Humaniora
( 43 )INOVASI BISNIS, Perasaan Diabaikan
Majalah Fast Company membahasan tentang problem takut diabaikan (fear of being ignored) atau dilupakan (fear of being forgotten) yang berawal dari fenomena di media sosial, yaitu orang merasa sedih dan cemas karena unggahan mereka kurang mendapatkan respons, seperti komentar atau tanda suka (like). Di dalam ilmu psikologi, masalah ini disebut athazagoraphobia atau fobia yang muncul karena ada perasaan takut melupakan atau perasaan dilupakan. Belakangan, masalah ini muncul secara nyata di dalam dunia bisnis, seperti pimpinan Anda membutuhkan waktu lama untuk menjawab surat elektronik atau Whatsapp Anda, Anda dimasukkan ke dalam sebuah tim tetapi disambut dengan dingin, dan Anda berusaha keras bertemu seseorang tepat waktu, tetapi orang tersebut tidak hadir. Studi dari Sauder School of Business Universitas British Columbia berjudul ”Ostracism More Damaging than Bullying in the Workplace” menyebutkan, diabaikan di tempat kerja berdampak lebih buruk bagi fisik dan mental daripada pelecehan atau intimidasi.
Peneliti menemukan bahwa sebagian besar orang masih menganggap pengucilan kurang berbahaya dari intimidasi. Padahal, perasaan dikucilkan secara signifikan bisa lebih menyebabkan ketidakpuasan kerja, berhenti kerja, dan memunculkan masalah kesehatan. Marty Nemko di dalam tulisannya di laman Psychology Today mengatakan, sesuatu mungkin yang paling penting adalah mengingatkan diri sendiri bahwa kita tidak dapat mengendalikan orang lain. Pengucilan dan perasaan diabaikan di dalam lingkungan kerja menjadi hal baru yang menguat setelah kemunculan media sosial. Pengucilan di tempat kerja adalah fenomena organisasi yang terjadi setiap hari di hampir setiap organisasi, yang memengaruhi kerja, baik manajer maupun anggota tim. Salah satu peneliti mengingatkan tentang keseriusan fenomena ini dan pentingnya perusahaan harus menawarkan bantuan profesional bagi mereka yang menderita dalam kesunyian di tempat kerja. (Yoga)
SDM Terlatih Pimpin Industri Berevolusi
Dengan pelatihan, keterampilan SDM untuk menerapkan teknologi terbaru dalam Revolusi Industri 4.0 akan termutakhirkan sehingga dapat memimpin transformasi manufaktur. Industri makanan-minuman menjadi salah satu sektor manufaktur yang enggan ketinggalan memanfaatkan kesempatan pelatihan SDM dalam menyokong revolusi industri keempat. ”Setelah Hannover Messe ini, selama 2-3 tahun ke depan terdapat pelatihan yang dapat diikuti oleh 800 perusahaan anggota Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi). Totalnya sekitar 1.200 orang di tingkat manajerial (akan mengikuti pelatihan),” tutur Dirjen Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika saat ditemui di sela pameran teknologi Hannover Messe 2023, Minggu (16/4) di Hannover, Jerman.
Materi pelatihan ini berorientasi pada penerapan teknologi dalam Revolusi Industri 4.0. Sejak empat tahun lalu, Kemenperin telah memfasilitasi bimbingan teknis dengan materi serupa yang menggandeng Siemens Indonesia untuk pelaku agro industri. Berbeda dengan bimbingan yang sudah berjalan itu, Putu menyatakan, pelatihan kali ini sudah diselaraskan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia dan peserta dapat memperoleh sertifikat. Head of Vertical Sales Siemens Indonesia Danu Nugroho memaparkan, materi untuk manajer utamanya perihal penerapkan Revolusi Industri 4.0 beserta manfaat yang diperoleh. Manajer yang dapat mengikuti pelatihan mesti cakap berbahasa Inggris serta dapat mengembangkan materi yang diperoleh dalam industri masing-masing di Indonesia.(Yoga)
LEBARAN 2023 Idul Fitri, Momentum Merawat Keberagaman
Pada Idul Fitri 1444 Hijriah ini, masyarakat diharapkan meningkatkan kualitas diri serta mengeratkan solidaritas dan persatuan. Perayaan ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan silaturahmi, juga kualitas ukhuwah umat dan bangsa di tengah perbedaan. Tantangan terhadap soliditas bangsa besar, antara lain karena Indonesia memasuki tahun politik menuju Pemilihan Umum 2024.Hal itu disampaikan sejumlah pejabat negara, cendekiawan Muslim, tokoh agama, dalam sejumlah kesempatan berbeda.
