Bursa
( 805 )BURSA KRIPTO Pemerintah Pertimbangkan Insentif
Pemerintah melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti akan mempertimbangkan pemberian insentif pajak perdagangan aset kripto setelah bursa beroperasi. Pengenaan pajak serta biaya operasional dikhawatirkan membuat investor tak tertarik bertransaksi di bursa domestik. Bursa kripto dikelola oleh tiga lembaga, yakni PT Bursa Komoditi Nusantara (CFX) selaku penyelenggara bursa, PT Tennet Depository Indonesia selaku pengelola tempat penyimpanan, dan PT Kliring Berjangka Indonesia selaku lembaga penjaminan dan penyelesaian perdagangan pasar fisik aset kripto. Konsekuensinya, transaksi melalui bursa akan dikenai biaya tambahan.
Biaya tambahan tersebut kini masih dalam proses negosiasi antara pihak bursa dan para pedagang aset kripto. Sementara ini bursa menetapkan biaya tambahan 0,02 %. Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko, Minggu (20/8) mengatakan, pihaknya mempertimbangkan insentif pajak terhadap aset kripto, mengingat sejumlah pedagang merasa biaya tambahan dan pajak yang dibebankan terlalu besar. ”Untuk insentif, terbuka kemungkinan diberikan. Tentu perlu ada kajian terlebih dulu,” kata Didid. Bappebti menyebut bursa kripto akan mulai beroperasi begitu 30 calon pedagang fisik aset kripto (CPFAK) mendaftar ulang ke Bappebti paling lambat 17 Agustus 2023. Sejauh ini terdapat 27 dari total 30 CPFAK yang telah mendaftarkan diri. (Yoga)
Potensi Cuan di Bulan Kemerdekaan
Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang bulan Agustus positif, kendati masih cenderung bergerak di area 6.800-6.900. Sentimen utama penggerak indeks di bulan ini ialah rilis kinerja emiten yang rata-rata masih sesuai ekspektasi.
Pergerakan IHSG ditengarai bisa lebih agresif pada sisa tahun ini.
Head of Research Team & Strategist
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Robertus Hardy mengatakan, sejak awal tahun ini pergerakan IHSG banyak tersendat oleh koreksi saham-saham komoditas. Di sisi lain, sektor perbankan yang melaju masih mampu menopang indeks.
Nah, di sisa tahun ini, Mirae Asset Sekuritas memprediksi tiga sektor bakal jadi pendorong IHSG. Di antaranya, sektor semen, otomotif, dan telekomunikasi.
Dia mengatakan, ketiga sektor beserta mayoritas perusahaan yang menjadi anggotanya diuntungkan dari naiknya tingkat mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat pasca-pandemi tahun lalu. "Ketiga sektor ini memiliki potensi return yang lebih tinggi dari IHSG, yang saat ini langkahnya masih terbebani sektor komoditas. Mobilitas masyarakat utamanya akan mendorong pembelian mobil dan motor," ujar Robertus, Selasa (15/8).
Head of Research
Investasiku-Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya mengatakan, IHSG bulan ini akan dipengaruhi oleh kebijakan moneter bank sentral AS The Fed dan perlambatan pertumbuhan ekonomi China. Menurutnya, IHSG di Agustus ini berpotensi konsolidasi melemah mengingat secara harga sudah jenuh beli, dengan
support
6.750. Tapi hingga akhir tahun, Cheril masih optimistis IHSG bisa mencapai 7.500.
MSCI Kocok Ulang Small Cap Index
Morgan Stanley Capital International (MSCI) melakukan penyesuaian atau rebalancing terhadap para penghuni indeksnya. Susunan anyar ini akan berlaku 1 September 2023. Dalam rebalancing minor ini, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) bergabung ke dalam MSCI Small Caps Index. Ketiganya menggeser posisi PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX), PT Temas Tbk (TMAS), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Masuknya AUTO tak lepas dari kinerja anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) itu. Laba bersihnya per Juni 2023 sebesar Rp 801,55 miliar, melesat 85,33 % dibandingkan periode sama tahun lalu. (Yoga)
Target Emiten Baru BEI Terlampaui
Empat emiten baru secara bersamaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (8/8/2023). Dengan demikian, ada 59 emiten baru yang tercatat di BEI melalui penjualan saham perdana. Jumlah itu melampaui target 57 emiten baru untuk tahun ini. Direktur BEI I Gede Nyoman Yetna mengingatkan, harapan-harapan para investor harus diperhatikan emiten. (Yoga)
Empat Emiten Baru Penghuni Bursa
Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan empat emiten baru, Selasa (8/8). Mereka adalah PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL), PT ITSEC Asia Tbk (CYBR), PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI), dan PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA).
Pada debut perdananya, saham-saham baru ini bergerak bervariasi. Pada pembukaan awal perdagangan saham, keempat saham ini kompak menguat. Namun, di akhir perdagangan saham kemarin, hanya saham ERAL dan CYBR yang bertahan di zona hijau.
Saham ERAL dibuka naik 9,23% ke level Rp 426 dari harga penawaran awal Rp 390 per saham. Kemudian, saham ERAL cenderung bergerak turun dan ditutup dengan kenaikan yang lebih tipis, sebesar 3,08%.
Sedangkan saham CYBR melesat ke batas atas
auto rejection
(ARA) dan tetap ditutup dengan kenaikan 35% ke harga Rp 135 per saham.
Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, prospek keempat saham ini akan kembali ke prospek fundamental masing-masing.
Keempat saham yang sudah melantai di BEI menjadikan total emiten baru di bursa pada tahun 2022 sudah mencapai capaian tahun lalu, yakni 59 emiten.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, pada pekan ini saja, ada tujuh perusahaan baru yang melantai di bursa.
Nusantara Sejahtera Raya Raih Rp 2,25 Triliun
Pada akhir sesi kedua di hari perdana pencatatan, saham PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk ditutup naik 17,04 persen atau Rp 46 menjadi Rp 316 dari harga perdana Rp 270 per saham. Dari penerbitan saham perdana ini, Nusantara Sejahtera berhasil mendapatkan total dana publik Rp 2,25 triliun. Demikian disampaikan Direktur Utama Nusantara Sejahtera Raya Hans Gunadi di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/8/2023). (Yoga)
Antara Risiko dan Cuan Besar Saham-Saham IPO
Di Agustus ini, penawaran umum saham perdana alias
initial public offering
(IPO) semakin ramai. Di awal Agustus ini saja, sudah ada 10 perusahaan yang sedang menjalani proses penawaran dan telah menetapkan harga IPO. Para calon penghuni Bursa Efek Indonesia (BEI) itu berasal dari sektor dan bisnis beragam. Kebanyakan berasal dari perusahaan sektor properti dan barang konsumsi non-primer.
Nah, investor yang berminat di saham IPO perlu jeli. Karena memilih saham IPO boleh jadi urusan yang susah-susah gampang. Saham-saham IPO cenderung jadi ajang cari cuan jangka pendek, namun juga bisa menjanjikan untuk investasi jangka panjang. Pandhu Dewanto, Analis Investindo Nusantara Sekuritas mengatakan, perlu hitungan cermat agar bisa menemukan potensi pertumbuhan saham di masa mendatang. Di sisi lain, bukan perkara mudah juga untuk melakukan trading saham yang baru listing. Data historis pergerakan harga saham dan indikator teknikal belum maksimal.
Muhamad Alfatih,
Senior Technical Analyst
Samuel Sekuritas menjelaskan, pada hari pertama, investor dapat menggunakan
chart intraday. Misalnya periode 15 menit.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menimpali, kalau ada indikator yang belum muncul, investor juga dapat memperhatikan sisi volume dan volatilitas saham.
Senior Technical Analyst
Sinarmas Sekuritas, Mayang Anggita juga menyebut trading saham IPO di pasar sekunder tergolong berisiko tinggi karena hanya berpegang pada analisis dari prospektus.
Inilah Daftar Investor Individu Terkaya di BEI
Langkah investor kakap kerap menarik untuk dicermati. Sebab, dengan modal jumbo dan nama besar, mereka punya kekuatan untuk menggerakkan harga saham dan psikologis pasar.
Lihat saja, saat investor kakap Lo Kheng Hong (LKH) yang belakangan rajin ambil aksi untung. Pada 6-7 Juli 2023. ia melego 11,03 juta saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) saat harganya menanjak. Alhasil, bukan cuma kepemilikan LKH yang menciut dari 5,17% menjadi 4,8%, sehari kemudian hingga penutupan perdagangan kemarin, saham GJTL pun longsor.
Saat ini, Lo Kheng Hong masih mendekap 6,44% saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dan 6,62% di PT Intiland Development Tbk (DILD). Per Senin (25/7), nilai asetnya di kedua saham ini sekitar Rp 548,17 miliar. LKH juga memiliki saham dengan porsi di bawah 5%, misalnya di ANJT, PGAS dan ABMM.
Meski begitu, nama LKH tak menempati daftar 20 investor individu dengan kepemilikan nilai aset saham terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Oh iya, daftar ini disusun KONTAN hanya berdasarkan kepemilikan secara langsung dengan porsi 5% atau lebih.
Di nomor wahid bercokol Low Tuck Kwong. Ia secara langsung mendekap tiga saham emiten. Namun saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) lah yang membuatnya mendominasi daftar tersebut dengan kepemilikan aset hingga Rp 399,97 triliun. Sekitar 99,88% diantaranya berkat kepemilikan BYAN.
Di tempat kedua ada nama Prajogo Pangestu yang memiliki saham BRPT, TPIA, hingga pendatang baru di bursa, CUAN. Sementara tiga individu yang berada di posisi ketiga, keempat dan kelima adalah Anthoni Salim, Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman menikmati betul berkah saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII).
Senior Information Investment
Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, emiten pertambangan nikel seperti MDKA dan MBMA masih punya prospek positif. Garibaldi Thohir alias Boy Thohir adalah investor individu terbesar kedua saham ini.
Bappebti Tetapkan Bursa Aset Kripto
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan resmi menetapkan bursa, lembaga kliring, dan pengelola tempat penyimpanan aset kripto. Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko dalam keterangannya, Kamis (20/7/2023), berharap, keberadaannya memberi kepastian hukum di ekosistem perdagangan aset kripto sekaligus melindungi masyarakat pelanggan. (Yoga)
Anak Usaha Erajaya Segera Masuk Bursa
PT Sinar Eka Selaras Tbk atau Erajaya Active Lifestyle (EAL) menawarkan saham ke publik sebanyak 20 persen. Direktur Utama PT Sinar Eka Selaras Djohan Sutanto, Senin (17/7/2023), mengatakan, pihaknya optimistis sektor ritel masih potensial untuk berkembang. EAL mematok harga penawaran awal di kisaran Rp 370 dan Rp 410 per saham. Potensi dana yang diperoleh maksimal Rp 425 miliar. (Yoga)









