;

Amartha Bantu Pemulihan Ekonomi Perdesaan

R Hayuningtyas Putinda 22 Jun 2020 Republika, 11 Jun 2020

PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah menyalurkan pendanaan senilai Rp 2,41 triliun kepada 506 ribu mitra pelaku usaha mikro hingga Mei 2020. Tingkat keberhasilan pengembalian pinjaman (TKB) 90 hari tercatat mencapai 99,14 persen.

Pendiri dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra menyampaikan, Amartha berkomitmen mendampingi mitra dan masyarakat desa untuk memulihkan ekonomi di perdesaan. Berbagai program bantuan diinisiasi, seperti pemberian masker, penyemprotan disinfektan, pembagian sembako, serta program edukasi Kesehatan. Ia yakin sektor ultramikro di perdesaan sangat tangguh dan bahkan bisa menjadi motor penggerak perekonomian nasional. Dengan rekam jejak pembayaran yang baik, Amartha meyakini pemulihan bisnis dapat berjalan dengan lebih mudah dan cepat. Dalam mengurangi risiko gagal bayar, Amartha juga telah memperbarui algoritma sistem skor kredit dengan memasukkan parameter yang sensitif terhadap dampak Covid-19 bagi calon mitra.

Sebelumnya, Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) mengakui, penyaluran pembiayaan melalui tekfin peer-to-peer (P2P) lending mengalami penurunan selama pandemi Covid-19. Ketua Harian AFPI, Kuseryansyah, menyampaikan, masih ada beberapa sektor yang mengalami peningkatan penyaluran pembiayaan, seperti distribusi di sektor health care, begitu juga sektor terkait distribusi pangan, produk agrikultur, dan makanan kemasan. Sektor telekomunikasi dan ekosistem daring juga semakin banyak digunakan untuk mendukung kehidupan sehari-hari dan berpotensi untuk berkembang terus seiring pergeseran perilaku konsumsi masyarakat. Menurut hasil survei AFPI pada pertengahan Mei lalu, sebanyak 90 platform menyatakan memiliki TKB stabil, 34 platform mengalami penurunan TKB, dan enam platform mengaku mengalami kenaikan TKB.

Kementan Bangun Korporasi Petani

R Hayuningtyas Putinda 22 Jun 2020 Republika, 11 Jun 2020

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan pembentukan 350 korporasi petani hingga 2024 mendatang. Korporasi petani ditujukan untuk bisa meningkatkan skala usaha pertanian para petani yang berdampak pada membaiknya kesejahteraan.

Kepala Bagian Perencana Wilayah Kementerian Pertanian, Hermanto, mengatakan, sejauh ini terdapat lima proyek percontohan korporasi petani yang sudah dilakukan dan menunjukkan perkembangan positif. Pada era new normal, korporasi petani harus dilakukan agar pengelolaan kegiatan pertanian bertransformasi menjadi suatu ekosistem bisnis. Petani pun menjadi memiliki jiwa kewirausahaan dan benar-benar menjadi pebisnis. Hermanto menjelaskan, secara umum korporasi petani merupakan satu kesatuan badan usaha yang dibentuk oleh dan untuk petani. Konsep korporasi yang diusung juga merestorasi jiwa gotong royong petani yang saat ini mulai pudar. Kementan telah menyusun proses bisnis korporasi petani dimulai dari hulu ke hilir. Dimulai dari petani yang berkumpul menjadi kelompok petani dan gabungan kelompok petani yang memiliki basis budi daya komoditas pertanian. Hanya saja, Hermanto tak memungkiri terdapat hambatan yang dihadapi untuk bisa membentuk korporasi petani secara masif. Utamanya yakni soal pembiayaan dari perbankan.

