;

Sistem Pembayaran, Songsong Era New Normal

R Hayuningtyas Putinda 14 Jul 2021 Bisnis Indonesia

Bank Indonesia (BI) melaporkan jumlah penggunaan uang elektronik meningkat 38,62% dari Rp145 triliun menjadi Rp201 triliun sepanjang tahun lalu. Jumlah transaksi di e-commerce juga melonjak 22,81% secara tahunan, yang terjadi bersamaan dengan transaksi digital di perbankan.Menariknya, apa yang terjadi pada 2020, ternyata baru fondasi awal saja. Asisten Gubernur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta mengatakan tren pada Tahun Kerbau Logam ini tidak akan kalah mencengangkan.“Kita baru berada di awal. Ke depan, penerapan digitalisasi dalam sistem pembayaran akan makin tumbuh pesat,” ujarnya dalam seminar daring Mid Year Economic Outlook 2021: Prospek Ekonomi Indonesia Pasca Stimulus dan Vaksinasi, Rabu (7/7).Fili menuturkan transaksi digital di perbankan misalnya, diprediksi menembus nominal Rp32.206 triliun hingga akhir tahun, tumbuh 19% dari realisasi 2020. Padahal, pertumbuhan transaksi ini tak sampai 2 persen tahun lalu.

(Oleh - HR1)

Sektor Pertanian Disebut Jadi Penyelamat Ekonomi saat Pandemi

Mohamad Sajili 14 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPR) RI mengapresiasi upaya dan kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) selama 2 tahun terakhir, Apresiasi ini diberikan karena sektor pertanian mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di tengah pandemi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dilaporkan bahwa sektor pertanian pada triwulan II 2020 tumbuh sebesar 16,24 (QtoQ) dengan nilai ekspor pada Januari-Desember naik sebesar 15,79% atau sekitar Rp 451,77 triliun. Lalu pada triwulan 1 2021, sektor pertanian juga masih tumbuh meyakinkan dengan angka sebesar 2,95 (YoY). Sektor pertanian sejauh ini terbukti mampu menjadi penyelamat anjloknya ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19 yang masih berkepanjangan.

Anggota Komite II DPD Christiandy Sanjaya juga mengapresiasi capaian Kementan dalam mengelola sektor pertanian selama 2 tahun terakhir. Sektor pertanian kini dinilai menjadi lebih maju, mandiri, dan modern.


Wamendag Ungkap 3 Produk Pangan RI yang Paling Diincar Pasar Ekspor

Mohamad Sajili 14 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga melansir tiga produk makanan olahan asal indonesia teratas atau yang paling dicari di pasar ekspor yaitu udang kemasan, kopi instan, dan makanan olahannya.

Kita dapat lihat bahwa tiga produk makanan olahan teratas tujuan ekspor ini sangat memengaruhi kinerja ekspor kita secara keseluruhan di mancanegara.

Wamendag memaparkan untuk produk udang kemasan, pangsa pasar terbesarnya adalah Amerika Serikat yang mencapai 78,8 persen. Selanjutnya Jepang sebesar 11 persen diikuti Belanda, Puerto Rico, hingga inggris.

Produk selanjutnya yakni kopi instan dengan tujuan utama ekspor atau sebesar 72,9 persen ke Filipina. Kemudian 7,2 persennya ke Malaysia, Uni Emirat Arab (3,3 persen), Singapura (1,6 persen), dan China (1,5 persen).


Aneh Tapi Nyata : Ekonomi RI Merosot tapi Orang Kaya Baru Makin Banyak

Mohamad Sajili 14 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Sebuah fakta terungkap bahwa jumlah orang kaya di Indonesia pada tahun lalu semakin bertambah meskipun kondisi sedang memprihatinkan karena terjadi wabah pandemi Covid-19. Jumlah orang kaya bertambah salah satunya disebabkan oleh kenaikan harga aset. Pandemi membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia merosot tetapi jumlah orang dengan kekayaan di atas US$ 1 juta meningkat tajam.

Pandemi mengakibatkan perekonomian Indonesia merosot (kontraksi). Namun, jumlah orang dewasa dengan kekayaan di atas USD1 juta naik tajam sebesar 61,7%, dari 106.215 orang tahun 2019 menjadi 171,740 orang.

