Industri Pengolahan : Pemerintah Diminta Fokus ke Sektor Unggulan
Upaya penghiliran dan peningkatan nilai tambah industri dalam negeri dinilai perlu difokuskan pada sektor tertentu saja agar pengembangannya lebih optimal. Institute For Development of Economics and Finance (Indef) mencatat dua sektor yang menjadi keunggulan komparatif industri dalam negeri, yakni agro dan pertambangan. Peneliti di Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Indef Ahmad Heri Firdaus mengatakan dua sektor tersebut merupakan industri induk dari banyak subsektor di bawahnya. Sektor industri lain yang berpeluang untuk diperdalam strukturnya, yakni petrokimia, meski diperlukan investasi dalam jumlah besar. Adapun di industri agro, sektor makanan dan minuman masih menyimpan peluang besar untuk penguatan struktur industri. Hal ini mengingat ketergantungan sektor tersebut pada bahan baku impor, meskipun juga merupakan salah satu penyumbang ekspor terbesar di industri manufaktur.
Ekspor Hadapi Tantangan
Sepanjang 2021, Indonesia mendapatkan berkah ekspor melimpah, tetapi sejumlah tantangan tahun lalu masih membayangi perekonomian domestik, antara lain masih terganggunya dan tingginya biaya logistik laut, melonjaknya harga sejumlah komoditas global, krisis energi, dan divergensi ekonomi global, yang berimbas ke sejumlah sektor perekonomian dalam negeri. BPS (17/1) merilis, total surplus neraca perdagangan migas dan non migas Indonesia sepanjang 2021 mencapai 35,34 miliar USD atau Rp 505,715 triliun, tumbuh 38,82 % dibandingkan 2020 dengan surplus 21,62 miliar USD. Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, surplus neraca perdagangan itu tak lepas dari kinerja positif ekspor non migas.
Kenaikan harga CPO global mengakibatkan harga minyak goreng dalam negeri melonjak, minyak goreng curah dan kemasan yang semula Rp 9.500 - Rp 12.500 per liter, melonjak jadi Rp 17.500 - Rp 21.000 per liter. Kenaikan harga batubara global membuat eksportir batubara memilih mengekspor batubara ketimbang memenuhi DMO batubara. Ini menyebabkan pasokan batubara dalam negeri, terutama untuk PLTU kurang awal tahun ini. Demikian juga gangguan dan lonjakan biaya logistik laut global menyebabkan Indonesia kekurangan kapal dan peti kemas. Biaya logistik antarpulau di Indonesia juga naik.
Ekonom Divisi Kebijakan Eksternal Departemen Strategi, Kebijakan, dan Tinjauan IMF, Parisa Kamali, mengemukakan, tekanan akibat lonjakan biaya logistik laut mulai mereda. Namun, biaya logistik itu diperkirakan tetap tinggi hingga akhir 2022 lantaran pandemi Covid-19 masih berlanjut. Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) memproyeksikan, jika tarif pengiriman tetap tinggi hingga 2023, tingkat harga impor global dan tingkat harga konsumen dapat naik sebesar 10,6 % dan 1,5 %. (Yoga)
Industri Asuransi, Ganti Nama untuk Mengubah Citra
Perusahaan asuransi beramai-ramai mengubah citra (rebranding), dengan mengenalkan nama baru, sebagai awal transformasi bisnis, juga memulai penggunaan layanan aplikasi digital, penetapan target bisnis baru, dan penambahan nilai-nilai etos kerja baru. Langkah tersebut, ditempuh PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri yang menjadi PT Perta Life Insurance. Dirut Perta Life Hanindio W Hadi (17/1) berkata, perubahan nama itu ditetapkan RUPS LB, 24 November 2021, untuk memulai transformasi bisnis dengan etos kerja dan semangat baru, salah satunya dengan layanan digital. Direktur Pemasaran Perta Life Haris Anwar mengatakan, dengan perubahan baru itu, pihaknya tidak hanya mengubah etos kerja internal, tetapi juga mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan, dengan target pertumbuhan pendapatan 20 %.
