Bursa
( 805 )Fundraising Berlanjut, Emisi Surat Utang Tembus 73,5 T
JAKARTA,ID-Penggalangan dana (fundraising) di pasar domestik terus berlanjut. Hingga sepekan terakhir, emisi obligasi dan sukuk tahun ini mencapai 64 emisi dari 46 emiten dengan total nilai Rp73,55 triliun. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, sepanjang pekan lalu terdapat emisi sembilan obligasi serta dua waran dan satu sukuk. Dengan demikian, total obligasi dan emisi sukuk mencapai 64 emisi dari 46 emiten dengan total nilai Rp 73,55 triliun. Itu belum termasuk empat perusahaan yang mencatatkan saham (listing) pertama di BEI. Empat emiten baru yang melantai di lantai bursa saham domestik yaitu PT Carsurin Tbk (CRSN) sebagai emiten ke-46 tahun ini. Selanjutnya PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) yang listing di papan akselerasi sebagai emiten ke-47 tahun ini. Berdasarkan data BEI, total obligasi emisi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun ini adalah 64 emisi dan 46 emiten senilai Rp73,55 triliun. Alhasil, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 531 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp468,82 triliun dan US$ 47,5 juta yang diterbitkan 128 emiten. (Yetede)
Investor Domestik Belum Bertuah
Investor domestik masih merajai perdagangan bursa saham Indonesia. Hal ini terlihat dari komposisi nilai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun ini.
Per 12 Juli 2023 investor domestik menyumbang 62% dari total nilai transaksi bursa saham. Sedangkan investor asing hanya sebesar 38%. Hal ini tak lepas dari pertumbuhan investor domestik dalam beberapa tahun terakhir.
Dari data BEI, per 31 Mei 2023, jumlah investor pasar modal mencapai 11,06 juta atau tumbuh 7% dari akhir 2022 di 10,31 juta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4,75 juta orang merupakan investor saham.
Sebagian besar investor saham merupakan investor institusi. Porsinya sebesar 34,2%. Lalu sisanya sebesar 16,9% merupakan investor ritel. Dari nilai tersebut, investor domestik berkontribusi sebesar Rp 6,8 triliun atau 65% dari rata-rata nilai transaksi harian bursa yang sekitar Rp 10,5 triliun. Sedangkan komposisi institusi asing mencapai Rp 3,7 triliun, yang setara dengan 35%.
Direktur Infovesta Utama Parto Kawito mengatakan, saat ini investor domestik sudah tak terlalu mengekor investor asing. Bahkan, kerap kali saham-saham yang dibuang asing banyak ditadah oleh investor domestik.
Praktisi Pasar Modal Hans Kwee mengatakan, tahun lalu, Indonesia memang mendapat keuntungan dari kenaikan harga komoditas. Tapi sejak akhir 2022, dana asing cenderung keluar dari bursa saham
emerging market
dan masuk ke pasar China. Hal itu seiring dengan pembukaan kembali ekonomi China. Sentimen global ini tak cuma menekan minat investasi asing, tapi juga sempat membuat investor domestik turut
wait and see.
Meluncur Saat Pasar Lesu
Pemerintah segera meluncurkan bursa kripto bulan ini. Bappebti menyatakan sudah membentuk lembaga bursa, kliring, dan depositori untuk bursa tersebut. Tes integrasi sistem antara pedagang dan tiga lembaga itu pun sudah dilakukan. "Kemarin sore, saya sudah bersurat ke Mendag melaporkan hal ini. Jika tidak ada arahan lain, akan saya tanda tangani izinnya," ujar Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, kepada Tempo, kemarin. Setelah izin diteken, Bappebti akan memberikan waktu satu bulan kepada 30 pedagang yang sudah berizin untuk mendaftar menjadi anggota bursa. Bursa akan diluncurkan ketika anggota bursa mencapai paling tidak separuh dari pedagang yang telah disetujui atau 15 perusahaan pedagang aset kripto. Dengan demikian, proses perdagangan kripto melalui bursa pun bisa dimulai. Peluncuran bursa kripto sudah beberapa kali ditunda. Bappebti sempat menargetkan peluncurannya pada 2022. Namun, hingga pergantian tahun, pembentukan bursa tak kunjung rampung.
