dan Facebook cenderung amat mudah dipenuhi iklan atau unggahan bersponsor. Di Twitter, unggahan yang mendapatkan visibilitas paling banyak dapat disimpan oleh pelanggan berbayar. Platform media sosial besar itu cenderung bernuansa ”korporat”, tak lagi ”sosial”. Disadari atau tidak, media sosial bukanlah ruang alami untuk bekerja, bersosialisasi, dan bermain. Meski begitu, tiga perilaku itu jadi kebiasaan masyarakat dalam menggunakan media sosial. Meta dan lainnya menikmati peningkatan besar dalam keuntungan iklan berbasis data terkait yang dibuat oleh ekonomi konten. Konten tersebut digerakkan oleh perhatian warganet. Pemerhati budaya dan komunikasi digital UI, Firman Kurniawan, saat dihubungi Minggu (23/7) di Jakarta, berpendapat, media sosial tidak akan mati. Pengembangan aneka fitur yang kini dilakukan oleh perusahaan platform media sosial raksasa itu bertujuan agar bisa bersaing satu sama lain. Mereka ingin memastikan warga tetap betah berlama-lama di platform. Dengan begitu, mereka bisa membuat profil data untuk keperluan pengiklan hingga aktivitas politik. (Yoga)


Ada Bintang di Dalam Perusahaan Anda

KT3 08 Jun 2023 Kompas

Perebutan sumber daya hebat masih terus berlangsung di pasar tenaga kerja. Perusahaan saling bajak dan mencari sumber daya unggul demi meningkatkan kinerja perusahaan mereka. Situasi berbeda dialami oleh perusahaan-perusahaan dengan modal cekak atau mereka yang tengah terdisrupsi. Kenyataan ini muncul dalam obrolan MIT Sloan Management Review dengan Executive Director the Fuqua dan Coach K Center on Leadership and Ethics (COLE) di Universitas Duke, Sanyin Siang, beberapa waktu lalu. Sanyin mengatakan, sangat mudah bagi seorang pemimpin untuk mengalah pada mentalitas takut akan kelangkaan sumber daya yang hebat di dalam sebuah tim. Mereka percaya pada omongan dan cara pandang bahwa orang-orang mereka yang saat ini ada di dalam perusahaan tidak  cukup baik untuk menyelesaikan masalah tertentu.

Ketika kita mencermati masalah ini, sering kali kita menemukan kenyataan bahwa potensi tim yang ada belum sepenuhnya muncul dan berwujud. Oleh karena itu, membangun tim yang hebat hampir selalu merupakan masalah untuk mengaktifkan potensi yang belum dimanfaatkan. Pemimpin yang baik tidak mudah untuk langsung berpikir ”membeli” sumber daya yang dianggap bagus dari luar. Kadang upaya ini malah memunculkan masalah baru, seperti karyawan lama terabaikan. Kehadiran orang yang hebat atau dianggap hebat kadang juga memerangkap seorang pemimpin. Film documenter The Last Dance di HBO tentang tim bola basket Chicago Bulls memberi tahu kita banyak hal tentang pentingnya kerja sama tim dibandingkan sekadar kehadiran orang hebat.

Anggota Forbes Council Mark Samuel dalam tulisannya mengatakan, ketika Michael Jordan pertama kali bergabung dengan Bulls, dia adalah bintang tim. Dia sangat ahli dalam bermain dan mereka bisa memenangi lebih banyak pertandingan. Akan tetapi, mereka tidak pernah memenangi kejuaraan NBA. Semua berubah ketika Phil Jackson menjadi pelatihnya, ia berhenti memusatkan permainan di sekitar Michael Jordan dan mulai menyatukan para pemain sebagai tim dan tidak membiarkan pemain terbaik itu sebagai fokus di dalam tim hingga diposisikan sebagai pahlawan. Chicago Bulls kemudian memenangi Kejuaraan NBA tiga tahun berturut-turut dan enam kali secara keseluruhan. Ada pelajaran kerja yang berharga di sini untuk organisasi dan pemimpin lain, yaitu memosisikan seseorang sebagai yang terbaik atau pahlawan malah bakal membuat tim menjadi buruk. (Yoga)