Direktur Pangan dan Pertanian Kementerian Perencanan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Anang Noegroho Setyo Moeljono menambahkan, korporasi petani menjadi kegiatan prioritas dalam rencana kerja pemerintah (RKP) 2021. Sektor pertanian yang menjadi basis ekonomi di perdesaan perlu ditingkatkan untuk menjadi kegiatan usaha modern agar bisa menopang perekonomian. Korporasi petani pun dinilainya dapat meningkatkan efisiensi rantai pasok komoditas yang selama ini kerap menjadi masalah.

Proyek Gasifikasi PTBA Berlanjut

R Hayuningtyas Putinda 22 Jun 2020 Republika, 11 Jun 2020

PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA menargetkan proyek gasifikasi batu bara dapat dikomersialisasikan selambatnya pada 2025. Proyek tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan front end engineering design (FEED) dan engineering, procurement, construction (EPC).

Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin menegaskan, perseroan tetap melanjutkan proyek gasifikasi batu bara. Para pemegang saham pun menyetujui untuk perusahaan tetap melanjutkan proyek tersebut, karena proyek tersebut merupakan salah satu langkah perusahaan untuk berkembang dan berekspansi. Hal ini mengingat proyek gasifikasi batu bara juga sudah mendapatkan investor. 
Proyek yang dimaksud adalah proyek gasifikasi batu bara miliknya yang bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) dan Air Products and Chemicals Inc yang nantinya akan menghasilkan dimethyl ether (DME). Dalam pengembangannya, dari proyek yang sama juga akan menghasilkan metanol dan monoethylene glycol (MEG).

Arviyan juga menjelaskan, saat ini kemajuan proyek sudah sampai pada tahap FEED. Setelah FEED ini, dalam waktu dekat, kata Arviyan, perusahaan akan segera melakukan lelang proses EPC. Proyek ini menelan investasi 2 miliar dolar AS. Proyek ini, dia melanjutkan, beroperasi secara komersial sekitar 2024. Target angkutan pada 2020 menjadi 27,5 juta ton atau meningkat 13 persen. Untuk volume penjualan batu bara tahun 2020, perusahaan tambang pelat merah itu menargetkan meningkat menjadi 29,9 juta ton. Lewat persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) tahun buku 2019, PTBA membagikan dividen sebesar Rp 3,65 triliun yang merupakan 90 persen dari total laba bersih perusahaan tahun 2019. Rasio pembagian dividen yang mencapai 90 persen ini bisa dikatakan menjadi yang terbesar dalam sejarah Bukit Asam dan bisa jadi juga menjadi yang terbesar juga untuk BUMN yang tercatat di bursa, kata Arviyan.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebut pembayaran dividen perusahaan pelat merah kepada negara untuk tahun buku 2020 akan meleset jauh dari target. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, turunnya setoran kepada negara karena sekitar 90 persen perusahaan milik negara tak mampu beroperasi maksimal karena terdampak Covid- 19, juga banyaknya pendapatan yang penggunaannya dialih kan ke cash flow perusahaan. Pemerintah berencana memberikan relaksasi terhadap BUMN-BUMN dalam hal menyetorkan dividen karena dampak wabah Covid-19. Kondisi ini dimanfaatkan BUMN sektor tambang melakukan ekspansi bisnis. Holding BUMN pertambangan sendiri tahun lalu cukup menjadi penyumbang kantong negara. Holding BUMN pertambangan menyetor Rp 1 triliun lebih kepada negara pada 2019.

Penjualan Industri Plastik Hulu Anjlok 60 persen

R Hayuningtyas Putinda 21 Jun 2020 Investor Daily, 8 Juni 2020

Sekjen Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono mengatakan Penjualan industri plastik hulu di pasar domestik menurun hingga 60% karena pandemi Covid-19. Akibatnya, industri harus mengalihkan sekitar 30 ribu ton produk per bulan ke pasar ekspor untuk tetap menjaga keberlangsungan bisnis. Dari sisi produksi, menurut Fajar, industri plastik hulu masih relatif stabil. Saat ini, utilisasinya mencapai 90-95% karena industri memiliki kontrak jangka panjang terhadap bahan baku, dan harga minyak juga masih murah.

