;

Panas Dingin Hubungan Banteng dan Anak Banteng

Yuniati Turjandini 07 Oct 2024 Tempo
KETEGANGAN hubungan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Joko Widodo mulai mengemuka menjelang Pemilihan Umum 2024. Keduanya berbeda sikap politik dalam pemilihan presiden. Megawati mendukung Ganjar Pranowo-Mahfud Md. sebagai calon presiden dan wakil presiden. Namun Jokowi yang merupakan kader PDIP justru mendukung putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, sebagai calon wakil presiden yang mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Sejak saat itu, kedua tokoh tersebut tidak lagi bertemu secara langsung. Pertemuan terakhir Megawati dengan Jokowi yang tercatat terjadi saat rapat kerja nasional PDI Perjuangan di JIExpo, Jakarta Pusat, pada September 2023. Namun, meski hadir dalam acara yang sama, keduanya dikabarkan tidak akur. Megawati disebut-sebut telah mendengar kabar tentang manuver Jokowi untuk menduetkan Prabowo dengan Gibran.
Rencana tersebut betul-betul terealisasi setelah Mahkamah Konstitusi mengabulkan Pasal 169 huruf q Undang-Undang Pemilu yang mengatur syarat batas usia pencalonan presiden. Awalnya pasal ini mengatur batas usia minimal calon presiden dan wakil presiden adalah 40 tahun. Namun MK mengubahnya menjadi "berusia paling rendah 40 tahun atau pernah/sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui pemilihan umum, termasuk pemilihan kepala daerah”. 

Sejak saat itu, Megawati dan PDIP berseberangan jalan dengan Jokowi. Jokowi tidak pernah terang-terangan menyatakan dukungan untuk Prabowo-Gibran. Namun berbagai kebijakan pemerintahan Jokowi disebut-sebut untuk memenangi Prabowo-Gibran, seperti bantuan sosial dan bantuan bahan pokok yang gencar disalurkan pada masa kampanye pemilihan presiden. Prabowo-Gibran memenangi pemilihan presiden. Mereka mengalahkan dua rivalnya, Ganjar-Mahfud dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. (Yetede)

Rencana Pertemuan Dua Ketua Umum Partai

Yuniati Turjandini 07 Oct 2024 Tempo
SEPEKAN menjelang pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Olly Dondokambey menegaskan posisi PDIP yang akan mendukung pemerintahan Prabowo mendatang. Bendahara Umum PDI Perjuangan itu mengatakan sikap partainya sudah disampaikan langsung oleh Megawati.“Ibu (Megawati) sudah ngomong, kita mendukung pemerintahan Prabowo,” kata Olly saat dihubungi Tempo, Ahad, 6 Oktober 2024.

Olly mengatakan terpilihnya kembali Puan Maharani, Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan sekaligus putri Megawati, menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat periode 2024-2029 dapat diartikan sebagai wujud kerja sama antara legislatif dan eksekutif. “Itu kan bagian dari kerja sama,” tuturnya. Mantan Gubernur Sulawesi Utara ini mengatakan, dalam pertemuan Megawati dan Prabowo nanti akan dihidangkan menu nasi goreng. Menu nasi goreng ini mengingatkan pertemuan Megawati dan Prabowo pada 24 Juli 2019. Saat itu Megawati memasak nasi goreng untuk menjamu Prabowo yang mengunjungi kediamannya di Jalan Teuku Umar, kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Pertemuan itu sekaligus menandai bergabungnya Prabowo dan Gerindra ke pemerintahan Presiden Joko Widodo. PDI Perjuangan merupakan pendukung utama Jokowi dalam pemilihan presiden 2014 dan 2019. Rival Jokowi dalam dua kali pemilihan presiden itu adalah Prabowo. Setelah bergabung ke pemerintahan Jokowi, Prabowo mendapat posisi Menteri Pertahanan. (Yetede)

Konektivitas Mendongkrak Produktivitas Ekonomi

Yuniati Turjandini 05 Oct 2024 Investor Daily (H)
Selain beberapa risiko jangka pendek seperti tingkat suku bunga  global yang tinggi dan eskalasi konflik geopolitik, prospek pertumbuhan ekonomi dunia juga dibayangi oleh sejumlah faktor yang bersifat jangka panjang. Faktor-faktor itu di antaranya adalah dampak perubahan iklim, penuaan populasi terutama di negara maju, serta digitalisasi dan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelegence). Tak hanya berpeluang untuk mendongkrak produktivitas ekonomi, tren tersebut juga memberikan tantangan bagi struktur  ekonomi di masa yang akan datang. Perkembangan digitalisasi dan kecerdasan buatan misalnya, dapat mentransformasi pasar tenaga kerja secara signifikan, sehingga menuntut adaptasi yang cepat dari para tenaga kerja untuk mengejar perkembangan teknologi yang pesat. Namun, bila tidak diikuti dengan peningkatan ketrampilan yang cepat, digitalisasi dapat mengakibatkan job  displacement yang akan memengaruhi kehidupan sosial ekonomi negara secara signifikan. (Yetede)

