;

Impor Ayam makin terbuka

Mohamad Sajili 12 Nov 2020 Kompas

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menilai, Indonesia belum memenuhi rekomendasi revisi peraturan yang berkaitan dengan kekalahan sengketa dagang terkait produk dan daging ayam dengan Brasil. Meskipun Pemerintah Indonesia sudah merevisi sejumlah aturan, laporan panel kesesuaian (compliance panel) WTO menyatakan Indonesia belum memenuhi rekomendasi Badan Penyelesaian Sengketa (Dispute Settlement Body). Laporan ini terbit di laman resmi WTO, Selasa (10/11/2020) waktu setempat.

Hingga kini, Indonesia sudah mengubah sejumlah peraturan menteri perdagangan, peraturan menteri pertanian, dan undang-undang (UU). UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan serta UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, yang menjadi sorotan Brasil, telah direvisi lewat UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Berdasarkan data, rata-rata harga daging ayam Brasil di tingkat konsumen mencapai Rp. 16.000 per kilogram (kg). Di sisi lain, harga daging ayam Indonesia mencapai Rp 32.000 per kg. Artinya, daging ayam produksi Brasil lebih murah dibandingkan dengan ayam Indonesia.

Ketersediaan data Menurut akademisi IPB University, Rachmat Pambudy, ketersediaan data kandang serta populasi ayam siap potong (final stock/FS) mendesak bagi penataan industri perunggasan nasional. Data ini akan mencerminkan kelebihan suplai secara wilayah.

Idealnya, Indonesia memiliki data populasi riil galur murni (grandparent stock/GPS), induk ayam potong (parent stock/PS), dan FS, baik yang masih hidup di kandang maupun yang berbentuk karkas di tempat pemotongan. Data ini bisa jadi landasan penyusunan peta jalan industri perunggasan nasional yang lebih berdaya saing.


Ekspor 40 Ton Belut ke Negeri Cina

Mohamad Sajili 12 Nov 2020 Banjarmasin Post

Ekspor ikan ke luar negeri terus menunjukkan tren peningkatan. Kali ini, yang di ekspor hasil budidaya belut. “Hari ini perusahaan penghasil belut asal Tanah Laut akan mengirim sekitar dua kontainer atau 40 ton belut ke Cina,” kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Birhasani, Rabu (11/11).

Dia menambahkan di awal tahun 2020 kuartal pertama, pertumbuhan ekonomi Kalsel sangatlah positif, yakni tumbuh hingga mencapai 5,68 persen jauh di atas rata-rata nasional. “Pertumbuhan awal yang sangat positif di awal 2020. Salah satu komoditi ekspor yang mengalami kenaikan signifikan adalah ekspor ikan,” katanya.

Namun, lanjut Birhasani, pada triwulan tiga, tepatnya bulan Mei dan April, ekspor ikan pun jatuh terkena badai corona. Bulan Juli, ekspor ikan naik lebih dari 44 persen dibanding bulan Juni. Terus bulan Agustus kembali naik 13,57 persen dari Juli. “Di Kalsel ada delapan perusahan eksportir ikan Hasil laut dan ikan yang diekspor cukup beragam,” ucap Birhasani.


Tahun 2021 Pengeboran Sumur Harus Lebih Agresif

Mohamad Sajili 12 Nov 2020 Radar Surabaya

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendorong program pengeboran pengembangan yang agresif di 2021. Upaya ini sebagai bagian dari program 10 tahun untuk mencapai produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD), dan produksi gas 12 milyar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2030.

Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Suardin mengatakan, kegiatan pengeboran pengembangan di 2021 didorong supaya bisa meningkat dua kali lipat dari estimasi realisasi pengeboran tahun ini, yaitu 268 sumur. “Kami sedang berkoordinasi dengan Kontraktor KKS (Kontrak Kerja Sama, Red) untuk mengusahakan supaya di 2021 sumur yang akan dibor bisa sekitar 600 sumur, “ ujar Jafee kepada wartawan, Rabu (11/11).

Ditambahkannya, Ke depan, jumlah sumur yang dibor akan didorong untuk terus ditingkatkan sebesar 20-30 persen per tahun. Harapannya, pada tahun 2025 sampai 2030 jumlah sumur yang dibor sekitar 1.000 - 1.100 sumur per tahun.