”Setelah satu bulan berpuasa, kita dapat merayakan Idul Fitri dan bersilaturahmi dengan keluarga, orangtua, dan kerabat. Tahun ini adalah mudik pertama tanpa PPKM setelah tiga tahun dalam suasana pandemi (Covid-19). Tentu pergerakan masyarakat jauh meningkat. Untuk itu, saya mengimbau bapak/ibu dan saudara-saudara sekalian untuk berhati-hati saat mudik dan juga saat arus balik nantinya. Selamat hari raya Idul Fitri,” ujar Presiden Jokowi dalam rekaman video yang diunggah pada kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (21/4).
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022-2027 Haedar Nashir mengungkapkan, ukhuwah atau persatuan sesama umat Islam dan bangsa mesti dibangun di atas nilai persaudaraan yang otentik. Setiap insan memiliki kesamaan iman dan kesatuan kemanusiaan yang diberikan Tuhan untuk bersatu dalam paham dan keragaman lainnya. Haedar mengatakan, perbedaan apa pun jangan menghalangi satu sama lainnya untuk bersatu. Namun, bersatu itu bukan identik yang tunggal. ”Tantangannya persatuan atau ukhuwah itu harus dijadikan energi positif secara kolektif dalam memajukan umat dan bangsa,” kata Haedar, Minggu (23/4). (Yoga)
Kebijakan untuk Masyarakat Desa Pesisir
Sebanyak 12.510 desa atau 15,32 % dari total 81.616 desa di Indonesia berada di wilayah pesisir. Sekitar 90 % di antara desa-desa pesisir tersebut mengandalkan sumber daya ikan tangkap sebagai mata pencarian utama penduduk. Sebagai negara kepulauan, 62 % wilayah Indonesia adalah laut. Dengan garis pantai sepanjang 99.083 km, Indonesia menjadi negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Sayangnya, potensi besar sektor kelautan belum tecermin pada kehidupan nelayan di desa-desa pesisir dan indikator ekonomi makro Indonesia. Nelayan adalah salah satu kelompok masyarakat miskin di Indonesia. Data tahun 2021 menunjukkan, dari 10,86 juta orang miskin di Indonesia, 1,3 juta (12,5 %) tinggal di wilayah pesisir. Jika dilihat dari sisi kemiskinan ekstrem, yaitu kondisi ketidakmampuan penduduk memenuhi kebutuhan hidup paling dasar,tingkat kemiskinan ekstrem di wilayah pesisir 4,19 %, lebih tinggi dari angka kemiskinan ekstrem nasional, 4 %.
Beberapa indikator ekonomi makro juga belum menunjukkan potensi besar sektor kelautan Indonesia. Tahun 2021, pangsa pasar ekspor hasil perikanan Indonesia di pasar dunia hanya 3,5 %. Pada 2021 dan 2022, kontribusi sektor perikanan tangkap pada PDB Indonesia masing-masing 2,83 % dan 2,54 %. Adapun sumbangannya pada PNBP senilai Rp 788 miliar dan Rp 1,26 triliun. Kecilnya kontribusi sektor perikanan pada PDB dan PNBP sering dikaitkan dengan masalah pencurian ikan oleh kapal-kapal asing di perairan Indonesia. Di tengah berbagai masalah sektor perikanan tangkap, pemerintah meluncurkan lima kebijakan yang menjadi agenda prioritas KKP. Dua di antara lima kebijakan itu akan menjadi sorotan, yaitu penangkapan ikan terukur berbasis kuota dan pembersihan sampah plastik di laut melalui gerakan partisipasi nelayan. (Yoga)
Membekali Kecakapan Kewirausahaan