APBN Sanggup Hadapi Efek Negatif Konflik Timteng Yang Melonjakkan Harga Minyak

Yuniati Turjandini 05 Oct 2024 Investor Daily (H)
APBN 2024 masih sanggup menghadapi efek negatif konflik Israel-Iran di Timur Tengah (Timteng). Konflik itu telah memicu , yang melonjakan harga minyak dan memukul nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Harga minyak WTI naik 0,8% ke level US$ 74,29 per barel saat berita ini ditulis dan telah naik 7,4% dalam sebulan terakhir, berdasarkan data Tranding Economis. Sementara itu, kemarin, rupiah melemah 0,4% ke level Rp15,480 per dolar AS dan telah turun 2,38% dalam sepekan. Padahal, rupiah sempat bermain di level Rp 15.000 per dolar AS, sebelum serangan Iran ke Israel berkecamuk. Pasar saham nasional yang sempat berjaya hingga nyaris menembus level psikologis  8.000 terkapar. Kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 0,6% ke level 7.496. Dalam sepekan, indeks terpangkas 2,61%. Selain dihajar konflik di Timteng, indeks terpukul oleh stimulus moneter China, yang membuat dana asing keluar dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan beralih ke pasar saham Negeri Tirai bambu. (Yetede)

Prospek Menjanjikan Emiten Kesehatan

Yuniati Turjandini 05 Oct 2024 Investor Daily (H)
Inflasi medis ibarat pisau bermata dua. Membebani industri asuransi, tapi menguntungkan bagi penyedia jasa layanan kesehatan seperti PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) dan PT Bundamedik Tbk (BMHS). Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai dari sisi jasa kesehatan, inflasi medis berpotensi menjadi keuntungan dengan biaya medis tetap baru dikoordinasikan  dengan perusahaan asuransi. Sebab, inflasi medis bisa  mengakibatkan biaya klaim naik, yang pada gilirannya membuat pengeluaran masyarakat membengkak. "Jadi, bagi emiten penyedia jasa layanan kesehatan seperti PRDA dan BMHS, kami lebih sarankan untuk wait and see terlebih dahulu," ujar Azis. Riset IFG Progress yang dipublikasi baru-baru ini menyebutkan, inflasi medis di Indonesia sudah berada diatas 12%, lebih tinggi dari pada inflasi umum sebesar 5,51%. Menurut riset tersebut, inflasi medis yang tinggi akan berdampak pada menurunnya efektivitas pengeluaran kesehatan publik dan mendorong meningkatkan kemiskinan. (Yetede)

Buruh Pelabuhan Berhasil Menuntut Kenaikan Upah

Yuniati Turjandini 05 Oct 2024 Investor Daily

Pelabuhan-pelabuhan disepanjang Pantai Timur dan Pantai Teluk Amerika Serikat (AS) dilaporkan mulai dibuka kembali pada Kamis (03/10/2024) malam waktu setempat. Hal ini terjadi menyusul tercapainya kesepakatan sementara serikat pekerja internasional International Longshoremen's Associate (ILA) atau Asosiasi Buruh Bongkar Muatan Internasional dengan Operator Pelabuhan United States Maritime Alliance (USMX). Menurut para sumber, ILA dan USMX telah menyetujui penaikan upah sekitar 62% selama enam tahun, dan menaikkan upah rata-rata dari US$ 39 per jam menjadi sekitar US$ 63 per jam.

Sebelumnya, ILA meminta kenaikan upah sebesar 77% sementara USMX telah menaikkan tawarannya menjadi  hampir 50%. Mengutip dari pernyataan, ILA dan USMX bakal memperpanjang kontrak induk mereka hingga 15 Januari 2025 untuk kembali ke meja perundingan guna menegosiasikan semua masalah yang belum terselesaikan. "Efektif segera, semua aksi kerja saat ini akan dihentikan  dan semua pekerjaan yang tercakup dalam Kontrak Induk akan dilanjutkan,"   kata pernyataan, yang dilansir Reuters pada Jumat (04/10/2024). (Yetede)

Deflasi Bukan Sinyal Negatif Perekonomian

Yuniati Turjandini 05 Oct 2024 Investor Daily

Pemerintah menegaskan bahwa deflasi yang terjadi selama lima bulan beruntun bukan sinyal negatif bagi perekonomian. Adapun deflasi disebabkan oleh komponen harga bergejolak (volatile food) yang berkaitan dengan komoditas pangan. Dengan Deflasi makan, maka harga bahan makanan di pasar dalam kondisi stabil atau bahkan menurun. Deflasi dalam lima bulan terakhir terutama dikontribusikan penurunan harga pangan. Menurut saya, ini suatu perkembangan positif  terutama terhadap daya beli masyarakat," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Dia menjelaskan, belanja masyarakat, tertutamanya kelompok menengah kebawah, didominasi oleh belanja makanan. Artinya, harga pangan di pasar yang menurun justru bisa membantu masyarakat menjangkau bahan-bahan makanan dengan lebih murah. "Jadi deflasi lima bulan berturut-turut yang berasal dari harga bergejolak itu  adalah hal yang memang kita harapkan bisa menciptakan level harga makanan yang stabil dan rendah, karena itu baik untuk konsumen Indonesia, terutama menengah kebawah yang mayoritas belanjanya makanan," tambah dia. (Yetede)