2024, Jokowi Targetkan Kemiskinan Ekstrem Capai Nol Persen

KT1 07 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia akan turun drastis hingga mencapai target nol persen pada 2024. Pemerintah sudah memiliki data spesifik individu mau pun keluarga yang harus dituntas dari masalah tersebut sehingga mempermudah untuk mencapai target nol persen pada 2024. Hal ini ditegaskan Presiden Jokowi usai menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDI Perjuangan di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (06/06/2023). "Tetapi kita terkendala di (pengendalian pandemi) COVID-19 hampir dua setengah tahun. Tapi saya masih meyakini itu di 2024 akan turun drastis, karena nama dan alamat itu sudah ada semua," kata Jokowi. Persoalan kemiskinan ekstem mengemuka lantaran Rakernas III PDI Perjuangan yang berlangsung 6-8 Juni 2023 mengusung tema "Fakir Miskin  dan Anak Terlantar Dipelihara Diperlihara oleh Negara,". Oleh karena itu kombinasi kedua hal tersebut memberi kemudahan dalam upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem. Kendati demikian, Presiden menekankan  bahwa kemudahan  itu harus dibarengi dengan kerja-kerja sinergis dan terkonsolidasi baik antara pemerintah pusat, kementerian/lembaga non kementerian pemerintah, maupun pemerintah daerah. (Yetede)

Iklan Lowongan Palsu Berujung TPPO

KT3 29 May 2023 Kompas

Pemerintah kembali memulangkan warga negara Indonesia yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang atau TPPO dan dipekerjakan sebagai penipu daring di luar negeri. Guna mencegah lebih banyak korban, warga perlu mewaspadai penipuan berkedok iklan lowongan pekerjaan, terutama di media sosial. Sementara pemerintah disarankan untuk terus memperbaiki sistem informasi pasar kerja yang valid. Dalam pernyataan pers di Jakarta, Sabtu (27/5) malam, Menaker Ida Fauziyah mengatakan, pihaknya mengapresiasi KBRI di Manila, Filipina, yang bergerak cepat dengan memulangkan 53 WNI korban perekrutan penipu daring (online scammer) internasional di Filipina. Kejadian ini menambah deretan kasus WNI yang mengalami masalah serupa. Sebelumnya, Kemlu mengurus pemulangan 60 pekerja migran Indonesia yang disekap perusahaan investasi palsu di Phum 1, Preah Sihanoukville, Kamboja, karena tidak memenuhi target transaksi. Mereka merupakan korban TPPO. Mulanya mereka direkrut dan ditempatkan secara ilegal ke Kamboja oleh perorangan.

”Salah satu penyebab terjadinya kasus ini adalah ketidaktahuan masyarakat terhadap proses penempatan pekerja migran Indonesia yang sesuai prosedur. Saat bersamaan, berkembang lowongan kerja yang menipu di media sosial dan proses penempatan/pemberangkatan yang dilakukan oleh perorangan secara tertutup melalui pesan singkat di aplikasi pesan instan dan media sosial,” ujar Ida. Ciri iklan lowongan kerja yang sebenarnya merupakan penipuan. Ciri pertama, data dan alamat perusahaan penempatan tak jelas. Kedua, iklan lowongan atas nama perorangan. Ketiga, syarat bekerja ringan, tetapi menawarkan gaji fantastis. Ida menambahkan, masyarakat perlu aktif dengan memberikan informasi kepada Kemenaker melalui kontak 1500-630 atau Whatsapp 08119521150. Apabila memperoleh informasi peluang kerja di luar negeri melalui media sosial, masyarakat diminta mengklarifikasi kebenarannya kepada dinas tenaga kerja atau layanan terpadu satu atap. (Yoga)


Kegilaan Massal Berburu Konser

KT3 28 May 2023 Kompas (H)

