Fondasi Solid Peserta PBI JKN
Pemerintah Presiden Jokowi telah membangun fondasi solid di program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dijalankan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ini terlihat pada besarnya jumlah peserta program ini mencapai ini yang mencapai 277 juta atau 98,67% dari total penduduk. Kini, waktunya Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka melanjutkan program ini dengan beberapa penyempurnaan. Salah satu yang mendesak adalah penambahan program peserta bantuan iuran (PBI) yang kini baru mencapai 96,8 juta. Padahal dalam, Perpres No.36 Tahun 2023, kuota PBI tahun 2024 diamanatkan mencapai 113 juta. Dengan begini makin banyak masyarakat miskin yang bisa mengakses program JKN. Pemerataan layanan kesehatan akan terjadi dan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat. Ini menjadi salah satu modal untuk menggenjot produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. Terlepas dari itu, perkembangan JKN dalam 10 tahun terkakhir cukup impresif. Bahkan Indonesia menjadi negara tercepat yang mencapai cakupan kesehatan semesta (universal health coverage/UHC) yakni 10 tahun. bandingkan dengan Korea Selatan (Korsel) yang memerlukan 12 tahun untuk mencapainya. (Yetede)
Presiden Jokowi Opening BNI Investor Daily Summit 2024 di JCC
Presiden Jokow dijadwalkan membuka forum BNI Investor Daily Summit (IDS) 2024 di Jakarta Convention Center (JCC) pada 8 Oktober 2024. Forum yang mengangkat tema "Accelerating Ressilent Growth dan berlangsung dua hari, 8-9 Oktober 2024, ini mendiskusikan isu-isu kritis dan strategis terkait perekonomian Indonesia, dan akan menghadirkan puluhan pembicara, serta Vision Statement oleh Prabowo Subianto (Presiden Terpilih RI) di hari kedua. Direktur Utama B-Universe Rio Abdurrachman mengatakan kehadiran Presiden Jokowi merupakan dorongan dari Chairman B-Univer Enggartiasto Lukita dan menjadi bukti Presiden Jokowi sangat mengapresiasi insan media yang menjadi salah satu pilar demokrasi Indonesia. Kali ini BNI Investor Daily Summit 2024 menghadirkan lebih dari 50 pembicara yang kompeten di bidangnya serta stakeholder terkait. Acara ini menjadi ajang penting bagi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku bisnis, hingga investor, untuk bersama-sama merumuskan strategi menghadapi tantangan ekonomi global dan nasional. (Yetede)