Sampai dengan Oktober 2020, realisasi lifting minyak dan gas Indonesia sudah mencapai sekitar 704.500 BPD dan 5.464 MMSCFD. Selain mendorong pengeboran sumur pengembangan, SKK Migas juga mendorong Kontraktor KKS menggalakkan eksplorasi.


Konglomerasi Kakap Ekspansi Bisnis Jalan Tol

Mohamad Sajili 12 Nov 2020 Kontan

Bisnis jalan tol membetot perusahaan konglomerasi Indonesia untuk merangsek bisnis ini. Kabar terbaru PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT United Tractors Tbk (Grup Astra) masuk bisnis infrastruktur dan jalan tol.

Awal pekan ini (10/11), Gudang Garam mengumumkan kehadiran cucu usahanya, PT Surya Kertaagung Toll, yang berdiri 6 November 2020. Surya Kertaagung akan masuk bisnis infrastruktur, termasuk jalan tol. Hanya belum jelas proyek jalan tol yang diincar.

United Tractors selangkah lebih maju. Anak usaha Grup Astra ini mengajukan inisiatif untuk membangun dua ruas jalan tol, yakni ruas Bogor-Serpong via Parung sepanjang 31,1 kilometer (km) dan ruas Sentul Selatan-Karawang Barat sepanjang 61,5 km. Dua proyek tol ini akan menelan investasi masing-masing Rp 8,95 triliun dan 15,37 triliun.

Bagi Grup Astra, bisnis jalan tol bukan hal baru. Astra menggeluti bisnis jalan bebas hambatan lewat Astra Infra. Hingga saat ini, mereka telah mengelola enam ruas jalan tol. “Kami punya enam jalan tol dan semua sudah beroperasi. Jadi, total kilometer tol Astra Infra 350 km,” ujar Group CEO Astra Infra Djap Tet Fa, kemakami rin.

Konglomerasi yang juga getol menggarap jalan tol adalah Grup Salim, melalui PT Nusantara Infrastructure Tbk (META). Nusantara Infrastructure telah menyelesaikan pembangunan jalan tol layang A.P. Pettarani, Makassar (Jalan Tol Ujung Pandang Seksi 3) sepanjang 4,3 km. Soal jadwal operasional, META menunggu arahan pemerintah.

Ada pula Grup Sinarmas melalui Sinarmas Land yang membenamkan investasinya di proyek jalan tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) sepanjang 39,8 kilometer. Untuk menggarap jalan tol tersebut, Sinarmas Land menggandeng Kompas Gramedia dan Grup Astra dengan membentuk konsorsium PT Trans Bumi Serbaraja.

Pendatang baru lainnya adalah Gama Group milik pengusaha Martua Sitorus. Gama Group siap membangun jalan tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo. Gama Group memimpin konsorsium yang beranggotakan Jasa Marga dan Adhi Karya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) Kris Ade Sudiyono menyebutkan pihaknya menyambut baik kehadiran investor baru di jalan tol. Ini membuktikan bahwa bisnis infrastruktur adalah bisnis yang tahan banting dan menarik untuk penanaman modal.


Belanja Online Makin Semarak di Akhir Tahun

Mohamad Sajili 12 Nov 2020 Kontan

Para pelaku bisnis e-commerce meyakini volume dan nilai transaksi pada pergelaran festival belanja 11.11 tahun ini meningkat dibandingkan realisasi tahun lalu. Pada 2019, nilai transaksinya bisa mencapai Rp 9,1 triliun.

Ketua Umum Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA), Bima Laga mengatakan, meski di tengah pandemi korona (Covid-19), transaksi belanja online selalu meningkat setiap bulan. “Sejauh ini, sejak masa awal pandemi tren dan transaksi belanja online sebenarnya masih bagus dan terus meningkat. Jadi pada festival belanja online 11.11, pasti akan bagus”, ujar dia kepada KONTAN, Rabu (11/11).

Para pebisnis e-commerce menggelar festival belanja online 11.11 untuk mendorong perputaran kegiatan ekonomi di Indonesia. “Jika berkaca pada pergelaran Harbolnas 11.11 dan 12.12 tahun lalu, menurut Nielsen transaksi bisa mencapai Rp 9,1 triliun, maka tahun ini bisa lebih,” sambung Bima.

