;

Perkebunan Sumbang 94% Devisa Sektor Pertanian

Yuniati Turjandini 21 Dec 2021 Investor Daily

Perkebunan merupakan penyumbang utama devisa ekspor  sektor pertanian. Tahun 2021, nilai ekspor pertanian mencapai Rp 451,8 triliun. Dari jumlah tersebut, hampir 94% dikontribusi oleh subsektor perkebunan dengan komoditas utama kelapa sawit. "Kelapa sawit sudah dikembangkan sejak 1910. Kemudian pengembangan kelapa sawit semakin besar lewat kebijakan pemerintah seperti Perkebunan Besar Swasta Nasional (PBSN) dan Perkebunan Inti Rakyat (PIR)," kata Ali Jamil dalam webinar Ditjen Perkebunan. Ali menambahkan, program Peremajaan Sawit Rakyat dengan dana dari Badan Pengelola Dana  Perkebunan Kelapa Sawit memberikan kemudahan petani untuk meremajakan kebunnya. Negara tujuan ekspor meliputi Malaysia, Jerman, Jepang,  Afrika Selatan, Taiwan, Vietnam, Philipina, India, Ukraina, Argentina, Spanyol, AS, Korea  Selatan, Belanda, Polandia, Thailand, Algeria, Pakistan Uni Emirat Arab, Haiti, Singapura, Mesir, Iraq, Bangladesh dan Odessa. (Yetede)

Ekspor Industri Kehutanan Tumbuh 25%

Yuniati Turjandini 21 Dec 2021 4

Kinerja usaha sektor kehutanan selama masa pandemi Covid-19 menunjukkan tren positif. Nilai ekspor produk industri kehutanan pada kuartal IV-2021 diprediksi tumbuh 25,39% jika dibandingkan periode sama 2020. Untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor kehutanan, pada kuartal III-2021 juga tumbuh sebesar 19,75% dan pada kuartal IV-2021 diprediksi meningkat 7,76%. 

Direktur Jendral Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Agus Justianto mengatakan, dalam pengelolaan hutan lestari  Ditjen PHI, berpegang pada konsep lima pilar pengelolaan hutan lestari  yaitu kepastian kawasan, jaminan perusahaan produktivitas, difersivikasi produk, dan daya saing. 

Produksi kayu bulat, kata dia, pada kuartal ketiga tahun 2021 tumbuh sebesar 5,98%, dan pada kuartal keempat tahun 2021 mencapai 51,81 juta meter kubik dan pada akhir periode kuartal keempat tahun 2021 diyakini akan tetap tumbuh terutama untuk produksi kayu bulat yang berasal dari hutan tanaman. (Yetede)

Airlangga: Ruang Fiskal Rp 52 Triliun Disiapkan untuk Antisipasi Dampak Omicron

Yuniati Turjandini 21 Dec 2021 Investor Daily

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian  Airlangga Hartanto mengatakan,  pemerintah telah menyiapkan skenario dengan menyiapkan dana khusus  atau ruang fiskal sebesar Rp 52 triliun untuk mengantisipasi dampak varian Omicron, guna meminimalisir dampaknya agar tidak serupa dengan  gelombang varian delta yang terjadi pada pertengahan tahun ini. "Apabila ada efek yang mirip dengan delta, maka pemerintah siapkan ruang fiskal," ucap Arilangga dalam konferensi persnya secara daring, Senin (20/12). Selain itu pemerintah juga mengalokasikan sisa 10% dari alokasi dana program pemulihan ekonomi nasional  (PEN) 2021 yang kemungkinan tidak terserap, untuk menjadi tambahan dalam penyaluran bansos tahun depan. Airlangga merinci anggran PEN hingga 20 Desember 2021 terealisasi untuk progam perlindungan sosial sebesar 86,4% atau setara Rp 152 triliun dari pagu Rp 186,6 triliun. Kemudian program prioritas realisasinya 74,2% atau 87,84 triliun dari pagu Rp117,9 triliun.

