Puncak KTT Y-20 Usung Empat Isu Prioritas
Konferensi Tingkat Tinggi Youth 20 (KTT Y-20) mengusung empat isu prioritas yaitu ketenagakerjaan pemuda, transformasi digital, planet yang berkelanjutan dan layak huni, serta keberagaman dan inklusi. Puncak Konferensi Tingkat Tinggi Youth 20 akan digelar di DKI Jakarta dan Bandung, Jawa Barat, 17-24-2022. KTT Y-20, kata Nurul, merupakan wadah resmi para pemuda dari seluruh negara anggota G-20 untuk dapat berdialog meningkatkan kesadaran terhadap persoalan global, bertukar ide, melakukan argumen, negosiasi, hingga mencapai konsensus yang akan diberikan kepada pemimpin G-20, Presiden Indonesia, Joko Widodo. Di sisi lain, Co-Chair Y-20, Michael Sianipar, Y-20 berupaya menunjukkan sisi terbaik dari Indonesia serta merangkul anak muda secara inklusif di berbagai daerah. Michael menambahkan, ada beberapa rangkaian acara mulai dari dari pra-KTT, makan malam bersama dengan Puan Maharani selaku Ketua Umum DPR RI, mengunjungi beberapa lokasi strategis yang menunjukkan diversitas Indonesia seperti Kepulauan Seribu, Masjid Istiqlal, dan Gereja Katedral. (Yetede)
Per 1 Juli, PNBP Minerba Mencapai Rp 64,48 Triliun
Melambungnya harga batu bara turut mengerek penerima negara bukan pajak (PNBP) sektor pertambangan. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM), realisasi PNBP Mineral dan Baru Bara per 1 Juli 2022 telah mencapai Rp64,48 triliun. Capaian tersebut sekitar 152,19% dari target PNBP tahun ini sebanyak Rp42,37 triliun. Harga batu bara menjadi salah satu faktor menyusun target PNBP minerba. Pasalnya, sektor batu bara merupakan penyumbang penerimaan terbesar untuk sektor pertambangan. Pada periode Juli ini, Kementerian ESDM menetapkan HBA terbesar US$ 319 per ton. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan HBA Juli terkoreksi US$ 4,91 per ton dari HBA bukan sebelumnya yang berada di posisi US$323,92 per ton. (Yetede)
Waskita Karya Menang Tender Proyek Gedung Rp522 Miliar
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) memenangi tender proyek Gedung Inovasi dan Kreatifitas (GIK) Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta senilai Rp552 miliar. "Perseroan juga sedang mengerjakan beberapa gedung kampus lain, diantaranya UI Depok, UIN Jambi, dan masih banyak lagi. