;

PENGOLAHAN BIG DATA : Memaksimalkan Bisnis Melalui Kecerdasan Buatan

Hairul Rizal 14 May 2022 Bisnis Indonesia

Ungkapan “data is the new oil” menggambarkan betapa pentingnya data sebagai salah satu sumber daya yang dibutuhkan oleh masyarakat luas, layaknya minyak yang juga menjadi komoditas vital penunjang banyak aktivitas dan bisnis. Selain itu, sama seperti minyak yang lebih bernilai ketika diubah menjadi objek yang lebih konstruktif, data pun demikian. Data yang telah dilakukan proses, dianalisis, dan digunakan secara efisien bisa memberikan dampak yang besar.  Dalam hal ini dibutuhkan perangkat atau alat yang mampu memproses kumpulan data dengan jumlah yang besar tersebut karena pemrosesan manual akan membutuhkan banyak waktu dan memiliki keterbatasan. Di sinilah kecerdasan buatan (artificial intelligence) mengambil peran. Nabil Badjri, Chief Business Development Officer IYKRA - perusahaan yang berfokus pada teknologi dan talenta AI - mengatakan bahwa adopsi perangkat dan platform digital yang masif menghasilkan akumulasi data yang makin hari makin besar.

Dia menyebut bahwa data menjadi tulang punggung sistem kecerdasan buatan yang dihasilkan dari pembelajaran mesin (machine learning). Dalam konteks yang lebih praktis di tingkat pelaku usaha atau bisnis, salah satu pemanfaatan paling banyak dari AI adalah untuk optimalisasi pemasaran. Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan memungkinkan pelaku usaha untuk melihat kecenderungan konsumen, yang kemudian bisa digunakan untuk membuat kampanye yang bersifat personal atau tertarget, tidak lagi membabi buta dengan satu program yang sama untuk semua orang.



Buku dan Budaya Baca

Yoga 14 May 2022 Kompas (H)

Pandemi Covid-19 kian memukul budaya baca dan penjualan buku di Indonesia. Tak mudah mendorong orang tua dan anak untuk menumbuhkan minat baca dan mencintai buku. Pandemi menggerus daya beli sehingga membeli buku atau bacaan lain jauh dari prioritas. Lagi pula, mengajak anak menikmati buku di perpustakaan atau took buku bukanlah kebiasaan umum orang tua di Indonesia. Sorotan atas keterpurukan budaya buku dan budaya baca di negeri ini bukan hal baru. Dalam Nusa Jawa: Silang Budaya (Gramedia Pustaka Utama, 1996), Profesor Denys Lombard, sarjana Perancis dengan kepakaran dalam sejarah Indonesia, mencatat, secara umum orang Indonesia sedikit sekali membaca. Penyebabnya, pertama, rendahnya tingkat melek huruf dan, kedua, sikap menentang setiap bentuk kegiatan perseorangan. Bagi kebanyakan orang Indonesia, membaca merupakan budaya individualisme. Secara tradisional, kegiatan kesusastraan Nusantara memang bersifat kolektif. Berupa kisah yang diceritakan pada sekelompok pendengar. Meskipun para penutur tradisi lisan lokal mulai pudar dan digantikan oleh pembaca berita dan pelawak di televisi atau pegiat Tiktok di media sosial, budaya lisan atau tutur telah menjadi bagian tradisi hidup kolektif.

