;

Korupsi Hambat Investasi

Yoga 09 Dec 2021 Kompas

Korupsi merajalela serta penegakan hukum lemah munculkan ketidakpastian usaha dan hambat masuknya modal ke dalam negeri. Investasi butuh ekosistem usaha yang sehat dan stabil. Berdasarkan  Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index (CPI) 2020, Indonesia alami penurunan skor dari level 40 dan ranking ke-85  dunia pada 2019 jadi level 37 dan ranking ke-102 pada 2020. Sekaya apa pun  negara akan sumber daya alam, selama korupsi tinggi, pertumbuhan ekonominya terhambat dan masyarakatnya terjebak dalam kemiskinan.

Laporan Global Competitiveness Report 2017-2018 oleh Forum Ekonomi Dunia (WEF) memetakan, faktor utama penghambat investasi Indonesia adalah korupsi, disusul inefisiensi birokrasi, infrastruktur tidak memadai, dan kebijakan tak stabil. Aturan perburuhan, yang banyak diubah lewat UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, masuk urutan terbawah faktor penghambat investasi, walau investor asing masih tertarik berinvestasi di Indonesia karena tergiur ukuran pasar yang besar. (Yoga)


Komoditas Gula, Ironi Target Swasembada

Yoga 09 Dec 2021 Kompas

Kebutuhan gula konsumsi dan industri meningkat seiring pertambahan penduduk dan pertumbuhan industri makanan-minuman. Kebutuhan gula nasional 6 juta ton, 2,7 - 2,9 juta ton merupakan  gula konsumsi atau kristal putih (GKP) dan 3 - 3,2 juta ton gula kristal rafinasi (GKR) merupakan bahan baku makanan-minuman. Untuk memenuhinya, pada 2022, pemerintah alokasikan kuota impor gula 3,48 juta ton untuk bahan baku GKR dan 891.627 ton untuk GKP, naik dibanding tahun 2021 sebesar 3,78 juta ton,  guna antisipasi kenaikan kebutuhan gula industri 5 % dan antisipasi anomali cuaca, meski stok nasional gula konsumsi per 3 Desember 2021 berlimpah, yaitu 1,3 juta ton atau cukup  5 bulan ke depan.

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Perkebunan Nusantara III Holding (PTPN Group), berkomitmen tingkatkan luas lahan tebu dan produksi gula konsumsi. Hingga 2024, RNI targetkan perluasan lahan tebu hingga 20.000 hektar, hingga produksi GKP bisa naik dari 230.000 ton pada 2020 jadi 430.000 ton pada 2024. PTPN Group targetkan produksi GKP  2 juta ton pada 2025, dari saat ini 800.000 ton. Pemerintah tunggu realisasi komitmen Al Khaleej Sugar Co, produsen terbesar gula Timur Tengah dan 5 besar dunia yang minat investasi di Indonesia, sebesar 2 miliar dollar AS atau Rp 28,68 triliun.  Mereka akan bangun PG terintegrasi, mengembangkan lahan tebu baru serta produksi gula dan etanol. (Yoga)


OJK Atur Saham dengan Hak Suara Multipel

Yoga 09 Dec 2021 Kompas

OJK keluarkan aturan lindungi visi dan misi pendiri perusahaan teknologi atau rintisan yang melepas saham di bursa, lewat Peraturan OJK Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penerapan Klasifikasi Saham dengan Hak Suara Multipel oleh Emiten dengan Inovasi dan Tingkat Pertumbuhan Tinggi yang lakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas Berupa Saham dan diluncurkan (7/12). Agar perusahaan sejenis terangsang menawarkan saham atau listing di Bursa Efek Indonesia. Emiten dengan hak suara multipel  harus gunakan teknologi untuk inovasi produk yang tingkatkan produktivitas dan memiliki manfaat sosial luas, juga perusahaan punya total asset minimal Rp 2 triliun, beroperasi 3 tahun sebelum pengajuan untuk listing.

Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Universitas Indonesia Budi Frensidy jelaskan, apabila perusahaan digital berkapitalisasi pasar besar melepas saham di Indonesia, akan memperdalam pasar modal Indonesia dan berpotensi diikuti lonjakan jumlah investor dan investasi. Aturan baru OJK ini tidak mempengaruhi perdagangan saham sehari-hari, karena tak menyentuh atau tak ubah ketentuan investor perorangan, namun berpengaruh bagi investor korporasi yang berniat mengambil alih korporasi lainnya. Dengan saham pendiri yang memiliki suara lebih dari satu atau multipel, para pendiri perusahaan teknologi bisa menambah modal di BEI tanpa takut kehilangan pengaruh atau kontrol atas perusahaan. (Yoga)                              


Volume Ekspor Turun, Surplus Perdagangan Naik

Yoga 09 Dec 2021 Kompas

Ekspor perikanan Indonesia Januari - Oktober 2021 tercatat 980.000 ton, turun 5,76 % dibanding tahun lalu 1,04 juta ton, namun nilainya naik 6,6 % jadi 4,56 miliar dollar AS. Surplus neraca dagang perikanan tahunan tumbuh 5,8 % jadi 4,15 miliar dollar AS. Udang jadi komoditas unggulan ekspor perikanan Indonesia, Januari - Oktober 2021 nilainya 1,82 miliar dollar AS, 40 % total ekspor. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Artati Widiarti berkata, pemerintah dorong ekspor dan perluas pasar dalam negeri. Pasar luar negeri yang dibidik adalah Amerika Serikat, China, dan UEA.

Direktur Pemasaran KKP Machmud berkata, meski nilai ekspor cenderung naik, realisasi investasi di sektor perikanan melambat di tengah pandemi Covid-19. Januari - September 2021, realisasi investasi tercatat Rp 4,11 triliun, turun 9,67 % secara tahunan. Modal, antara lain, berasal dari Singapura, Swiss, India, Jepang, dan China meliputi bidang pengolahan Rp 1,16 triliun, perikanan budidaya Rp 1,29 triliun, perikanan tangkap Rp 730 miliar, perdagangan Rp 700 miliar, dan jasa perikanan Rp 240 miliar. (Yoga)


Industri Makanan dan Minuman, Impor Susu Bakal Meningkat Lagi

Hairul Rizal 09 Dec 2021 Bisnis Indonesia

Pelaku industri makanan dan minuman memperkirakan kebutuhan impor bahan baku produk susu pada tahun depan meningkat lagi, seiring dengan bertambahnya kapasitas produksi pabrik dan konsumsi masyarakat. Ketua Umum Ga­bungan Pengusaha Makanan dan Mi­­num­an Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman Adhi mengatakan konsumsi produk susu mengalami kenaikan signifikan selama pandemi Covid-19. Hal itu mendorong masuk­nya investasi baru di industri makanan dan minuman. “Selama pandemi banyak yang men­cari produk bergizi dan su­su dianggap sebagai salah satu pro­duk dengan kriteria terse­but. Peningkatan luar biasa pada konsumsi membuat pabrik sam­pai beroperasi dengan kapasitas pe­nuh,” katanya ketika dihubungi, Rabu (8/12).

Dia mengatakan pertumbuhan investasi di industri makanan dan minuman mayoritas disumbang oleh perusahaan asing. Dia menyebutkan kenaikan penanaman modal asing (PMA) di industri makanan dan minuman men­capai 75% pada periode Januari sampai September 2021, dengan sebagian besar masuk di sektor produk susu. “Kami perkirakan pada 2022 investasi baru yang mulai berope­rasi bakal membuat impor bahan baku meningkat daripada 2021, kontribusinya mungkin bisa sampai 80% dari kebutuhan bahan baku,” tambahnya.


Harga Batu Bara Acuan, Rekor Emas Hitam Terhenti

Hairul Rizal 09 Dec 2021 Bisnis Indonesia

Setelah mencetak kenaikan selama 8 bulan berturut-turut hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pencatatannya, harga batu bara acuan atau HBA tergelincir pada Desember 2021. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan HBA Desember 2021 senilai US$159,79 per ton. Angka ini merosot US$55,22 per ton 25,68% dari harga acuan November 2021, yakni US$215,01 per ton. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menjelaskan penurunan HBA ini dipengaruhi oleh intervensi kebijakan Pemerintah China dalam menjaga kebutuhan batu bara domestik negara itu.“Pemerintah China telah meningkatkan produksi batu bara dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang berdampak pada meningkatnya stok batu bara domestik China serta kebijakan pengaturan harga batu bara oleh pemerintah setempat,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (8/12).

Setidaknya terdapat dua faktor turunan yang memengaruhi pergerakan HBA yaitu, pasokan dan permintaan. Pada faktor pasokan, dipengaruhi oleh cuaca, teknis tambang, kebijakan negara supplier, hingga teknis di supply chain seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal. Sementara untuk faktor permintaan, dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir, dan hidro.

