Klemens Kwaman, Cahaya dari Hadakewa
Lagu-lagu pop hit Indonesia timur menghibur pengunjung yang duduk santai menghirup udara laut di Desa Hadakewa, Kecamatan Lebatukan, Lembata, NTT, Kamis (16/5) petang. Sambil menyeruput minuman, dari kafe di pinggir pantai itu mereka memandang ke arah kawah Gunung Api Ile Lewotolok yang terus memuntahkan material vulkanik. ”Nanti malam terlihat jelas lavanya yang mengalir dari puncak,” ujar Klemens Kwaman (39). Dalam beberapa bulan terakhir, Ile Lewotolok, sedang aktif menyemburkan material vulkanik setelah erupsi besar. Pesisir pantai yang tenang dan sajian erupsi gunung api menjadi bagian dari pertimbangan Klemens menghadirkan kafe di tempat tersebut. Ada daya tarik yang bisa ”dijual”, terlebih bagi mereka yang baru pertama kali berkunjung ke Lembata.
Hanya 15 km Dari Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata, ke kafe Hadakewa, dengan jalanan lebar dan mulus. Kafe itu adalah aset Desa Hadakewa. Namun, Klemens-lah pemilik ide sekaligus eksekutor. ”Kebetulan saya diberi mandat oleh masyarakat untuk memimpin Desa Hadakewa,” ujar Klemens yang kini menjalani periode kedua sebagai Kades Hadakewa. Sejak 2015, ia memimpin desa berpenduduk 1.117 jiwa itu. Kehadiran kafe sempat menuai perdebatan di kalangan masyarakat setempat. Klemens dituduh melakukan penyalahgunaan dana desa. Terlebih pembangunan kafe dilakukan tahun 2021 ketika masa pandemi Covid-19, saat perekonomian masyarakat terpukul.
Kehadiran kafe menyerap produksi masyarakat desa berupa hasil kebun dan hasil laut. Serapan terus meningkat seiring bertambahnya pengunjung yang mencapai ratusan orang setiap akhir pekan. Belum lagi kegiatan dari instansi pemerintah dan swasta. Tenaga kerja yang terserap juga bertambah, mulai dari juru masak hingga pramusaji. Belasan anak muda bekerja di sana. Penghasilan mereka dihitung berdasarkan omzet. ”Kami latih mereka agar bisa memberi pelayanan terbaik bagi pengunjung. Kualitas pelayanan akan terus ditingkatkan,” katanya. Jauh sebelum kafe, Klemens mempromosikan ikan teri asal Hadakewa ke pasar lokal hingga global. Pembeli dari luar negeri tertarik setelah ia memperkenalkan produk itu dalam sebuah acara di India pada September 2019.
Kini, produksi teri bisa dipantau lewat aplikasi penjualan dalam jaringan. Ada merang, peseng-peseng, siro, mao merah, mao putih, phada, dan gelle, dari bahasa daerah setempat, Lamaholot. Jika nelayan kesulitan menjual, BUMDes siap menyerap, lalu menjual ke pasar. Teri yang masih segar mereka olah, mulai dari dicuci, disortir berdasarkan jenisnya, hingga dijemur di bawah terik matahari paling cepat satu hari. Selanjutnya teri kering dikemas dalam berbagai ukuran, mulai dari 250 gram hingga 1 kg. Bagi Klemens, berbagai program yang ia kerjakan selama memimpin Hadakewa sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Ia juga tak mau membandingkan dirinya dengan kepala desa lain di Lembata. Ia merasa senang atas dukungan dari berbagai pihak. Dengan besaran dana desa di bawah Rp 1 miliar, ia membawa desa itu naik peringkat dari desa tertinggal tahun 2015 menjadi desa mandiri pada 2024. (Yoga)
Gelombang PHK Didepan Mata
Prabowo: RI Siap Tampung anak-anak Palestina yang Alami Trauma
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang juga presiden terpilih mengatakan, Indonesia siap mengevakuasi 1.000 pasien warga Palestine, serta menampung anak-anak yatim piatu dan dan anak-anak yang mengalami trauma akibat perang antara gerakan perjuangan Palestina Hamas dengan militer Israel. Selain itu, Indonesia juga siap mengirimkan tenaga dokter dan perawat untuk mengoperasikan rumah sakit lapangan di kawasan Gaza.