Tak heran kalau orang Indonesia sangat sedikit membaca karya sastra modern, yang martabatnya tidak sama dengan di Eropa. Setiap orang Eropa terdidik sedikit banyak dituntun untuk mengetahui roman-roman besar kontemporer, sedangkan orang terdidik di negeri ini sama sekali tidak merasa malu mengatakan bahwa ia belum pernah membaca karya-karya sastra besar. Di Indonesia, sekalipun angka melek huruf relatif meningkat dua dekade terakhir, dominasi budaya visual (televisi) dan budaya digital (internet) relatif kurang menggerakkan budaya baca. Malahan dalam beberapa segi menjadi bagian dari kendala budaya baca. Karena itu, buku-buku sastra diterbitkan masih dengan oplah relatif kecil dan pembaca koran tidak banyak tumbuh dibandingkan peningkatan jumlah penduduk Indonesia. Bulan Mei ini ada dua hari penting. Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei dan Hari Buku Nasional pada 17 Mei, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Perpustakaan Nasional. Kedua hari ini amat terkait dengan buku, tentu saja jika buku dianggap sebagai media budaya untuk pencerdasan bangsa. Jika buku dianggap sebagai produk budaya, keterpurukan budaya buku dan budaya baca pun sebagian berakar pada budaya elite dan budaya massa yang berkembang. Diperlukan agenda budaya guna membentuk masa depan budaya baca dan perbukuan di negeri ini. Tentu saja, tidak seperti membalik telapak tangan. Apalagi snobisme virtual, menjadi buah bibir di media sosial, jauh lebih menarik bagi generasi kini. (Yoga)


KTT ASEAN-AS Indonesia Harapkan AS ,Jadi Bagian Kerja Sama Inklusif di Kawasan

Yoga 14 May 2022 Kompas (H)

Sebagai pemimpin tradisional ASEAN, Indonesia mengharapkan AS menjadi bagian upaya damai, stabilitas, dan kerja sama inklusif di kawasan Indo-Pasifik. Ajakan itu disampaikan Presiden Jokowi saat menghadiri jamuan santap siang pemimpin negara-negara ASEAN bersama Ketua Dewan Perwakilan AS Nancy Pelosi dan anggota Kongres AS di Capitol Hill, Washington DC, Kamis (12/5). Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyinggung soal perang di Ukraina. Menurut Presiden, perang itu terjadi karena hukum internasional dan multilateralisme diabaikan. Situasi itu bisa terjadi di mana saja, termasuk di Indo-Pasifik. Untuk itu, Presiden mengajak AS terus menjadi mitra strategis ASEAN. Pakar Asia pada American Enterprise Institute, Zack Cooper, mengatakan, dalam pertemuan AS-ASEAN pada 12-13 Mei 2022 di Washington DC itu, AS kurang kokoh membangun komitmen pada ASEAN. ”Khususnya pada perdagangan dan investasi,” ujarnya kepada Financial Times, Jumat (13/5). Saat bertemu dengan para pemimpin ASEAN, Kamis lalu, Presiden Joe Biden tidak mengungkap adanya terobosan baru. Selain itu, tidak ada juga pengumuman kerja sama ekonomi yang, seperti diungkap sejumlah lembaga kajian Asia Tenggara dan AS, sangat diharapkan ASEAN. Biden hanya mengumumkan paket bantuan 150 juta USD untuk ASEAN. Nilai itu jauh di bawah paket bantuan untuk Ukraina. Dalam periode 24 Februari-30 April 2022, Washington mengucurkan lebih dari 10 miliar USD dan sedang mengupayakan tambahan 40 miliar USD untuk Ukraina. Nilai paket bantuan untuk ASEAN yang diumumkan Biden itu juga jauh di bawah paket bantuan yang dijanjikan Beijing. Untuk membantu ASEAN, China menjanjikan bantuan 1,5 miliar USD guna memulihkan ekonomi dan melanjutkan pembangunan infrastruktur.

Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Greg Poling, mencatat, Washington mengeluarkan rata-rata 85 juta dollar AS per tahun untuk program sejenis pada 2016-2021. Ia juga menyebut, total tawaran Biden amat kecil dan semakin kecil jika mempertimbangkan dana itu disebar di banyak program. ”Ini menunjukkan tantangan pemerintahan (Biden) untuk bersaing dengan China kala Beijing bisa memobilisasi miliaran USD dan memaksa BUMN (China) berinvestasi untuk tujuan politik,” katanya. Pemimpin Dewan Bisnis ASEAN-China Xu Ningning mengatakan, pertemuan Washington jelas berusaha menarik ASEAN lebih dekat ke AS. Namun, menurut dia, hubungan ekonomi ASEAN-China tidak akan terganggu, faktanya volume perdagangan ASEAN-China hampir tiga kali lipat dari volume perdagangan ASEAN-AS. Pada 2021, nilai perdagangan ASEAN-China mencapai 878,2 miliar USD dan ASEAN menjadi mitra dagang terbesar China pada 2020. Sebaliknya, nilai perdagangan ASEAN-AS tidak sampai 400 miliar USD. Selain itu, hubungan ekonomi ASEAN-China juga hanya bermotif ekonomi. Sementara AS cenderung membawa isu sosial politik dalam relasi ekonomi. (Yoga)


Purnawirawan TNI AD Didorong Berwirausaha

Yoga 14 May 2022 Kompas

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal (Purn) Doni Monardo mendorong purnawirawan TNI AD berwirausaha menciptakan lapangan kerja. Dengan begitu, para purnawirawan mampu berkontribusi atas kesejahteraan dan memperkuat ketahanan negara. Doni menyampaikan hal itu saat meninjau tambak dan ikut panen udang vaname di Parigi Moutong, Sulteng, Jumat (13/5). (Yoga)

PASAR MODAL, Aramco Rebut ”Mahkota” Apple

Yoga 14 May 2022 Kompas

 Apple harus rela kehilangan ”mahkotanya” sebagai perusahaan paling bernilai atau berharga di dunia. Di tengah lonjakan harga komoditas, Aramco, raksasa minyak Arab Saudi, pada Rabu (11/5) merebut posisi Apple. Pada saat bersamaan, valuasi saham-saham industri teknologi terus merosot akibat langkah Bank Sentral AS menaikkan tingkat suku bunga acuan guna meredam inflasi. Saham Apple yang tercatat di Indeks Nasdaq anjlok secara beruntun pada akhir perdagangan Rabu dan Kamis, masing-masing turun 5 % dan 3 %. Nilai kapitalisasi pasarnya pun turun jadi 2,31 triliun USD. Padahal, pada awal tahun ini Apple menjadi perusahaan pertama di dunia dengan nilai kapitalisasi yang menembus 3 triliun USD. Di sisi lain, performa saham Apple sejak awal tahun ini hingga akhir perdagangan Kamis waktu AS tercatat melemah 21,67 %. 

Performa itu berkebalikan dengan kinerja nilai saham Aramco. Sejak awal tahun, harga saham Aramco telah menanjak 25 %. Nilai kapitalisasi pasar Aramco sebesar 2,43 triliun USD pada tengah pekan ini telah melampaui Apple. Kondisi ini menandai kembalinya ekonomi lama, yakni berjayanya perusahaan-perusahaan yang berbasis komoditas. Situasi itu mengenaskan bagi Apple karena penurunan harga saham perusahaan itu terjadi saat laba yang mereka raih justru positif. Laporan laba lebih baik dari perkiraan dalam tiga bulan pertama tahun ini saat permintaan konsumen menguat. Akan tetapi, manajemen Apple waspada  karena penerapan kebijakan pembatasan ketat di China untuk meredam penularan Covid-19 dan terganggunya rantai pasok berpotensi mengurangi hasil kinerja perseroan pada periode April-Juni hingga 4-8 miliar USD. ”Keterbatasan pasokan yang disebabkan oleh gangguan terkait Covid-19 dan kekurangan silikon di seluruh industri berdampak pada kemampuan kami untuk memenuhi permintaan pelanggan untuk produk kami,” kata Direktur Keuangan Apple Luca Maestri. (Yoga)

