;

Harimaumu Program Makan Siang Gratis

Yuniati Turjandini 03 Jun 2024 Tempo
KEPUTUSAN presiden terpilih Prabowo Subianto untuk mengubah program makan siang gratis menjadi makan bergizi gratis mengungkap satu hal penting. Program tersebut memang prematur dan bermuatan politik elektoral, tanpa mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat dan keuangan negara. Program makan siang gratis merupakan janji Prabowo yang paling populer dalam pemilihan presiden 2024. Ia mencanangkan Indonesia bebas dari stunting melalui pemberian makan siang serta susu gratis di sekolah dan pesantren, serta bantuan gizi untuk anak balita dan ibu hamil. Belakangan, program yang akan menyasar 82,9 juta penerima tersebut diubah menjadi penyediaan sarapan bergizi seimbang bagi siswa sekolah yang membutuhkan. 

Perubahan konsep itu diklaim demi fleksibilitas. Waktu sarapan gratis bisa disesuaikan dengan jadwal pelajaran setempat. Konsep baru itu juga akan mengutamakan sumber pangan lokal demi memberdayakan warga setempat sekaligus menekan biaya. Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran mendaku perubahan konsep itu bisa menghemat anggaran hingga separuhnya.  Klaim penghematan ini perlu diperiksa kebenarannya. Komposisi makan pagi dan siang orang Indonesia biasanya sama, yaitu nasi, sayur, dan protein. Karena itu, kebutuhan anggaran sarapan gratis tak akan berbeda jauh dengan anggaran makan siang gratis. Jika kelak anggaran sarapan gratis jauh lebih hemat karena harga menunya lebih murah, patut diperiksa dengan saksama kelayakannya. Bisa saja sarapannya memang ada, tapi gizinya jauh dari memadai.

Lagi pula, kalaupun benar penghematan bisa dilakukan, total anggarannya masih tetap jumbo. Tim Prabowo-Gibran semula memperkirakan kebutuhan anggaran program makan siang gratis sebesar Rp 450 triliun per tahun. Setelah dihemat setengahnya menjadi Rp 225 triliun, angka tersebut tetap besar. Bandingkan dengan anggaran kesehatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2024 sebesar Rp 187,5 triliun atau dengan anggaran ketahanan pangan yang “hanya” Rp 114 triliun. Dengan anggaran sebesar itu, program sarapan gratis akan memberi tekanan signifikan terhadap APBN 2025. Padahal APBN yang sama juga masih harus menanggung beban besar dari warisan proyek Presiden Joko Widodo, seperti Ibu Kota Nusantara dan proyek strategis nasional lainnya yang belum selesai. (Yetede)

Wajah Lama di Pilkada Jakarta

Yuniati Turjandini 03 Jun 2024 Tempo
Pemilihan kepala daerah Jakarta tahun ini diprediksi menyerupai pemilihan presiden 2024. Indikasinya, putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, bakal berkontestasi di pilkada Jakarta. Serupa dalam pemilihan presiden, putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, menjadi calon wakil presiden dari Prabowo Subianto. “Kehadiran Kaesang di pilkada Jakarta akan mengulang pola pertarungan di pilpres 2024 karena ada kemungkinan dukungan kekuasaan,” kata Usep Saepul Ahyar, peneliti senior Populi Center, Ahad, 2 Juni 2024.

Usep memprediksi Kaesang akan betul-betul berkontestasi di pilkada Jakarta setelah Mahkamah Agung mengabulkan uji materi Pasal 4 ayat 1 huruf d Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 09 Tahun 2020 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Mahkamah Agung mengubah ketentuan batas usia calon kepala daerah. Awalnya, batas usia calon gubernur minimal 30 tahun serta calon bupati dan wali kota minimal 25 tahun yang terhitung sejak penetapan pasangan calon. Ketentuan ini lantas diubah menjadi batas usia calon kepala daerah minimal 30 tahun maupun 25 tahun terhitung sejak pelantikan kepala daerah terpilih. Putusan ini membuat Kaesang memenuhi syarat usia sebagai calon gubernur. 

Usep mengatakan Kaesang kemungkinan besar bertarung dengan sejumlah nama beken lain dalam pilkada Jakarta. Nama-nama itu di antaranya politikus Partai Golkar sekaligus mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil; mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama; serta Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni. Ridwan Kamil sudah mendapat penugasan dari Partai Golkar untuk bertarung di Jakarta maupun di Jawa Barat. Anies sudah direkomendasikan DPW Partai Keadilan Sejahtera sebagai calon gubernur. Basuki Tjahaja Purnama kemungkinan besar diusung oleh PDI Perjuangan. (Yetede)