Pertempuran sudah usai bagi DianTriani (27). Perang tiket konser Coldplay pada 17 dan 19 Mei 2023 dilepas dengan tangan hampa setelah berjibaku untuk tiket kategori 2 atau 3. Padahal, hari pertama pembelian, ia menghabiskan waktu lima jam demi tiket seharga Rp 4 juta dan Rp 3,25 juta itu. ”Sudah, menunggu saja. Menurut rencana, bareng tim kantor beli dari orang yang kenal. Semuanya 14 orang, tapi mau dikabari lagi,” katanya, Jumat (26/5) di Jakarta. Sejak hiruk pikuk soal Coldplay viral di pelbagai media sosial pada awal Mei 2023, Dian bersama teman-temannya sudah mengambil ancang-ancang. ”Waktu aku akses, ternyata sudah masuk18.000 pengantre. Enggak boleh refresh page (memuat kembali halaman internet) pula sampai akhirnya ditutup,” katanya. Ia sampai menggunakan laptop dan ponselnya. Kesempatan yang belum tentu datang lima tahun lagi mendorong Dian ikut berduyun-duyun mengantre tiket. ”Setim memang ada yang fans Coldplay, tapi beberapa teman gen (generasi) Z tahu cuma lima lagu topnya gara-gara euforia saja, sih. Jadi, pengin ikut,” ucapnya. Saat ditanya lagu-lagu Coldplay, warga Pasar Minggu, Jakarta, tersebut merapal ”Viva La Vida”, ”Fix You”, dan ”Yellow”.

Hasrat dia menyaksikan aksi Coldplay lantaran sangat menyukai konser. ”Kayaknya hampir semua, termasuk Blackpink (di Jakarta, Maret 2023), aku datang walau bukan penggemar K-pop,” katanya. Dora Dwi Puteri (35) Warga Bekasi, Jabar yang menghadiri konser Blackpink, paham K-pop pun tidak. Aku juga dating ke konser Westlife di Bandung (Februari 2023),” tuturnya. Obsesi Dora menonton konser dinyalakan antusiasme menyaksikan keriaan. Ia acuh tak acuh jika disebut fear of missing out (FOMO) alias ogah ketinggalan tren. ”Enggak masalah, malah jadi candaan teman-teman. Kalau nonton konser suka bilang, iya, nih, lagi FOMO aja,” ujarnya sambil tertawa. Lucky Pramana (26) bernasib seberuntung namanya. Untuk konser Coldplay, dia dapat satu karcis berposisi strategis, yaitu kategori 3, area berkursi dengan pandangan lurus ke panggung, seharga Rp 3,25 juta di luar pajak. Karyawan agensi ini tak terlalu hafal judul-judul album Coldplay. Ia lebih ingat judul lagu-lagu Coldplay, terutama yang dirilis sejak 2015 hingga album terkini, Music of the Spheres (2021). Lucky terdorong rekan-rekan sekantornya ikutan perang karcis meski hanya segelintir lagu yang ia hafal. ”Pas awal bulan itu (Mei), divisiku dapat bonus proyek kantor. Jadi, anak-anak (teman-temannya) sedang punya duit. Momennya pas, lha. Eh, ternyata aku dapat (karcis),” katanya.

Rasanya bisa dimaklumi jika terjadi demam atau mania ketika Coldplay mengumumkan konsernya pada 15 November 2023. Tak sampai tiga jam, sekitar 70.000 karcis ludes. Kegilaan yang muncul untuk memburu tiket band asal Inggris itu melahirkan guyonan sarkastik berbunyi, ”Kebutuhan manusia itu ada tiga, yakni primer, sekunder, dan konser”. Coldplay memang punya banyak penggemar di negeri ini. Berdasarkan data dari pelantar musik digital Spotify, pendengar bulanan Coldplay di Indonesia mencapai 2,93 juta, terbanyak keempat di seluruh dunia. Sementara di pelantar Youtube, video-video Coldplay disimak 12,4 juta penonton bulanan atau 12,7 % dari penonton global. Tergambar bahwa basis penggemar Coldplay di Indonesia amat besar (Kompas.id, 21/5/2023). Angka-angka itu bisa menjadi statistik ampuh sebagai acuan band atau agensinya untuk menghelat konser di negara terkait. Melihat angka itu, Indonesia pantas jadi tujuan prioritas. Peneliti budaya populer dan gaya hidup Universitas Pasundan, Idi Subandy Ibrahim, menjelaskan, apresiasi terhadap dunia hiburan tergantung kecerdasan penontonnya. ”Begitu pula tingkat ekonominya. Ada yang harga berapa pun, tiketnya dibeli. Kalau mampu,” katanya. ”Mereka dengan medsos memainkan psikologi. Khalayak jadi dibidik selalu ingin terlibat dalam agenda kolosal karena ingin diakui, misalnya sudah menonton konser,” katanya. (Yoga)


