;

Penjualan Eceran Juli Meningkat

Yuniati Turjandini 10 Aug 2024 Investor Daily
Bank Indonesia (BI) mencatat, kinerja penjualan eceran pada Juli 2024 diprakirakan meningkat. Hal ini tercermin dari indeks penjualan Riil (IPR) Juli 2024 yang diprakirakan mencapai 212 atau secara tahunan tumbuh 4,3% secara yoy. "Meningkatnya penjualan eceran didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta subkelompok sandang," jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan tertulis. Secara bulanan, penjualan eceran diprakirakan mengalami kontraksi  pertumbuhan sebesar 7,4% secara month to month (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh 0,4% (mtm). Secara bulanan, penjualan eceran diprakirakan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 7,4% secara mtm, lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh 0,4% (mtm). (Yetede) 

Bengkak APBN karena Insentif ASN

Yuniati Turjandini 10 Aug 2024 Tempo
Pemerintah punya beragam iming-iming insentif untuk aparatur sipil negara (ASN) yang bakal bertugas di Ibu Kota Nusantara (IKN). Teranyar, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengumbar bakal ada insentif buat pejabat setingkat eselon I sebesar Rp 100 juta. 

Rencana tersebut terungkap saat Analis Kebijakan Utama Kedeputian Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PANRB, Arizal, bicara dalam forum ASN Fest 2024 pada 3 Agustus 2024. Menurut dia, insentif itu berupa tunjangan kerja untuk mendukung kehidupan di IKN. "Di sana sekolah internasional, rumah sakit internasional. Bagaimana mau bayar mereka kalau tidak ada tambahan (pendapatan)?" ujarnya. 

Arizal menyatakan insentif untuk ASN yang pindah tugas ke IKN sangat krusial. "Sangat tidak menarik buat ASN untuk mau pindah ketika tidak diperhatikan insentifnya." Pernyataan yang sama pernah dilontarkan Presiden Joko Widodo pada tahun lalu. "Kalau enggak ada ini (insentif), alot pasti (pemindahan ASN ke IKN)," tuturnya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Korpri 2023 pada 3 Oktober 2023. (Yetede)

Prestasi yang Tidak Memuaskan Bulu Tangkis di Olimpiade Paris

Yuniati Turjandini 10 Aug 2024 Tempo
PRESTASI bulu tangkis Indonesia terpuruk di Olimpiade Paris 2024. Hanya meraih satu medali perunggu dari Gregoria Mariska Tunjung, Indonesia gagal mengembalikan tradisi emas badminton di pesta olahraga dunia itu. Capaian ini tentu menjadi pukulan bagi bulu tangkis Indonesia.  Olimpiade Paris seakan-akan menjadi puncak kejatuhan prestasi. Sejak awal tahun, terdapat 17 turnamen BWF World Tour level Super 200-100. Sayang, Indonesia hanya meraih lima gelar juara. Kemerosotan prestasi ini mengulang pengalaman pahit Olimpiade London 2012. Kala itu, Indonesia gagal meraih satu pun medali dari cabang olahraga badminton. 

Sebelumnya, Indonesia nyaris tak pernah absen membawa pulang emas Olimpiade dari bulu tangkis. Saat olahraga tepok bulu ini dipertandingkan secara resmi di Olimpiade Barcelona 1992, Indonesia meraup medali emas di nomor tunggal putri (Susi Susanti) dan tunggal putra (Alan Budikusuma). Sejak saat itu, pemain bulu tangkis Indonesia terus membawa pulang medali emas—kecuali di Olimpiade London 2012.

Hilangnya tradisi emas bulu tangkis Olimpiade menuai sorotan. Apalagi setelah Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia berdalih bahwa persoalan mental sebagai salah satu penyebab anjloknya prestasi atlet. Alasan itu sulit diterima mengingat sejumlah pebulu tangkis yang berlaga sudah punya cukup pengalaman. Bahkan ada yang pernah meraih medali pada Olimpiade sebelumnya. (Yetede)

Isu Korupsi Dana Haji

Yuniati Turjandini 10 Aug 2024 Tempo
ISU korupsi menggoyang penyelenggaraan ibadah haji 2024. Lima kelompok masyarakat melaporkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ke Komisi Pemberantasan Korupsi atas dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pengalihan kuota haji reguler ke haji khusus sebesar 50 persen. Salah satu surat aduan yang diterima Tempo menyebutkan indikasi penyalahgunaan wewenang Menteri Agama terlihat dalam Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 118 Tahun 2024 tentang petunjuk pelaksanaan pemenuhan kuota haji khusus tambahan serta sisa kuota haji khusus 2024.

