;

Sanofi-GSK Siapkan Vaksin Covid-19 untuk 2021

R Hayuningtyas Putinda 16 Apr 2020 Investor Daily, 15 April 2020

PARIS – Dua raksasa farmasi dunia, Sanofi dan GlaxoSmithKline (GSK) akan bekerja sama membuat vaksin virus corona Covid-19, yang diharapkan dapat memasuki fase pengujian klinis tahun ini. Dengan demikian diharapkan dapat tersedia pada paruh kedua 2021.

CEO Sanofi Paul Hudson mengatakan, dalam menghadapi krisis kesehatan global luar biasa ini, tidak ada satu pun perusahaan yang dapat sendirian mengupayakan adanya vaksin itu.

Menurut pernyataan bersama kedua perusahaan pada Selasa (14/4), Vaksin ini akan mengombinasikan antigen yang dikembangkan Sanofi yang merangsang produksi antibodi pembunuh kuman, dengan teknologi adjuvan dari GSK - substansi yang memperkuat respons imun yang dipicu oleh vaksin.

Sanofi dan GSK mengungkapkan, upaya bersamanya didukung oleh pendanaan dan kolaborasi dengan Biomedical Advanced Research and Development Authority (BARDA) dari Departemen Kesehatan Amerika Serikat (AS). Direktur BARDA Rick Bright mengatakan, pengembangan vaksin Covid-19 yang diperkuat adjuvan itu berpotensi dapat mengakhiri wabah ini. Dan akan membantu dunia untuk lebih siap menghadapi wabah-wabah akibat virus korona di masa depan

Pemulihan Ekonomi China Ekspor Impor Membaik, Terhambat Pada Pengiriman

R Hayuningtyas Putinda 16 Apr 2020 Kompas, 15 April 2020

Tingkat penurunan ekspor dan impor China pada Maret 2020, berdasarkan data yang dirilis, tidak sedalam penurunan pada Februari. Ini seiring dengan mulai berproduksinya pabrik-pabrik di China.

Para pelaku pasar keuangan global menarik napas lega setelah data bea dan cukai China, Selasa (14/4/2020), menunjukkan aktivitas ekspor dan impor China pada Maret 2020 membaik lebih dari perkiraaan survei sebelumnya dari Bloomberg. Namun disisi lain, Para ekonom memperkirakan aktivitas pengiriman barang dari dan ke China tahun ini masih akan tertekan karena pandemi Covid-19 telah membuat aktivitas bisnis di seluruh dunia terhenti.

Menurut kepala ekonom dari Zhonghai Shengrong Capital Management di Beijing, Zhang Yi, Angka perdagangan di atas ekspektasi tersebut tidak berarti telah bebas dari masalah, Ia memper kirakan produk domestik bruto (PDB) triwulan I-2020 China yang akan dirilis Jumat (17/4) akan menunjukkan kontraksi 8 persen. Jika itu terealisasi, berarti terjadi kemerosotan PDB China pada triwulan pertama sejak 1998.

Gambaran sebaian impor yang lebih baik mencermin kan bahwa pengiriman yang macet di pelabuhan sedang di buka lagi dan dikebut. Namun, konsumsi domestik China masih lemah, terlihat antara lain terlihat dari penurunan impor bijih besi.

Selamatkan Produsen Pangan

R Hayuningtyas Putinda 16 Apr 2020 Kompas, 15 April 2020

Badan Pusat Statistik mencatat penurunan nilai tukar petani terjadi di semua subsektor, yakni mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan. Situasi itu menjadi tanda turunnya kesejahteraan petani yang merupakan produsen pangan. Kondisi itu tidak menguntungkan di tengah potensi krisis pangan akibat pandemi Covid-19. Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Dalam laporan "Anticipating The Impacts of Covid-19 in Humanitarian and Food Crisis Contexts", menyebutkan Indonesia bisa mengatasi ancaman krisis pangan melalui strategi yang memprioritaskan kesejahteraanan petani sebagai produsen pangan sebaliknya disrupsi pada produksi dan rantai pasok pangan akibat pandemi Covid-19 bisa menjadi bencana bagi populasi yang tergolong rentan.

