Antara Risiko dan Cuan Besar Saham-Saham IPO
Di Agustus ini, penawaran umum saham perdana alias
initial public offering
(IPO) semakin ramai. Di awal Agustus ini saja, sudah ada 10 perusahaan yang sedang menjalani proses penawaran dan telah menetapkan harga IPO. Para calon penghuni Bursa Efek Indonesia (BEI) itu berasal dari sektor dan bisnis beragam. Kebanyakan berasal dari perusahaan sektor properti dan barang konsumsi non-primer.
Nah, investor yang berminat di saham IPO perlu jeli. Karena memilih saham IPO boleh jadi urusan yang susah-susah gampang. Saham-saham IPO cenderung jadi ajang cari cuan jangka pendek, namun juga bisa menjanjikan untuk investasi jangka panjang. Pandhu Dewanto, Analis Investindo Nusantara Sekuritas mengatakan, perlu hitungan cermat agar bisa menemukan potensi pertumbuhan saham di masa mendatang. Di sisi lain, bukan perkara mudah juga untuk melakukan trading saham yang baru listing. Data historis pergerakan harga saham dan indikator teknikal belum maksimal.
Muhamad Alfatih,
Senior Technical Analyst
Samuel Sekuritas menjelaskan, pada hari pertama, investor dapat menggunakan
chart intraday. Misalnya periode 15 menit.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menimpali, kalau ada indikator yang belum muncul, investor juga dapat memperhatikan sisi volume dan volatilitas saham.
Senior Technical Analyst
Sinarmas Sekuritas, Mayang Anggita juga menyebut trading saham IPO di pasar sekunder tergolong berisiko tinggi karena hanya berpegang pada analisis dari prospektus.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023