Pamor Kecantikan Yang Berdampak Buruk
Kosmetik dalam negeri juga makin diminati. Hal ini tidak terlepas dari berkembangnya produk cosmeuticals. Cosmeuticals adalah produk yang memiliki efek kosmetik serta terapeutik yang berdampak positif bagi kesehatan dan kecantikan kulit. Selain itu, inovasi produk dan desain kemasan juga semakin menarik sehingga meningkatkan penjualan. Sertifikat halal melengkapinya. Tren positif itu terjadi secara global. Dalam laporan McKinsey & Company berjudul ”The State of Fashion Beauty” pada Mei 2023, industri kecantikan diprediksi menghasilkan sekitar 460 miliar dollar AS atau sekitar Rp 7.180,14 triliun tahun ini. Adapun pada 2027, penjualan ritel produk kecantikan diproyeksikan tembus angka 580 miliar dollar AS atau Rp 9.053,22 triliun. (Yoga)
Mafia BBM di NTT Diminta untuk Diselidiki Mabes Polri
Transisi Pemerintahan Mulus dan Lancar Menguatkan IHSG
Transisi Pemerintahan Lancar, IHSG Diperkirakan Menguat
Sejalan dengan transisi pemerintahan yang berjalan mulus dan lancar, indeks harga saham gabungan (IHSG) kedepan diperkirakan menguat dan mencapai level baru. Pemerintah yang stabil akan menambah keyakinan para pelaku pasar dan menciptakan sentimen positif di bursa. Tercatat, IHSG ditutup di level 7.520 atau menguat 0,33% dalam seminggu hingga akhir perdagangan, Jumat, 11 Oktober 2024. IHSG bergerak konsolidasi dengan range support di level 7.400-7.500 dan resistance 7.600. Pekan ini, IHSG diperkirakan menguat dengan estimasi kisaran 7.500 hingga 7.800, didukung oleh funfamental ekonomi yang kuat, inflasi yang terkendali, dan pertumbuhan PDB yang stabil.
Kebijakan pemerintah yang pro-investasi juga menjadi salah satu faktor pendorong yang dapat meningkatkan performa IHSG. Adapun sektor-sektor yang diproyeksikan akan moncer sejalan dengan kondisi ini meliputi infrastruktur, kesehatan, dan konsumer. Menurut Founder Stocknow.id Hendra Wardana, di sektor infrastruktur, proyek-proyek strategis dan kelanjutan pembangunan jalan tol serta infrastruktur, proyek-proyek strategis dan kelanjutan pembangunan jalan tol serta infrastruktur digital akan terus menjadi motor pertumbuhan. (Yetede)
Pyridam Akan Mengakusisi 7 Perusahaan Farmasi Asing
Langkah agresif PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) dalam mencapai perusahaan farmasi asing, tampaknya belum berhenti. Setelah sukses mengakuisisi 100% saham asal Australia, Probiotec Limited senilai AUS$ 252 juta atau setara Rp2,75 triliun pada pertengahan Juni 2024, emiten berkode PYFA ini menyatakan rencana akuisisi lanjutan dengan tujuh target potensial. Aksi tersebut mendapat respon positif pelaku pasar, terlihat dari pergerakan harga saham PYFA yang melonjak 84% dalam satu bulan ini, dan melesat 140% selama tiga bulan terakhir. Manajemen Pyridam Farma mengungkapkan, pertumbuhan inorganik melalui merjer dan akuisisi menjadi salah satu strategi bisnis perseroan untuk mencatatkan kenaikan pendapatan ke depannya.
"Pertumbuhan inorganik dengan mengakuisi perusahaan farmasi lainnya untuk mendapatkan akses ke produk dan pasar baru, dengan 7 potensial target perusahaan," tulis manajemen PFYA dalam materi paparan publik yang dirilis Minggu (13/10/2024). Manajemen PFYA menyebut, tujuh perusahaan yang menjadi target merjer dan akuisisi perseroan yakni satu perusahaan asal Myanmar, dan satu lagi dari Malaysia. Strategi pertumbuhan inorganik tersebut, diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan pendapatan 2025 hingga lebih dari 50% dibanding hanya mengandalkan secara organik. (Yetede)
Penyaluran Pembiayaan Bank Syariah Tumbuh 11,65%
Trade Expo Indonesia 2024 Mencapai US$ 22 Miliar
Total transaksi sementara pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2024 mencapai US$ 22,73 miliar atau sekitar 353,88 triliun. Jumlah ini melampaui target yang ditetapkan sebesar US$ 15 miliar. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menerangkan, unutuk rincian dari total transaksi sementara tersebut yakni untuk rincian barang jasa senilai US$ 3,4 miliar. "Adapun capaian total transaksi sementara tercatat sebesar US$ 22,73 miliar," ujar dia. Pria yang akrab dipanggil Zulhas ini mengungkapkan, TEI ke-39 diikuti sebanyak 1.460 pelaku bisnis dengan jumlah buyer mancanegara sebanyak 8.042 buyer.
Sementara negara dengan transaksi terbesar selama TEI-ke 39 adalah India dengan catatan transaksi besar US$ 7,46 miliar dengan presentase 37,9%, Vietnam US$ 3,67 miliar (18,64%); Belanda US$ 2,76 miiar (14,03%); Filipina US$ 2,25 miliar (11,46%); serta Mesir US$ 623,40 juta (3,17%). Adapun produk paling diminati selama TEI tahun ini diantaranya batu bara dengan capaian transaksi senilai US$ 7,34 miliar dengan persentase 37,29%; baja US$ 2,72 miliar (13,85%); minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya US$ 1,76 miliar (8,94%); serta kertas US$ 1,05 miliar (5,34%). (Yetede)
Pengajuan Anggaran Untuk Tol Laut Tahun Depan
Pemerintah pada tahun depan berencana menambah rute atau trayek tol laut dari jumlah saat ini sebanyak 39 rute. Penambahan rute tol laut tersebut diharapkan mampu menjangkau distribusi barang ke daerah-daerah terluar di Indonesia. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Capt Antoni Arif Priadi mengatakan, efektivitas program tol laut yang berjalan selama 10 tahun memberikan efek besar bagi disparitas harga. "Apalagi dengan jumlah pulau kita saat ini sangat besar mencapai lebih dari 17.000 pulau, jadi bayangkan ketika kita hadir membawa kebutuhan-kebutuhan dasar, Sehingga tentunya kedepan akan kita tambah rute atau trayeknya," kata Antoni. Antoni mengatakan, permasalahan tol laut diakui masih sangat kompleks hingga masih memerlukan perbaikan di masa datang. "Adapun untuk trayeknya kita rencanakan tambah tiga rute di tahun depan. Tapi ini masih akan kami bahas lagi, karena akan tergantung pada kesesuaian anggaran yang ada," ucapnya. Direktorat Jenderal perhubungan Laut telah mengajukan anggaran tahun depan pada program tol laut mencapai Rp 1,124 triliun. Antoni menjelaskan, koordinasi dengan operator penyelenggara tol laut juga akan diperkuat. (Yetede)