Menurut laporan tersebut, jumlah orang kaya di tanah Air bertambah karena kenaikan harga aset. Salah satunya didorong oleh suku bunga rendah yang mendorong harga aset di pasarkeuangan. Tidak hanya di sektor keuangan, harga aset fisik seperti properti pun masih membukukan kenaikan meski lajunya melambat. Pada 2020, indeks harga hunian residensial naik 1,55% yoy (year on year).


Harga Kopi Green Bean Masih Stabil

Mohamad Sajili 14 Jul 2021 Banjarmasin Post

Bisnis kopi kini sedang bagus-bagusnya. Harganya stabil di posisi Rp 50 ribu per kilogram. Menurut Founder Biji Kopi Borneo, Dwi Putra Kurniawan, harga itu adalah harga kopi dalam bentuk atau jenis Green Bean atau masih beras kopi.

"Jika sudah diolah, pastinya akan lebih mahal dari itu, " kata pria yang juga ketua Dewan Pengurus Wilayah Serikat Petani Indonesia Kalsel itu. Dijelaskan dia, saat ini, dirinya dan tim menggerakkan sektor ekonomi di bidang bisnis kopi dan sektor pertanian kopi.

Kopi yang kami kembangkan di Kalsel ada empat jenis yaitu, pertama. Kopi Liberika yang ada di Tanahlaut, Kabupaten Banjar, Banjarbaru, Hulu Sungai Tengah dan rencana juga dikembangkan di Barito Kuala.

Dari semua jenis kopi, kemudian digarap dengan tim petani lokal dengan pola kerja sama. Kedepan kami akan mencoba mencatatkan rekor MURI terhadap pengembangan kopi empat jenis sekaligus di sebuah Kota Banjarbaru atau Kebun Kopi Edukasi dan Kabupaten HST.

Kepala Bappeda Kalsel, Fajar Desira mendukung petani kopi di Kalsel ini dikembangkan. Sebab, menurut Fajar kopi ini punya potensi dikembangkan di Kalsel. Apalagi di sektor kopi liberika yang bisa tumbuh di rawa.


Rotan Kalteng Sampai ke Negeri Cina

Mohamad Sajili 14 Jul 2021 Banjarmasin Post

Bisnis rotan di Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menggeliat seiring kenaikkan harga jualnya. Pembeli datang langsung ke petani, bahkan banyak yang dari luar negeri.

Beberapa petani rotan di Kabupaten Kotawaringin Timur, seperti di Desa Terantang dan desa lainnya di bantaran Sungai Mentaya, mengakui, permintaan rotan dari provinsi tetangga seperti Kalbar dan Kalsel. Bahkan, ada pula dari Korea dan Cina yang langsung membeli pada petani.

Abdul Kadir, satu petani rotan di Kotim, menuturkan, harga rotan memang mulai membaik sepenuhnya. Hal itu membuat kebanyakan pengepul dari Kalsel dan Kalsel mendatangi petani untuk transaksi.

Dia mengatakan, para petani rotan di Kotawaringin Timur dan Katingan, mengaku senang atas naiknya harga jual tersebut. Karena sejak adanya larangan menjual rotan mentah ke luar negeri, rotan mereka malah tak terjual karena harga hancur di pasaran.


Investasi Asing US$ 16 Miliar Siap Masuk, Pembangunan Infrastruktur Logistik Wajib Didukung Value Creation

R Hayuningtyas Putinda 14 Jul 2021 Investor Daily, 14 Juli 2021

Infrastruktur sangat menentukan dan besar pengaruhnya dalam dua hal penting, yaitu pengembangan ekonomi dan logistik berdaya saing. Namun, infrastruktur tidak serta merta dapat langsung memberikan kontribusi terhadap kedua hal penting tersebut. Sebab, diperlukan pengembangan pendukung lainnya atau value creation agar terwujud peningkatan perekonomian dengan kehadiran infrastruktur tersebut. Widyaiswara Ahli Utama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danis H Sumadilaga mengatakan, di samping pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah pusat, ada pengembangan lain yang harus dilakukan oleh daerah sekitarnya untuk mendukung upaya pengembangan logistik. “Artinya, jangan sampai setelah dibangunnya infrastruktur tapi terhadap land uses aktivitasnya atau value creation-nya tidak terbangun sehingga tidak menimbulkan value pada daerah sekitarnya,” ungkap Danis H Sumadilaga dalam acara Investor Daily Summit 2021 bertajuk “Mewujudkan Infrastruktur Logistik yang Berdaya Saing” yang diselenggarakan harian Investor Daily secara virtual, Selasa (13/7).

