Industri Mamin Jadi Motor Ekspor dan Investasi
Industri makanan dan minuman (mamin)
kini menjadi motor pertumbuhan ekspor dan investasi
nasional. Tahun lalu, ekspor dan investasi mamin
masih bisa tumbuh, kendati pandemi Covid-19
menghantam dunia. Tren ini berlanjut pada 2021.
Ke depan, prospek mamin
berbasis lokal sangat
menjanjikan dan bisa bersaing dengan produk asing,
bahkan mampu bersaing di
kancah global. Potensi bahan baku
lokal yang sangat besar di dalam
negeri bisa menjadi keuntungan
yang dapat menjadi amunisi untuk
industri mamin bersaing di kancah
internasional. Sejalan dengan itu,
dibutuhkan sinergi dari seluruh para
pemangku kepentingan untuk mewujudkan produk mamin berbasis lokal
dengan keunggulan tersendiri, yang
didorong keberlanjutan rantai pasok
dari hulu ke hilir.
Demikian rangkuman dalam
Investor Daily Summit 2021 sesi tiga
dengan tema Memperkuat Industri
Makanan Minuman Berbasis Lokal,
Selasa (13/7). Dalam sesi tersebut,
hadir sebagai keynote speaker Wakil
Menteri Perdagangan (Wamendag)
Jerry Sambuaga, sedangkan panelis
terdiri atas Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman
Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman, Presiden Direktur PT Nestle
Indonesia Ganesan Ampalavanar, VP
General Secretary Danone Indonesia
Vera Galuh Sugijanto, dan Direktur
PT Garuda Food Putra Putri Jaya
Tbk (Garuda Food) Paulus Tedjosutikno.
Perjanjian dagang berikutnya
yang berpengaruh signifikan adalah
Indonesia-European Free Trade
Association (EFTA) atau IE-CEPA.
Adapun anggota EFTA adalah
Swiss, Liechtenstein, Norwegia,
dan Islandia. Perjanjian dagang ini
memberikan sebuah kesadaran
bahwa produk-produk dari Indonesia, termasuk minyak sawit mentah
(CPO) bisa masuk kawasan itu.
Adhi S. Lukman mengatakan, industri makanan masih tumbuh 1,58%
tahun lalu saat ekonomi kontraksi
2,07%. Tren ini berlanjut pada kuartal I-2021. Pada kuartal itu, industri
mamin tumbuh 2,45%, melampaui
laju produk domestik bruto (PDB)
0,74%.
“Industri mamin punya prospek
bagus sekali, kita punya potensi
besar untuk ketersediaan bahan
baku di dalam negeri. Perlu kolaborasi, inovasi, sinkronisasi kebijakan
dari hulu ke hilir sehingga potensi
yang sangat besar bisa kita raih, dan
menjadi keunggulan indonesia, serta
berkontribusi ke pembangunan indonesia ke depannya,” kata Adhi
Adhi melanjutkan, penjualan
produk mamin Indonesia di luar negeri juga terus bertumbuh tiap tahunnya. “Ekspor kita terus meningkat.
Tahun lalu, ekspor naik 14% menjadi
US$ 31 miliar dan berkontribusi 24%
terhadap produk manufaktur. Pertumbuhan ekspor kita khusus untuk
semiprocess dan process food naik,
meski impornya juga naik,” ujar dia
(Oleh - HR1)
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023