Perusahaan Migas Revisi Rencana Kerja
Saat dihubungi Republika, Senin (13/4) PT Pertamina EP (PEP) melalui Direktur Utama-nya Nanang Abdul Manaf menjelaskan sedang menyiapkan skenario untuk menyesuaikan target dan rencana mitigasi risiko di tengah situasi yang dinamis akibat pandemi Covid-19 dan anjloknya harga minyak dunia.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) sebagai Induk usaha PEP, Fajriyah Usman juga mengatakan, Pertamina tengah meninjau kembali target keuangan dan rencana kerja untuk menjalankan pekerjaan yang paling prioritas
Hal senada disampaikan
Vice President Planning and Investor Relations Medco Energi Myrta Sri Utami, di
tengah tren harga minyak yang masih rendah, Medco Energi melakukan revisi
target operasional produksi dan belanja modal. Ia menjelaskan, revisi kerja
pada 2020 membuat perusahaan mengurangi produksi yang semula ditargetkan
sebesar 110 juta barel setara minyak per hari (boepd) menjadi 100 hingga 105
juta boepd. Sedangkan, belanja modal perusahaan berubah menjadi 240 juta dolar
AS dari semula 340 juta dolar AS.
Sementara organisasi negara eksportir minyak dunia OPEC bersama Rusia
bersepakat mengurangi produksi hingga April 2022. Hal ini dilakukan demi
mengangkat harga yang terus tertekan akibat pandemi virus korona sebagaimana dikutip
dari Reuters. Pada perdagangan Senin (13/4), harga minyak dunia melonjak 1 dolar
AS per barel menyusul kesepakatan OPEC tersebut.
Sementara itu, negara nonanggota OPEC, seperti Indonesia, Brasil, Kanada, Norwegia, dan AS akan berkontribusi terhadap pemotongan produksi sebesar 4 juta-5 juta barel per hari.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023