Pada kesempatan yang sama, Chief Risk Officer INA Marita Alisjahbana menjelaskan, sejumlah investor asing sudah berbicara dengan INA dan sudah menunjukkan minatnya untuk berinvestasi melalui INA. Beberapa di antaranya bersifat government to government (G to G) dengan nilai mencapai US$ 16 miliar yang terdiri atas Uni Emirat Arab (UAE) US$ 10 miliar, Japan Bank for International Cooperation (JBIC) US$ 4 miliar, dan US International Development Finance Corporation (US DFC) US$ 2 miliar. “Investor asing sampai sekarang sudah banyak diajak bicara dan sudah bekerja sama dengan INA atau sudah menunjukkan minatnya itu adalah yang dari hubungan G to G yang sudah sering dengar dari UEA US$ 10 miliar, JBIC sudah mengatakan US$ 4 miliar, dari US DFC US$ 2 miliar,” kata Marita.

(Oleh - HR1)

Hipmi: Potensi Shortfall Pajak 2021 Capai 83 Triliun

R Hayuningtyas Putinda 14 Jul 2021 Investor Daily, 14 Juli 2021

Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Hipmi Ajib Hamdani mengungkapkan, lonjakan kasus Covid-19 dan imbas pelaksanaan PPKM Darurat menyebabkan target penerimaan pajak tahun ini diproyeksikan tidak akan mencapai target atau shortfall Rp 83 triliun. Artinya, penerimaan pajak akhir tahun hanya akan mencapai Rp 1.146,6 triliun dari pagu Rp 1.229,6 triliun. Ia menjelaskan hitungan shortfall penerimaan pajak berdasarkan perkembangan terkini kondisi ekonomi yang berimbas pada kontraksi ekonomi, karena target pertumbuhan ekonomi dinilainya mengalami penyesuaian. “Kalau target BI, pertumbuhan ekonomi sebesar 3,8% secara agregat di akhir 2021, dan inflasi sekitar 3%, maka perkiraan penerimaan pajak sebesar Rp 1.146 triliun pada akhir Desember 2021. Proyeksinya dari penerimaan 2020 sebesar Rp 1.070 triliun, ditambah de ngan rasio pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Dengan target penerimaan pajak akhir tahun sebesar Rp 1.229,6 triliun, maka potensi shortfall penerimaan pajak bisa mencapai Rp 83 triliun,”tuturnya saat dihubungi, Selasa (13/7). Lebih lanjut, ia mengatakan proyeksi shortfall pajak tersebut dapat berubah, apabila perkembangan kondisi ekonomi kembali membaik dengan kasus harian Covid-19 yang menurun dan pemerintah tidak memperpanjang PPKM Darurat.

Sementara itu, dari sisi regulasi, pemerintah diharapkan terus mendorong RUU KUP dengan fokus ekstensifikasi dengan membangun single identification number (SIN) dan memperluas kewenangan otoritas dengan membuat Badan Penerimaan Negara masuk dalam RUU KUP. Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy mengatakan, perkembangan ekonomi hingga Mei 2021 sebenarnya telah menunjukkan akselerasi pemulihan, terutama tercermin dari sektor perpajakan. Pasalnya, pada periode Mei penerimaan pajak tercatat Rp 558,9 triliun atau tumbuh positif 6,2% secara year on year (yoy), naik dibandingkan pertumbuhan April yang tercatat masih kontraksi 0,5% yoy.

(Oleh - HR1)

Polisi Inggris Mencatatkan Rekor Penyitaan Kripto

R Hayuningtyas Putinda 14 Jul 2021 Investor Daily, 14 Juli 2021

London - Kepolisian Inggris mengumumkan telah menyita rekor 180 juta pound (setara US$ 250 juta atau 210 juta euro) dalam bentuk cryptocurrency yang diduga telah digunakan dalam perusahaan kriminal. Jumlah sitaan itu bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap praktik pencucian uang dan penggunaan intelijen internasional yang menerima transfer aset kriminal. Kepolisian juga percaya jaringan itu terkait dengan rekor tangkapan kripto kriminal sebelumnya yang dilakukan bulan lalu. 