Ketua Umum Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia Guntur Subagja memiliki pendapat yang sama terkait hal ini, dengan menjaga kesejahteraan petani melalui kepastian penyerapan (hasil panen dengan harga layak) maka petani dapat memiliki kemampuan memproduksi pangan. Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung Bustanul Arifin dan Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University Dwi Andreas Santosa berpendapat menambahkan, kelancaran logistik pangan memegang peran kunci. Jika terganggu, produk petani tak terserap, sementara harga di tingkat konsumen naik.

Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas tentang penanganan Covid-19 melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, meminta jajarannya mendorong produksi pangan dalam negeri dan memberi perhatian pada peringatan FAO soal potensi gangguan pangan di banyak negara akibat pandemic. Sejumlah produsen pangan justru menghadapi ironi. Para peternak ayam rakyat, misalnya, justru memangkas produksi untuk menyesuaikan penurunan permintaan. Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia Singgih Januratmoko menyebutkan, peternak ayam pedaging memotong 50 persen produksinya seiring permintaan yang turun. Situasi tak menguntungkan juga dihadapi para petani tebu. Ketua Umum Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia Soemitro Samadikoen khawatir harga gula produksi petani akan tertekan seiring makin gencarnya impor gula. 

Pemerintah saat ini tengah mengarahkan dana desa untuk bantuan tunai melalui Peraturan Menteri Desa Nomor 6 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan, dana desa bisa digunakan untuk bantuan langsung tunai (BLT) ke masyarakat miskin atau kehilangan pekerjaan akibat pandemic . Pihaknya memperkirakan alokasi untuk 74.953 desa mencapai Rp 22,4 triliun.

PERDAGANGAN INTERNASIONAL

R Hayuningtyas Putinda 16 Apr 2020 Kompas, 15 April 2020

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Selasa (14/4/2020), mengatakan, pandemi Covid-19 memengaruhi pergeseran pemetaan produk dan ketersediaan pasar ekspor, khususnya industri kecil dan menengah (IKM). Untuk itu, perwakilan atase perdagangan dan Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (indonesian Trade Promotion Center/ITPC) terus mengkaji dan memetakan ulang produk unggulan ekspor sesuai kondisi terbaru setelah pandemi Covid-19 merambah ke ratusan negara dan mendisrupsi rantai perdagangan global.

Menurut Jerry, untuk mendorong kemudahan ekspor, pemerintah sudah mengeluarkan stimulus nonfiskal yang ditujukan bagi pelaku ekspor. Hal itu, misalnya, berupa efisiensi proses logistic, penyederhanaan aturan larangan pemba tasan atau tata niaga terhadap ekspor maupun impor, khususnya impor bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi serta lobi-lobi dengan negara lain di tingkat bilateral untuk menjamin pintu pasar tetap terbuka di tengah pandemi.

Sementara Ketua Komite Tetap Pengembangan Ekspor Kamar Dagang dan Industri Indonesia Handito Joewono mengatakan, beberapa IKM membutuhkan dukungan pemerintah diantaranya untuk membuka akses pasar internasional, informasi terkait kondisi pasar di sejumlah negara serta akses regulator ekspor (trading house) yang bisa membantu pengiriman produk dalam jumlah lebih besar.

Pengelola Bandara Perkuat Layanan Kargo

R Hayuningtyas Putinda 16 Apr 2020 Tempo, 16 April 2020

Pengelola bandar udara mengandalkan angkutan kargo di tengah penurunan jumlah penumpang akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I (Persero), Handy Heryudhitiawan, mengatakan sudah memetakan beberapa dari 15 bandara yang unggul dalam layanan angkutan barang Setidaknya ada lima bandara dengan potensi volume kargo besar sesuai dengan karakter wilayah masing-masing, diantaranya Sentani di Jayapura yang merupakan pintu masuk utama di wilayah Papua, I Gusti Ngurah Rai di Bali transit kargo ke rute luar negeri, Juanda di Surabaya yang banyak dipakai untuk keperluan industry, Sultan Hasanuddin di Makassar yang merupakan hub transit penerbangan wilayah timur Indonesia serta Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan untuk memenuhi kebutuhan logistik daerah yang cukup besar

Senada dengan keterangan tersebut, Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I, Devy Suradji mengatakan Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo juga disiapkan sebagai sentral kargo. Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, mengatakan layanan kargo Bandara Soekarno-Hatta di Banten pun masih bergairah. 

