;

Minim Animo Aset Kripto

Minim Animo Aset Kripto

Momentum peluncuran bursa kripto dinilai sudah lewat. Musababnya, saat ini animo publik terhadap aset kripto sedang lesu. Karena itu, para pelaku investasi dan ekonom berharap peluncuran bursa kripto tak lagi ditunda. "Momen bursa kripto ini sebenarnya sudah lewat. Semestinya sudah diluncurkan satu-dua tahun lalu," ujar praktisi investasi Desmond Wira kepada Tempo, kemarin, 12 Juli 2023. Ia mengatakan saat ini belum ada sentimen positif yang mengerek aset digital tersebut. Buktinya, nilai transaksi kripto kian menurun dalam beberapa waktu terakhir. Bappebti rencananya meluncurkan bursa kripto pada bulan ini. Namun pasar kripto saat ini tengah lesu. Pada Juni 2023, Bappebti mencatat nilai transaksi perdagangan fisik aset kripto sebesar Rp 8,97 triliun. Apabila dibanding nilai transaksi pada Mei yang sebesar Rp 8,21 triliun, nilai transaksi pada bulan ini naik 9,3 persen. Namun angka tersebut masih di bawah nilai transaksi pada April yang mencapai Rp 10,77 triliun. Total nilai transaksi dari awal tahun sampai Juni 2023 tercatat sebesar Rp 66,44 triliun, turun 68,65 persen dibanding pada periode Juni 2022 yang sebesar Rp 211,96 triliun. 

Sementara itu, jumlah pelanggan aset kripto terdaftar sampai Juni 2023 tercatat sebesar 17,54 juta pelanggan. Bappebti menyebutkan ada pertambahan 141,8 ribu pelanggan, dengan rata-rata kenaikan jumlah pelanggan terdaftar sebesar 490,8 ribu pelanggan per bulan. Desmond mengatakan peluncuran bursa kripto belum tentu bisa meningkatkan minat masyarakat untuk bertransaksi kripto. Musababnya, pergerakan aset kripto sangat bergantung pada kondisi kripto di pasar global, yang juga masih lesu karena berbagai sentimen negatif. Terlebih harga Bitcoin masih berkutat di kisaran US$ 30 ribu per koin. Harga Bitcoin tersebut sudah jauh lebih tinggi ketimbang pada awal tahun ini yang berada di kisaran US$ 16 ribu per koin. Namun harga koin digital tersebut masih jauh di bawah harga pada beberapa tahun belakangan. "Ini kan masih rendah. Ada kemungkinan masih banyak investor lama yang nyangkut sehingga relatif lesu. Sedangkan investor baru hendak masuk pun ragu-ragu karena minim sentimen positif," ujar Desmond. (Yetede)

Download Aplikasi Labirin :