Target peluncuran pada Juni 2023 juga meleset karena belum lengkapnya berbagai komponen bursa, seperti lembaga bursa, kliring, dan depositori atau kustodian. Tiga komponen tersebut merupakan bagian penting dari bursa kripto. Dalam praktiknya nanti, bursa akan menjadi tempat terjadinya perdagangan kripto. Sementara itu, penyerahan dan penyelesaian transaksi akan dilakukan lembaga kliring. Adapun aset kripto yang diperdagangkan akan dikuasai oleh kustodian. Selama ini, semua fungsi tersebut dikelola langsung oleh setiap perusahaan pedagang kripto sehingga berisiko jika terjadi penyelewengan. "Sekarang (semua komponen) sudah siap," kata Didid. Dengan hadirnya bursa, pemerintah menjanjikan keamanan perdagangan kripto di Tanah Air lebih terjamin. Terlebih, nantinya bursa memiliki tata tertib yang mengatur berbagai hal mengenai transaksi di bursa, termasuk aspek know your customer (KYC). Sebagai catatan, Bappebti memperkirakan nilai aset kripto milik masyarakat yang berada di dompet pedagang sudah mencapai lebih dari Rp 9 triliun. (Yetede)
Minim Animo Aset Kripto
Momentum peluncuran bursa kripto dinilai sudah lewat. Musababnya, saat ini animo publik terhadap aset kripto sedang lesu. Karena itu, para pelaku investasi dan ekonom berharap peluncuran bursa kripto tak lagi ditunda. "Momen bursa kripto ini sebenarnya sudah lewat. Semestinya sudah diluncurkan satu-dua tahun lalu," ujar praktisi investasi Desmond Wira kepada Tempo, kemarin, 12 Juli 2023. Ia mengatakan saat ini belum ada sentimen positif yang mengerek aset digital tersebut. Buktinya, nilai transaksi kripto kian menurun dalam beberapa waktu terakhir. Bappebti rencananya meluncurkan bursa kripto pada bulan ini. Namun pasar kripto saat ini tengah lesu. Pada Juni 2023, Bappebti mencatat nilai transaksi perdagangan fisik aset kripto sebesar Rp 8,97 triliun. Apabila dibanding nilai transaksi pada Mei yang sebesar Rp 8,21 triliun, nilai transaksi pada bulan ini naik 9,3 persen. Namun angka tersebut masih di bawah nilai transaksi pada April yang mencapai Rp 10,77 triliun. Total nilai transaksi dari awal tahun sampai Juni 2023 tercatat sebesar Rp 66,44 triliun, turun 68,65 persen dibanding pada periode Juni 2022 yang sebesar Rp 211,96 triliun.
Sementara itu, jumlah pelanggan aset kripto terdaftar sampai Juni 2023 tercatat sebesar 17,54 juta pelanggan. Bappebti menyebutkan ada pertambahan 141,8 ribu pelanggan, dengan rata-rata kenaikan jumlah pelanggan terdaftar sebesar 490,8 ribu pelanggan per bulan. Desmond mengatakan peluncuran bursa kripto belum tentu bisa meningkatkan minat masyarakat untuk bertransaksi kripto. Musababnya, pergerakan aset kripto sangat bergantung pada kondisi kripto di pasar global, yang juga masih lesu karena berbagai sentimen negatif. Terlebih harga Bitcoin masih berkutat di kisaran US$ 30 ribu per koin. Harga Bitcoin tersebut sudah jauh lebih tinggi ketimbang pada awal tahun ini yang berada di kisaran US$ 16 ribu per koin. Namun harga koin digital tersebut masih jauh di bawah harga pada beberapa tahun belakangan. "Ini kan masih rendah. Ada kemungkinan masih banyak investor lama yang nyangkut sehingga relatif lesu. Sedangkan investor baru hendak masuk pun ragu-ragu karena minim sentimen positif," ujar Desmond. (Yetede)
Perdagangan Berjangka Ilegal Diblokir
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memblokir 1.075 domain situs entitas yang menawarkan investasi perdagangan berjangka komoditi ilegal pada semester I-2023. Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko,Kamis (6/7/2023), mengingatkan, saat ini masih marak penawaran investasi berkedok perdagangan berjangka, padahal sejatinya bukan perdagangan berjangka dan ilegal. (Yoga)
RENCANA IPO : Cinema XXI Berpotensi Raup Rp2,4 Triliun
PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk., pengelola jaringan bioskop Cinema XXI, berpotensi meraih dana Rp2,25 triliun—Rp2,40 triliun setelah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).Dalam prospektusnya di Harian Bisnis Indonesia, Jumat (7/7), Cinema XXI melaporkan rencana penawaran umum saham perdana (IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 8.335.000.000 (8,33 miliar) saham dengan nilai nominal Rp8. Jumlah saham itu setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.Direktur Utama Indo Premier Sekuritas Moleonoto The mengatakan kinerja bisnis Cinema XXI berjalan relatif normal setelah melalui masa pandemi pada kuartal I/2022.
