;

Harga Pelaksanaan Rights Issue Bank Amar Rp 280

Hairul Rizal 25 May 2022 Kontan

Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) akan melaksanakan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue untuk memperkuat permodalan. Bank ini baru memiliki modal inti Rp 2 triliun pada Maret 2022. Bank Amar ini akan merilis 3,59 miliar saham baru atau sebesar 20,6% dari modal ditempatkan disetor penuh perseroan dengan nominal Rp 100 per saham. Melalui aksi korporasi tersebut, Amar bidik dana hingga Rp 1 triliun. Setiap pemilik 100 saham lama akan memperoleh 26 HMETD. Setiap HMETD akan memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 280 per saham.

Mastercard & Ayoconnect Genjot Inklusi Keuangan

Hairul Rizal 25 May 2022 Kontan

Untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, Mastercard menjalin kerjasama dengan Ayoconnect. Ini adalah platform open finance terbesar di Asia Tenggara dengan menjalankan program berbasis teknologi open banking. Mastercard menghadirkan insentif bagi masyarakat Indonesia yang melakukan pembayaran tagihan di platform online.

AKSI ROYAL BUMN TAMBANG

Hairul Rizal 25 May 2022 Bisnis Indonesia (H)

Disokong kenaikan harga komoditas tambang, tiga emiten BUMN di sektor tersebut makin royal menebar dividen kepada para pemegang sahamnya. Kucuran dividen yang deras sekaligus mengonfirmasi posisi neraca keuangan yang solid dan prospek kinerja yang cerah pada 2022. Pada Selasa (24/5), tiga emiten anak usaha PT Inalum (Persero) kompak menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Salah satu agenda yang dibahas PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), dan PT Timah Tbk. (TINS) dalam RUPST ialah pembagian dividen dari laba tahun buku 2021. Hasilnya, PTBA memutuskan untuk membagikan seluruh laba bersih yang diperoleh sepanjang 2021 senilai Rp7,91 triliun menjadi dividen. Jumlah tersebut naik tajam dari dividen tahun buku 2020 sebesar Rp835,38 miliar dengan rasio 35% dari laba bersih Rp2,38 triliun. Arsal Ismail, Direktur Utama Bukit Asam, mengatakan pembagian dividen 100% dilakukan perseroan karena cash-flow yang dimiliki relatif cukup besar sampai akhir tahun lalu, yakni sekitar Rp13 triliun.

Sekretaris Perusahaan TINS Abdullah Umar Baswedan mengatakan perseroan bakal fokus pada peningkatan volume produksi dan bijih timah berbiaya rendah dari penambangan offshore. Hal itu dilakukan agar profit margin yang optimal dapat dipertahankan. Total jenderal, dividen yang dikucurkan tiga BUMN tambang mencapai Rp9,29 triliun atau 83,93% dari total laba bersih tahun buku 2021. Sebesar 65% dari kucuran dividen emiten BUMN tambang itu bakal masuk ke kantong Inalum yang kemudian disetorkan ke dalam kas negara. Dalam APBN 2022, pemerintah membidik penerimaan dividen dari BUMN sekitar Rp35,6 triliun yang mayoritas bersumber dari bank pelat merah.


POTENSI LONJAKAN INFLASI : RESPONS DINI BANK INDONESIA DINANTI

Hairul Rizal 25 May 2022 Bisnis Indonesia

Bank Indonesia perlu mencermati dinamika inflasi yang berpotensi meroket di atas kendali pada tahun ini, kendati pemerintah telah menaikkan target maksimal inflasi dari 3% menjadi 4%. Kalangan ekonom memperkirakan tingkat inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada tahun ini berpeluang mencapai 4%—6% akibat naiknya harga energi dan pangan. Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengatakan bahwa Bank Indonesia (BI) perlu merespons lebih dini dinamika inflasi tersebut melalui kebijakan suku bunga acuan. “Di tengah tren kenaikan suku bunga acuan global, sangat berisiko untuk BI terus menahan suku bunga,” kata dia kepada Bisnis, Selasa (24/5).

