Harga Kopi Pecah Rekor, Waktunya Benahi Tata Kelola
Akibat pasokan kopi asal Brasil dan Vietnam menurun, permintaan kopi robusta Nusantara melonjak pada masa panen kali ini. Harganya pun melambung, bahkan mencapai titik tertinggi. Kondisi ini dinilai jadi momentum membenahi tata kelola komoditas kopi Tanah Air agar semakin diakui dunia. Sejumlah petani kopi di Kota Pagaralam, Kabupaten Muaraenim, dan Kabupaten OKU Selatan, Sumsel, Rabu (12/6) menyatakan, harga kopi robusta membubung tinggi. Biji kopi petik merah laku dijual Rp 100.000-120.000 per kg. Angka ini merupakan rekor tertinggi harga robusta di wilayahnya. Adapun biji dari buah campur asalan (tidak semua petik merah) berkisar Rp 70.000-Rp 72.000 per kg, harga tertinggi untuk kelas asalan.Kenaikan harga biji kopi disambut gembira oleh para petani. Pasalnya, kenaikan itu mencapai dua kali lipat dibanding tahun lalu.
Harga kopi robusta asalan tahun lalu hanya berkisar Rp 30.000- Rp 40.000 per kg, sementara biji kopi petik merah masih sekitar Rp 45.000 per kg. Sementara harga kopi jenis arabika saat ini cenderung stabil, yakni yang asalan kurang lebih Rp 80.000 per kg dan petik merah Rp 120.000-Rp 130.000 per kg. ”Harga kopi robusta saat ini menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah,” kata Ketua Dewan Kopi Indonesia Sumsel Zain Ismed. Tingginya harga biji kopi bisa menjadi pisau bermata dua. Euforia dapat memacu petani yang ingin mendapatkan uang cepat untuk petik asalan. Hal ini berisiko terhadap citra kopi Sumsel. Kalau kualitas diabaikan, kopi Sumsel bakal tetap dinilai buruk oleh pembeli. Zain mengingatkan petani dan pemerintah agar berhati-hati dalam menyikapi fenomena membubungnya harga kopi saat ini. Petani harus tetap mengutamakan kualitas panen guna menjaga kepercayaan pembeli. Pemerintah pun tidak boleh lepas tangan untuk mengingatkan dan memberdayakan petani. (Yoga)
Ramai Saat Pembukaan, Jakarta Fair Sedot Pengunjung
Jakarta Fair Kemayoran 2024 mulai dipadati pengunjung pada hari pertama penyelenggaraannya. Pameran terbesar tahunan di Indonesia ini diharapkan mampu mempromosikan produk-produk buatan Indonesia. Presiden Jokowi meresmikan pembukaan Jakarta Fair Kemayoran 2024 di Jakarta International (JI) Expo, Jakarta, Rabu (12/6), ditandai dengan pemukulan alat musik kenong. Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyatakan, Jakarta Fair 2024 adalah rangkaian kegiatan ulang tahun ke-497 Jakarta. Pameran terbesar dan terlama di Indonesia ini berawal dari pameran kecil di kawasan Monas. ”Sekarang menjadi ajang pameran modern, panggung berbagai produk,” ujarnya. Pada penyelenggaraan tahun 2023, Jakarta Fair diikuti 2.500 pelaku usaha. Dalam 33 hari penyelenggaraannya dihasilkan transaksi Rp 7,3 triliun serta menyedot 6 juta pengunjung.
Ketua Panitia Penyelenggara Jakarta Fair Kemayoran 2024 Karuna Murdaya menyebutkan, acara ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan diharapkan berkontribusi dalam meningkatkan lapangan kerja dan produktivitas masyarakat Indonesia, khususnya perdagangan barang dan jasa. Kendati dibuka pukul 19.00, masyarakat mulai ramai mengunjungi Jakarta Fair sekitar pukul 17.00. Semakin malam, pengunjung pun semakin padat. Direktur Pemasaran PT JIExpo Ralph Scheunemann menjanjikan perhelatan ke-55 ini bakal lebih nyaman ketimbang yang sebelumnya, seiring adanya penyesuaian zona pameran berdasarkan capaian tahun lalu. ”Area produk kosmetik lebih luas, tempatnya 5.000 meter persegi. Produk otomotif juga, memakai tiga aula karena tambahan kendaraan listrik. Zona permainan anak jadi satu dengan area makan supaya pengunjung lebih nyaman,” katanya.