Suara Perempuan untuk Memulihkan Ekonomi

Yoga 14 May 2022 Kompas

Krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 selama dua tahun lebih kian meneguhkan peran perempuan dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Perempuan hadir menggerakkan  UMKM, hingga upaya menembus peluang ekonomi secara daring agar usahanya bertahan dan makin kuat. Perihal kemampuan perempuan Indonesia selama pandemi diangkat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati dalam Side Event Presidensi G20. Seminar Internasional tentang ”Transformasi Digital Inklusi Keuangan Perempuan, Anak Muda, dan MSMEs untuk Mempromosikan Pertumbuhan Inklusif”, Rabu (11/5). ”Sebagai presidensi G20, kami memastikan perempuan dilibatkan secara aktif dalam pemulihan ekonomi global, baik perencanaan maupun implementasinya,” kata Bintang. Dukungan itu amat penting, sebab, dari data terakhir, ada 65,4 juta UMKM di Indonesia dan setengahnya dimiliki dan dikelola perempuan. Usaha berbasis daring atau internet jadi peluang yang bisa mendorong perempuan mengembangkan usaha di tengah transisi usaha global ke ekonomi digital. Apalagi, 54 % UMKM perempuan memakai internet, lebih besar dari pria yang hanya 39 %.

Menkeu Sri Mulyani yang juga hadir dalam acara itu mendorong semua pihak untuk menaruh perhatian lebih pada kaum perempuan. Alasannya, perempuan memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi. Upaya meningkatkan akses perempuan terhadap layanan keuangan formal tidak hanya akan memberi keamanan pada kehidupan keluarga perempuan itu, tetapi juga memberdayakan diri mereka dengan terlibat kegiatan bisnis. Sri Mulyani mengingatkan, dalam transisi teknologi digital sistem keuangan, pemerintah dan pemangku kebijakan perlu memastikan situasi tersebut aman dan bermanfaat dalam bentuk inklusi. Namun, di saat yang sama tetap melindungi privasi, khususnya mereka yang rentan terlibat praktik penyalahgunaan teknologi ini. (Yoga)


Arah Subsidi BBM dan Tren Transisi Energi

Yoga 14 May 2022 Kompas

Beban subsidi makin menekan APBN setelah tren kenaikan ICP / harga minyak mentah Indonesia melampaui 100 USD per barel sebagai dampak konflik geopolitik Rusia-Ukraina. Apalagi Kementerian ESDM memprediksi terjadi overkuota solar subsidi, pertalite, dan elpiji 3 kilogram sehingga makin membebani APBN 2022. Secara global,terdapat setidaknya tiga tema besar terkait subsidi energi dan perubahan iklim, yakni Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), transisi energi, dan dekarbonisasi. Salah satu komponen SDGs ialah akses energi bersih, andal, terjangkau, berkelanjutan. Tantangan strategis SDGs di bidang energi untuk Indonesia ialah menyelaraskan aspek akses dan keterjangkauan terhadap energi dengan peningkatan proporsi energi terbarukan dalam bauran energi serta peningkatan penggunaan energi yang berkelanjutan. Subsidi bahan bakar fosil yang mengurangi harga dan mendis- torsi pasar energy semakin mengurangi daya saing energi baru dan terbarukan (EBT). Pemerintah Indonesia juga mencanangkan sejumlah elemen strategi jangka panjang dengan target emisi nol karbon (net zero emission) ditahun 2050.

Mempertimbangkan kondisi cadangan dan produksi migas yang makin menurun, kontribusi sektor energi fosil terhadap ekspor yang berkurang, dan besarnya porsi subsidi bahan bakar fosil PNBP migas, maka mempertahankan subsidi fosil dinilai kurang efisien. Sebagian besar subsidi BBM dinikmati masyarakat menengah atas. Diperlukan ketegasan terhadap upaya transisi energi dengan target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) 29 % di 2030. Juga komitmen dan konsistensi terhadap kebijakan moratorium pembangunan PLTU batubara dan pengembangan kapasitas listrik berbasis EBT dengan target 48 persen di 2030. Postur subsidi energi ke depan idealnya selaras dengan arah dan kebijakan pemerintah dalam upaya transisi energy dan tujuan pembangunan berkelanjutan.  (Yoga)