Dia menilai, pelonggaran PSBB berupa pembukaan kembali pusat perbelanjaan akan meningkatkan permintaan plastik. Sebab, industri plastik bisa masuk lagi pasar modern. Selain itu, dia menuturkan, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang merupakan salah satu konsumen kemasan plastik, diharapkan bisa kembali beroperasi dengan kapasitas terbatas.Namun, dia mencatat, permintaan beberapa kemasan plastik turun, terutama yang berhubungan dengan pariwisata, seperti kemasan teh, air mineral, minuman karbonasi, dan mi sebesar 60%.Fajar menambahkan, tetap bukanya pasar tradisional di beberapa daerah juga memicu peningkatan permintaan saat Puasa dan Lebaran. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumwang Kartasasmita sebelumnya mengatakan, pihaknya akan terus mengupayakan pemulihan sektor industri manufaktur di dalam negeri yang terkena dampak pandemi Covid-19

BI Kenormalan Baru akan Tingkatkan Pendapatan Masyarakat

R Hayuningtyas Putinda 21 Jun 2020 Investor Daily, 8 Juni 2020

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, implementasi kebijakan kenormalan baru (new normal) atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi bakal menggerakkan kembali aktivitas ekonomi. Hal ini bisa meningkatkan pendapatan masyarakat yang sempat merosot dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi.Hanya saja, ia memperkirakan, untuk pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 bakal turun atau lebih rendah dibandingkan realisasi kuartal I-2020 yang sebesar 2,97%. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi tahun ini kemungkinan bisa mendekati 2,3%.


Penguatan Kinerja Semen Indonesia di Tengah Pandemi

R Hayuningtyas Putinda 21 Jun 2020 Investor Daily, 8 Juni 2020

Analis Sinarmas Sekuritas Paulina mengungkapkan, Penurunan biaya energi ditambah restrukturisasi sejumlah utang dengan bunga lebih rendah menjadi katalis positif terhadap kinerja keuangan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Sedangkan penurunan permintaan semen akibat pandemi Covid-19 masih menjadi hambatan paling besar bagi perseroan untuk mendongkrak volume penjualan. Semen Indonesia juga mendapat dukungan sentimen positif dari rencana penerbitan saham baru (rights issue) anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB).SBI sebelumnya mengumumkan rencana rights issue sebanyak 20% saham tahun ini. Sebanyak 15% saham rights tersebut akan diakuisisi Taiheiyo Cement yang diharapkan tuntas bulan depan dan rights issue direncanakan pada Maret 2021 dengan nilai berkisar Rp 2,9-3,6 triliun atau setara dengan valuasi Rp 1,8 juta per ton.

Terkait volume penjualan semen perseroan, menurut Paulina, kemungkinan terjadi penurunan sekitar 10-20% tahun ini. Target tersebut sudah sesuai dengan pelemahan permintaan semen nasional yang hingga April 2020 mencapai 6%. Sedangkan penurunan volume penjualan Semen Indonesia sebesar 4%. Sinarmas Sekuritas merevisi turun asumsi penjualan Semen Indonesia tahun ini dari Rp 40,35 triliun menjadi Rp 37,84 triliun.Meski demikian, Sinarmas Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham SMGR dengan target harga Rp 10.600. Taget harga tersebut mencerminkan asumsi valuasi sebesar Rp 2 juta per ton dan target peningkatan laba bersih menjadi Rp 2,51 triliun. Sedangkan pendapatan diproyeksikan turun menjadi Rp 37,84 triliun pada 2020.

