Iklan Lowongan Palsu Berujung TPPO
Pemerintah kembali memulangkan warga negara Indonesia yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang atau TPPO dan dipekerjakan sebagai penipu daring di luar negeri. Guna mencegah lebih banyak korban, warga perlu mewaspadai penipuan berkedok iklan lowongan pekerjaan, terutama di media sosial. Sementara pemerintah disarankan untuk terus memperbaiki sistem informasi pasar kerja yang valid. Dalam pernyataan pers di Jakarta, Sabtu (27/5) malam, Menaker Ida Fauziyah mengatakan, pihaknya mengapresiasi KBRI di Manila, Filipina, yang bergerak cepat dengan memulangkan 53 WNI korban perekrutan penipu daring (online scammer) internasional di Filipina. Kejadian ini menambah deretan kasus WNI yang mengalami masalah serupa. Sebelumnya, Kemlu mengurus pemulangan 60 pekerja migran Indonesia yang disekap perusahaan investasi palsu di Phum 1, Preah Sihanoukville, Kamboja, karena tidak memenuhi target transaksi. Mereka merupakan korban TPPO. Mulanya mereka direkrut dan ditempatkan secara ilegal ke Kamboja oleh perorangan.
”Salah satu penyebab terjadinya kasus ini adalah ketidaktahuan masyarakat terhadap proses penempatan pekerja migran Indonesia yang sesuai prosedur. Saat bersamaan, berkembang lowongan kerja yang menipu di media sosial dan proses penempatan/pemberangkatan yang dilakukan oleh perorangan secara tertutup melalui pesan singkat di aplikasi pesan instan dan media sosial,” ujar Ida. Ciri iklan lowongan kerja yang sebenarnya merupakan penipuan. Ciri pertama, data dan alamat perusahaan penempatan tak jelas. Kedua, iklan lowongan atas nama perorangan. Ketiga, syarat bekerja ringan, tetapi menawarkan gaji fantastis. Ida menambahkan, masyarakat perlu aktif dengan memberikan informasi kepada Kemenaker melalui kontak 1500-630 atau Whatsapp 08119521150. Apabila memperoleh informasi peluang kerja di luar negeri melalui media sosial, masyarakat diminta mengklarifikasi kebenarannya kepada dinas tenaga kerja atau layanan terpadu satu atap. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023