Tersandung Dua Masalah Biaya
Jakarta - Proyek kereta cepat Jakarta - Bandung (KCJB) kini dihantui dua masalah biaya. Dalam rapat kerja secara virtual, PT Kereta Cepat Indonesia-Cina, selaku pengelola proyek, menghadapi kekurangan biaya atau cash deficiency saat pengoperasian perdana. Hal ini merupakan buntut dari investasi yang membengkak. Untuk menyelesaikan masalah ini, ada opsi pembiayaan dari bank.
Entitasnya sedang menghitung ulang komponen biaya untuk menekan pembengkakan anggaran. Salah satu komponen yang dikaji bersama sejumlah ahli dan akademikus dari Universitas Indonesia adalah kebutuhan karyawan operasional kereta. KCIC terbebani berbagai komponen biaya tak terduga yang luput dimasukkan ke perhitungan investasi. Pembebasan lahan fasilitas umum dan fasilitas sosial adalah contohnya. Selain harus mengganti lahan, KCIC wajib membangun kembali fasilitas umum, seperti masjid, sekolah dan saluran udara tegangan ekstratinggi milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).
(Oleh - IDS)
Free PPN Naikkan Penjualan
Pengembang properti PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) atau Tanrise Property tetap optimis kinerja di tahun 2021 akan lebih positif dibanding tahun 2020, Meski sama-sama ada pandemi covid 19, namun adanya stimulus dari pemerintah dengan adanya free PPN untuk produk properti, membuat pasar Tanrise kembali meningkat.
Perseroan tetap optimis untuk berkarya di masa pandemi dan tetap mempertahankan kinerja manajemen di 2021 dengan terus berfokus untuk berinovasi dan melahirkan konsep produk properti baru sesuai dengan kebutuhan pasar di era ini.
Keyakinan itu juga didasarkan pada kinerja sepanjang kuartal I tahun 2021, dimana perseroan berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 43 millar. Kinerja ini cukup positif, mengingat pada tahun 2020, perseoran mencatatkan penjualan sebesar Rp152 millar, dimana pendapatan terbesar diperoleh dari segmen townhouse dan hotel.
Namun demikian, hingga akhir tahun 2021, perseroan menargetkan bisa meraup penjualan sebesar Rp 300 millar. Guna mencapai target tersebut, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi, dimana tetap berkomitmen untuk menyelesaikan proyek tepat waktu dan terobosan dalam pengembangan proyek baru.
Kabupaten Batubara Centra Produksi Cabai Merah di Sumut
Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas Tanaman Pangan dan Hortikiltura (TPH) Provinsi Sumatera Utara, Marino mengatakan, Kabupaten Batubara salah satu centra cabai merah dengan pemasarannya selain Medan juga sampai ke luar Sumut.
Kabupaten Batubara berupaya meningkatkan produksi cabai merah dan bupatinya berharap ada CAS atau program dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortukultura Provinsi Sumatera Utara.
Hal itu diungkapkan Marino kepada SIB, Senin sore (12/7) usai bertemu Bupati Batubara pekan lalu dalam upaya meningkatkan produksi komoditi cabai merah. Menurut Marino, dari pertemuan itu bupati mengharapkan dapat dilakukan penelitian terhadap kandungan tanah di Lubukcuik Kabupaten Batubara. Kemudian bantuan traktor besar untuk mengolah kembali lahan tanaman dari Kementerian Pertanian dalam hal ini Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana.
Untuk memutus siklus hidup OPT, katanya, rencananya seluruh galengan akan diolah kembali. Karena itu BPTP atau Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian dapat melakukan Demplot bekerjasama dengan Dinas TPH Provsu.
RNI Produksi Oxygen Generator untuk Penuhi Kebutuhan Oksigen
PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Persero memiliki solusi pemenuhan oksigen seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 dan meningkatnya kebutuhan oksigen medis, yaitu dengan memproduksi oxygen generator buatan dalam negeri.
Direktur Utama PT RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi mengatakan inovasi ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 kepada Menteri BUMN untuk meningkatkan kemampuan BUMN industri farmasi dan Alat Kesehatan (Alkes) melakukan pengembangan Alkes guna mewujudkan kemandirian dan daya saing industri alat kesehatan dalam negeri. Inovasi Alkes Oxygen generator ini mampu membuat pabrik oksigen secara mandiri di setiap Rumah Sakit tanpa bergantung dengan metode PSA.