Sementara itu, analis Danareksa Sekuritas Maria Renata mengungkapkan, peningkatan margin keuntungan ditambah pendapatan operasi lainnya menjadi faktor pendongkrak laba bersih Semen Indonesia pada kuartal I-2020 sebesar 66,5% menjadi Rp 446 miliar dengan kenaikan pendapatan sebesar 5,6% menjadi Rp 8,6 triliun yang ditopang oleh kenaikan rata-rata harga jual semen perseroan pada Februari 2020 di sejumlah daerah. Sedangkan DER perseroan masih tinggi mencapai 0,77 kali atau mencapai Rp 26,7 triliun hingga Maret 2020. Meski demikian, setelah dilakukan restrukturisasi sejumlah utang, terjadi penurunan beban bunga sebesar Rp 608 miliar atau 14,5%. Sedangkan kas operasional naik menjadi Rp 1,1 triliun hingga akhir Maret 2020. Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham SMGR dengan target harga Rp 10.700. Target tersebut merefleksikan PE dalam tiga tahun terakhir mencapai 26,7 kali. Target tersebut juga mempertimbangkan rasio dividen tahun dan perkiraan penurunan laba bersih menjadi Rp 2,02 triliun tahun. Pendapatan perseroan juga diharapkan turun menjadi Rp 37,63 trililun.

Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso sebelumnya mengatakan, perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan dengan penurunan 0,64% menjadi Rp 5,88 triliun dan membukukan peningkatan volume penjualan mencapai 4,71% menjadi 7,87 juta ton sampai kuartal I-2020. Perseroan juga terus menggenjot penjualan di kawasan regional dengan mencatatkan total ekspor dari Indonesia mencapai 1,02 juta ton atau tumbuh 23,2% dari periode yang sama tahun 2019. Secara konsolidasi, penjualan domestik dan ekspor Semen Indonesia, termasuk TLCC Vietnam pada periode Januari hingga Maret 2020 mencapai 9,37 juta ton atau naik sebesar 7,04% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 8,75 juta ton.

Kelanjutan Pilkada Serentak 2020 - Anggaran Cair Bertahap

R Hayuningtyas Putinda 21 Jun 2020 Bisnis Indonesia, 15 Jun 2020

Kementerian Keuangan memastikan dukungan anggaran melalui APBN secara bertahap untuk menambal kebutuhan tambahan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah serentak pada 9 Desember 2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pemerintah pusat akan melihat kapasitas fiskal di 270 daerah penyelenggara pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, termasuk mencermati kebutuhan anggaran tambahan yang dibutuhkan. 

Berdasarkan usulan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), total kebutuhan anggaran tambahan pilkada mencapai Rp5,29 triliun. 

Dengan alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) itu, daerah yang membutuhkan tambahan anggaran untuk memenuhi standar protokol kesehatan dalam melanjutkan tahapannya, dapat memulai kegiatannya. 

Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyatakan keputusan menggelar Pilkada pada Desember 2020 salah satunya mempertimbangkan faktor anggaran. 

Karena sebagian tahapan Pilkada 2020 telah dilaksanakan, sejumlah anggaran sudah terpakai. Penundaan pencoblosan, misalnya menjadi 2021 akan membawa konsekuensi penyiapan anggaran baru. 

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan ada 40 kebupaten/kota yang berisiko tinggi untuk kelanjutan tahapan pilkada pada Desember 2020. 

Dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Djohermansyah Djohan menilai pemungutan suara Pilkada 2020 pada 9 Desember tidak sesuai dengan paradigma pesta demokrasi yang selama ini berlaku di Tanah Air, yaitu pemilihan tidak boleh berlangsung dalam kondisi bencana, pemilihan tidak digelar bila para pihak terancam keselamatannya, dan pemilihan bukan mekanisme satusatunya untuk mengisi kepala daerah yang habis masa jabatannya.

Bank Dunia - Ekonomi Dunia akan Kontraksi 5,2 persen

R Hayuningtyas Putinda 21 Jun 2020 Investor Daily, 9 Juni 2020

Bank Dunia mengeluarkan laporan terbaru proyeksi ekonomi global pada Senin (8/6) di Washington, Amerika Serikat (AS). Kreditor internasional ini menyatakan, ekonomi dunia bakal mengalami kontraksi 5,2% pada 2020 akibat dampak wabah virus corona Covid-19. Ceyla Pazarbasioglu, Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kelembagaan, Keuangan, dan Pertumbuhan yang Adil menyebutkan bahwa Proyeksi kontraksi ekonomi global tersebut, akan menjatuhkan 70 hingga 100 juta orang ke dalam kemiskinan ekstrem.