BRI Dinobatkan Sebagai Tempat Kerja Terbaik oleh HR Asia

Hairul Rizal 03 Jun 2024 Kontan (H)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI keempat kalinya kembali mendapat penghargaan HR Asia Best Companies to Work for in Asia 2024. Penghargaan tersebut diberikan kepada BRI sebagai wujud terhadap komitmennya dalam mengembangkan para karyawan. Selain itu, BRI juga mendapatkan penghargaan sebagai HR Sustainable Workplace Awards atas komitmennya terhadap tanggung jawab lingkungan dan praktik bisnis berkelanjutan. Penghargaan ini masih beriringan juga dengan tahun lalu dimana BRI dinobatkan sebagai The Most Caring Company & DEI pada HR Asia Best Companies to Work for in Asia 2023. Sebagai informasi, HR Asia Award merupakan program penghargaan bergengsi tahunan yang diselenggarakan oleh Business Media International. HR Asia menunjukkan apresiasi bagi perusahaan-perusahaan di Asia yang memiliki kinerja terbaik di bidang SDM. Hal ini tercermin dari tingkat engagement karyawan yang tinggi, memiliki budaya tempat kerja yang unggul, dan perhatian yang tulus terhadap karyawannya.

Direktur Human Capital BRI Agus Winardono mengatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi pembuktian dan wujud nyata komitmen BRI menjadi Home to The Best Talent. “Pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi dan dedikasi yang luar biasa dari seluruh Insan BRILiaN”, kata Agus Winardono di Jakarta. Penghargaan ini pun sejalan dengan tujuan BRI untuk mencapai aspirasi BRI sebagai The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia & Champion of Financial Inclusion. Di samping itu, BRI selama ini menyediakan dan terus membangun lingkungan kerja yang nyaman sekaligus produktif. Salah satu hal yang bisa didapatkan adalah dengan penerapan Respectful Workplace Policy (RWP). HR Asia Award merupakan publikasi yang cakupannya meliputi 95% negara di benua Asia dan diberikan untuk Professional HR Company yang sudah berjalan selama 13 tahun dan selama 9 tahun telah melaksanakan survey lebih dari 20.000 perusahaan dan lebih dari 1,5 juta karyawan.

Sistem Lelang di Papan Khusus Bikin Komplikasi

Hairul Rizal 03 Jun 2024 Kontan (H)

Papan pemantauan khusus tahap II alias  full call auction (FCA) sudah berjalan lebih dari dua bulan. Akhirnya terbukti, alih-alih melindungi investor, kini mekanisme itu menimbulkan komplikasi dan dinilai merugikan investor di bursa. Awalnya, gejolak FCA ini tidak begitu besar, mengingat emiten yang masuk kriteria ini relatif kecil. Namun, masuknya saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) memicu tsunami di pasar. Selama periode 27-31 Mei 204, kapitalisasi pasar bursa saham menguap Rp 538 triliun atau 4,35% menjadi Rp 11.825 triliun dari Rp 12.363 triliun pada pekan lalu. Sedangkan kapitalisasi pasar BREN tergerus Rp 405 triliun. Jumat (31/5), BREN ambles 9,86% ke level Rp 8.225. Pelemahan saham emiten Prajogo Pangestu ini pun menggerus IHSG sebesar 35,08 poin. Yang ironis, total nilai transaksi perdagangan saham BREN dalam tiga hari pertama di papan pemantauan khusus  hanya sekitar Rp 44 miliar.

Nilai tersebut jauh di bawah rata-rata perdagangan BREN selama di papan utama yang di atas Rp 100 miliar per hari. Budi Frensidy, Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia melihat tekanan ke saham BREN memicu kepanikan karena emiten ini masuk papan pemantauan khusus. Direktur Infovesta Utama Parto Kawito menyarankan, seharusnya implementasi papan pemantauan khusus dengan skema FCA ini bisa dikomunikasikan ke investor dan dievaluasi efektivitasnya. Investment Consultant Reliance Sekuritas Reza Priyambada menilai, ide awal  papan pemantauan khusus ini positif, yakni membangunkan lagi saham tidur. Masalahnya, pelaku pasar memandang negatif setiap saham yang masuk ke papan pemantauan khusus sebagai saham bermasalah, serta merugikan investornya. Direktur Keuangan dan SDM Bursa Efek Indonesia (BEI), Risa Rustam mengakui, masuknya BREN ke papan pemantauan mempengaruhi  IHSG. Tapi, masuknya BREN ke papan itu belum berefek pada rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham secara keseluruhan.