Mengelola Kelas Menengah

Yoga 14 May 2022 Kompas

Kelas menengah menjadi tumpuan dalam pertumbuhan ekonomi negeri ini. Mereka mempunyai pengaruh yang kuat dalam konsumsi. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2022 sebesar 5,01 % secara tahunan. Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,43 % secara tahunan dan 0,19 % secara triwulanan. Kontribusinya terhadap PDB 53,56 %. Geliat konsumsi atau belanja pada masa Ramadhan dan Lebaran 2022 akan mengungkit pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2022, terindikasi dari indeks belanja sepanjang Ramadhan 2022 yang tumbuh 31 % menjadi 179,4, jauh di atas ambang batas indeks sebesar 100. Vice President for Industry and Regional Research Office of Enonomist Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dendi Ramdani, Kamis (12/5/2022), di Jakarta, mengatakan, kenaikan indeks belanja Ramadhan 2022 terjadi di semua kelompok penghasilan. Masyarakat berpenghasilan menengah berbelanja paling tinggi (Kompas, 13/5). Dalam konteks ini, pemerintah perlu mengelola potensi dan kekuatan kelas menengah. Ada beberapa kriteria tentang kelas menengah. Salah satunya adalah mereka yang mengeluarkan 2 USD hingga 20 USD per hari. Jika patokan ini yang dipakai, jumlah kelas menengah di Indonesia sekitar 100 juta jiwa.

Melihat proporsi yang besar itu, kelas menengah ini merupakan kekuatan signifikan. Langkah yang bisa dilakukan pemerintah adalah memberi keyakinan atau setidaknya sinyal kepada mereka bahwa pemerintah telah mengambil langkah tepat dalam mengelola ekonomi bersama otoritas keuangan lainnya. Sinyal ini dibutuhkan agar mereka tetap percaya diri dalam menghadapi sejumlah masalah sebagai akibat dari kenaikan harga pangan, kenaikan harga energi, penanganan pandemi, dan perang di Ukraina. Untuk itu, pemerintah dan otoritas moneter lebih berhati-hati mengambil kebijakan. BI perlu berhati-hati ketika hendak menaikkan suku bunga acuan. Di sisi lain, pemerintah perlu melanjutkan insentif dan perlu mendengarkan aspirasi politik mereka di tengah situasi yang tidak menguntungkan. Semua upaya itu pada intinya adalah mengelola kelas menengah secara hati-hati dan tenang. Mereka bisa diajak untuk bertindak, tetapi pemerintah sebaiknya tak melakukan langkah blunder. (Yoga)


Sektor Hulu Kelapa Sawit Semakin Terjepit

Yoga 14 May 2022 Kompas

Larangan sementara ekspor CPO dan sejumlah produk turunannya membuat sektor hulu sawit semakin terjepit. Penentuan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit semakin liar. Sementara kapasitas penyimpanan pabrik pengolahan sawit semakin terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan harga TBS sawit di tingkat petani turun dan pabrik pengolahan mengurangi pembelian TBS. Ekspor ilegal atau penyelundupan minyak goreng juga mulai terjadi. Di sisi lain, harga minyak goreng pun tak kunjung menyentuh HET yang ditentukan pemerintah sebesar Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram. Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono, Jumat (13/5) mengatakan, larangan sementara ekspor minyak goreng beserta bahan bakunya itu memang menyebabkan harga jual TBS sawit ke pabrik kelapa sawit turun. Pabrik-pabrik tersebut telah mengurangi pembelian TBS dari petani atau mengurangi panen TBS karena tangki penyimpanan CPO sudah mulai penuh. Mereka juga mengurangi produksi 30-40 % total kapasitas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, ujarnya. GAPKI merinci dampak larangan itu dalam tiga periode, yaitu 1-2 minggu, 1-3 bulan, dan di atas 3 bulan, yang menunjukkan, larangan ekspor berdampak terhadap penurunan harga TBS di tingkat petani serta pengurangan pembelian TBS dan kapasitas produksi. Selain itu, larangan ekspor juga akan berdampak mengurangi pekerja, pungutan ekspor, bea keluar, dan devisa negara.

