;
Tags

Bursa

( 810 )

Jeli Menangkap Peluang Saham Emiten Politisi

HR1 26 May 2023 Kontan (H)

Kurang dari setahun ke depan, rakyat Indonesia akan kembali menggelar pesta demokrasi lima tahunan bertajuk Pemilihan Umum (Pemilu). Sesuai jadwal, pemilu legislatif dam presiden akan serentak dilaksanakan pada 14 Februari 2024. Secara historis, sentimen pemilu bakal menggairahkan pergerakan pasar saham di dalam negeri. Di momentum ini, biasanya daya beli masyarakat terangkat. Terutama belanja konsumsi, telekomunikasi, dan iklan. Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee menilai, pemilu akan menjadi pemanis pagi pergerakan pasar saham yang tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sebagai gambaran, pada pemilu 2019, IHSG menguat 1,64%. Sebut saja, saham related Sandiaga Uno. Pengusaha yang kini sedang menyandang jabatan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu merupakan mantan politikus Partai Gerindra dan segera bergabung ke partai PPP. Saat ini, Sandiaga terafiliasi sedikitnya dengan delapan emiten bursa. Sandi mengempit kepemilikan saham di emiten-emiten itu lewat kendaran bisnisnya PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Selain Sandi Uno, ada juga kompatriotnya di jajaran kabinet Indonesia Maju yang terafiliasi emiten BEI. Yakni, Erick Thohir, Menteri Negara BUMN. Erick merupakan pemilik emiten media PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) dan PT Mahaka Media Tbk (ABBA). Hans Kwee mencermati, biasanya saham-saham emiten politisi akan terimbas sentimen Pemilu. "Saham emiten yang dimiliki politisi bisa bergerak positif. Apalagi kalau partainya diperkirakan menang pemilu legislatif atau pilpres," kata Hans saat dihubungi Kontan, Kamis (25/5). Setali tiga uang, Pengamat Pasar Modal dan Founder WH Project, William Hartanto menilai tahun politik bisa mendorong pergerakan saham emiten politisi.

Pilih-Pilih Pendatang Baru di Bursa

HR1 09 May 2023 Kontan

Bursa Efek Indonesia (BEI) terus kedatangan emiten baru. Senin (8/5), empat emiten anyar resmi mencatatkan saham perdananya lewat skema initial public offering (IPO) di BEI. Keempat emiten tersebut adalah PT King Tire Indonesia Tbk (TYRE), PT Multivision Plus Tbk (RAAM), PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI) dan PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH). Total penggalangan dana atau nilai emisi IPO dari keempat emiten anyar tersebut tergolong relatif kecil. Ambil contoh dana IPO yang diraup Multivision Plus dari IPO sebesar Rp 217,43 miliar. Lalu, DOOH hanya mengantongi dana IPO Rp 154,70 miliar. Adapun, King Tire meraup dana IPO Rp 96,8 miliar. Terakhir yang paling kecil adalah JATI dengan nilai emisi IPO sebesar Rp 54,25 miliar. Research Analyst Reliance Sekuritas Lukman Hakim mencermati, secara umum emiten yang baru melantai di bursa memiliki peluang untuk tumbuh. Hal ini didukung oleh pendanaan hasil IPO. Dengan status sebagai perusahaan terbuka, emiten juga bisa mendapatkan akses long term financing facilities serta benefit lainnya. Antara lain, meningkatkan citra perusahaan dan kemampuan mempertahankan usaha. Equity Analyst Kanaka Hita Solvera Raditya Pradana menimpali, valuasi saham JATI paling menarik. "JATI memiliki price earning to ratio (PER) di bawah satu kali. Tiga emiten lain punya PER di atas satu kali," katanya. Sementara itu, Research Analyst Infovesta Kapital Adivisori Arjun Ajwani menilai, dari empat emiten pendatang baru, saham emiten produsen ban King Tyre paling menarik dilirik. Hal ini seiring prospek bisnis yang digeluti TYRE.