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengestimasi, inflasi akan berada di atas 4,6% pada tahun ini sehingga bank sentral memiliki alasan untuk melakukan penyesuaian suku bunga acuan. Menurutnya, inflasi akan meningkat secara substansial dan fundamental pada semester II/2022, sehingga pada kondisi tersebut BI perlu melakukan respons melalui kebijakan moneter. Kendati demikian, kekhawatiran mengenai lonjakan inflasi juga disampaikan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo yang memperkirakan pada tahun ini berpotensi di atas 4%. Perry menjelaskan tekanan inflasi sangat bergantung pada respons kebijakan pemerintah terhadap kenaikan harga komoditas global.


TAMBANG EMAS MANDAILING : SORIKMAS CARI DANA DI AUSTRALIA

Hairul Rizal 25 May 2022 Bisnis Indonesia

Tidak kunjung beroperasi setelah 24 tahun memperoleh izin, PT Sorikmas Mining membuat kesabaran anggota DPR habis. Dalam rapat dengar pendapat, Senin (23/5), Komisi VII DPR mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencabut izin kontrak karya (KK) PT Sorikmas yang dikantongi sejak 1998. Alasannya, perusahaan itu dianggap sudah menelantarkan KK seluas 201.600 hektar tanpa adanya kegiatan produksi. Selain itu, kawasan operasional PT. Sorikmas Mining berdekatan dengan pertambangan ilegal di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara. Akhirnya, kerusakan lingkungan tidak terhindarkan. “Komisi VII DPR mendesak Dirjen Minerba Kementerian ESDM untuk meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batu bara yang dilakukan oleh pemegang perizinan berusaha di seluruh wilayah Indonesia,” kata Wakil Ketua Komisi VII DPR Maman Abdurrahman. Bahkan, anggota Komisi VII DPR RI Muhammad Nasir menduga KK yang dipegang PT Sorikmas Mining hanya dijadikan portofolio untuk menaikkan harga saham di pasar modal. Seperti diketahui, 75% saham Sorikmas Mining dikuasai Sihayo Gold Limited melalui Aberfoyle Pungkut Investments Pte Ltd dan sisanya dimiliki PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM).

Dalam laporan aktivitas kuartal I/2022 Sihayo Gold di ASX, perusahaan selama kuartal itu melanjutkan operasi proyek dan eksplorasi yang aman secara efektif mengelola risiko dan pembatasan terkait pandemi. Perseroan juga menyampaikan prioritasnya selama kuartal tersebut, yakni melanjutkan program eksplorasi di Hutabargot Julu dan memperbarui studi kelayakan untuk Starter Project Sihayo (FSU 2022). Dalam laporan itu pula, terungkap proyek Sihayo mencari dana di Australia. Perusahaan mengumumkan dimulainya program yang disebut Strategi Peninjauan pada 17 Februari 2022 yang bertujuan memperkenalkan mitra pendanaan untuk proyek Sihayo Starter.


Program Pemulihan Ekonomi dan Transisi Energi Harus Sejalan

Yoga 24 May 2022 Kompas (H)

Upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 harus berjalan bersamaan dengan transisi ke energy yang lebih ramah lingkungan. Pemerintah Indonesia menyerukan agar hal itu dilakukan secara kolaboratif antarnegara. ”Kami menyatakan sudah saatnya semua negara duduk bersama secara setara guna mengatasi persoalan lingkungan sebagai dampak perubahan iklim,” ujar Menteri Investasi Bahlil Lahadalia saat membuka paviliun Indonesia di Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (Annual Meeting World Economic Forum/WEF 2022), Senin (23/5), di Davos, Swiss. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, Indonesia saat ini fokus untuk menghentikan lebih dini sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan mengadopsi energi terbarukan. Tantangannya adalah menyediakan pendanaan yang cukup untuk dua fokus tersebut.