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto, mengatakan maskapai diwajibkan memperkuat layanan logistik di samping layanan penumpang komersial. Hal itu pun dimandatkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 yang mengatur transportasi pada masa pandemi Covid-19. Sebagai contoh, Citilink Indonesia merupakan salah satu operator yang sedang menggenjot layanan kargo ujar kata Direktur Utama Citilink, Juliandra Nurtjahjo. menurutnya, jumlah kargo yang diangkut Citilink pada Maret 2020 meningkat 13 persen dibanding sebulan sebelumnya dan dalam waktu dekat, Citilink juga akan mengoperasikan pesawat khusus kargo (freighter) Boeing 737-500 untuk memaksimalkan layanan rute-rute domestik



Harga Gula Tetap Tinggi

R Hayuningtyas Putinda 15 Apr 2020 Kompas, 14 April 2020

Harga gula pasir tetap tinggi, mencapai Rp 18.300 per kilogram meski sebagian gula impor telah tiba dan sebagian dialihkan ke pasar konsumsi. Perencanaan yang tak tepat berpotensi menghancurkan harga gula petani. 

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga gula pasir "konsisten" naik selama empat bulan terakhir, kian jauh meninggalkan acuannya yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen. 

Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) M Nur Khabsyin, menyatakan pemerintah tampak panik dalam mengimpor gula. Kepanikan ini justru berpotensi memukul harga di tingkat petani dan menekan kesejahteraan petani tebu.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah sudah melakukan operasi pasar melalui pengalihan gula dari industri dalam negeri dan didistribusikan ke sejumlah kota besar.

Menurut Nur Khabsyin, saat ini panen tebu dan proses giling tebu di Sumatera Utara sudah berjalan, dan hasil gula diperkirakan mencapai 50.000 ton. Adapun panen dan proses giling tebu di wilayah Jawa akan dimulai akhir Mei 2020. Nur menyatakan, petani khawatir harga gula anjlok di bawah ongkos produksi dan mengancam kesejahteraan dengan adanya realisasi impor mencapai puncaknya pada Mei-Juni 2020 dan mengancam daya beli petani sebagai konsumen karena harga pangan meningkat.

Pada rapat kerja dengan Komisi IV DPR, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebutkan, Kementerian Perdagangan telah memberikan izin impor Gula Kristal Putih (GKP) sebanyak 50.000 ton, dan 250.000 ton gula mentah yang diimpor oleh industri gula rafinasi agar diolah menjadi GKP.

Ketua Umum Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Bernardi Dharmawan menyebutkan, ada sembilan anggota asosiasi dan satu pabrik gula yang akan mengolah gula mentah tersebut menjadi GKP dan akan disalurkan kepada distributor dan pelaku ritel.

Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Budi Hidayat berpendapat, pengadaan GKP dari gula mentah impor berpotensi membanjiri pasar gula dalam negeri. Maka harus didistribusikan langsung ke daerah dengan harga gula yang tinggi, terutama di luar Pulau Jawa.

Ekspansi Saat Pandemi

R Hayuningtyas Putinda 15 Apr 2020 Kompas, 14 April 2020

Perekonomian terpukul pandemi Covid 19. Namun, masih ada pelaku usaha, khususnya segmen industri kecil menengah, yang bertahan, bahkan berekspansi ke pasar ekspor. Industri kecil menengah (IKM) yang menggeliat di tengah kondisi pandemi Covid-19 antara lain bergerak di sektor tekstil dan produk tekstil, interior rumah dan furniture, serta produk olahan pangan. Produk yang diekspor antara lain keripik, rendang siap saji, bumbu masak instan, pakaian batik, dan mebel