Pendapatan Naik, Laba TOWR Terkikis

HR1 04 May 2023 Kontan

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) membukukan kinerja positif di kuartal I-2023. Mengutip laporan keuangan untuk tiga bulan pertama 2023 yang dirilis Selasa (2/5), TOWR mengantongi pendapatan Rp 2,86 triliun, naik 9,36% secara tahunan dari Rp 2,61 triliun di kuartal I-2022. Pendapatan dari pihak ketiga berkontribusi sebesar Rp 2,8 triliun atau meningkat 9,33% secara tahunan dari Rp 2,58 triliun di periode sama tahun 2022. Lalu, pendapatan pihak berelasi menyumbang Rp 37,69 miliar. Meski pendapatan tumbuh, laba tahun berjalan TOWR yang dapat diatribusikan kepada entitas induk justru menyusut 11,84% secara tahunan menjadi Rp 752,43 miliar per 31 Maret 2023. Sejumlah faktor jadi pemicu penurunan laba TOWR di kuartal I-2023. Salah satunya, beban keuangan TOWR naik 21,5% secara tahunan jadi Rp 739 miliar di kuartal I. Sejumlah analis menilai, kinerja TOWR di sisa tahun ini masih menghadapi banyak tantangan. Equity Research Analyst Leonardo Lijuwardi, sentimen atau risiko yang dihadapi TOWR berasal dari beban bunga tinggi. Head of Investment Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe mencermati, secara teknikal, indikator stoch saham TOWR ada di level 96. Pola death cross terpantau akan berjalan turun. "MACD masih naik. Candle di antara garis atas dan garis tengah bollinger band ," papar dia kepada Kontan, Selasa (2/5).

27 Saham Janjikan Gain Diatas Rata-rata

KT1 26 Apr 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Sedikitnya 27 saham emiten masuk daftar saham paling menjanjikan hingga akhir kuartal II-2023. Saham-saham tersebut berpotensi mencetak keuntungan (potential gain) di atas rata-rata. Ke-27 saham itu adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Saham lainnya yaitu PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Prodia Widyahu. Tbk (PRDA), dan PT Indosat Tbk (ISAT). Itu belum termasuk saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Arwana Citramulia Tbk  ARNA), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), serta PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Hal itu terungkap dalam riset sejumlah sekuritas dan hasil wawancara Investor Daily dengan kalangan analis. Mereka dihubungi secara terpisah di Jakarta, baru-baru ini. Mirae Asset Sekuritas Indonesia merekomendasikan 10 saham LQ45 yang diperkirakan mampu memberikan keuntungan hingga akhir kuartal II-2023. Salah satunya adalah ASII dengan target harga Rp 6.700 dan level support terdekat Rp 5.850. (Yetede)

Market Cap MBM Rp 95 Triliun Tertinggi di Sektor Nikel

KT1 26 Apr 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) atau MBM resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/4/2023), setelah sukses menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan harga pelaksanaan Rp 795 per saham. Analis menilai, valuasi saham MBMA premium dan melampaui rata-rata industri. Dalam debutnya, harga saham MBMA ditutup pada level Rp 885 atau naik 11,32%. Market cap perusahaan ini mencapai Rp 95,58 triliun, tertinggi di sektor nikel lantaran melampaui duapemain lama, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masing-masing Rp 50,4 triliun dan Rp 65,5 triliun. Jumlah itu juga melewati sang pendatang baru PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel Rp 91 triliun. Berdasarkan riset Samuel Sekuritas, belum lama ini, dengan harga pelaksanaan IPO Rp 795, PER saham MBMA premium, yakni 186,8 kali. Ini dengan asumsi laba bersih per September 2022 sebesar US$ 23 juta disetahunkan. Sementara itu, PER saham ANTM, INCO, dan NCKL mencapai 13,2 kali, 21 kali, dan16,5 kali, merujuk data RTI. “Namun, menurut kami, valuasi tersebut cukup beralasan, mengingat perusahaan ini masih dalam tahap awal dan sebagian besar proyeknya belum mulai beroperasi,” tulis broker itu, dikutip Selasa (25/4/2023). (Yetede)

Fokus Lagi ke Bursa Saham Usai Libur Lebaran

HR1 26 Apr 2023 Kontan (H)