Peraturan itu bertentangan dengan Pasal 64 ayat 2 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 yang menetapkan kuota haji khusus hanya 8 persen dari total kuota jemaah haji Indonesia. Sementara itu, realisasinya, terdapat 27.680 anggota jemaah haji khusus atau 11 persen dari total kuota 241 ribu calon haji.  Peraturan Direktur Jenderal Haji tersebut juga tidak sesuai dengan hasil rapat panitia kerja Komisi VIII dengan Menteri Agama pada 27 November 2023. Dalam rapat tersebut disepakati bahwa kuota haji 2024 sebanyak 241 ribu. Dari jumlah itu, sebanyak 221.720 dialokasikan untuk haji reguler dan 19.280 untuk haji khusus. Namun yang terjadi adalah terdapat 213.320 calon haji reguler dan 27.680 calon haji khusus. (Yetede)

Agenda Transisi Energi Mengabaikan Pemerintah Daerah

Yuniati Turjandini 10 Aug 2024 Tempo
TRANSISI energi terus menjadi topik panas di tengah upaya dunia meredam laju perubahan iklim akibat peningkatan suhu bumi. Indonesia termasuk negara yang paling disorot. Laporan terbaru Energy Institute yang dipublikasikan pada akhir Juni 2024 menempatkan Indonesia di peringkat kesembilan dalam daftar negara dengan konsumsi bahan bakar fosil terbesar di dunia. Hingga 2023, konsumsi bahan bakar fosil di Indonesia ditaksir mencapai 2.514 terawatt-jam (TWh), terbesar kelima di Asia setelah Cina, India, Jepang, dan Korea Selatan.  

Pemerintah sebenarnya telah berkomitmen mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil. Dalam dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (E-NDC), pemerintah menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor energi sebesar 12,5 persen secara mandiri dan 15,5 persen dengan dukungan internasional. Konsumsi bahan bakar fosil secara bertahap akan digantikan energi terbarukan yang rendah emisi.

Terlepas dari implementasinya yang masih jauh dari targetnya, komitmen transisi energi tersebut juga membawa konsekuensi di tingkat tapak. Transisi akan berdampak pada ekonomi daerah, terutama yang selama ini bergantung pada pertambangan dan pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU batu bara. Transisi energi juga akan mendorong pencarian sumber-sumber energi baru, yang erat kaitan dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat lokal. (Yetede)

Andaikan dulu Veddriq Leonardo Berhenti Memanjat

Yoga 10 Aug 2024 Kompas (H)

Seperti teori efek kupu-kupu atau butterfly effect, satu keputusan yang diambil seseorang bisa berdampak besar dalam hidupnya. Nasib berbeda diyakini menanti peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo, jika dulu memutuskan berhenti menekuni panjat tebing. Sembilan tahun lalu, Veddriq Leonardo berada di persimpangan antara berhenti dan lanjut menekuni panjat tebing. Veddriq kehilangan motivasi untuk memanjat setelah gagal berangkat ke Kejuaraan Nasional Yunior Panjat Tebing di Yogyakarta pada 2015, padahal, dia sudah berlatih keras. ”Waktu itu rasanya kurang dukungan. Latihan terus, tetapi enggak pernah lomba. Saya mulai mikir, apa saya fokus kuliah saja, tidak usah manjat lagi,” kata Veddriq. Saat itu Veddriq sudah menjadi mahasiswa tahun pertama Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalbar. Veddriq telah menjajal olahraga panjat tebing sejak duduk di bangku kelas 10 SMAN 6, Pontianak, pada 2011.

Dia mengenal panjat tebing lewat aktivitas ekstrakurikuler pencinta alam. Namun, Veddriq kecewa karena hasil latihan bertahun-tahun itu tidak pernah diuji di perlombaan. Wajar jika terbersit pikiran untuk berhenti. Namun, dukungan teman-temannya meyakinkan Veddriq untuk tetap berlatih. Setahun berselang, keputusan Veddriq berbuah manis. Ia memenangkan medali perunggu Kejuaraan Nasional Yunior Panjat Tebing 2016 di Bangka Belitung. Walau bukan medali tertinggi, namun, lebih dari cukup bagi Veddriq memantapkan hatinya pada panjat tebing. Dia berprestasi bukan hanya di level nasional, melainkan juga internasional.