Kemandirian hidup di era perubahan yang cepat kian penting bagi anak muda hingga orang dewasa. Bekal kemandirian ekonomi untuk bertahan hidup dan berkembang diperkuat dengan pelatihan kecakapan kewirausahaan. Hal itu juga membuka lapangan kerja bagi orang lain. Sebuah ruangan di gedung First Commercial Building 33 Leighton Road, Hong Kong, disewa tiga tahun lalu. Gedung itu disewa untuk mewisuda para perempuan pekerja migran Indonesia (PMI) yang lulus pelatihan kewirausahaan bersama kelompok belajar Buruh Migran Cerdas (BMC) bimbingan Ciputra Entrepreneurship Center (CEC). Pada Minggu (19/3) acara wisuda yang tertunda karena pandemi Covid-19 bisa digelar untuk 33 orang angkatan 10, 11, dan 12. Selain buruh migran yang diwisuda, acara itu juga dihadiri puluhan alumni BMC dan Elfani Prassanti, Konsul Pendidikan, Sosial, dan Budaya Konjen RI Hong Kong
Pakar kewirausahaan Universitas Ciputra, Antonius Tanan, yang juga pembimbing BMC, menyampaikan, program kewirausahaan bagi pekerja migran merupakan impian mendiang pengusaha Ciputra agar kelak lahir konglomerat baru dari kalangan pekerja migran. Sejak tahun 2010, program pelatihan bagi pekerja migran dijalankan CEC. Selain di Hong Kong, kegiatan serupa dilakukan untuk pekerja migran di Singapura, Korsel, dan Malaysia. Pendiri dan Ketua BMC Tri Sumiyati mengatakan, BMC eksis sejak delapan tahun lalu. Lebih dari 600 alumni ikut program kelas belajar dibimbing tim CEC dari Universitas Ciputra. Banyak alumni BMC jadi pengusaha UMKM di kampong halamannya di Indonesia. Tri mengisahkan buruh migran mudah tergoda membuka usaha penjualan pakaian. ”Kami mengajarkan peserta untuk survei pasar di kampung halaman. Ternyata yang menjanjikan bukan toko pakaian, tapi penjualan gas yang hanya ada satu toko,” paparnya. (Yoga)
Panggung Mereka yang Terempas
Di tengah cengkeraman kepentingan ekonomi industri media, bagaimana mungkin fungsi sosial media massa yang terwujud dalam berbagai kreasi jurnalistik idealnya itu dapat terus dipertahankan? Gugatan kritis reflektif inilah yang menjadi titik acuan bahasan Forum Ombudsman Kompas, Jumat (24/3) yang secara khusus mengevaluasi liputan tematis ”Suara Tak Terdengar”. Liputan tematis ”Suara Tak Terdengar” merupakan kreasi jurnalistik khas Kompas, yang berupaya memanggungkan pergulatan kaum marjinal, yang selama ini terempas dari pusaran berbagai struktur sosial, ekonomi, ataupun politik. Semangat mengetengahkan kaum tertindas sejatinya sudah tak terpisahkan semenjak harian Kompas lahir. Kemanusiaan menjadi perspektif dalam setiap produk jurnalistiknya.
Namun, kini menjadi lebih istimewa lantaran semangat itu telah menjadi rubrikasi tematis yang terbangun dalam biduk konvergensi 4K (Kompas, Kompas TV, Kompas.com, dan Kontan). Sejak Mei 2020, ”Suara Tak Terdengar” rutin menyapa sekaligus ”mengingatkan” kaum mapan, pun elite pengambil ke bijakan, bahwa masih banyak persoalan kaum papa yang perlu dipulihkan. Khusus pada kaum yang terpinggirkan secara ekonomi di era pandemi, misalnya, banyak dipanggungkan. Membacanya, menguras sisi emosi dan sekaligus mengundang empati. Masalahnya, bagaimana pergulatanekonomi kesehariankaum ini yang bertumpu pada aktivitas fisik antar-ruang itu dapat berjalan di saat pandemi yang justru membatasi jarak ruang?