Langkah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai libur Lebaran mungkin masih akan berat. Jika dilihat beberapa tahun ke belakang, biasanya transaksi di pasar masih cenderung sepi di pekan pertama setelah libur panjang hari raya. Apalagi, usai libur Lebaran tahun ini, ada sejumlah data dan agenda penting yang bakal membuat investor mengambil sikap hati-hati. Salah satunya adalah agenda pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada awal Mei mendatang, yang akan memutuskan soal arah suku bunga The Fed. Sejumlah analis yang dihubungi KONTAN memperkirakan, sentimen rapat FOMC masih akan menahan laju kenaikan IHSG. Pelaku pasar juga masih akan merespons keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia 18 April lalu, yang menahan BI 7 day reverse repo rate (BI 7 -day- RR) di level 5,75%. Hans Kwee, Direktur Ekuator Swarna Investama, mengatakan, kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan lagi sekitar 25 basis poin. "Jadi, dampaknya ke pasar saham kemungkinan akan membuat cenderung tertekan," ujarnya kepada KONTAN, akhir pekan lalu. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, aksi korporasi pembagian dividen emiten juga akan menjadi katalis penggerak IHSG. Untuk pekan pendek kali ini, Nafan memperkirakan IHSG masih akan bergerak fluktuatif dalam minor sideways di rentang 6.744-6.869.

Menelaah Tawaran 10 Waran Terstruktur Baru dari RHB

HR1 26 Apr 2023 Kontan

PT RHB Sekuritas kembali akan menawarkan produk waran terstruktur. Tak tanggung-tanggung, pada penawaran kedelapan ini, RHB akan merilis 10 waran terstruktur baru. Dari 10 seri baru tersebut, tiga di antaranya merupakan produk yang sama sekali baru. Sementara tujuh sisanya bisa dibilang muka lama. Kesepuluh produk baru yang akan RHB tawarkan antara lain ANTMDRCX3 dengan underlying asset alias aset dasar saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) alias Antam, BBRIDRCX3A dengan aset dasar saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) alias Bank BRI, dan BMRIDRCX3A dengan aset dasar saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Kemudian HRUMDRCX3A dengan aset dasar saham PT Harum Energy Tbk (HRUM), INCODRXC3A dengan aset dasar saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), MDKADRCX3A dengan aset dasar saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan UNVRDRCX3A dengan aset dasar saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Tiga seri baru lainnya adalah CPINDRCX3A dengan aset dasar saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PTBADRCX3A dengan aset dasar saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan UNTRDRCX3A dengan aset dasar saham PT United Tractors Tbk (UNTR). Penambahan tiga seri waran terstruktur dengan aset dasar yang baru ini tak lepas dari rencana RHB Sekuritas untuk menyediakan produk waran terstruktur dengan aset dasar seluruh penghuni indeks IDX30. Steinly Atmanagara, Head, Sales & Marketing Equity Derivative RHB Sekuritas, mengatakan, RHB Sekuritas ke depan akan menyediakan waran terstruktur pada seluruh emiten penghuni IDX30. Kesepuluh produk baru waran terstruktur RHB tersebut akan ditawarkan mulai 28 April hingga 4 Mei 2023 mendatang. Penjatahan dan penetapan harga dijadwalkan pada 5 Mei 2023. Distribusi waran pada 8 Mei 2023 sementara pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan digelar pada 9 Mei 2023.