WEF 2022 mengusung tema ”Working Together, Restoring Trust”. Isu yang dibahas meliputi kebijakan pemerintah dan strategi bisnis dengan latar belakang pandemi global, konflik Ukraina-Rusia, serta tantangan geoekonomi. Forum ini berlangsung 22-26 Mei 2022. Puluhan pemimpin negara Mengutip AFP, lebih dari 50 kepala negara atau pemerintahan hadir di forum ini. Mereka bagian dari 2.500 anggota delegasi, mulai dari pemimpin bisnis, akademisi, sampai tokoh masyarakat. Inflasi menjadi perhatian utama karena harga energi dan pangan melonjak drastis. Situasi ini menambah kekhawatiran akan bahaya kelaparan di negara-negara yang bergantung pada gandum dari wilayah tersebut. ”Pandemi menyebabkan kenaikan tajam harga pangan dan energi. Tak semua orang mampu menyikapi kenaikan itu,” kata Direktur Eksekutif Oxfam Gabriela Bucher. (Yoga)


Stagflasi dan Arah Ekonomi

Yoga 24 May 2022 Kompas (H)

Fenomena ekonomi belakangan ini ditandai dengan merosotnya pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan inflasi tinggi atau dikenal sebagai stagflasi. erbitan berkala  Dana Moneter Internasional, World Economic Outlook, edisi April 2022 menunjukkan penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2022 yang tadinya diperkirakan 4,4 %, pada Januari menjadi 3,6 %. Sementara inflasi diperkirakan mencapai 5,7 % di negara maju dan 8,7 persen di negara berkembang atau lebih tinggi daripada kalkulasi  sebelumnya. Pecahnya perang Rusia-Ukrania telah menimbulkan implikasi luas, seperti kenaikan harga minyak, pangan, dan biaya distribusi. Meski stagflasi dipastikan terjadi, faktor penentu dan dinamikanya berbeda sehingga mitigasinya tak bisa sama.

BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2022 sebesar 5,01 % secara tahunan. Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya di mana pertumbuhan 5,02 %, terjadi penurunan 0,9 %. Jika dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal I-2021 yang masih terkontraksi 0,70, bisa dikatakan sudah terjadi pemulihan ekonomi. Sebagai perbandingan, pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2019 sebesar 5,07 %. Masalahnya, situasi tahun ini sama sekali berbeda dengan situasi sebelum pandemi. Untuk itu, tak ada kemewahan untuk berpuas diri dengan kinerja ekonomi kuartal I-2022. Inflasi bulan April sebesar 0,95% mendorong inflasi tahunan 3,47 % dengan inflasi makanan dan minuman sudah mencapai 5,20 %. Tekanan inflasi sama sekali tak bisa diremehkan. Moderasi ekonomi akibat stagflasi global harus dimanfaatkan untuk melakukan transformasi guna mengatasi ketertinggalan kita selama ini. (Yoga)


Serbia Siap Pasok Gandum ke Indonesia

Yoga 24 May 2022 Kompas

Indonesia menjajaki kemungkinan Serbia menjadi pemasok gandum untuk kebutuhan industri dan konsumsi. Pembicaraan kedua negara melibatkan badan usaha milik negara PT Berdikari dengan mitranya dari Serbia. Peluang impor gandum dari Serbia ke Indonesia diumumkan Menlu RI Retno LP Marsudi saat bertemu Menlu Serbia Nikola Selakovic di Jakarta, Senin (23/5). (Yoga)

Momen Davos Sangat Berarti

Yoga 24 May 2022 Kompas

Pandemi Covid-19 berefek inflatoir karena stimulus mengucur deras saat penguncian wilayah. Peredaan pandemi mendorong kenaikan output dan bisa menekan inflasi. Namun, peredaan pandemi  disambut invasi Rusia ke Ukraina. Efeknya adalah kenaikan harga gandum, pupuk, minyak goreng, bahan bakar minyak, dan gas akibat pasokan yang terganggu. Menambah runyam keadaan, sejumlah negara mengamankan pasokan domestik dengan menghentikan ekspor, hal yang juga pernah dilakukan Indonesia lewat sawit. Belum ada solusi atas kemelut itu. Amerika Serikat dan Eropa yang sudah berutang banyak sedang terancam inflasi pula. Pilihan mengetatkan jumlah uang beredar, termasuk lewat kenaikan suku bunga oleh bank sentral, terpaksa dilakukan. Langkah ini bukan tanpa efek dan berpotensi mengganggu aliran investasi portofolio.Kawasan Asia Tenggara sekalipun, yang disebut penggerak aliran investasi langsung global, terimbas penurunan aliran investasi portofolio. ”Ancaman bagi dunia sekarang adalah inflasi tinggi, suku bunga tinggi, dan pertumbuhan ekonomi yang rendah,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, Senin (23/5). Jika pandemi adalah aspek force majeur, aspek nonpandemi seperti ketegangan geopolitik, invasi, dan kebijakan moneter zig-zag negara Barat, seperti Indonesia yang sempat zig-zag soal sawit, adalah warna nasionalistik yang mengacaukan globalisasi. ”…. Tren ini mencuatkan kekhawatiran tentang dunia yang terpecah,” kata Jose Manuel Barroso, Ketua Goldman Sachs International dan mantan Presiden Komisi Uni Eropa (The Financial Times, 22 Mei).