Tahun lalu, sejumlah perusahaan asuransi berganti nama, antara lain PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) menjadi PT Zurich Asuransi Indonesia pada November 2021, juga PT MNC Life Assurance yang rebranding aplikasi digitalnya dari Hario menjadi Motion Insure. Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengatakan, transformasi dilakukan perusahaan asuransi jiwa. Pihaknya mendorong inovasi digital untuk meningkatkan layanan. (Yoga)
”Right Issue” Waskita Terserap 85 persen
PT Waskita Karya (Persero) Tbk. menyelesaikan proses penawaran saham terbatas (right issue) sebesar Rp 9,44 triliun, yang hanya 85,81 % dari target Rp 11 triliun. Dari Rp 9,44 triliun tersebut, Waskita menerima dana publik Rp 1,54 triliun dan penyertaan modal negara Rp 7,90 triliun. ”Perseroan akan fokus menjalankan bisnis operasional berbekal kemampuan likuiditas yang lebih baik,” ujar Dirut Waskita Destiawan Soewardjono (17/1). (Yoga)
Mengadu Asa di Awal Tahun
Kenaikan harga komoditas di sejumlah daerah di Jabar menjadi ujian awal tahun. Selain bermodal ketekunan, pelaku usaha berharap campur tangan negara menyelesaikan masalah ini. Ade Siti Sarah (52), pedagang ayam potong di Pasar Sederhana, Bandung, Jabar, bersama 18 pedagang lain bersua Presiden. Seperti 100 pedagang lain, Ade menerima bantuan Rp 1,2 juta untuk modal dagang dan kebutuhan sehari-hari. ”Tadinya ingin cerita saat ini hidup sangat sulit. Saat pandemi, penjualan berkurang jauh. Harga kebutuhan pokok naik. Kami butuh harga stabil dan terjangkau untuk hidup,” ujarnya. Sebelum pandemi, ia bisa menjual 1 kuintal lebih sehari, sekarang, 30 kg sehari pun sulit, bahkan, di awal pandemi, sedikit pun tak terjual. Harga minyak goreng puluhan ribu per liter membuat nilai jual daging ayam menjadi Rp 40.000 per kg. Imbasnya, keuntungan yang diambil hanya Rp 2.000 per kg.
Ahmad Aris (27) pedagang ayam di Pasar Karangampel, Indramayu, pusing, ”1 November 2021 harga ayam hidup Rp 18.800 per kg. Sekarang Rp 24.000 per kg,” ujarnya, yang terpaksa menaikkan harga hingga Rp 40.000 per kg. Padahal, harga acuan daging ayam, menurut Permendag No 7 Tahun 2020, harga acuan pembelian, di tingkat konsumen Rp 35.000 per kg. Aris mencontohkan, dengan harga ayam hidup di distributor Rp 24.000 per kg, modalnya Rp 7,5 juta untuk membeli 3 kuintal ayam. Usai daging dijual Rp 40.000 per kg, ia rugi Rp 200.000. Ia berharap, harga ayam di distributor bisa Rp 15.000 per kg agar harga turun dan pedagang untung. Awal tahun 2022 sungguh tak mudah, termasuk bagi pedagang seperti Ade dan Ahmad. (Yoga)
Hitung Ulang Pembengkakan Biaya Kereta Cepat
Penyelesaian persoalan pembengkakan biaya atau cost overrun proyek kereta cepat Jakarta-Bandung masih menunggu hasil audit BPKP. Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi, menuturkan, sembari menunggu proses penghitungan internal untuk menekan potensi cost overrun. "Pembengkakan bukan berdasarkan pada data histori (sudah terjadi), melainkan berdasarkan data dan biaya yang masih berpotensi akan terjadi karena apa yang dihitung adalah sampai proyek ini selesai," ujarnya, kemarin.