Jakarta Fair 2024 diikuti 2.550 perusahaan dengan 1.550 stan. Pengunjung ditargetkan mencapai 6,7 juta dengan nilai transaksi lebih dari Rp 7,3 triliun, melampaui capaian tahun sebelumnya yang diikuti 2.500 perusahaan dengan 1.500 stan dan 6,3 juta kunjungan serta nilai transaksi Rp 7,3 triliun. BagiVina (37), pelaku usaha Vifas Batik dari Yogyakarta, Jakarta Fair 2024 adalah kali kelima ia memamerkan sekaligus menjual produk topi, tas, aksesori, dan kain. ”Relasi makin bagus sejak ikut Jakarta Fair. Ada langganan yang selalu borong. Kami targetkan untung tiga kali lipat dari modal,” ujarnya. Vina menyewa stan seharga Rp 175 juta selama 33 hari penyelenggaraan pameran. Produknya dijual mulai Rp 10.000 hingga Rp 150.000. (Yoga)
El Nino dan Kegagalan Impor Meredam Gejolak Harga Beras
Meski pemerintah acapkali meyakinkan stok beras aman, lonjakan harga beras yang biasanya terjadi di akhir tahun hingga awal tahun berikutnya seolah menunjukkan kondisi sebaliknya. Pemerintah seakan tak kuasa menstabilkan harga. Ketika terjadi El Nino pada 2023 silam, Bulog sudah mengimpor beras dengan mempertimbangkan penurunan produksi gabah akibat El Nino. BPS mencatat, Indonesia mengimpor 3,06 juta ton beras sepanjang 2023, melompat 613,61 % dibanding pada 2022 (429.000 ton) tertinggi dalam rentang waktu 25 tahun terakhir. Pemerintah juga memutuskan kuota impor beras 2 juta ton tahun 2024 berdasarkan hasil rakortas di Kemenko Bidang Perekonomian pada 7 Desember 2023.
Tak cukup di situ, pada Februari 2024 pemerintah menambah kuota impor beras tahun 2024 menjadi 3,6 juta ton yang dilaksanakan Bulog mempertimbangkan penurunan produksi padi akibat El Nino. Namun, tetap saja kebijakan impor itu tak berkutik terhadap kenaikan harga beras. Pada akhir tahun 2023 hingga awal tahun 2024, harga beras melonjak tajam. Pada Oktober 2023, harga beras medium menjadi Rp 13.852 per kg, lebih tinggi dibanding dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah berdasarkan zonasi kisaran Rp 10.900 per kg-Rp 11.800 per kg.
Bulog berupaya menurunkan harga dengan melepas beras ke pasar induk sebanyak 23.559 ton. (Kompas, 24/10/2023). Nyatanya, hingga awal tahun 2024, harga beras masih tinggi. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi mengatakan, impor beras dilakukan supaya cadangan beras pemerintah tetap aman. Sebab, produksi beras yang rendah akan diikuti kenaikan harga beras. Kebijakan impor beras yang tak kuasa meredam kenaikan harga beras itu membuat petani gelisah. ”Gini nasib petani, ya? Gabah dihargai murah saat panen raya. Ada impor beras dan bantuan beras pasar murah juga,” ucap Yanto, petani di Ngawi, Jatim, Maret. (Yoga)
Ahmat Nuri Hadirkan Internet demi Kemajuan
Tekad Ahmat Nuri, Kades Sepakung sejak 2013, menghadirkan internet ke Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Semarang, Jateng diawali keluhan masyarakat. Tahun 2016, masyarakat Sepakung belum mencicipi berbagai manfaat internet, seperti terhubung dengan orang lain di berbagai belahan dunia, mengakses pengetahuan dan hiburan, serta melakukan aktivitas jual beli daring. Padahal, di daerah lain, hal itu bisa diakses dengan mudah. Kondisi geografis Desa Sepakung di lembah yang dikepung sejumlah gunung dan perbukitan membuat kawasan itu tak terlingkupi sinyal internet. ”Jangankan sinyal internet, sinyal telepon seluler saja sulit. Kalau mau menelepon atau mengirim SMS, kami harus pergi ke titik-titik tertentu,” kata Ahmat, Selasa (21/5).