RNI group melalui Anak Perusahaan Mitra Rajawali Banjaran (MRB) berinovasi memproduksi alat kesehatan bernama Hype Oxygen Generator, Alat ini dapat memproduksi gas oksigen secara mandiri mulai dari type 02G-50 yang mampu memproduksi oksigen 50 liter per menit, 02G-100 dengan kemampuan produksi oksigen 100 liter per menit, 02G-200 dengan kemampuan oksigen 200 liter per menit, 02G-300 dengan kapasitas produksi oksigen 300 liter per menit, hingga 02G-500 dengan produksi oksigen 500 liter per menit.
Produksi Ikan Budi Daya RI Kalah dari China Akibat Penguasaan Teknologi
Digitalisasi kini sudah merambah sektor perikanan. Nelayan dan para pelaku bisnis perikanan yang melek teknologi terbukti bisa meningkatkan produktivitas. Pengamat Perikanan Universitas Padjajaran, Yudi Nurul mengatakan, kebijakan digitalisasi sektor perikanan perlu diperkuat dengan pendampingan kepada pelaku usaha, yakni petani budidaya ikan dan nelayan. Pemerintah harus menyokong penuh rencana digitalisasi di sektor perikanan sebab potensi di sektor tersebut sangatlah vital.
Solusi digitalisasi perikanan menjadi penting saat ini karena sebenarnya kita dapat memanfaatkan instrumen teknologi 4.0 dan penguatan multiplatform stakeholder diperlukan untuk memastikan bahwa mekanisme pengelolaan perikanan berbasis Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak baik vertikal maupun horizontal.
Potensi budi daya perikanan di indonesia sangat besar, namun sayangnya masih kalah dibanding negara lain, seperti China. CEO eFishery, Gibran Huzaifah mengatakan, faktor yang menjadi penyebabnya adalah karena persoalan teknologi.
Teten Kembangkan 500 Koperasi Modern
PALEMBANG, TRIBUN - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) menggelar acara Peringatan Hari koperasi Nasional (Harkopnas) yang ke-74 secara virtual, Selasa (12/7/2021) yang diikuti audiens dari seluruh Indonesia.
Acara tersebut bertujuan memberikan sudut pandang baru serta kritik dan saran konstruktif dalam upaya optimalisasi peran koperasi dalam peningkatan skala ekonomi anggota dan masyarakat.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, mengatakan pandemi covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, namun juga pada sektor perekonomian.
Hal tersebut tercatat pada kuartal pertama tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terkontraksi sebesar 0,74 % year on year (yoy). namun telah menunjukkan perbaikan dibandingkan kuartal empat tahun 2020 yang terkontraksi sebesar 2,19 %.
"Kita terus optimis survei berbagai lembaga riset mengindikasikan adanya peningkatan konsumsi masyarakat pada kuartal satu tahun 2021, hal ini menjadi peluang bagi pelaku usaha khusus advokasi dalam melayani anggotanya," jelasnya.
Pemerintah akan terus mendorong pemulihan ekonomi nasional dengan mengimplementasikan PP Nomor Tahun 2021 tentang kemudahan perlindungan dan pemberdayaan bagi koperasi dan UMKM.
"Kemudahan yang diberikan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor lahun 2021, yaitu jaminan kredit program, perizinan usaha, kemitraan startegi, alokasi 40 % belanja pemerintah bagi koperasi dan UMKM, penyediaan 30 % infrastruktur publik bagi peluang usaha untuk koperasi UMKM," ujar Teten.
Selain itu juga ia menyampaikan, alokasi Pembiayaan perbankan kepada koperasi dan UMKM juga terus ditingkatkan menjadi 30% pada 2024 Plafon KUR tanpa agunan naik dari Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta, di samping itu juga sedang dipersiapkan regulasi kredit bagi koperasi untuk platon awal maksimum Rp 500 juta naik menjadi Rp20 Miliar.
