Prospek Menjanjikan Emiten Kesehatan
Inflasi medis ibarat pisau bermata dua. Membebani industri asuransi, tapi menguntungkan bagi penyedia jasa layanan kesehatan seperti PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) dan PT Bundamedik Tbk (BMHS). Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai dari sisi jasa kesehatan, inflasi medis berpotensi menjadi keuntungan dengan biaya medis tetap baru dikoordinasikan dengan perusahaan asuransi. Sebab, inflasi medis bisa mengakibatkan biaya klaim naik, yang pada gilirannya membuat pengeluaran masyarakat membengkak. "Jadi, bagi emiten penyedia jasa layanan kesehatan seperti PRDA dan BMHS, kami lebih sarankan untuk wait and see terlebih dahulu," ujar Azis. Riset IFG Progress yang dipublikasi baru-baru ini menyebutkan, inflasi medis di Indonesia sudah berada diatas 12%, lebih tinggi dari pada inflasi umum sebesar 5,51%. Menurut riset tersebut, inflasi medis yang tinggi akan berdampak pada menurunnya efektivitas pengeluaran kesehatan publik dan mendorong meningkatkan kemiskinan. (Yetede)
Tags :
#KesehatanPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
30 Jun 2025
Pemasaran Digital Rokok Menyasar Anak Muda
26 Jun 2025
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
26 Jun 2025
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
25 Jun 2025
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
24 Jun 2025
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
24 Jun 2025
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
23 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023