Kebijakan larangan ekspor CPO dan sejumlah produk turunan juga memicu penyelundupan minyak goreng ke negara lain. Bea dan Cukai bersama Kemendag berhasil menggagalkan ekspor ilegal 81.000 liter minyak goreng dari Surabaya ke Timor Leste. Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) dan juga Pelaksana Tugas Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Veri Anggrijono mengatakan, eksportir minyak goreng tersebut tidak mencantumkan minyak goreng dalam dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB). Hal itu diketahui saat pengecekan di Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jatim. Direktur Tertib Niaga Direktorat Jenderal PKTN Kemendag Sihard Hardjopan Pohan menambahkan, tindakan itu melanggar Permendag No 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor CPO; Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil; Refined, Bleached, and Deodorized Palm Olein, dan Used Cooking Oil. Melalui regulasi itu, minyak goreng beserta bahan bakunya ditetapkan sebagai barang yang dilarang untuk diekspor sejak 28 April 2022. ”Pelaku usaha yang melanggar ketentuan itu akan dikenai sanksi pidana paling lama lima tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 5 miliar. (Yoga)


MINYAK GORENG, Ombudsman RI Dalami Dugaan Maladministrasi Subsidi

Yoga 14 May 2022 Kompas

Dua bulan sejak program minyak goreng bersubsidi dijalankan, harga minyak goreng curah di pasaran tak kunjung turun. Ombudsman RI mendalami dugaan malaadministrasi dalam program penyediaan minyak goreng bersubsidi dan mempertanyakan kemampuan pemerintah untuk mengendalikan harga. Pergerakan harga di sejumlah situs pemantauan harga komoditas, per Jumat (13/5), menunjukkan kenaikan harga minyak goreng curah. Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag, mencatat harga minyak goreng curah naik 0,58 % dalam sepekan menjadi Rp 17.300 per liter atau masih di atas HET Rp 14.000 per liter. Sementara Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional mencatat, harga minyak goreng curah Rp 19.100 per kg. Meski turun dibandingkan Rp 20.500 per kg pekan sebelumnya, angka itu di atas HET Rp 15.500 per kg. Komisioner Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, mengatakan, harga tak kunjung turun kendati program minyak goreng curah bersubsidi sudah berlangsung dua bulan. Hal itu memunculkan dugaan malaadministrasi dalam proses penyediaan dan penyaluran minyak goreng. Di sisi lain, larangan ekspor CPO dan turunannya, yang sudah berjalan dua pekan,tidak berdampak pada penurunan harga, hal ini memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan pemerintah mengendalikan harga, mulai dari tahap perencanaan kebijakan, implementasi, sampai pengawasan.

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga menjelaskan, pasokan minyak goreng curah sebenarnya sudah melebihi kebutuhan. Target produksi April 2022, adalah 194.000 ton, sementara pasokan yang tersedia mencapai 214.000 ton atau 8,7 % di atas kapasitas yang diperlukan. Persoalan harga yang tak kunjung turun ditengarai akibat problem di jalur distribusi. Ada empat faktor yang menurut Sahat menjadi penyebab. Pertama, minyak goreng bersubsidi disalurkan sampai ke pelosok, bahkan ke daerah yang selama ini tidak pernah dipasok minyak goreng jenis curah. Kedua, masyarakat yang biasanya mengonsumsi minyak goreng kemasan diduga beralih ke curah yang harganya lebih murah, terlihat dari sejumlah ritel yang belakangan menurunkan harga minyak goreng kemasan premium. Ketiga, ada dugaan minyak goreng curah diekspor dalam bentuk minyak jelantah. Menurut Sahat, berdasarkan data asosiasi pengekspor minyak jelantah, pada April 2022, volume ekspor minyak jelantah justru naik dari biasanya 400.000 ton per bulan menjadi 700.000 ton per bulan. (Yoga)


Pilihan Editor