Pada penyitaan-penyitaan aset digital sebelumnya, Polisi Metropolitan tidak mengatakan jenis kripto apa yang terlibat. Seiring berkembangnya teknologi dan platform online, beberapa kriminal beralih ke metode pencucian yang lebih canggih untuk keuntungan mereka. Cryptocurrency sulit dilacak, pada gilirannya membuatnya sulit untuk diatur. Bitcoin, unit virtual paling populer di dunia, dibuat pada 2008 sebagai alternatif dari mata uang tradisional. Mata uang kripto tersebut dicetak dengan memecahkan teka-teki menggunakan komputer canggih yang menghabiskan banyak sekali listrik.

(Oleh - IDS)

Industri Mamin Jadi Motor Ekspor dan Investasi

R Hayuningtyas Putinda 14 Jul 2021 Investor Daily, 14 Juli 2021

Industri makanan dan minuman (mamin) kini menjadi motor pertumbuhan ekspor dan investasi nasional. Tahun lalu, ekspor dan investasi mamin masih bisa tumbuh, kendati pandemi Covid-19 menghantam dunia. Tren ini berlanjut pada 2021. Ke depan, prospek mamin berbasis lokal sangat menjanjikan dan bisa bersaing dengan produk asing, bahkan mampu bersaing di kancah global. Potensi bahan baku lokal yang sangat besar di dalam negeri bisa menjadi keuntungan yang dapat menjadi amunisi untuk industri mamin bersaing di kancah internasional. Sejalan dengan itu, dibutuhkan sinergi dari seluruh para pemangku kepentingan untuk mewujudkan produk mamin berbasis lokal dengan keunggulan tersendiri, yang didorong keberlanjutan rantai pasok dari hulu ke hilir. Demikian rangkuman dalam Investor Daily Summit 2021 sesi tiga dengan tema Memperkuat Industri Makanan Minuman Berbasis Lokal, Selasa (13/7). Dalam sesi tersebut, hadir sebagai keynote speaker Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga, sedangkan panelis terdiri atas Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman, Presiden Direktur PT Nestle Indonesia Ganesan Ampalavanar, VP General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto, dan Direktur PT Garuda Food Putra Putri Jaya Tbk (Garuda Food) Paulus Tedjosutikno.

Perjanjian dagang berikutnya yang berpengaruh signifikan adalah Indonesia-European Free Trade Association (EFTA) atau IE-CEPA. Adapun anggota EFTA adalah Swiss, Liechtenstein, Norwegia, dan Islandia. Perjanjian dagang ini memberikan sebuah kesadaran bahwa produk-produk dari Indonesia, termasuk minyak sawit mentah (CPO) bisa masuk kawasan itu. Adhi S. Lukman mengatakan, industri makanan masih tumbuh 1,58% tahun lalu saat ekonomi kontraksi 2,07%. Tren ini berlanjut pada kuartal I-2021. Pada kuartal itu, industri mamin tumbuh 2,45%, melampaui laju produk domestik bruto (PDB) 0,74%. “Industri mamin punya prospek bagus sekali, kita punya potensi besar untuk ketersediaan bahan baku di dalam negeri. Perlu kolaborasi, inovasi, sinkronisasi kebijakan dari hulu ke hilir sehingga potensi yang sangat besar bisa kita raih, dan menjadi keunggulan indonesia, serta berkontribusi ke pembangunan indonesia ke depannya,” kata Adhi Adhi melanjutkan, penjualan produk mamin Indonesia di luar negeri juga terus bertumbuh tiap tahunnya. “Ekspor kita terus meningkat. Tahun lalu, ekspor naik 14% menjadi US$ 31 miliar dan berkontribusi 24% terhadap produk manufaktur. Pertumbuhan ekspor kita khusus untuk semiprocess dan process food naik, meski impornya juga naik,” ujar dia

(Oleh - HR1)

Pilihan Editor