Sementara itu, kondisi operasional lain dari Cinema XXI, menurutnya, sangat terdiversifikasi. Selama ini, pendapatan Cinema XXI di 2022 ditopang sebesar 61% dari penjualan tiket bioskop, 33% dari penjualan makanan dan minuman, 3% dari iklan, dan 3% dari digital platform.
Dari sisi laba, Cinema XXI mencatatkan Rp504,53 miliar pada 2022, berbalik dari rugi Rp365,80 miliar pada 2021, dan rugi Rp578,87 miliar pada 2020. Pada 2019, laba perseroan mencapai Rp1,27 triliun.Sampai dengan Maret 2023, Cinema XXI telah menghadirkan 1.235 layar di 230 lokasi bioskop yang tersebar di 71 kota di seluruh Indonesia, dan akan terus berkembang untuk mencapai target 2.000 layar dalam 5 tahun ke depan.
Dari Lantai Bursa untuk Smelter
PT Amman Mineral Internasional Tbk memanfaatkan sebagian dana dari hasil melepas sebagian sahamnya ke publik atau initial public offering (IPO) untuk menambah modal pembangunan pabrik peleburan alias smelter dan fasilitas pemurnian logam mulia. Kedua fasilitas tersebut sedang dalam tahap pembangunan dan ditargetkan rampung pada tahun depan. Vice President of Corporate Communication Amman Mineral Internasional, Kartika Octaviana, mengatakan bahwa dana segar dari IPO diperlukan untuk melengkapi komitmen pembiayaan proyek senilai US$ 982 juta tersebut setelah mendapat pinjaman dari sejumlah perbankan domestik dan asing. "Ini sesuai dengan loan agreement rasio pendanaan dari pembiayaan proyek," tuturnya kepada Tempo, kemarin, 7 Juli 2023.
Produsen tembaga dan emas yang beroperasi di Nusa Tenggara Barat tersebut melantai di Bursa Efek Indonesia kemarin setelah melepas 6,32 miliar saham atau setara dengan 8,8 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO seharga Rp 1.695 per lembar. Dari hasil IPO, emiten berkode AMMN ini memperoleh dana segar sebesar Rp 10,73 triliun. Sebanyak Rp 1,79 triliun dari dana IPO akan disalurkan kepada PT Amman Mineral Industri untuk pembangunan smelter dan fasilitas pemurnian logam mulia. Sementara itu, sisanya akan disalurkan kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara untuk membayar utang senilai Rp 3,05 triliun; serta modal ekspansi pabrik konsentrator, PLTU, dan PLTG senilai Rp 5,89 triliun. (Yetede)
MOMENTUM BUMN LARI LAJU
Prospek positif ekonomi nasional seiring datangnya era endemi, diyakini bakal membuka peluang bagi korporasi, termasuk badan usaha milik negara (BUMN) untuk memacu kinerja lebih kencang hingga akhir 2023. Tak ayal, prospek positif itu digadang-gadang bakal turut mengangkat kinerja sejumlah saham emiten pelat merah. Faktanya, kinerja sejumlah BUMN yang telah menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami perbaikan yang tecermin pada raihan laba bersih yang lebih baik pada 2022 dan kuartal I/2023. Terutama BUMN di sektor perbankan, telekomunikasi, dan industri dasar. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan BUMN didorong untuk berperan dalam pertumbuhan ekonomi nasional, transformasi teknologi di bidang telekomunikasi dan digital, serta perbaikan dari sisi akses pembiayaan UMKM. Capaian kinerja emiten yang terafiliasi dengan BUMN dinilai pria yang akrab disapa Tiko itu dapat menjadi katalis positif terhadap pergerakan harga saham dan kapitalisasi pasar emiten-emiten pelat merah. Menurutnya, optimisme itu didorong oleh kinerja PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang membukukan pertumbuhan paling besar di antara para emiten pelat merah. Tiko menambahkan pertumbuhan kapitalisasi pasar juga akan disokong oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS). Sebagai gambaran, kapitalisasi pasar emiten-emiten BUMN di BEI dapat tecermin pada market cap indeks IDX BUMN20. Hingga perdagangan kemarin, indeks itu menggenggam kapitalisasi pasar Rp2.250 triliun.
Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger MM menilai pergerakan saham-saham BUMN masih memiliki peluang untuk naik pada paruh kedua tahun ini dengan katalis utama yaitu pemilu 2024. Dihubungi terpisah, Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan untuk kinerja BUMN hingga akhir tahun ini akan tergantung dari sektor usahanya. Di sisi lain, pengambilan keputusan strategis dari emiten BUMN diproyeksi akan terimbas ajang Pemilu. Analis Samuel Sekuritas Prasetya Gunadi memasang peringkat overweight untuk sejumlah bank BUMN seperti BBNI dan BBRI sebagai top picks. Saham BBNI ditargetkan menyentuh Rp12.700 dan BBRI diteropong menuju Rp6.200 per saham. Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan kesepakatan integrasi IndiHome ke Telkomsel merupakan tonggak penting bagi implementasi inisiatif Fixed Mobile Convergence (FMC) TelkomGroup. Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) Elisabeth Siahaan mengatakan tahun ini target capex antam cukup besar yaitu antara Rp10 triliun—Rp14 triliun. Capex jumbo tersebut disiapkan karena adanya inisiatif untuk ekspansi di bidang baterai kendaraan listrik.
Gapai Valuasi 3 Triliun Dollar AS, Apple Jadi Pionir
Apple Inc menjadi perusahaan publik pertama yang memiliki valuasi pasar senilai 3 triliun USD pada penutupan perdagangan saham, Jumat (30/6). Harga saham perusahaan yang didirikan Steve Jobs, 47 tahun lalu naik 2,3 % pada 193,97 USD atau Rp 2,917 juta per lembar saham. Bersamaan dengan kenaikan harga saham Apple, sejumlah saham perusahaan teknologi lain, seperti Amazon, Nvidia, Meta, dan Microsoft juga naik. Masing-masing naik 1,9 %, 3,6 %, 1,9 % dan 1,6 %. Pada Januari 2022, valuasi Apple sempat mencapai 3 triliun USD di pasar saham. Akan tetapi, valuasi itu tidak bisa bertahan ketika pasar ditutup. Kenaikan harga saham Apple menjelang akhir pekan ini diluar ekspektasi. Sebab, nilai saham Apple sempat tenggelam sehingga mendorong valuasi pasarnya berada di bawah 2 triliun USD pada awal 2023.
Optimisme pasar terhadap Apple mulai muncul ketika raksasa teknologi itu pada awal Juni meluncurkan sebuah produk yang dianggap visioner untuk masa depan teknologi augmented reality. Produk yang diberi nama Vision Pro ini mendorong para pencinta teknologi, khususnya buatan Apple untuk menikmati dunia baru yang disebut realitas virtual (virtual reality). Vision Pro dilepas ke pasar dengan harga 3.499 USD atau Rp 52,6 juta. Produk ini dinilai sebagai terobosan teknologi yang memantik gairah baru di tengah kelesuan pasar. Saat ini, Apple menghasilkan begitu banyak uang sehingga mampu membagi dividen sebesar 105 miliar USD per tahun kepada para investor dan membeli kembali sahamnya sendiri (buy back). Dari hasil itu, Apple masih menyisakan dana 56 miliar USD di triwulan terakhir 2022. (Yoga)
EKONOMI HIJAU, Standar Baru Dorong ke Bursa Karbon
Dewan Standar Keberlanjutan Internasional atau ISSB meluncurkan dua standar pelaporan keuangan internasional atau IFRS, yakni IFRS S1 dan IFRS S2. Dua standar ini dinilai bisa menjadi stimulus bagi perusahaan untuk masuk ke bursa karbon. OJK mendorong DPR untuk segera membahas regulasi mengenai bursa karbon tersebut. Peluncuran IFRS S1 dan IFRS S2 ini berlangsung dalam Forum Pasar Modal Asia Tenggara (ACMF) bertajuk ISSB Joint Conference and Technical Training on the IFRS Sustainability Disclosure Standards Agenda secara hibrida, di Singapura, Selasa (27/6). Konferensi ini dihadiri para regulator di Asia Tenggara, investor perusahaan, dan para pemangku kepentingan lainnya.
IFRS S1 yang mulai efektif berlaku per 1 Januari 2024 menjadi syarat bagi perusahaan untuk menyampaikan profil peluang dan risiko ke investor terkait isu keberlanjutan yang mereka hadapi dalam jangka waktu pendek, menengah, dan panjang. Adapun IFRS S2 secara spesifik menyatakan isu iklim yang berkaitan dengan IFRS S1. ”Regulator sekuritas di Asia Tenggara memainkan peran penting dalam mendukung komitmen kawasan terhadap keberlanjutan. Kami menyambut baik peluncuran standar ISSB dan menantikan diskusi yang bermanfaat tentang bagaimana dasar global ISSB dapat digabungkan di kawasan Asia Tenggara,” kata Ketua ACMF sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi dalam sambutannya secara virtual. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Ribuan Ton Daging Kerbau Akan Serbu RI
24 Mar 2021