Tak heran jika Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos kali ini mengambil tema ”bekerja sama, memulihkan rasa saling percaya”. Presiden WEF Borge Brende mengatakan, ”Pertemuan Davos kali ini berlangsung di tengah gejolak geopolitik paling berkecamuk dalam lima dekade terakhir.” Perlu waktu untuk memulihkan semua kisruh itu. Efek kisruh itu adalah potensi terjerembapnya 263 juta warga dunia ke dalam kemiskinan akut dan makin banyaknya warga dunia yang terpukul inflasi. Solusi bagi korban itu adalah subsidi makanan dan bahan bakar di banyak negara, kata Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional Kristalina Georgieva. Tidak semua negara mengalami situasi akut. Asia,termasuk ASEAN dan Indonesia, relatif aman walau terganggu. Kelanjutan reformasi ekonomi untuk memaksimalkan manfaat bonus demografi, termasuk kemudahan berbisnis, adalah hal urgen yang bisa dilakukan Indonesia. Kebetulan sedang tumpah ruah pula delegasi Indonesia pada pertemuan Davos 2022. Menjual potensi ekonomi dan berbenah diri adalah cara mencegah kemiskinan. (Yoga)


Kredit dan Pemulihan

Yoga 24 May 2022 Kompas

Pada triwulan pertama tahun ini sebagian besar bank mencatat pertumbuhan laba bersih puluhan persen. Bahkan, tiga bank berstatus BUMN, yakni BRI, Bank Mandiri, dan BNI, mencatat pertumbuhan laba bersih di atas 50 % dibandingkan periode sama tahun lalu. BRI mencatat pertumbuhan laba bersih 78,13 % menjadi Rp 12,22 triliun, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan laba bersih 69,52 % menjadi  Rp 10,03 triliun, dan BNI mencatat pertumbuhan laba bersih 63,11 % menjadi Rp 3,96 triliun. Sementara bank BUMN lainnya, yakni BTN, mencatat pertumbuhan laba bersih 23,89 % menjadi Rp 774 miliar. Pertumbuhan laba yang signifikan juga dicatat bank-bank swasta. Bank swasta terbesar di Tanah Air, BCA, mencatat pertumbuhan laba bersih pada triwulan pertama tahun ini sebesar 14,56 % menjadi Rp 8,06 triliun. Lonjakan laba perbankan tersebut ditopang oleh berbagai faktor, diantaranya penyaluran kredit perbankan yang mulai pulih selama triwulan I-2022. Data OJK menyebutkan, sampai Maret 2022, penyaluran kredit industri perbankan bertumbuh 6,65 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan likuiditas perbankan yang melimpah berkat pelonggaran moneter oleh BI selama pandemi Covid19, perbankan dengan leluasa melakukan ekspansi kredit saat aktivitas perekonomian kembali menggeliat.

Kinclongnya bisnis bank juga tak terlepas dari makin pulihnya perekonomian nasional. Seperti halnya cermin, penyaluran kredit perbankan adalah refleksi dari menggeliatnya dunia usaha dan konsumsi masyarakat yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi. Kalaupun BI akhirnya menaikkan suku bunga acuan, penyaluran kredit juga masih bisa tumbuh sepanjang perbankan tidak menaikkan suku bunga dana dan suku bunga kredit. Melimpahnya likuiditas memungkinkan perbankan tidak menaikkan suku bunga dana seperti deposito. Jika bunga dana tidak naik, maka bunga kredit kemungkinan juga tidak akan naik. Menaikkan suku bunga kredit saat ini tentu akan menjadi kontra produktif bagi upaya pemulihan ekonomi. Untuk mendorong pertumbuhan, perekonomian nasional masih membutuhkan bunga kredit yang rendah. (Yoga)


Pilihan Editor