Hal ini merupakan bagian solusi yang ditawarkan Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Tanggap Darurat Gaza di Jordania. "Indonesia sudah mengumumkan siap mengevakuasi 1.000 pasien dirawat di Indonesia, dan begitu sembuh akan dikembalikan ke Gaza begitu situasi normal. Saya juga menawarkan atas inisitif Ibu Khofifah (Mantan Gubernur Jawa Timur), dan juga tokoh-tokoh pimpinan pondok-pondok pesantren di Jawa Timur, Jawa Barat, siap menampung yatim piatu, anak-anak yang trauma. Ini sedang dibicarakan," kata Prabowo. (Yetede)
AstraPay Bidik Transaksi Tumbuh 30%
Group Astra Perkuat Dominasi, Sahamnya Bangkit
Tambahan Split untuk Pengeboran MNK
Suku Bunga Tinggi Masih Membayangi Pasar Saham
Kegalauan pasar tentang arah suku bunga kini terjawab dalam hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC), Kamis (13/6). Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve kembali menahan tingkat suku bunga acuan di kisaran 5,25%-5,5%. Fed juga menegaskan sinyal suku bunga hanya akan dipangkas sekali pada tahun ini. Padahal sebelumnya, pelaku pasar memprediksikan ada tiga kali penurunan suku bunga tahun ini. Di awal perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di jalur hijau. IHSG baru berbalik arah ke zona merah sesaat sebelum tutup pasar, dengan koreksi 0,27% atau turun 18,53 poin ke level 6.831,56. Retail Analyst Maybank Sekuritas, Adi Wicaksono mengatakan, pasar nampaknya tak terlalu antusias merespons sikap The Fed karena sasaran inflasi di level 2% belum tercapai. Kepala Ekonom Bank Central Asia Tbk. (BCA) David Sumual menilai, arah kebijakan The Fed semakin jelas. Ini akan membawa sentimen positif terhadap pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia. Setali tiga uang, Kepala Ekonom Bank Mandiri , Andry Asmoro juga melihat potensi aliran masuk dana asing. Hal ini tentu akan memperkuat otot rupiah.
Bahkan, tak menutup kemungkinan rupiah menguat dan kembali ke bawah Rp 16.000, atau di kisaran Rp 15.813 per dolar AS pada akhir tahun ini. Lalu, imbal hasil surat berharga negara (SBN) diperkirakan berada di kisaran 6,82%. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan, sentimen global masih mendukung penguatan IHSG. Menurutnya, IHSG bisa berada di 7.350-7.460 pada akhir 2024. Target ini telah memperhitungkan penurunan suku bunga Fed sebanyak satu sampai dua kali. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, penurunan suku bunga acuan The Fed diperkirakan terlaksana paling cepat pada September 2024, seiringan dengan membaiknya data CPI AS. Pengamat Pasar Modal sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Budi Frensidy menilai, ada potensi angin segar yang berhembus ke pasar obligasi. Hanya saja untuk pasar saham, dana asing kemungkinan baru masuk di bulan depan.
Investor China Akuisisi Multifinance Lokal
Belanja APBN Transisi Berpotensi Membengkak
Beban anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) transisi Pemerintahan Joko Widodo ke Prabowo Subianto, bakal berat. Belanja pemerintah pusat, terutama kementerian dan lembaga (K/L), tahun depan berpotensi membengkak. Pasalnya, dalam pembicaraan pendahuluan Rancangan APBN 2025, sejumlah K/L mengajukan usulan tambahan anggaran dari pagu indikatif yang telah pemerintah tentukan. Bahkan, nilai usulan tambahan anggaran dari K/L tersebut tak tanggung-tanggung, nilainya sangat besar. Misalnya saja, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang mengajukan usulan penambahan anggaran 2025 sebesar Rp 60,64 triliun.
Padahal, pagu indikatifnya juga sudah besar, mencapai Rp 104,67 triliun, meski lebih rendah dibanding 2024 sebesar Rp 117,41 triliun. Usulan tambahan anggaran ini sudah dapat restu dari Komisi II DPR pada awal pekan ini. Lalu, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mengusulkan tambahan anggaran untuk tahun depan sebesar Rp 29,8 triliun. Sementara pagu indikatif 2025 untuk Otoritas IKN sebesar Rp 505 miliar. Tak mau ketinggalan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengusulkan tambahan anggaran mencapai Rp 25 triliun.