Ketua Komite Tetap Pengembangan Ekspor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Handito Joewono, Senin (13/4/2020), di Jakarta, menyampaikan, dari sisi per mintaan barang dan kemampuan suplai produk, IKM yang bermain di pasar dalam negeri mampu menggenjot ekspor. Selama ini, penjualan ke luar negeri lewat jalur perseorangan dengan jumlah terbatas sehingga perlu didukung pemerintah untuk memanfaatkan percepatan momentum dan tren positif yang muncul, saat ini pengiriman dianggap masih terlalu mahal dan prosesnya masih rumit seperti perizinan serta tata niaga ekspor

Menteri Keuangan periode 2013 - 2014 M Chatib Basri menyampaikan, pandemi Covid-19 menyebabkan tiga guncangan sekaligus pada permintaan, penawaran, dan kepercayaan pasar, hal ini berbeda dengan krisis sebelumnya, respons ke kebijakan tidak bisa lagi dengan cara-cara konvensional. Jika pemerintah tidak bertindak cepat dan tepat, situasi ini akan memukul dunia usaha. Ia menambahkan, risiko kredit macet dalam 3-6 bulan mendatang akan meningkat karena daya beli melemah dan likuiditas mengetat. terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Akibatnya, kinerja ekspor akan menurun dan angka pengangguran meningkat.

Kepala Ekonom UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja menyebutkan, pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup untuk membantu dunia usaha. Sebagaimana disebutkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, bahwa Anggaran Rp 150 triliun untuk program pemulihan ekonomi nasional sudah disiapkan untuk pelaku usaha di sektor riil dan keuangan. Namun Enrico menyayangkan hingga kini sasaran dan skema program masih belum jelas. Menurut Enrico, ada tiga kelompok sektor utama yang berkontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan bersifat padat karya yang harus menjadi fokus pemerintah, yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan; penambangan dan penggalian; serta manufaktur.

Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam siaran pers menyebutkan Indeks Manufaktur Cepat (Prompt Manufacturing Index/PMI) yang diterbitkan Bank Indonesia, Senin, memperlihatkan kinerja sektor industri pengolahan atau manufaktur pada triwulan 1-2020 turun dibandingkan dengan tri wulan IV-2019. Indeks ini menjadi indikator gambaran umum kondisi sektor manufaktur terkini serta perkiraan pada triwulan mendatang.

Menakar Aktivitas Pandemic Bond untuk mengurangi ancaman PHK

R Hayuningtyas Putinda 15 Apr 2020 Investor Daily, 14 April 2020

Salah satu masalah yang menghantui dunia usaha sejak virus corona atau Covid-19 merebak tak terkendali adalah menurun atau bahkan matinya berbagai aktivitas ekonomi yang berujung terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Satu setengah juta pekerja dilaporkan telah dirumahkan dan hanya menerima gaji atau upah separo atau kurang dari yang biasa mereka terima bulanannya.

Untuk mengurangi jumlah korban PHK dan untuk mencegah agar angka pengangguran tidak kembali bertambah, pemerintah saat ini telah mempersiapkan program prioritas berupa surat utang pemulihan atau recovery bonds dan global bond sebagaimana dijelaskan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati ketika menggelar video conference di Jakarta, Selasa (7/4) dan Presiden Joko Widodo juga telah menjanjikan bahwa pemerintah akan mempercepat penyaluran Kartu Prakerja untuk memastikan agar angka pengangguran tidak bertambah di tengah wabah Covid-19.

Seperti dilaporkan media massa, sejumlah perusahaan besar seperti PT Indosat Tbk, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dan sejumlah perusahaan lain terpaksa melakukan PHK ratusan bahkan ribuan pegawainya.

Banyak perusahaan mengalami kesulitan mempertahan performance-nya karena sebab-sebab internal dan kondisi perekonomian global yang memang suram. Sejumlah indikator ekonomi nasional, seperti investasi, daya beli, ekspor-impor, pertumbuhan ekonomi, dan lain sebagainya bisa dilihat cenderung kurang menggembirakan.

Di tengah meluasnya wabah virus corona, target pemerintah tampaknya tidak muluk-muluk. Pemerintah tidak berharap pelaku usaha mampu meningkatkan volume produksi, melainkan cukup mereka bisa bertahan saja itu sudah lebih dari cukup. Yang penting angka pengangguran tidak bertambah dan daftar korban PHK tidak makin panjang.