Dalam debutnya di seri Piala Dunia 2018 di Moskwa, Rusia, Veddriq langsung membuat kejutan dengan meraih medali perunggu. Hanya butuh tiga tahun, Veddriq mengubahnya menjadi medali emas di seri Piala Dunia 2021 Salt Lake City, AS. Di situ Veddriq mencatatkan rekor dunia pertama  kalinya. Keran medali seolah terus terbuka dan selebihnya adalah sejarah. ”Kalau waktu itu berhenti, mungkin saya sekarang sudah jadi kepala sekolah, he-he-he,” ujar Veddriq, yang lulus program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Profesi itu paling mungkin dijalaninya andai tak jadi seorang atlet. Andai saat itu memilih berhenti memanjat, tak ada nama Veddriq yang terpampang abadi dalam daftar pemecah rekor dunia berkali-kali. Tidak ada juga medali-medali emas pada beragam kejuaraan dan Piala Dunia. Bisa jadi, tidak ada juga medali emas pertama Indonesia di Olimpiade Paris 2024 yang diraih di Le Bourget, Perancis, Kamis (8/8/2024), itu. Veddriq telah menorehkan sejarah sebagai atlet yang menjuarai panjat tebing nomor speed putra edisi perdana di Olimpiade. Dia juga mewujudkan harapan banyak pihak untuk kehadiran emas bagi kontingen Indonesia di Paris. (Yoga)


Empat Detik Veddriq Leonardo untuk Medali Emas Indonesia

Yoga 09 Aug 2024 Kompas (H)

Veddriq Leonardo menghapus dahaga medali emas Indonesia dengan meraih emas panjat tebing nomor speed putra Olimpiade Paris 2024 di Le Bourget, Perancis, Kamis (8/8/2024). Setelah menanti 13 hari seusai upacara pembukaan, lagu ”Indonesia Raya” akhirnya berkumandang di Olimpiade Paris 2024. Medali emas disumbang pahlawan dari cabang panjat tebing, Veddriq Leonardo, yang hanya butuh waktu sekitar 4 detik untuk dikenang selama-lamanya dalam sejarah Indonesia. Atmosfer tegang, gugup, dan khawatir dari tim Indonesia lenyap seketika di Arena Le Bourget, Kamis (8/8) ketika layar penunjuk waktu di jalur Veddriq menyala berwarna hijau dan bertuliskan 4,75 detik. Itu menandakan kemenangannya di final atas wakil China, Wu Peng, yang hanya 0,02 detik lebih lambat. Veddriq resmi meraih emas. Pertama untuk Indonesia di Paris dan pertama dalam sejarah

”Merah Putih” di luar cabang bulu tangkis. ”Emas ini merupakan berkah dari kerja keras, usaha, dedikasi semuanya. Dari tim pelatih, atlet, teman-teman, dan keluarga. Ini kado buat Indonesia,” katanya sambil tersenyum lebar. Rasa haru tim panjat tebing Indonesia tidak terbendung. Pelatih Hendra Basyir yang selalu tampak ”dingin” menangis sekencang-kencangnya. Dia memeluk semua orang yang ada di depannya. Rahmad Adi Mulyono, pemanjat Indonesia yang dikalahkan Veddriq di babak awal eliminasi, juga bersorak. Lagu ”Indonesia Raya” berkumandang, bendera Merah Putih berkibar tinggi. Veddriq menyanyikan dengan khidmat. Di bawah, pemanjat putri Rajiah Sallsabillah dan Desak Made Rita Kusuma Dewi turut bernyanyi.

Billah, yang sukses meredam tangis saat kalah di perebutan medali perunggu sehari sebelumnya, tidak kuasa lagi menahan air mata. Emas itu menyudahi paceklik kontingen Indonesia, tiga hari jelang penutupan Olimpiade. Emas juga membasuh luka tim panjat tebing, sehari seusai kepahitan yang dialami para pemanjat putri. Veddriq menjadi sang penyelamat. Dia memanjat ke puncak dunia untuk memperlihatkan kebesaran Indonesia. Yenny Wahid, Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI),turut hadir dan menjadi saksi lahirnya sejarah baru di Paris. Dia berkata, prestasi Veddriq baru permulaan dari perjalanan panjang panjat tebing di Olimpiade. Emas itu dipersembahkan untuk Indonesia yang akan merayakan hari ulang tahun kemerdekaan. (Yoga)


Muhammad Yunus, Mengelola Kredit Desa Menjadi Pengelola Negara

Yoga 09 Aug 2024 Kompas (H)