Teten Masduki melanjutkan, rencana pengembangan ekonomi Indonesia dalam 5 tahun kedepan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 menargetkan peningkatan kontribusi koperasi terhadap PDB Nasional sebesar 5,5 % dan pengembangan 500 koperasi modern pada tahun 2024.
"Guna mengejar target di atas, sekaligus rebranding koperasi sebagai entitas bisnis yang modern, kontributif dan kompetitif, Kami memiliki beberapa strategi yaitu, pengembangan model bisnis koperasi melalui korporatisasi pangan, pengembangan Factory Sharing dengan kemitraan terbuka, agar terhubung dalam rantai pasok, pengembangan Koperasi Multi Pihak, dan penguatan kelembagaan dan usaha anggota koperasi melalui strategi amalgamasi (spin off dan split oft).
Menurutnya, upaya dan pengembangan dan UMKM tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. "Sebagai apresasi diberikan penghargaan bagi koperasi kepada pejabat daerah. Tokoh gerakan koperasi, tokoh masyarakat yang berkontribusi besar terhadap pembinaan dan pengembangan koperasi dan UMKM dan tahun ini penghargaan bakti koperasi dianugerahkan kepada 50 orang," beber dia.
Pilih Bertahan, Pengusaha Hotel Terpaksa Kurangi Karyawan
PALEMBANG, TRIBUN - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Sumatra Selatan (PHRI Sumsel) mencatat tingkat keterisian atau okupansi hotel saat PPKM mikro hanya 20 persen.
Adanya pengetatan PPKM di Palembang, membuat manajemen hotel mengurang jumlah karyawan.
"PPKM mikro Palembang berdampak negatif terhadap okupansi kamar hotel yang terisi, paling tinggi mencapai 30 %," kata Ketua PHRI Sumsel, Herlan Aspiudin saat dihubungi Tribun, Senin (12/7).
Herlan menambahkan, berkurangnya wisatawan lokal yang sulit ke Palembang karena adanya penyekatan menjadi faktor utama.
Biasanya orang non Palembang yang mengisi kamar-kamar hotel yang tersebar di wilayah Palembang ini.
Bahkan, promo untuk meningkatkan okupansi dengan melakukan potongan harga tak bisa menggaet kunjungan tamu.
Selain berdampak terhadap angka hunian di hotel, kebijakan pengetatan PPKM membuat pengelola hotel tak manmpu membayar upah pegawai.
"Pengurangan karyawan mencapai 20 % saat PPMKM, pengurangan ini tidak sampai melakukan PHK, kalau sudah tidak PPKM lagi para karyawan akan dipanggil bekerja," kata dia.
Carolina Reaper Cabai Terpedas di Dunia
Cabai Carolina Reaper memiliki nama ilmiah yakni Capsicum chinense. Berbeda dengan cabai rawit, Carolina Reaper memiliki bentuk buah lebih bulat mirip ceri keriput.
Cabai Carolina Reaper berhasil mendapat gelar sebagai yang terpedas di dunia pada tahun 2013. Tingkat kepedasan Carolina Reaper bahkan berhasil mengalahkan Trinidad Scorpion "Butcht" sebagai pemegang gelar sebelumnya. Gelar sebagai cabai paling pedas di dunia tersebut diberikan oleh pihak Guinness World Record.
Dilihat dari pencapainnya, ada lima keunikan yang ada pada cabai Carolina Reaper. Pertama, ukuran dan penampilan.
Cabai Carolina Reaper memiliki lebar sekitar 1-2 inci atau setara 2,5-5 cm. Untuk panjangnya sendiri, Carolina Reaper memiliki panjang buah mencapai 2-3 inci atau 5-7,6 cm.
Ketika matang, cabai ini akan berwarna merah cerah. Carolina Reaper memiliki permukaan buah yang bergelombang sehingga terkesan keriput. Pada pangkal buahnya, cabai Carolina Reaper memiliki bentuk yang unik menyerupai ekor kalajengking.
Dua, tingkat Kepedasan. Tingkat kepedasan cabai Carolina Reaper mencapai 1.400.000 hingga 2.200.000 Scoville Heat Units (SHU). Bahkan Carolina Reaper lebih panas 175 hingga 880 kali dari jalapeno Iho. Ketiga, dari segi rasa tidak hanya pedas luar biasa, Carolina Reaper juga memiliki rasa lain yaitu pahit. Dari rasanya yang tajam tersebut menjadikan cabai terpedas ini tidak cocok untuk dimakan langsung.