Angkutan Kargo Internasional Garuda Melonjak 89,66%

Yuniati Turjandini 21 Dec 2021 Investor Daily

Maskapai Garuda Indonesia mencatatkan pertumbuhan angkutan lalu lintas kargo internasional sebesar 89,66% hingga kuartal III-2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan, peningkatan tersebut selaras dengan fokus diversifikasi bisnis Garuda pada bisnis kargo udara menyusul tekanan pendapatan usaha pada lini bisnis angkutan penumpang. "Lini bisnis kargo udara menjadi salah satu penopang penting pendapatan Usaha Garuda bersamaan dengan tren pergerakan penumpang yang mulai menunjukkan sinyal positif jelang akhir kuartal III-2021 ini," kata Irfan. Lebih jauh, Garuda Indonesia menyebutkan terjadi peningkatan  jumlah penumpang pada kuartal IV-2021 yang disebabkan pelonggaran PPKM dan periode Natura  2021. (Yetede)

Memaksimalkan Jalan Tol

Yoga 20 Dec 2021 Kompas

Hingga akhir 2024, Presiden Jokowi targetkan bangun 4.500 km jalan tol yang terbukti efisienkan logistik, pusat ekonomi baru terbangun, misal di Subang, Batang, Kendal, dan Gresik. Kawasan industri  tumbuh seiring lelang ruas tol baru seperti Jabar selatan menuju Garut dan Tasikmalaya. Dampak jalan tol terhadap lahan pertanian diminimalkan dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) secara konsisten. Terkoneksinya kota-kota dengan jalan tol juga dongkrak sektor ekonomi. Dengan waktu tempuh singkat hingga tak melelahkan, jalan tol dorong tumbuhnya pariwisata, bahkan di era pandemi Covid-19.

Dengan algoritma, tarif tol bisa berubah sesuai kepadatan lalu lintas. Dengan teknologi radio frequency identification (RFID), untuk membayar tarif tol, dapat diidentifikasi terinci kendaraan yang melintas. Kendaraan pembawa barang produk UMKM dapat dikenai tarif lebih murah. Pemda harus revisi RTRW begitu Kementrian PU tetapkan trase ruas tol yang akan dibangun. Jadi, saat ruas tol baru diresmikan,  ekonomi daerah dapat melonjak. (Yoga)


Waspadai Omicron, Batasi Mobilitas

Yoga 20 Dec 2021 Kompas

Omicron sudah terdeteksi di Indonesia, tiga kasus terkonfirmasi dan 14 masih terduga. Meski bergejala ringan, bahkan tak bergejala, belum terbukti Omicron tak berbahaya. WHO umumkan Omicron beredar di 89 negara, sangat cepat menular dan bisa tembus pertahanan vaksin. Laporan peneliti Universitas Hong Kong, vaksin Sinovac tak tunjukkan antibodi cukup pada serum darah untuk netralkan Omicron, vaksinasi Pfizer-BioNTech, hanya sebagian yang miliki antibodi cukup menetralkan galur tersebut.

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan, Omicron menyebar sangat cepat, vaksin saja tak cukup, prokes dengan masker, jaga jarak, ventilasi baik, dan jaga kebersihan tangan wajib dilakukan. Kita perlu waspada, pandemi belum usai, Tes dan telusur kontak erat perlu digencarkan, penapisan pelaku perjalanan dari luar negeri diperkuat, Karantina pelaku perjalanan luar negeri harus dilakukan tanpa pandang bulu, supaya bisa melewati pandemi dengan selamat. (Yoga)


Memaknai Pergeseran Perspektif Pemajakan di Indonesia

Yoga 20 Dec 2021 Kompas

Ada pergeseran pemajakan oleh pemerintah termasuk melalui UU No 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), yaitu dari pemajakan berbasis penghasilan menjadi konsumsi, yang memberi insentif individu bekerja lebih keras dan produktif karena tarif pajak marjinal  lebih rendah.