Setelah dilanda kerusuhan berminggu-minggu yang menewaskan ratusan orang, Bangladesh kini menatap masa depan baru. Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin, Rabu (7/8) menyiapkan pemerintahan sementara dengan Muhammad Yunus (84) menjadi PM sementara. Yunus dilantik pada Kamis (8/8) pukul 20.00. Kepala Staf Angkatan Darat Bangladesh Jenderal Waker-Uz-Zaman menyebut, pemerintahan peralihan dibentuk sebelum pemilu digelar. Pemerintahan transisi pimpinan Yunus akan mengganti pemerintahan Sheikh Hasina yang bubar setelah Hasina kabur ke India pada Senin (5/8). Ahmed Ahsan, mantan ekonom Bank Dunia dan Direktur Policy Research Institute di Bangladesh, mengatakan, Yunus adalah orang yang tepat. Ia dipilih mahasiswa yang memelopori seluruh pergerakan. ”Ia sangat dihormati, di negara ini maupun di dunia,” kata Ahsan pada Al Jazeera.

Ia berasal dari keluarga kaya. Saat kelas 4 SD, guru menyarankan Yunus bersekolah di Sekolah Menengah Inggris (Middle English School) di Chittagong untuk kelas 5 dan 6. Di sana, Yunus terus berprestasi. Ia dikirim ke Jambore se-Pakistan pada 1952, lalu menjadi wakil tim Jambore sekolah ke Kanada. Pada 1957, ia diterima di Universitas Dhaka dan lulus pada 1961, lalu belajar dengan beasiswa ke Universitas Vanderbilt di Nashville, Tennessee, AS. Gelar doktor bidang ekonomi ia raih pada 1970 dan menjadi asisten profesor di Universitas Negeri Tennessee Tengah di Murfreesboro, Tennessee, AS. Saat di AS dan masih menjadi mahasiswa, ia menjadi aktivis yang mendukung pemisahan Bangladesh dari Pakistan. Walau bisa hidup tenang dan makmur menjadi dosen Universitas Negeri Tennessee, ia memilih pulang ke Bangladesh yang sudah merdeka dari Pakistan.

Saat mengajar, Yunus bertemu pengemis wanita di Desa Jobra, dekat kampus. Yunus juga melihat kemiskinan di sekitarnya. Ia gelisah: menyandang gelar doktor, tetapi ia tidak bisa mengangkat derajat hidup warga Bangladesh yang dilanda kelaparan. Yunus lalu meminjam uang ke bank untuk dipinjamkan ke kaum papa. Ada yang kembali, ada yang tidak. Namun, ia tak jera. Pada 1975, Presiden Zia ur Rahman mencanangkan program swasembada pangan. Yunus menjadi pemikirnya. Tapi, ia melakukan penelitian sendiri, mencari cara paling efektif membantu kaum papa. Ia mengupayakan pinjaman dari Janata Bank pada 1976, untuk modal Grameen Bank Prakalpa atau Proyek Bank Desa, yang dimulai di Jobra. Peminjamnya warga termiskin, tidak punya lahan. Pinjaman diharapkan kembali dan perempuan jadi debitor terbanyak.

Yunus menemukan pinjaman kecil atau kredit mikro yang diberikan kepada warga miskin membuat perbedaan besar. Inilah awal berdirinya Grameen Bank (bank desa) yang memelopori penyediaan kredit mikro kepada orang miskin untuk memulai usaha baru. Yunus dikenal sebagai ”bankir bagi orang miskin”, ia membantu mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan melalui Grameen Bank miliknya. Pada 2006, Yunus dan Grameen Bank diganjar Penghargaan Nobel Perdamaian atas kerja menciptakan pembangunan ekonomi dan sosial dari bawah. Saat itu, bank itu sudah meminjamkan 7 miliar USD kepada lebih dari 7 juta peminjam, dimana 97 % peminjam adalah perempuan dengan tingkat pembayaran kembali hampir 100 %. Selain Nobel Ekonomi 2016, Yunus menerima Anugerah Ramon Magsaysay. Kini tugas baru menantinya untuk memulihkan stabilitas Bangladesh. (Yoga)


Masyarakat Mengerjakan Program Lingkungan dengan Difasilitasi Anggaran

Yoga 09 Aug 2024 Kompas

Sistem pelayanan dana masyarakat untuk lingkungan akan diluncurkan pada puncak acara Festival LIKE 2 yang diselenggarakan KLHK. Dengan sistem ini, masyarakat bisa mendapat pendanaan 2.000 sampai 50.000 USD untuk membiayai berbagai program terkait lingkungan. Hal tersebut disampaikan Menteri LHK, Siti Nurbaya saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Festival LIKE 2 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (8/8). Festival LIKE 2 berlangsung pada 8-11 Agustus 2024 di JCC sebagai ruang untuk menyebarluaskan capaian kinerja KLHK selama satu dekade terakhir.