Sejauh ini, para ekonom masih sulit mengukur dampak Covid-19. Bank Dunia menyebutkan Tiongkok nyaris menjadi satu-satunya negara yang diprediksi mencatatkan pertumbuhan tahun ini. Bank Dunia memperkirakan ekonomi Tiongkok tumbuh hanya 1% tahun ini. Tapi AS diprediksi kontraksi 6,1%, zona euro kontraksi 9,1%, Jepang kontraksi 6,1%, Brasil kontraksi 8%, Meksiko kontraksi 7,5%, dan India kontraksi 3,2%.


Pandemi Jadi Momentum Indonesia Rebut Pasar Wisata Medis Bayi Tabung

R Hayuningtyas Putinda 21 Jun 2020 Investor Daily, 9 Juni 2020

President Director PT.Morula Indonesia, dr.Ivan R.Sini , SpOG dalam jumpa pers bertema New Life Begin with Morula IVF yang digelar secara online dalam rangka perayaan 22 Tahun Morula Indonesia, mengatakan akibat pandemi Covid-19, banyak pasien Indonesia tak bisa berobat ke luar negeri. Hal ini antara lain disebabkan sejumlah negara, termasuk Singapura melarang pasien baru, datang berobat ke negeranya. Momentum ini menjadi kesempatan bagi industri rumah sakit Indonesia untuk merebut kembali pasar domestik yang selama ini lari ke luar negeri.

Di klinik pelayanan bayi tabung Morula IVF Indonesia yang dipimpinnya, kata dr.Ivan, terjadi peningkatan pasien sebanyak 20% untuk program Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) atau bayi tabung yang berasal dari pasien yang sudah berobat ke luar negeri dan mengalihkan ke Klinik Morula karena terhalang pandemi.

Untuk menjemput bola, calon pasien program bayi tabung, kata Managing Director PT.Morula Indonesia, Ade Gustian Yuwono, bisa diarahkan ke beberapa pusat layanan Morula Indonesia. “Di bawah payung besar grup BMHS (Bundamedik Healthcare System), menaungi 5 Rumah Sakit Bunda, 10 klinik pelayanan bayi tabung Morula IVF Indonesia, 5 laboratorium klinik Diagnos di seluruh Indonesia yang tersebar di Jakarta, Depok, Tangerang, Padang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Makassar dan Bali, yang siap melayani pasien dari seluruh Indonesia,” tandas Ade.

Masuki New Normal Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi Makin Bertumbuh

R Hayuningtyas Putinda 21 Jun 2020 Investor Daily, 9 Juni 2020

PT Kliring Berjangka Indonesia Tbk (KBI) optimistis transaksi perdagangan berjangka komoditi (PBK) akan semakin bertumbuh saat memasuki era kenormalan baru atau new normal. Ditengah pandemi, transaksi PBK sudah mencatatkan angka yang positif. Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi mengungkapkan, hingga akhir Mei 2020 transaksi PBK mencatatkan pertumbuhan sebesar 31,8% menjadi sebesar 3,28 juta lot dibanding transaksi pada periode sama tahun lalu sebesar 2,49 juta lot.

Menurut Fajar, volatilitas harga komoditas yang terjadi selama pandemi, justru meningkatkan gairah investor dalam bertransaksi, sehingga hal tersebut mendorong kenaikan volume transaksi yang terjadi di KBI. Di sisi lain, KBI terus berkoordinasi dengan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) untuk merencanakan peluncuran produk komoditas baru di industri PBK. Meski rilis produk komoditas baru ada di ranah BBJ, namun KBI senantiasa mendukung pengembangan produk.

Pilihan Editor