Yolanda Nainggolan, Vice President of Public Relations Blibli mengemukakan, di tengah pandemi atau selama April hingga September 2020, pihaknya mendulang kenaikan transaksi dua kali lipat secara tahunan. Pada Harbolnas bulan lalu melalui Blibli Histeria 10.10, volume order selama periode tersebut meningkat empat kali lipat ketimbang transaksi rata-rata year-to-date (ytd).

Kinerja platform Shopee juga cukup positif. Dalam 1 jam pertama sejak festival belanja 11.11 dimulai pada tengah malam kemarin, Shopee melihat peningkatan transaksi hingga enam kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Di momen 11.11, Bukalapak juga menebar diskon hingga 90%, voucher diskon, flash deal spesial setiap hari selama periode berlangsung, promo sembako, serta gratis ongkir. “Khusus 10-12 November, Bukalapak membagikan cashback hingga Rp 2,5 juta bagi para pelanggan,” ungkap Erick Wicaksono, Vice President of Marketing Bukalapak.


Jiwasraya Lepas Citos, Raih Rp 2,2 Triliun

Mohamad Sajili 11 Nov 2020 Kompas

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) secara bertahap melepas aset pusat perbelanjaan Cilandak Town Square (Citos) di Jakarta Selatan dan memperoleh dana segar untuk membayar klaim dan biaya operasional. Saat dihubungi Kompas, Selasa (10/11/2020).

Direktur Keuangan Jiwasraya Farid Azhar Nasution menjelaskan, perusahaan menjual Citos Rp 2,2 triliun. Hingga kini perusahaan mengantongi Rp 2,1 triliun dari penjualan itu. Sisa pembayaran sebesar Rp 100 miliar akan dilunasi pada 2022.

“Penjualan aset jadi salah satu sumber dana bagi Jiwasraya dalam menjalankan operasional, termasuk pembayaran klaim bagi para pensiunan pemegang polis anuitas,” ujarnya. Pembelinya adalah konsorsium perusahaan BUMN, terdiri dari Wijaya Karya, Adhi Karya, dan Waskita Karya. Ada pula Bahana Pembina Usaha Indonesia yang kini bernama Indonesia Financial Group.


Konsumen Masih Takut Belanja

Mohamad Sajili 11 Nov 2020 Surya

Bank Indonesia terus mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi Jawa Timur (Jatim) di tengah pandemi covid 19 ini. Salah satunya penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam transaksi digital.

“QRIS mendapat respon positif di masyarakat Jatim. Tercatat sekitar 560.000 merchant QRIS,” kata Din Ahmad Johansyah, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur (BI Jatim), saat wawancara zoom meeting bersama Surya, Senin (3/11).

Penggunaan transaksi digital ini merupakan cara efektif berinteraksi antara produsen dengan konsumen di saat pandemi, Difi meyakini bila masyarakat kembali berbelanja, maka pertumbuhan ekonomi Jatim kembali normal.

Saat ini tantangan yang harus diselesaikan adalah menumbuhkan confidence atau kepercayaan diri masyarakat agar mau berbelanja lagi. Terutama di sektor jasa seperti hotel, pariwisata dan restauran. “Masyarakat harus didorong untuk adapter terhadap prokes yang mendukung peningkatan kepercayaan dalam belanja,” cetus Difi.

Memasuki kuartal IV di bulan Oktober, Din memprediksi beberapa daerah kemungkinan akan mulai mencatatkan inflasi. Inflasi Ini bisa mendorong ekonomi tumbuh, seperti yang sudah terlihat di Kediri, kemudian Surabaya, Malang. Batu, Madiun dan Banyuwangi Tidak hanya sektor jasa, daerah dengan sektor pertanian juga diprediksi tumbuh, di Madiun dan Blitar.


BPJS Maksimalkan Layanan Pandawa

Mohamad Sajili 11 Nov 2020 Surya

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memaksimalkan layanan digitalnya kepada para peserta. Yang terbaru adalah program “Pandawa” akronim dari Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp.

“Kami agresif sosialisasikan 'Pandawa' ke seluruh cabang BPJS Kesehatan, termasuk di Jawa Timur (Jatim). Ini bentuk komitmen kami untuk mendukung pemerintah dalam menjalankan PSBB di masa pandemi Covid-19,” kata i Made Puja Yasa, Deputi Direksi BPJS Jatim.