”Sistem pelayanan dana masyarakat untuk lingkungan contohnya bisa untuk kegiatan penanganan sampah. Tapi, ruang lingkupnya bisa digunakan untuk anak-anak sekolah dalam kegiatan menanam pohon,” ujar Siti. Terkait nominal anggaran, Siti mengarahkan kepada tim KLHK dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) agar proposal kegiatan masyarakat bisa diakomodasi pada angka 2.000 sampai 50.000 USD atau berkisar Rp 31 juta hingga Rp 760 juta. Menurut Siti, peluncuran sistem pelayanan dana masyarakat untuk lingkungan merupakan arahan langsung dari Presiden Jokowi.

Pemerintah menganggap bahwa aksi masyarakat untuk lingkungan memerlukan dukungan termasuk dari pemda. ”Dana-dana ini bukan dari APBN, melainkan dana dari lingkungan, filantropi, kerja sama bilateral, multilateral, dan lainnya. Sebagaimana diketahui, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup memerlukan dukungan dana yang cukup besar, begitu pula aksi iklim,” tuturnya. ”Jadi, dengan sistem ini, pemerintah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk akses dana secara langsung kepada BPDLH sesuai tema-tema yang ada,” ungkapnya. (Yoga)


Waralaba Asing Menyerbu Pasar Indonesia

Yoga 09 Aug 2024 Kompas

Saat ini, pangsa pasar ritel Indonesia dikuasai waralaba asing. Padahal, Indonesia memiliki potensi besar bagi pertumbuhan bisnis waralaba lokal, salah satunya permintaan dari pasar domestik. Indonesia juga memiliki potensi kekhasan produk olahan makanan lokal. Berdasar catatan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) jumlah merek waralaba asing yang beroperasi di Indonesia per akhir 2022 mencapai 700 merek dengan rata-rata pertumbuhan 5 % per tahun. Waralaba lokal tercatat hanya 130 merek dengan pertumbuhan cenderung stagnan sejak sebelum pandemi Covid-19. Sementara, pertumbuhan yang cukup signifikan justru ada pada bidang business opportunity, yakni 8-10 %.

Berbeda dengan franchise yang memberi hak paten bisnis dan format bisnisnya kepada pihak lain, business opportunity hanya memberikan produk, metode, dan alat kerja dengan pembekalan di awal tanpa mensyaratkan penerapan format bisnis oleh pemilik. Alih-alih memberikan ruang bagi waralaba lokal, bisnis kemitraan di Indonesia justru didominasi oleh business opportunity yang cenderung ingin meraih tujuan secara instan sehingga jarang dapat bertahan lama. Dari jangka waktunya, waralaba biasanya terhitung telah menjalankan bisnis lebih dari lima tahun, sedangkan business opportunity hanya tiga tahun.

Menurut Ketua AFI Anang Sukandar dalam konferensi pers Pameran Bisnis Lisensi, Waralaba, dan Kemitraan atau International Franchise, Licen se, and Business Concept Expoand Conference (IFRA) 2024, di Jakarta, Rabu (7/8) fenomena tersebut menggambarkan mentalitas berbisnis yang cenderung asal-asalan, kurang bersungguh-sungguh, dan minim pengalaman. Karena itu, dibutuhkan peran pemerintah melalui program inkubasi yang meliputi pendampingan dan pelatihan. Makanan cepat saji Menurut Anang, peluang bagi waralaba lokal bertumbuh ada pada sektor makanan dan minuman, khususnya makanan cepat saji, mengingat kunci bagi pertumbuhan waralaba adalah nilai keunikan dan Indonesia memiliki beragam makanan khas daerah.

Salah satu upaya mendorong bisnis waralaba ialah melalui pameran, sebagai pintu masuk memperkenalkan pola franchise yang benar sehingga berdampak pada perekonomian sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan. ”Dengan mengandalkan pasar domestik, waralaba lokal dapat bertumbuh dan pada gilirannya diharapkan mampu menarik investasi sehingga ekonomi Indonesia akan berputar, ” kata Anang. Salah satu gelaran pameran waralaba tersebut, yakni IFRA 2024, yang akan diselenggarakan pada 16-18 Agustus 2024 di Jakarta Convention Center dan pada 16 Agustus - 6 September 2024 secara daring melalui situs www.ifraindone-sia.com. Kegiatan ini akan diikuti 185 perusahaan dan 225 merek dengan target nilai transaksi mencapai Rp 1,5 triliun. (Yoga)


Pilihan Editor