UE Ingin Bentuk Kekuatan Dagang Baru

Yuniati Turjandini 09 Dec 2021 Investor Daily

Komisi Eropa pada Rabu (8/12) meluncurkan upaya guna melengkapi Uni Eropa  (UE) dengan kekuatan dagang baru. Agar dapat dengan cepat membalas upaya-upaya pemerintah asing untuk melemahkan ekonomi dan bisnis Eropa. Paket yang dimaksud dinamakan instrumen anti-paksaan. Rencana paket ini didorong oleh para pendukung utama instrumen "anti-paksaan" ketika Donald Trump menjadi Presiden AS. Potensi trik-trik kotor oleh Tiongkok dan Rusia juga dianggap ada dalam benak para pendukung instrumen, yang diminta oleh parlemen Eropa. Namun UE memperingatkan bahwa mereka tidak akan bersedia menanggapi perselisihan perdagangan. Seperti yang diusulkan, bahwa eksekutif UE di Brussels akan memiliki daftar opsi untuk menjawab intimidasi ekonomi oleh pemerintah asing. (Yetede)

Visa Luncurkan Layanan Konsultasi Kripto

Yuniati Turjandini 09 Dec 2021 Investor Daily

Visa Inc, perusahaan pemroses pembayaran terbesar di dunia, pada Rabu (8/12) meluncurkan layanan konsultasi mata uang kripto (Cryptocurrency) global bagi para kliennya, yang bergerak dalan industri perbankan dan para pedagangan. Visa menyebut jika bank Amerika Serikat (AS), UMB telah menjadi klien yang menggunakan layanan konsultasi kripto-nya. "Kami datang ke Visa untuk mempelajari lebih lanjut tentang kripto dan stablecoin serta kasus-kasus penggunaan yang paling relevan untuk lini berbasis ritel dan komersial kami," ujar Uma Wilson, wakil presiden eksekutif di UMB Bank. Saat ini Visa menggunakan jaringannya untuk memungkinkan pembelian, penjualan dan penyimpanan mata uang digital.Visa sendiri berharap layanan konsutasi kriptonya dapat membantu mengadopsi arus biaya bitcoin dan mata uang digital lainnya. (Yetede)

BCA dan Grab Latih Anak Mitra Pengemudi untuk Bekerja di Industri Digital

Yuniati Turjandini 09 Dec 2021 Investor Daily

BCA dan Grab menyepakati kerja sama pelatihan digital, atau pembekalan keahlian khusus teknologi informasi, bagi anak-anak mitra pengemudi Grab untuk diperapkan agar bisa bekerja di industri digital. Kali ini, SYNRGY Academy Batch Grab, BCA ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak mitra pengemudi Grab yang ingin terjun ke bidang IT. Kegiatan pelatihan SYNRGY Academy Batch Grab akan dibagi menjadi dua fase. Fase pertama merupakan pre-Bootcamp dimana siswa akan mendapatkan kelas untuk membuat produk dalam bentuk web dan berkolaborasi dengan siswa lain. Pada fase kedua, peserta akan punya lima pilihan kelas, yaitu Frontend, Backend, Android Engineering, Quality Assurance, dan kelas UI/IX yang digabung dengan Product Management. (Yetede)

Kerugian RI Akibat Cuaca Ekstrem Capai Rp 100 Triliun per Tahun

Yuniati Turjandini 09 Dec 2021 Investor Daily

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan,kerugian ekonomi Indonesia yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem mencapai lebih dari Rp100 triliun per tahun. Posisi geografis dengan kepulauan yang terletak di ring of fire atau cincin api, mengakibatkan Indonesia bersiko terpapar perubahan iklim lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain. Namun menurut Destry, tidak hanya mendatangkan ancaman berupa pemanasan global, perubahan iklim juga bisa mendatangkan peluang ekonomi  Indonesia berupa peningkatan investasi, pertumbuhan ekonomi, dan penambahan cadangan devisa. Peluang ini diperoleh kalau Indonesia melakukan lngkah-langkah transisi menuju ekonomi hijau yang telah menjadi tuntutan global. "Proses transisi ekonomi rumah karbon diperkirakan membutuhkan investasi besar, sehingga akan mendorong masuknya investasi global ke Indonesia," ucap Destry. (Yetede)

Pilihan Editor