Liputan kaum pemulung (11-13 Mei 2020), nelayan (2-4 November 2020), gelandangan (1-3 Februari 2021), kaum miskin kota Jakarta (21-23 Juni 2021), pekerja migran (24-26 Januari 2022), ataupun liputan terbaru terkait kehidupan kuli angkut (13 Maret 2023) menjadi pengingat masih suburnya ketidakberdayaan. Begitu pula masih langgengnya belitan struktur sosial yang kadang mengempaskan keberadaan kaum rentan perempuan, anak, disabilitas, dan masyarakat hukum adat menjadi perhatian khusus liputan ini. Tidak kurang sering pula ”Suara Tak Terdengar” mengulas kaum yang dalam kehidupan sosial kemasyarakatan kerap dipandang sebelah mata. Keberadaan kaum penghayat kepercayaan (31 Mei-3 Juni 2021), kiprah kaum transpuan dalam struktur biner public (25-27 Juli 2022). Menurut Ashadi Siregar, ketua Ombudsman Kompas, perluasan pada pilihan pola-pola advokasi dalam membela hak yang terpinggirkan dapat menjadi alternatif pilihan. (Yoga)
Pekerja Migran Belum Terlindungi
JAKARTA, ID- Hingga kini, pekerja migran Indonesia belum cukup terlindungi. Oleh karena itu, tata kelola pengiriman buruh migran ke luar negeri perlu dievaluasi serius agar warga negara Indonesia tidak menjadi korban human trafficiking atau perdagangan manusia. "Kalau pemerintah tidak bisa memberikan pekerjaan, minimal memberikan perlingungan kepada masyarakat," ujar Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP) Chrisanctus Paschalis Sitorus dalam wawancara dengan Investor Daily di Jakarta, Kamis (23/3/2023). Pastor Katolik yang biasa disapa Romo Paschal itu datang ke Jakarta untuk meminta perlindungan pada Polri. Akibat aktivitas yang gigih dalam memerangi perdagangan manusia sejak 2013. Romo Paschal mengaku mendapat teror yang tidak berkeputusan, puncaknya awal tahun 2023. Setiap hari ia diteror dan dirayu. Diteror agar ia menghentikan kegiatan memerangi human trafficking. Dirayu agar dia diam dan bekerja sama dengan mafia human trafficikng dengan imbalan uang. "Saya diajak, ditawari sejumlah uang ditawari dengan dihitung per kepala. Ada tawaran-tawaran untuk bekerja sama dan sebagainya, supaya minimal saya tidak bicara lagi. Tidak keras lagi. Mengkritik atau bicara keras terhadap penyeludupan atau pun pengiriman pekerja migran secara ilegal," jelas pendampaing ahli Perlingungan Perempuan dan Anak pada UUPT PPA Provinsi Kepulauan Riau, 2021-2022. (Yetede)
INOVASI BISNIS Relasi Teman Kantor
Setelah pandemi, beberapa perusahaan mulai kembali pulih. Akan tetapi, yang mengancam perusahaan adalah relasi kerja yang berubah. Perubahan dalam relasi kerja bisa menjadi indikator perubahan dalam kinerja tim. Banyak karyawan masih berharap mendapatkan fleksibilitas pekerjaan dari luar kantor sehingga tidak sedikit yang menolak keharusan untuk menghabiskan lebih banyak waktu di kantor. Keadaan ini menyebabkan pemimpin di dalam tim harus mampu memahami kerja hibrida yang menggabungkan waktu di kantor dengan pekerjaan yang dilakukan di luar kantor. Salah satu yang berubah di dalam pola baru dalam pekerjaan adalah ikatan jaringan. Penelitian menunjukkan bahwa perpindahan ke sistem kerja hibrida telah mengurangi beberapa koneksi karyawan ke jaringan mereka di tempat kerja. Padahal, menurut sebuah tulisan di Fast Company, studi menunjukkan ikatan jaringan ini memainkan peran besar dalam inovasi, keseimbangan kehidupan kerja, kepuasan kerja, dan produktivitas, dimana relasi antar karyawan sangat penting bagi perusahaan.