Berbagai upaya terus dilakukan, termasuk mendatangi kantor-kantor penyedia jasa jaringan internet. Tak berbilang jumlah kantor penyedia jasa jaringan internet yang didatangi Ahmat. Sayang, tak satu pun yang tertarik menambah jaringan atau membuka akses internet ke Sepakung. Atas saran pakar-pakar teknologi informasi, Ahmat membuat sendiri jaringan internet untuk memenuhi kebutuhan di wilayahnya. ”Akhirnya ada satu orang yang mau membantu saya. Dia bilang, pembuatan jaringan internet di Sepakung sangat sulit, tapi tidak mustahil untuk dilakukan,” ujarnya. Ia lantas membuat konsep pengelolaan penyediaan internet, dan melalui BUMDes Mandiri Jaya di Sepakung membeli berbagai perlengkapan pendukung teknologi jaringan nirkabel atau WiFi. Termasuk pemancar mini atau mini BTS, yang dipasang di setiap dusun
Dari pemancar-pemancar mini tersebut, internet disalurkan ke rumah-rumah warga yang berlangganan menggunakan kabel, dengan biaya bulanan Rp 150.000 untuk jaringan internet tak terbatas atau unlimited. Dalam waktu dua tahun, dari 2016-2018, Pemerintah Desa Sepakung mengeluarkan anggaran Rp 30 juta-Rp 40 juta untuk menyediakan jaringan internet bagi masyarakat. Hingga kini, 80 % dari total penduduk 4.600 jiwa yang tersebar di 12 dusun sudah bisa menikmati internet. Sejak adanya internet, sebagian pelayanan masyarakat di Desa Sepakung menjadi berbasis internet. Bahkan, pemerintah desa setempat membuat aplikasi bernama Pamdesa. Melalui aplikasi itu, warga bisa mengajukan surat permohonan dan surat pengantar, mulai dari pembuatan KTP, KK, hingga akta. ”Dengan adanya aplikasi itu, pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan lebih praktis dan lebih cepat. Warga tidak perlu datang jauh-jauh ke kantor desa untuk mengurus beberapa dokumen tersebut,” tutur Ahmat.
Keberadaan internet juga berpengaruh pada sektor pariwisata di Desa Sepakung. Keindahan alam di desa tersebut awalnya tidak pernah terpublikasikan. Sejak internet masuk, pemerintah desa setempat dan warga gencar melakukan publikasi dan promosi pada potensi-potensi wisata setempat. Potensi-potensi wisata baru pun bermunculan seiring berjalannya waktu. Ahmat menyebut, kunjungan wisata ke desanya meningkat sepuluh kali lipat berkat gencarnya promosi dan sejumlah pengembangan yang dilakukan. Sebelumnya, jumlah kunjungan wisata di Desa Sepakung berkisar 1.000-2.000 orang per bulan. Kini mencapai 10.000 orang per bulan, yang membuat perekonomian masyarakat meningkat. Warga yang tadinya bekerja di luar wilayah mulai kembali bekerja di Sepakung. (Yoga)
Chandra Asri Group, ASECH, dan Jimbaran Hijau Resmikan Inovasi Showcase Nasional Jalan Aspal Plastik di Bali
Pro-Kontra Pembentukan Kementerian Haji
April, Laba Fintech Lending Anjlok 40%
Review FCA dan Kebijakan The Fed Kunci Keberhasilan IHSG
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melanjutkan penurunan (-0,08%) pada Rabu (12/6/2024) ke level 6.850. Koreksi IHSG yang telah mencapai -5,81% sejak awal tahun ini (year to date/ytd), diharapkan terhenti apabila ada suntikan sentimen positif ke pasar seperti peninjauan ulang (review) kebijakan metode papan pemantauan khusus (full call auction/FCA) dan potensi penurunan suku bunga The Fed. Kedua sentimen ini bisa mengembalikan kepercayaan investor lokal dan asing untuk kembali masuk dan bertransaksi di pasar saham dalam negeri.
Analis Stocknow.id Abdul Haq mengungkapkan, tren baearish IHSG dimulai sejak kebijakan FCA diterapkan terhadap saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Hal ini menjadi sentimen pemberat bagi IHSG, dan menunjukkan bahwa investor kurang yakin terhadap kebijakan yang diterapkan oleh bursa saham BREN. "(IHSG berpotensi rebound) dengan adanya sentimen pendukung seperti BREN yang keluar dari papan pemantauan khusus (FCA) hingga capital inflow dari asing, yang disebabkan oleh peningkatan kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia, pasca peninjauan ulang kebijakan FCA bursa," ujar Abdul. (Yetede)