Adapun berdasarkan hitungan KCIC pada pertengahan 2021, biaya investasi kereta cepat membengkak sekitar Rp27,17 triliun. Managemen kala itu menjelaskan penyebab utama cost overrun adalah konstruksi atau engineering, procurrement, and construction, serta pembebasan lahan. Upaya pembebasan lahan kereta cepat memakan biaya lebih besar dari perkiraan dan sulit dilakukan lantaran jalur yang dilalui sangat luas serta melewati daerah komersial. (Yetede)
Ugal-Ugalan RUU Ibu Kota Negara
Pemerintah dan DPR mengebut pembahasan RUU Ibu Kota Negara. Prosesnya tak transparan dan minim partisipasi publik. Presiden Jokowi mengirim surat dan draft Undang-Undang Ibu Kota Negara ke Senayan pada 29 September 2021. DPR kemudian membentuk Panitia Khusus RUU Ibu Kota Negara pada 7 Desember lalu. Baru sebulan Pansus bekerja, DPR menargetkan pengesahan RUU tersebut dalam rapat paripurna pada 18 Januari 2021. Indikasi tergesa-gesa juga tampak dari pelanggaran formal yang sempat terjadi. Pembahasan RUU Ibu Kota Negara pun terkesan tertutup sehingga rawan disusupi kepentingan pemburu rente proyek. Pemerintah dan DPR belum sungguh-sungguh melibatkan partisipasi publik. Padahal sebuah kebijakan publik, apalagi pemindahan Ibu Kota negara yang menelan anggaran Rp 466,9 triliun dan 20% nya bersumber dari kas negara, semestinya deliberatif. Pemerintah harus duduk bersama warga lebih dahulu untuk merumuskan kebijakan tersebut. (Yetede)
Penjualan Mobil Baru Diprediksi Melesat
Insentif diskon pajak pertambahan nilai barang mewah kendaraan bermotor (PPnBM) kembali dilanjutkan pada 2022. Kebijakan ini diprediksi ampuh mengerek kendaraan beroda empat, khususnya katagori mobil murah dengan harga jual dibawah Rp 200 juta, atau katagori low-cost green car. Pasalnya, mobil tipe ini akan sepenuhnya ditanggung pemerintah selama tiga bulan pertama tahun ini. Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif, mengungkapkan kepastian perpanjangan pemberian insentif pajak. "Perpanjangan insentif PPnBM mobil, meski tidak sebesar tahun kemarin, akan mampu mengurangi syok penjualan kendaraan penumpang akibat kenaikan harga on the road yang sangat tinggi," kata Febri. Sebab, tarif PPnBM segmen kendaraan penumpang kurang dari 10 orang dinaikkan dari sebelumnya 10% menjadi 15%. Relaksasi ini dinilai positif oleh perushaan penyelenggara pameran otomotif nasional. (Yetede)
Pecah Rekor Neraca Dagang
Surplus neraca perdagangan mencetak rekor tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) memcatat surplus neraca perdagangan sepanjang 2021 mencapai US$ 35,34 miliar atau setara dengan Rp 506 triliun dengan kurs 14,325 per dolar Amerika. "Rekor tertinggi sebelumnya pada 2006 sebesar US$ 39,37 miliar," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, kemarin. Sepanjang 2021, nilai ekspor tercatat sebesar US$ 231,54 miliar. Angka itu naik 41,88% secara tahunan (yoy). Kenaikan ekspor ini diikuti dengan kenaikan impor, kenaikan nilai impor tertinggi berasal dari bahan baku penolong industri, yakni sebesar 42,80%. Adapun impor barang modal tercatat US$ 28,62 miliar dan impor barang konsumsi sebesar US$20,18 miliar. "Kami berharap (surplus) ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga rencana pemerintah terhadap pemulihan ekonomi bisa tercapai dengan cepat sesuai harapan kita semua," tutur Margo. (Yetede)
Unilever Coba Tawar Lagi Unit Bisnis GSK-Pfizer
Raksasa barang konsumsi Inggris Unilever pada Senin (17/1) menyatakan akan, kembali mengajukan tawaran untuk mengkalkulasi unit bisnis perawatan kesehatan konsumen milik kelompok farmasi GlaxoSmithKline (GSK) atau pfizer. "GSK Consumer Healthcare akan menjadi strategi yang kuat," kata perwakilan perusahaan Inggris Unilever dalam sebuah pernyataan, Senin. Tawaran terakhir diterima pada 20 Desember 2021, terdiri dari 41,7 miliar poundsterling secara tunai dan 8,3 miliar poundsterling dalam bentuk saham Unilever. Penawaran ini disampaikan karena GSK ingin melepas divisi kesehatan konsumen, untuk berkonsentrasi pada cabang farmasi utamanya. Harga saham GSK melesat ke puncak indeks pada perdagangan, Senin pagi, naik 4,8%. Disisi lain, saham Unilever menjadi pelemah FTSE terbesar perdagangan kemarin, merosot 6,6%. (Yetede)