Relasi antar teman dalam perusahaan telah lama jadi bahan riset. Awalnya, riset berdasarkan peran pertemanan dalam hidup yang ternyata menumbuhkan rasa cinta, merasa sehat, dan membuat umur lebih panjang. Chief Human Resources Officer di World Economic Forum Paolo Gallo mengatakan, riset dari Harvard Medical School dengan mengambil data periode 1939-1944 menyebutkan, yang membuat kita bahagia adalah hubungan langgeng dan positif dengan orang-orang yang kita cintai dan hormati. Hidup dalam hubungan negatif atau beracun berefek buruk pada kesehatan, kebahagiaan pribadi, dan harapan hidup kita. Studi yang dilakukan Jobstage di AS menyebutkan, kerja secara hibrida telah menghilangkan 33 % kawan kerja dan 84 % orang mengaku memiliki masa sulit menjalin pertemanan selama bekerja dari luar kantor, yang menyebabkan sejumlah karyawan kesepian. Kedekatan fisik menyebabkan orang mudah menghasilkan ide serta dengan gampang membagikan pengetahuan. Meski demikian, kerja hibrida tak terelakkan. (Yoga)
Manfaat Ditingkatkan
Pemerintah memutuskan meningkatkan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan untuk pekerja migran. Keputusan meningkatkan cakupan manfaat jamsostek bagi pekerja migran Indonesia terangkum dalam Permenaker No 4 Tahun 2023 tentang Jaminan Sosial Pekerja Migran Indonesia, menggantikan Permenaker No 18/2018, dan diundangkan pada 22 Februari 2023.”Kami mengevaluasi pelaksanaan Permenaker No 18/2018. Banyak masukan kepada kami ataupun Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan agar ada perbaikan manfaat baik,” ujar Direktur Bina Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Kemenaker Rendra Setiawan, Kamis (2/3) di Jakarta.
Permenaker No 4/2023 menyatakan, pekerja migran Indonesia yang ditempatkan melalui pelaksana penempatan dan bekerja 24 bulan harus membayar iuran jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) Rp 370.000, bekerja 12 bulan Rp 226.500, dan 6 bulan bekerja Rp 145.500. Untuk pekerja migran perseorangan, Permenaker No 4/2023 mengamanatkan iuran bekerja 24 bulan Rp 332.500, bekerja 12 bulan Rp 189.000, dan bekerja 6 bulan Rp 108.000. Peningkatan manfaat yang ditawarkan Permenaker No 4/2023 diantaranya, pekerja migran yang mengalami kecelakaan kerja di negara penempatan tidak harus pulang ke Indonesia dulu untuk mendapatkan penjaminan biaya perawatan, tetapi bisa di biayai perawatannya di negara penempatan dengan biaya maksimal Rp 50 juta per kasus kecelakaan kerja. Mereka pun mendapat pelayanan home care maksimal Rp 20 juta, diberikan kepada peserta paling lama satu tahun sejak direkomendasikan untuk perawatan di rumah. (Yoga)
KEMISKINAN EKSTREM : Peran Swasta Ditingkatkan
Sejumlah perusahaan besar di Jawa Tengah bakal turut membantu pengentasan kemiskinan di wilayah ini melalui berbagai upaya yang siap dijalankan.Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan pihaknya sudah dihubungi sejumlah perusahaan terkait penanganan kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Perusahaan-perusahaan tersebut, imbuhnya, siap membantu pengentasan kemiskinan dengan pola keroyokan.Hal itu disampaikan Ganjar seusai memimpin rapat koordinasi penanganan kemiskinan 17 Kabupaten di Ruang Rapat Kantor Gubernur B lantai lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (28/2).
“Forum CSR kami siapkan dan beberapa perusahaan swasta kemarin hubungi saya karena kami mau mengumumkan ke publik. Kira-kira kalau kami bagi-bagi tugas, kami butuh hampir Rp500 miliar untuk mengintervensi kemiskinan ekstrem. Jadi enggak banyak sebenarnya,” jelas Ganjar.
“Nanti Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian, Perdagangan kami banyak yang bisa membantu, atau dari perusahaan-perusahaan. Ini kami percepat,” katanya.
“Sementara dari Dinasnaker [dinas ketenagakerjaan] kita sedang berkeliling untuk mengecek perusahaan agar mereka bisa membantu keluarga-keluarga yang di dalamnya ada yang tidak bekerja, terus kemudian bisa mendapatkan penghasilan. Ini yang yang ada,” ujarnya.
Pilihan Editor
-
Parkir Devisa Perlu Diiringi Insentif
15 Jul 2023 -
Transisi Energi Membutuhkan Biaya Besar
13 Jul 2023 -
Izin Satu Pintu Diuji Coba
13 Jul 2023 -
Ekspansi Nikel Picu Deforestasi 25.000 Hektar
14 Jul 2023 -
Masih Kokoh Berkat Proyek IKN
13 Jul 2023









