Memaksimalkan Jalan Tol
Hingga akhir 2024, Presiden Jokowi targetkan bangun 4.500 km jalan tol yang terbukti efisienkan logistik, pusat ekonomi baru terbangun, misal di Subang, Batang, Kendal, dan Gresik. Kawasan industri tumbuh seiring lelang ruas tol baru seperti Jabar selatan menuju Garut dan Tasikmalaya. Dampak jalan tol terhadap lahan pertanian diminimalkan dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) secara konsisten. Terkoneksinya kota-kota dengan jalan tol juga dongkrak sektor ekonomi. Dengan waktu tempuh singkat hingga tak melelahkan, jalan tol dorong tumbuhnya pariwisata, bahkan di era pandemi Covid-19.
Dengan algoritma, tarif tol bisa berubah sesuai kepadatan lalu lintas. Dengan teknologi radio frequency identification (RFID), untuk membayar tarif tol, dapat diidentifikasi terinci kendaraan yang melintas. Kendaraan pembawa barang produk UMKM dapat dikenai tarif lebih murah. Pemda harus revisi RTRW begitu Kementrian PU tetapkan trase ruas tol yang akan dibangun. Jadi, saat ruas tol baru diresmikan, ekonomi daerah dapat melonjak. (Yoga)
Tags :
#UmumPostingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023