Biasanya, cabai Carolina Reaper diolah ke dalam bentuk saus agar lebih aman untuk dikonsumsi.
Keempat, dibandingkan jenis cabai pada umumnya, harga cabai Carolina Reaper jauh lebih mahal. Jika biasanya cabai dijual dalam ukuran kilogram, maka Carolina Reaper lain lagi. Pasalnya, cabai terpedas di dunia ini biasanya dijual dalam bentuk satuan.
Adapun harga untuk satu buah cabai Carolina Reaper berkisar Rp6.000. Cocok juga ini bagi penghobi bercocok tanam, bisa dicoba karena harga jual lumayan menjanjikan.
Kelima, hati-hati dalam mengkonsumsi cabai Meski tidak sampai menyebabkan (kematian) namun cabai Carolina Reaper dapat menyebabkan berbagai masalah pencernaan.
Mengonsumsi cabai ini Carolina Reaper dapat mengakibatkan mual, muntah-muntah, sakit perut, hingga diare. Karenanya jangan kebablasan kalau ketemu cabe ini ya.
Gagas Food Estate Bagi Petani Banyuasin
TRIBUN, BANYUASIN - Gagasan Bupati Banyuasin H Askolani, merencanakan Food Estate. Rencana ini, diperuntukkan bagi pertanian di wilayah Banyuasin. Menurut H Askolani, sedang mengajukan ke Kementerian Pertanian terkait terkait Food Estate untuk wilayah Banyuasin. "Nantinya, akan dibentuk pengelolaan Pertanian Modern dari Hulu ke Hilir. Sehingga, kedepan petani tidak perlu lagi mencari bibit, pupuk, alsintan termasuk masalah harga, ujar orang nomor satu di Banyuasin ini, Senin (12/7).
Dengan dibentuknya Food Estate ini, nantinya bisa dibentuk Badan Usaha Tani. Dari Badan Usaha Tani (BUT) ini, sehingga hasil dari pertanian masyarakat Banyuasin bisa dikelola dengan baik. Tujuannya, agar petani di Banyuasin bisa mendapatkan harga yang sesuai dan mensejahterakan petani Banyuasin. Semua urusan mengenai pertanian, akan langsung diurus BUT. Ini gagasan dari Pemerintah Banyuasin untuk bidang pertaian. “Ini baru konsep dan usulan ke Kementan. Mudah-mudahan ini bisa terealisasi dan membuat petani di Banyuasin sejahtera,” pungkasnya.
Beri Kontribusi Bangun OKI
PALEMBANG - Bank Sumsel Babel Cabang Kayuagung di Ogan Komering Ilir (OKI) menunjukkan peran nyata di daerah kerjanya itu. Lewat lima jaringan kantor cabang, tiga cabang pembantu, dan sebuah mobil kas keliling, kinerja positif ditunjukkan. Direktur Utama Bank Sumsel, Achmad Syamsudin mengatakan, Cabang Kayuagung mencatat DPK Rp 861 miliar dan penyaluran Kredit Rp 889 miliar.
"Fokus Bisnis kita saat ini salah satunya adalah dalam hal pengembangan UMKM hingga ke pelosok wilayah di Provinsi Sumsel dan Kepulauan Bangka Belitung. Kami terus berupaya memberikan kemudahan bagi UMKM dalam hal permodalan serta membantu memperluas pasar dengan cara melakukan Coaching clinic bagi pelaku UMKM di Sumsel dan Babel secara virtual termasuk kepada semua UMKM di Kabupaten OKI yang saat ini telah menjadi binaan kita," katanya.
Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Kayuagung, RM Rozali Anton, menegaskan, mendukung perkembangan UMKM OKI seperti memberi permodalan, khususnya pada pandemi Covid. "Kami rutin sosialisasi terkait pengawasan dan perencanaan ekonomi mikro kecil kepada para petani dan UMKM OKI secara berkesinambungan," tukasnya.