Dana Asing Rp 4,75 Triliun Masuk ke Pasar Domestik

Hairul Rizal 03 Jun 2024 Kontan
Arus modal asing tercatat kembali masuk ke pasar keuangan dalam negeri pada pekan keempat Mei 2024. Berdasarkan data transaksi yang dihimpun Bank Indonesia (BI), pada periode 27 hingga 30 Mei 2024, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat beli neto (net buy) sebesar Rp 4,75 triliun. Dana asing tersebut terutama masuk ke pasar surat berharga negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). "Terdiri dari beli neto Rp 3,31 triliun di pasar SBN, beli neto Rp 6,19 triliun di SRBI dan jual neto Rp 4,75 triliun di pasar saham," kata Asisten Gubernur Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, akhir pekan lalu. Seiring dengan masuknya dana asing dari pasar keuangan domestik, premi risiko investasi Indonesia mengalami peningkatan. Terlihat dari premi credit default swap (CDS) Indonesia lima tahun per 30 Mei 2024 sebesar 71,77 basis poin (bps), naik dibanding 24 Mei 2024 sebesar 71,44 bps. Lebih lanjut, selama tahun ini, berdasarkan data setelmen sampai 30 Mei 2024 tercatat nonresiden beli neto sebesar 42,72 triliun. Perinciannya, jual neto Rp 34,72 triliun di pasar SBN, jual neto Rp 4,26 triliun di pasar saham dan beli neto Rp 86,07 triliun di SRBI.

Tantangan Berat Kembali ke 7.000

Hairul Rizal 03 Jun 2024 Kontan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kini tengah berjuang kembali ke level psikologis di 7.000. IHSG menutup bulan Mei dengan terkoreksi 0,90% ke level 6.970,73, Jumat (31/5). Sepanjang Mei, IHSG sudah melemah 3,64% atau turun 263,46 poin. Beberapa saham menjadi pemberat langkah IHSG. Yakni  Bank Mandiri Tbk (BMRI), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII) yang masing-masing menggerus IHSG 91,59 poin, 64,74 poin dan 38,99 poin. Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas mencermati penurunan BREN akan menghantui pergerakan IHSG sepanjang Juni 2023. Mengingat BREN akan masuk papan pemantauan khusus selama 30 hari kalender. Pergerakan IHSG di Juni ini akan dipengaruhi sentimen global.

Terutama rilis berbagai data inflasi Amerika Serikat (AS), data ketenagakerjaan AS dan pertemuan The Fed pada 12 Juni 2024. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mencermati, di awal Juni, sudah ada beberapa sentimen positif mulai datang. Namun Nico memprediksi, volatilitas IHSG akan tinggi dan bergantung pada rilis data ekonomi setiap minggunya. Proyeksi Pilarmas Sekuritas, IHSG bergerak di kisaran 6.960-7.050. Nafan merekomendasikan accumulative buy ADMR dengan target di Rp 1.510. Kemudian accumulative buy ADRO, BSDE dan ITMG dengan target harga masing-masing  di Rp 2.800, Rp 975 dan Rp 24.875. 

Bursa Saham Masih Rentan Tertekan

Hairul Rizal 03 Jun 2024 Kontan
Mengakhiri bulan Mei 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai titik terendah sepanjang bulan lalu ke level 6.970,74 pada Jumat (31/5). Dengan pelemahan 3,48% pada pekan lalu, IHSG diproyeksi menyambut awal Juni dengan kecenderungan fluktuatif di area level 6.900-7.000. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang melihat, terdapat pelebaran negative slope pada Moving Average Convergence/Divergence (MACD) bersamaan dengan terbentuknya pola three black crows pada IHSG. Menurutnya, dengan adanya pola tersebut perlu diwaspadai sebab mengindikasikan potensi bearish continuation. Misalnya data Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur bulan Mei 2024 di AS. Data ini, diwaspadai pelaku pasar sebab data PMI pada April dalam zona kontraksi di angka 49,2 atau berada di bawah level 50. Ini mengindikasikan pelemahan pada sektor manufaktur di AS. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi menilai, ada potensi koreksi lanjutan IHSG dalam rentang 6.907-7.080. Sedangkan analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksi, IHSG berpeluang menguat terbatas di 6.947-7.036. Herditya mencermati saham GOTO dengan target harga Rp 70–Rp 77, ITMG berkisar di level Rp 25.500–Rp 26.000, dan ARTO di harga Rp 2.490–Rp 2.600.

Juni, MPMX Akan Menebar Dividen Rp 115 Per Saham

Hairul Rizal 03 Jun 2024 Kontan

Aksi pembagian bonus diveden masih terus berlangsung. Teranyar ada agenda pembagian dividen dari PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX). Emiten penjual otomotif ini sudah mendapat restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu (29/5) untuk menebar dividen dari tahun buku 2023. MPMX akan membagikan dividen final tunai sebesar  Rp 115 per saham. Jumlah ini setara dengan dividend yield 11% terhadap harga saham MPMX pada saat penutupan Selasa (28/5). Dalam keterbukaan Jumat (31/5), total nilai dividen yang akan dibagikan oleh MPMX sekurang-kurangnya sebesar Rp 503,03 miliar dan setinggi-tingginya sebesar Rp 513,24 miliar.