Sumber Daya Manusia Indonesia Dinilai Belum Siap

KT3 15 May 2023 Kompas

Sumber daya manusia yang tersedia di Indonesia dinilai belum siap memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Faktor kemampuan, kapasitas, dan tingkat pendidikan menjadi penyebab. Ketua Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton J Supit mengatakan, perkembangan teknologi AI yang kianpesat tidak dapat dihindari. Secanggih-canggihnya AI jika tidak bisa dimanfaatkan oleh pekerja, tetap tidak berguna. ”Kapasitas SDM Indonesia yang jadi tantangan utama. Untuk mengimbangi perkembangan teknologi AI yang pesat, industri butuh SDM yang kuat,” ujarnya saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (14/5).Mengutip data BPS per Februari 2023, terdapat 146,62 juta orang yang termasuk dalam angkatan kerja. Sebanyak 138,63 juta di antaranya bekerja, sedangkan 7,99 juta lainnya pengangguran.

Dari sisi pendidikan, 39,76 % pekerja di Indonesia berpendidikan SD ke bawah, 19,18 % pekerja berpendidikan SMA, dan 18,24 % pekerja berpendidikan SMP. Adapun pekerja berpendidikan SMK 11,31 %, pekerja berpendidikan diploma IV/S-1/S-2/S-3 sebesar 9,31 %, dan pekerja berpendidikan diploma I/II/III sebesar 2,2 %. Menurut Anton, pekerja di Indonesia masih didominasi lulusan SD dan SMP sehingga cukup sulit memanfaatkan AI dalam pekerjaannya. Sementara itu, lulusan SMK dan pendidikan vokasi masih rendah kontribusinya dalam dunia kerja. ”Ini artinya, Indonesia perlu merumuskan kembali strategi dunia pendidikannya. Jangan sampai perkembangan teknologi tak mampu diimbangi dengan kapasitas SDM yang ada,” kata Anton. (Yoga)


Jaga Konsumsi, Raih Investasi

KT3 13 May 2023 Kompas

Pertumbuhan ekonomi bukan hanya soal angka. Pertumbuhan yang idealnya menyejahterakan seluruh rakyat juga berkorelasi dengan pembangunan manusia. Konsumsi rumah tangga menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan sumbangan terhadap PDB di atas 50 %. Pada triwulan I-2023, berdasarkan data BPS, perekonomian Indonesia tumbuh 5,03 % secara tahunan. Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,54 %, dengan sumbangan 52,88 % terhadap PDB Indonesia. Dengan jumlah penduduk 270 juta jiwa, berdasarkan sensus penduduk 2020, pendapatan yang dibelanjakan masyarakat menopang pertumbuhan PDB. Namun, situasi berubah pada awal pandemi Covid-19, Maret 2020, ketika pemerintah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kebijakan yang berlanjut dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menekan konsumsi rumah tangga. Jutaan orang kehilangan pendapatan akibat PHK atau pengurangan jam kerja. Akibatnya, konsumsi rumah tangga pada triwulan II-2020 tumbuh minus 5,52 % secara tahunan, yang berlanjut hingga triwulan I-2021.

Untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, tanpa menafikan peran konsumsi rumah tangga,  ada baiknya komponen PDB lain ditingkatkan. Pembentukan modal tetap bruto atau investasi, misalnya, punya efek pengganda dalam perekonomian. Investasi menghasilkan barang atau jasa yang bisa dikonsumsi di dalam negeri atau diekspor sehingga menghasilkan devisa ekspor. Investasi memerlukan  bahan baku, barang modal, dan bahan penolong, yang mudah-mudahan bisa dipenuhi dari dalam negeri. Investasi juga menyerap tenaga kerja. Selanjutnya, tenaga kerja akan menggunakan upah atau gajinya,  antara lain, untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhan. Ditengah kondisi ketenagakerjaan Indonesia, serapan tenaga kerja merupakan hal penting. Per Februari 2023, tingkat pengangguran terbuka 5,45 % atau ada 7,99 juta penganggur di Indonesia. Dari 138,63 juta orang bekerja, 83,34 juta orang atau 60,12 % di antaranya merupakan pekerja informal. Sebanyak 39,96 % penduduk bekerja di Indonesia berpendidikan SD ke bawah, naik dibandingkan Februari 2022 yang 39,1 % dengan upah rata-rata Rp 1,9 juta per bulan. Untuk itu, kualitas pendidikan dan keterampilan tenaga kerja mesti ditingkatkan. (Yoga)


Bayi-bayi Dijual sejak Dalam Kandungan Ibunya

KT3 12 May 2023 Kompas (H)

Investigasi Kompas menemukan praktik perdagangan bayi dari sejak bayi-bayi tersebut masih dalam kandungan. Berkedok adopsi, bayi dalam kandungan ditawarkan dengan imbalan hingga puluhan juta rupiah. Transaksi terjadi secara tatap muka ataupun tidak langsung di media sosial. Praktik seperti ini terungkap dari pelacakan grup-grup percakapan tentang adopsi di Facebook pada Maret hingga akhir April 2023. Tim investigasi menghubungi belasan unggahan yang menawarkan bayi untuk diadopsi, salah satunya forum Adopsi Bayi Baru Lahir dan Hamil di Luar Nikah. Di forum ini, tim menghubungi akun Caca yang menawarkan janin di dalam kandungan berusia dua bulan. Setelah dua pekan berkomunikasi, Caca mengaku berumur 24 tahun hidup berpasangan dengan Bima (25) dan kini sudah memiliki tiga anak. Dua di antaranya, yaitu anak pertama dan ketiga, sudah diasuh orang lain. Di kehamilan keempat, Caca kembali menawarkan kandungannya kepada orang lain. ”Saya diberkahi rahim subur sehingga bisa  menolong bunda-bunda yang sulit memperoleh anak,” katanya, pertengahan Maret 2023. Tim menemui pasangan ini di Surabaya, Jatim, Sabtu (25/3).

Sebelumnya, pasangan ini telah menawarkan putra pertama Rp 15 juta dan putra ketiga Rp 35 juta dalam kurun waktu 2018-2022. Dokumen adopsi anak pertama dibuat di Malang di luar jalur resmi 2 Juli 2018 dengan tulisan tangan. Saat dia menawarkan adopsi, usia kehamilannya sembilan bulan. Dokumen adopsi anak ketiga dibuat secara legal di Ngawi pada 20 April 2022. Ketika tawaran adopsi kedua ini disampaikan, usia kehamilannya kurang dari dua bulan. Awalnya, Caca dan Bima menawarkan kandungan Rp 39 juta. Rinciannya, Rp 2 juta per bulan hingga bayi lahir dan Rp 25 juta bersih saat bayi sudah lahir belum termasuk biaya kelahiran dengan operasi caesar dan biaya transportasi. Setelah tawar-menawar, mereka sepakat mengurangi biaya menjadi Rp 35 juta ditambah biaya persalinan dengan operasi caesar. ”Saya sudah tidak bisa bekerja sejak hamil,” kata Caca yang bekerja sebagai SPG di pusat perbelanjaan di Surabaya. Pasangan ini memilih memberikan anak mereka kepada orang lain karena alasan kondisi ekonomi. Keduanya enggan menyerahkan bayi mereka ke yayasan atau panti asuhan karena menganggap prosedurnya rumit juga orangtua kandung tak mendapat imbalan materi saat menyerahkan bayi ke lembaga sosial. (Yoga)