INDEKS ACUAN : Angin Segar Bisnis-27

HR1 20 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Perombakan konstituen indeks Bisnis-27 periode Mei—Oktober 2023 diproyeksi memberikan angin segar dan membuka peluang penguatan kinerja dalam jangka panjang. Berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia, tujuh saham masuk dan keluar dari indeks Bisnis-27 untuk periode Mei—Oktober 2023. Tujuh saham yang baru masuk yakni PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP). Selanjutnya, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), PT Jasa Marga Tbk. (JSMR), PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL). Sementara itu, tujuh saham yang keluar dari indeks Bisnis-27 yaitu emiten berkode saham CPIN, CTRA, ESSA, EXCL, INDF, PTBA, dan TOWR. Di lantai bursa, indeks Bisnis-27 menguat 2,15% sepanjang tahun berjalan 2023. Kinerja itu outperform dibandingkan dengan IHSG yang melemah 0,42% year-to-date.Senior Investment Information Mirae Asset Nafan Aji Gusta mengatakan perombakan tujuh konstituen tersebut akan menopang gerak indeks hasil kerja sama dengan Bisnis Indonesia Group menjadi semakin likuid dan memiliki performa yang positif secara jangka panjang. Sementara itu, Direktur Investasi Bahana TWC Investment Management Doni Firdaus mengatakan reksa dana berbasis indeks Bisnis-27, Bahana ETF Bisnis-27 cukup diminati oleh investor. Hal ini terlihat dari pertumbuhan AUM yang sangat baik.

Emiten Nikel dan Smelter Sukses IPO Rp 10,55 Triliun

KT1 17 Apr 2023 Investor Daily (H)

Selama Januari hingga 14 April 2023, perusahaan yang mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 31 emiten dan meraih dana segar Rp 22,69 triliun. Dari jumlah itu, initial public offering (IPO) dua emiten yang bergerak di bidang produksi nikel dan smelter nikel, PT Trimegah Bangun Persada Tbk dan PT Hillcon Tbk, masing-masing senilai Rp 10 triliun dan Rp 0,55 triliun. Nilai emisi kedua emiten ini Rp 10,55 triliun atau 46,48% dari total IPO. Hingga akhir April 2023 akan masuk sembilan emiten baru sektor bahan baku, teknologi, perindustrian, barang konsumsi nonprimer, serta transportasi dan logistik dengan target nilai IPO di atas Rp 9,84 triliun. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dari sector bahan baku nikel dijadwalkan listing di BEI pada 18 April 2023.

Harga saham IPO mencapai Rp 795 dan saham ditawarkan 110.000.000 lot, sehingga akan meraih dana Rp 8,74 triliun. Perusahaan menargetkan menjadi salah satu pemain global terdepan yang terintegrasi secara vertikal  dalam rantai nilai bahan baku strategis untuk baterai kendaraan listrik. Sedangkan PT Trimegah Bangun  Persada Tbk (NCKL) merupakan emiten pertambangan dan hilirisasi nikel terintegrasi yang sudah listing  di BEI pada 12 April 2023, dengan harga saham IPO Rp 1.250. Pada perdagangan Jumat minggu lalu (14/04) harga saham perusahaan dari Harita Group milik Lim Hariyanto Wijaya Sarwono ini berada di level Rp 1.375 ata u naik 10,0% dibanding harga IPO. Perusahaan sudah memiliki dua smelter dan satu refinary, yang akan ditingkatkan kapasitasnya. (Yetede)


Ada Peluang Menanti Usai Libur Lebaran

HR1 17 Apr 2023 Kontan (H)

Rabu lusa (19/4), libur Lebaran tahun 2023 tiba. Tahun ini, pemerintah menetapkan jadwal libur Lebaran dan cuti bersama Lebaran jatuh pada 19 April hingga 25 April 2023. Secara historis, masa libur Lebaran bakal mempengaruhi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Paling tidak, hal ini bisa dilihat dari tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai libur Lebaran. Dalam catatan Kontan, dalam dua tahun terakhir, laju IHSG pasca libur Lebaran merosot. Pada 2022, misalnya. Usai libur Lebaran, laju IHSG pada hari pertama perdagangan bursa ditutup melemah 4,42% atau 319,16 ke 6909,75. Potensi serupa diproyeksi bakal terjadi usai libur Lebaran tahun ini. Senior Research Analyst Reliance Sekuritas Lukman Hakim menilai, selama libur Lebaran, pelaku pasar akan mewaspadai pergerakan harga komoditas, terutama emas dan minyak yang harganya sedang terapresiasi. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani sepakat. Dia memperkirakan, pergerakan IHSG pasca libur Lebaran tahun ini akan ditopang beberapa sentimen eksternal. Pasalnya, menjelang Lebaran, ada beberapa data ekonomi yang dirilis.