Sejak dikenalkan pada Oktober 2020, respons peserta BPJS Kesehatan di Jatim cukup tinggi. Karena hampir sebagian besar peserta telah memiliki dan menggunakan aplikasi WhatsApp ini.

Penduduk Jatim yang menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) sampai akhir September 2020 mencapai 30,3 juta. Jumlah itu sudah mencapai 74 persen dari total penduduk Jatim yang mencapai 40 juta lebih.

Sementara itu iuran, diakui masih mengalami defisit dibanding klaim. Sampai September2020, penerimaan luran BPJS Kesehatan Jatim mencapai Rp 5,7 triliun Sedangkan klaim dan biaya operasional lainnya telah mencapai Rp 10,5 trillun.


Dewan Tanyakan Recovery Sektor Ekonomi Bidang Pertanian

Mohamad Sajili 11 Nov 2020 Radar Surabaya

DPRD Jawa Timur mempertanyakan keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dalam melakukan recovery sektor ekonomi riil di bidang pertanian pasca pandemi Covid-19. Pertanyaan tersebut muncul setelah Pimpinan Dewan Jatim, Anik Maslachah turut serta dalam agenda sidak ke UPT Pengembangan Benih Hortikultura Jatim yang ada di Kabupaten Magetan beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua DPRD Jatim itu menemukan adanya pemangkasan anggaran untuk pengembangan benih hortikultura untuk tahun 2021 yang direncanakan berada pada angka Rp 800 juta, sedangkan di tahun sebelumnya sebesar Rp 1,2 miliar.

Dalam sidak tersebut, politisi PKB Jatim itu juga menemukan lahan pertanian yang luasnya 10 hektare hanya bisa digunakan 1 hektare saja. “UPT yang kita sidak kebetulan fokus pembenihan kentang. Dari lahan 10 hektare milik pemprov idealnya bisa dibuat benih bibit 4 hektare, namun hanya bisa dipakai 1 hektare, “ ungkap Anik, Selasa (10/11).

Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tertingggi di triwulan II/2020 berdasarkan rumus Q to Q terjadi di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 27,26 persen. “Yang tidak kalah penting, Jatim itu merupakan buffer stock kebutuhan pangan nasional diberbagai komoditi prodik pertanian,” tuturnya.

Untuk itu, Ketua Perempuan Bangsa Jawa Timur itu meminta Pemprov Jatim untuk kembali membuat grand design terkait pengembangan pertanian. Mulai mapping lokasi yang cocok untuk pengembangan hortikultura, pendistribusian bibit dan juga pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian.


Gencar Budi Daya Lele, Tunjang Ketahanan Pangan

Mohamad Sajili 11 Nov 2020 Radar Surabaya

Gerakan Nasional Budidaya Lele (GerNas Bule) kini sedang digencarkan di Jawa Timur. Ketua Tim Penggerak PPK Jatim Arumi Bachsin Dardak mengatakan, GerNas Bule mempunyai beberapa manfaat. Salah satunya bisa menekan angka stunting.

Menurutnya, lele memiliki kandungan gizi yang banyak dan beragam untuk menunjang kesehatan. Selain mengandung banyak protein, harga lele juga lebih terjangkau bagi masyarakat prasejahtera. “Ikan lele ini murah, tapi gizinya bagus sekali dan lele juga mudah perawatannya,” kata Arumi di acara Gerakan Nasional Budi Daya Lele untuk Kemandirian Pangan di Gedung Dharma wanita Surabaya, Selasa (10/9).

Selain murah dan mengandung gizi yang tinggi, perawatan lele terbilang mudah. Mulai perawatan air, wadah, hingga pakan lele cukup mudah dicari di pasaran.

Di samping itu, inisiator GerNas Bule Chusnur Ismiati Hendro mengatakan, budi daya lele ini untuk memajukan ketahanan pangan dan memenuhi gizi keluarga sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga. Satu ember, lanjut Chusnur, bisa di buat menampung 50 ekor bibit lele. “Jadi budi daya lele ini sangat mudah. Karena pemeliharaannya gampang. Bisa dilakukan dengan memanfaatkan lahan halaman rumah,” kata Chusnur.


Pilihan Editor