Formasi Kabinet Prabowo

Yuniati Turjandini 05 Oct 2024 Tempo
KABINET pemerintahan Prabowo Subianto ditengarai bakal menjadi kabinet dengan porsi besar dibanding pemerintahan sebelumnya. Pembentukan komposisi kabinet ini berjalan mulus setelah pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat sepakat merevisi Undang-Undang Kementerian Negara pada 9 September 2024.  Salah satu poin penting dari revisi tersebut adalah Pasal 15 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008. Isinya, batasan jumlah kementerian. Jumlah keseluruhan kementerian sebelum regulasi itu diubah paling banyak 34. Pasal tersebut kemudian diubah dengan kalimat, "Sesuai kebutuhan Presiden dengan memperhatikan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan". Perumusan demi perumusan dilakukan Prabowo bersama orang-orang dekatnya untuk mengakomodasi pembentukan kabinet. Salah satunya membuat nomenklatur baru untuk meleburkan sejumlah kementerian yang ada. Sejak awal Mei lalu, setelah penetapan presiden terpilih, sudah disebut-sebut jumlah kementerian dari 34 menjadi 41 atau 44. (Yetede)

Nomenklatur di Kabinet Prabowo

Yuniati Turjandini 05 Oct 2024 Tempo
MENJELANG pelantikan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden-wakil presiden terpilih, orang-orang kepercayaan Prabowo menggelar rapat secara maraton. Orang kepercayaan yang dimaksudkan itu adalah para petinggi Partai Gerindra, seperti Ketua Harian Pusat Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sugiono.

Mereka merumuskan jumlah nomenklatur kementerian yang dibutuhkan kabinet Prabowo. Hasil rapat intens tersebut dilaporkan secara rutin dan berkala kepada Prabowo di kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan. Sufmi Dasco mengatakan perumusan jumlah nomenklatur kementerian di kabinet Prabowo bakal disampaikan setidaknya lima hari sebelum pelantikan Prabowo. Rumusan dan hasil perkembangan kajian nomenklatur rutin disampaikan kepada Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra. “Rumusan disampaikan sekaligus untuk meminta masukan dari Prabowo,” ujar Sufmi Dasco melalui pesan pendek yang diterima Tempo, kemarin.

Seorang narasumber di kubu Prabowo-Gibran mengatakan rumusan nomenklatur kementerian di kabinet Prabowo akan bertambah dari jumlah kementerian pada era pemerintahan sebelumnya. Hal itu untuk mengakomodasi partai pendukung Prabowo, khususnya partai politik di Koalisi Indonesia Maju (KIM) saat pemilihan presiden 2024. Anggota KIM terdiri atas Partai Gerindra, Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Demokrat, serta partai non-parlemen, seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Bulan Bintang (PBB), Gelora, Garuda, dan Prima. (Yetede)

Kecerdasan Buatan Mau Tak Mau Diadopsi Indonesia

Yuniati Turjandini 05 Oct 2024 Tempo
ADOPSI kecerdasan buatan generatif atau AI generatif yang pesat di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, ternyata belum diimbangi dengan sumber daya manusia yang mumpuni. Kajian berjudul "AI Readiness Barometer: ASEAN's AI Landscape" yang digarap Ecosystm dan disponsori International Business Machine Corporation (IBM) menunjukkan pemanfaatan AI tingkat lanjut bukan hanya terganjal infrastruktur, tapi juga kesenjangan keterampilan digital.

Dirilis di Singapura pada 15 Agustus 2024, kajian itu memuat jawaban 372 pemimpin entitas teknologi dan data di Singapura, Indonesia, Thailand, Malaysia, serta Filipina. Mayoritas organisasi teknologi sangat berminat memakai AI generatif dalam bisnis, tapi mereka mengalami kesulitan dari sisi teknis. Ecosystm—perusahaan riset dan penasihat digital yang berbasis di Singapura—mengungkapkan hanya 17 persen responden yang sudah mengelola tim data science dalam organisasi, sisanya tidak memiliki spesialis AI.

Sebagian besar kepala perusahaan dan organisasi yang disurvei juga belum memprioritaskan tata kelola data serta kepatuhan regulasi. Padahal skema itu dibutuhkan untuk mengetahui risiko bisnis yang dijalankan dengan bantuan AI. Presiden Direktur PT IBM Indonesia Roy Kosasih mengakui persoalan talenta bisa mengganjal tumbuh kembang AI. Perusahaan membutuhkan layanan AI generatif sedini mungkin, tapi belum memiliki tenaga ahli yang tepat. (Yetede)

Pilihan Editor