Pergeseran ini harus terus dievaluasi agar insentif terhadap penghasilan dan disinsentif terhadap konsumsi dapat memacu naiknya tabungan masyarakat yang meningkatkan investasi, terutama di sektor riil dan berorientasi ekspor. Kehadiran UU HPP diharapkan menjadi stimulus pembenahan kinerja pajak menyeluruh demi terciptanya efisiensi, produktivitas, profitabilitas, dan daya saing. (Yoga)


Pemulihan Pendidikan Jadi Prioritas Utama

Yoga 20 Dec 2021 Kompas

Pemulihan pendidikan jadi fokus pemerintah, pemda, dan sekolah pada 2022, karena pembukaan sekolah terbatas tahun ini akibat pandemi Covid-19, mengungkapkan penurunan hasil. Mahasiswa program Kampus Mengajar menemukan kasus yang sama. Nicodemus Lolonlun (21), sukarelawan di SD YPK Efata Soop di Tanjung Lampu, Sorong, Papua Barat, mendapati siswa kelas III SD tak paham instruksi buka buku halaman 3, karena siswa itu belum bisa membaca. Selama pandemi, tak hanya kemampuan literasi dan numerasi terdampak, kondisi emosi siswa juga.

Mendikbudristek Nadiem Makarim, mulai 2022 fokuskan pemulihan pendidikan dengan penerapan kurikulum darurat yang membantu pemulihan, terutama memperkuat kemampuan literasi dan numerasi dasar di jenjang SD. Siswa juga didukung untuk bangun kemampuan berpikir tingkat tinggi, kreativitas, dan karakter, serta menghadirkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Tantangan pemulihan pendidikan juga tak lepas dari komitmen dan dukungan pemda mengawal pembukaan sekolah dan pastikan pemulihan pendidikan menjadi prioritas. (Yoga)


Wawasan Digital Jadi Bekal Rekrutmen Kerja

Yoga 20 Dec 2021 Kompas

Lowongan kerja 2022 yang mensyaratkan keterampilan teknologi digital banyak dibuka, baik perusahaan tradisional maupun rintisan teknologi (start up). Fenomena perusahaan rintisan teknologi digital yang lakukan pencatatan di bursa saham tahun depan dorong pencarian tenaga kerja di bidang hukum yang paham lanskap industri digital. Country Manager Robert Walters Indonesia Eric Mary berkata, Firma hukum swasta terpicu latih stafnya agar kapabilitas teknologi, media, dan telekomunikasi meningkat. Sektor manufaktur juga mengarah ke otomasi, butuh tenaga kerja dengan hardskill kode pemrograman, software engineering, dan analisis mahadata

Menkominfo Johnny G Plate berkata, Forum Ekonomi Dunia (WEF) melalui laporan Pekerjaan Masa depan 2021 memperkirakan 10 pekerjaan yang permintaannya naik, antara lain analisis data, spesialis mahadata, spesialis transformasi digital, serta spesialis kecerdasan buatan dan mesin pembelajaran, yang berkelas internasional. Pemerintah mendorong percepatan penyediaan talenta digital untuk kebutuhan transformasi digital di Indonesia. Salah satunya dengan program Beasiswa Talenta Digital. (Yoga)


Transisi Energi, Janji 23 Persen

Yoga 20 Dec 2021 Kompas

PP No 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional menyebutkan pada 2025 peran energi baru dan terbarukan sedikitnya 23 % dan jadi 31 % pada 2050 sepanjang ekonominya terpenuhi. Sepanjang 2020 energi baru dan terbarukan 11,5 %, separuh target, susah capai target 23 %. Pemerintah kurangi peran batubara dengan PLTU co-firing, pembakaran batubara bersama 5 – 10 % biomassa, juga kembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap dalam skala masif, namun butuh biaya yang tak murah.

Kesadaran sumber energi fosil habis suatu saat nanti, harus dibarengi upaya optimalkan potensi sumber energi terbarukan dalam negeri. Janji 23 % bauran energi baru dan terbarukan pada 2025 harus dikawal. Semua pemangku kepentingan, organisasi nirlaba, sektor swasta, akademisi, dan pers, harus bersama mengawal dan dorong tercapainya tujuan Kebijakan Energi Nasional. Masalah energi bukan masalah sepele. Jangan jadikan negeri kaya sumber energi terbarukan ini menjadi pengimpor energi fosil. (Yoga)


Pilihan Editor