;

Industri Mamin Jadi Motor Ekspor dan Investasi

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 14 Jul 2021 Investor Daily, 14 Juli 2021
Industri Mamin Jadi Motor Ekspor dan Investasi

Industri makanan dan minuman (mamin) kini menjadi motor pertumbuhan ekspor dan investasi nasional. Tahun lalu, ekspor dan investasi mamin masih bisa tumbuh, kendati pandemi Covid-19 menghantam dunia. Tren ini berlanjut pada 2021. Ke depan, prospek mamin berbasis lokal sangat menjanjikan dan bisa bersaing dengan produk asing, bahkan mampu bersaing di kancah global. Potensi bahan baku lokal yang sangat besar di dalam negeri bisa menjadi keuntungan yang dapat menjadi amunisi untuk industri mamin bersaing di kancah internasional. Sejalan dengan itu, dibutuhkan sinergi dari seluruh para pemangku kepentingan untuk mewujudkan produk mamin berbasis lokal dengan keunggulan tersendiri, yang didorong keberlanjutan rantai pasok dari hulu ke hilir. Demikian rangkuman dalam Investor Daily Summit 2021 sesi tiga dengan tema Memperkuat Industri Makanan Minuman Berbasis Lokal, Selasa (13/7). Dalam sesi tersebut, hadir sebagai keynote speaker Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga, sedangkan panelis terdiri atas Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman, Presiden Direktur PT Nestle Indonesia Ganesan Ampalavanar, VP General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto, dan Direktur PT Garuda Food Putra Putri Jaya Tbk (Garuda Food) Paulus Tedjosutikno.

Perjanjian dagang berikutnya yang berpengaruh signifikan adalah Indonesia-European Free Trade Association (EFTA) atau IE-CEPA. Adapun anggota EFTA adalah Swiss, Liechtenstein, Norwegia, dan Islandia. Perjanjian dagang ini memberikan sebuah kesadaran bahwa produk-produk dari Indonesia, termasuk minyak sawit mentah (CPO) bisa masuk kawasan itu. Adhi S. Lukman mengatakan, industri makanan masih tumbuh 1,58% tahun lalu saat ekonomi kontraksi 2,07%. Tren ini berlanjut pada kuartal I-2021. Pada kuartal itu, industri mamin tumbuh 2,45%, melampaui laju produk domestik bruto (PDB) 0,74%. “Industri mamin punya prospek bagus sekali, kita punya potensi besar untuk ketersediaan bahan baku di dalam negeri. Perlu kolaborasi, inovasi, sinkronisasi kebijakan dari hulu ke hilir sehingga potensi yang sangat besar bisa kita raih, dan menjadi keunggulan indonesia, serta berkontribusi ke pembangunan indonesia ke depannya,” kata Adhi Adhi melanjutkan, penjualan produk mamin Indonesia di luar negeri juga terus bertumbuh tiap tahunnya. “Ekspor kita terus meningkat. Tahun lalu, ekspor naik 14% menjadi US$ 31 miliar dan berkontribusi 24% terhadap produk manufaktur. Pertumbuhan ekspor kita khusus untuk semiprocess dan process food naik, meski impornya juga naik,” ujar dia

(Oleh - HR1)

Download Aplikasi Labirin :