Juga Kementerian Perhubungan yang mengajukan usulan tambahan anggaran Rp 15,78 triliun. Usulan-usulan ini mayoritas direstui DPR. Sebab itu, ada risiko beban belanja negara tahun depan semakin besar, di tengah ruang fiskal yang terbatas. Sayang, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata tak menjawab pesan KONTAN saat dikonfirmasi terkait ini. Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengatakan, penambahan anggaran umumnya harus diikuti kemampuan K/L dalam mengeksekusi bujet tersebut. Kemampuan mengeksekusi tidak selalu dilihat dari sisi menghabiskan anggaran di akhir tahun berjalan, juga mempertimbangkan kesesuaian prinsip yang telah disepakati secara bersama. Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XI DPR Dolfie Othniel Frederic Palit meminta pemerintah menyusun RAPBN lebih efisien, dengan tidak mengorbankan defisit anggaran demi program pemerintahan lama dan baru. Ia mengusulkan, pemerintah hanya memasukkan belanja rutin saja seperti pendidikan.
EKSPEKTASI TINGGI KORPORASI
Tantangan suku bunga tinggi, konflik geopolitik yang memanas, inflasi tinggi, tekanan nilai tukar rupiah, serta lesunya daya beli masyarakat masih membayangi prospek kinerja korporasi pada tahun ini. Namun, sejumlah korporasi tetap optimistis kinerja tahun ini bakal moncer seiring dengan upaya strategis yang mereka lakukan. Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI Hery Gunardi mengatakan tantangan bagi industri perbankan datang dari tren suku bunga acuan yang tinggi. Faktanya, Bank Indonesia (BI) telah menaikan suku bunga acuan atau BI Rate ke level 6,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 23-24 April 2024. Kenaikan tersebut merupakan yang pertama kali sejak Oktober 2023. Dus, keputusan BI itu pun mengerek biaya dana (cost of fund/CoF) perbankan. "Digitalisasi yang kuat ini bisa membantu bank untuk catching up customer, mendapatkan konsumen lebih banyak," katanya seusai menerima penghargaan sebagai CEO of the Year dalam ajang Bisnis Indonesia Awards (BIA), Kamis (13/6).
Selain itu, imbuh Hery, BSI memperluas eksistensi lewat pembukaan cabang di luar negeri. Menurutnya, ekspansi global itu ditempuh guna meraup potensi pasar baru demi mendongkrak kinerja. BSI sudah memiliki cabang di Dubai, Uni Emirat Arab, dan saat ini sedang mengurus perizinan di Arab Saudi. Upaya strategis juga dilakukan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR). Direktur Operasional BJBR Tedi Setiawan mengatakan perseroan terus memacu kinerja kredit, sembari menjaga kualitas kredit setelah restrukturisasi kredit Covid-19 berakhir pada Maret 2024.
Setali tiga uang, optimisme juga dikemukakan Direktur Bisnis PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Prasetya Sayekti. Dia optimistis target penyaluran pembiayaan kepada pelaku usaha ultra mikro dalam program PNM Mekaar sebanyak Rp74,3 triliun pada 2024 dapat dicapai.
Adapun dari sektor manufaktur, Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) Irwan Hidayat menyoroti dampak penguatan dolar AS terhadap biaya produksi kemasan sebagai salah satu tantangan yang dihadapi perseroan pada tahun ini. Namun menurut Irwan, SIDO terus gencar memacu kinerja bisnis dengan memperluas ekspor ke berbagai negara, inovatif mengembangkan produk, dan mengoptimalkan utilitas pabrik untuk mendongkrak kinerja perseroan. Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Panca Budi Idaman Tbk. (PBID) Lukman Hakim juga meyakini perseroan mampu mengerek kinerja pada 2024 seiring dengan pertumbuhan kebutuhan kemasan di sektor food and beverage (F&B). PBID sendiri merupakan salah satu produsen plastik di Indonesia. Dia menambahkan perseroan dapat mengantisipasi tantangan suku bunga tinggi karena rasio utang terhadap ekuitas PBID di bawah 20% dan perseroan memiliki EBITDA di atas Rp500 miliar.
Oleh karena itu, PBID mengandalkan kas internal untuk modal kerja. Terlebih, belanja modal PBID tahun ini juga relatif kecil sekitar Rp50 miliar untuk perawatan mesin dan renovasi bangunan saja. Kepercayaan diri untuk melanjutkan ekspansi juga disampaikan oleh manajemen PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) atau Moratelindo. Chief Strategic Business Officer Moratelindo Resi Y. Bramani mengatakan perseroan fokus menggenjot ekspansi pada tahun ini.
Ketua Dewan Juri Bisnis Indonesia Awards 2024 sekaligus Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017–2022 Wimboh Santoso menyampaikan korporasi di Tanah Air perlu mencermati kondisi hyperinflation, suku bunga tinggi, serta konflik Rusia-Ukraina dan Timur Tengah yang menimbulkan ketidakpastian.