Program populis seperti menyediakan jaring pengaman, memperkuat penyangga ekonomi keluarga miskin, mencegah perusahaan tidak bangkrut, dan lain sebagainya untuk saat ini adalah program prioritas yang fungsional untuk mencegah masyarakat agar tidak makin terpuruk.

Distribusi Pangan Berbasis Teknologi Diperkuat

R Hayuningtyas Putinda 15 Apr 2020 Republika, 15 April 2020

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui telekonferensi, Selasa (14/4) mengatakan pihaknya memperkuat kerja sama dengan sejumlah perusahaan produsen, niaga daring, serta transportasi daring untuk mempermudah penyediaan dan distribusi untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat di wilayah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB)

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diar mita menjelaskan kerja sama bersifat business to business atau antarperusahaan, sedangkan Kementan hanya menjadi fasilitator yang mempertemukan perusahaan untuk bisa bekerja sama dalam mempermudah penyediaan pangan bagi masyarakat serta membantu memperluas pasar para produsen di tengah wabah Covid-19.

Setelah sebelumnya menggandeng Gojek, kini Kementan menggandeng Grab Indonesia sebagai penyedia transportasi daring un tuk pengiriman produk kepada konsu men. Terkait hal ini, Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, ratusan ribu pengemudi Grab siap membantu pendistribusian pangan masyarakat sebagai upaya mendukung kebijakan pemerintah terkait pembatasan sosial berskala besar (PSBB) demi menekan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Khusus Gojek, layanan pesan antar untuk pembelian 11 komoditas bahan pangan pokok dari Pasar Mitra Tani milik Kementan di Jakarta dan Bogor digratiskan biaya ongkos kirim karena ditanggung oleh Kementan dan berlaku selama dua bulan ke depan agar bisa membantu mengurangi aktivitas belanja masyarakat secara langsung

Konsumsi Listrik Industri Anjlok

R Hayuningtyas Putinda 15 Apr 2020 Republika, 15 April 2020

EVP Pemasaran dan Pelayanan Pelang gan PLN Edison Sipahutar di Jakarta, Selasa (14/4), menjelaskan, efek pandemi Covid-19 menjadi faktor utama turun nya per tumbuhan segmen bisnis dan industri. Ia memerinci sektor bisnis hanya tumbuh sebesar 4,07 persen dikarenakan banyak industri yang mengalami perlambatan karena banyak yang menerapkan work from home(WFH) sehingga menurunkan kon sumsi listrik.

Khusus di Jakarta, PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN UID Disjaya) melalui General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya M Ikhsan Asaad mengkonfirmasi hal yang sama. Ikhsan menambahkan, yang termasuk pelanggan sektor bisnis adalah mal, hotel, dan kantor-kantor swasta, sedangkan untuk pelanggan industri, seperti pabrik baja, tekstil, dan lainnya.

Disisi lain, Ikhsan mengatakan, kenaikan penjualan listrik rumah tangga tidak bisa menutupi penurunan penjualan listrik pada sektor bisnis dan industri. Meski begitu, revisi belum ditetapkan atas penjualan listrik di PLN UID Disjaya karena adanya wabah korona. Target penjualan listrik PLN UID Disjaya tahun ini Rp 46 triliun, kata Ikhsan.

Dalam konferensi video, Direktur Eksekutif Ins titute for Essential Services Reform (IESR) Fab by Tumiwa menilai stimulus insentif listrik untuk masyarakat kurang, Pemerintah dan PLN dinilai perlu melakukan perluasan insentif listrik ini ke kalangan rentan miskin padahal menurutnya kelompok masyarakat tersebut harus tetap memenuhi kebutuhannya sehari- hari. IESR pun mendorong pemerintah untuk memperluas penerima diskon listrik.

Menanggapi hal ini, Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hendra Iswahyudi menjelaskan, pemerintah dan PLN sedang mengkaji perluasan insentif ini, diskon listrik telah menjangkau 40 persen masyarakat miskin dan rentan miskin, selanjutnya PLN akan mengkaji perluasan keringanan listrik bagi industri dan bisnis termasuk kemungkinan biaya beban digratiskan atau rekening minimum atau diberikan diskon 5-10 persen.

Pilihan Editor