Alhasil, payout ratio dividen MPMX mencapai lebih dari 95% dari laba bersih pada tahun 2023 yang sebesar Rp 525,62 miliar. Adapun jadwal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 6 Juni 2024. Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati mengungkapkan,  pencapaian laba bersih MPMX sepanjang  tahun lalu mencapai 100,3% dari target. Suwito menjelaskan, pertumbuhan bisnis MPMX yang positif yang ditopang laju industri oromotif  tahun lalu menunjukkan fokus serta strategi yang diimplementasikan masih sesuai  tujuan. Yakni upaya  menjaga kinerja operasional yang solid. Harga saham MPMX, Jumat (31/5), ditutup menguat 1,44% ke level Rp 1.060 per saham. Harga MPMX naik tipis 0,95% dari awal tahun ini.

Emiten Migas Terangkat Harga

Hairul Rizal 03 Jun 2024 Kontan

Harga minyak yang kembali menghangat berpotensi mendongkrak kinerja emiten saham minyak dan gas bumi (migas) tahun ini. Prospek saham emiten saham migas pun ikut terangkat. Secara umum, emiten migas dapat dikategorikan ke dalam tiga segmen, yakni produsen, distributor dan jasa penunjang. Ada juga yang punya bisnis beragam seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang mendulang pendapatan dari ketenagalistrikan serta tambang mineral lewat PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Sejauh ini, kinerja para emiten saham yang berhubungan dengan bisnis migas relatif bervariasi. Misalnya, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mampu menumbuhkan laba bersih 2,51% year on year (yoy) pada tahun 2023 menjadi US$ 68,43 juta. Kendati begitu, penjualan ENRG terkoreksi 6,89% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi sebesar US$ 420,77 juta. Sementara emiten migas lainnya, seperti PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) dan PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) mencetak top line dan bottom line yang beragam.

Head of Research Mega Capital Sekuritas (Investasiku) Cheril Tanuwijaya melihat, kinerja emiten migas pada tahun lalu relatif sesuai ekspektasi. Kinerja bervariasi tergantung pada segmen bisnisnya. Apalagi beberapa di antaranya memiliki sumber pendapatan lain di luar migas. Cheril memperkirakan, rata-rata harga minyak di pasar global tahun ini bisa mencapai US$ 90 per barel. Proyeksi itu juga diamini Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani. Eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah dan kelanjutan perang Rusia-Ukraina masih menjadi faktor krusial. Di sisi lain, perpanjangan pemangkasan ekspor oleh OPEC pada kuartal II-2024 membawa sentimen yang bisa mengangkat harga minyak. Analis RHB Sekuritas Indonesia, Arrandi Pradana dan Muhammad Wafi dalam risetnya 1 April 2024, pun menyodorkan saham MEDC dengan target harga di Rp 2.100.

Mereka juga menilai kinerja AKRA di tahun 2023 sesuai ekspektasi, sedangkan performa PGAS melebihi ekspektasi. RHB Sekuritas menyematkan rekomendasi buy AKRA dan PGAS dengan target harga masing-masing di Rp 2.000 dan Rp 1.440. Secara umum, RHB Sekuritas tetap menyematkan rating overweight untuk sektor migas. Namun Arrandi dan Wafi mengingatkan ada potensi koreksi setelah pembagian dividen seperti pada PGAS dan AKRA. Dari sisi teknikal, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana merekomendasika trading buy saham MEDC dan PGAS dengan target masing-masing di Rp 1.600–Rp 1650 dan Rp 1.420–Rp 1.460. Kemudian speculative buy saham AKRA dengan target Rp 1.825–Rp 1.850, serta buy on weakness ELSA target harga Rp 416–Rp 428 per saham.

Rupiah Masih Rentan Terkoreksi

Hairul Rizal 03 Jun 2024 Kontan
Rupiah menguat terbatas pada perdagangan akhir pekan, Jumat (31/5). Meski begitu mata uang Garuda masih belum lepas dari tekanan seiring penantian data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) dan inflasi Indonesia. Dikutip dari Bloomberg, Jumat (31/5), rupiah di pasar spot menguat tipis sekitar 0,08% ke level Rp 16.252 per dolar AS. Rupiah Jisdor Bank Indonesia (BI) juga menguat terbatas sekitar 0,01% ke Rp 16.251 per dolar AS, dibandingkan hari sebelumnya Rp 16.253 per dolar AS. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede memperkirakan, rupiah berpotensi menguat sejalan potensi data tenaga kerja AS yang semakin longgar. Josua memproyeksi, rupiah bergerak di Rp 16.175–Rp 16.300 per dolar AS pada Senin (3/6). Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo Sutopo memprediksi, rupiah masih rentan terkoreksi di Rp 16.200–Rp 16.300.

Pilihan Editor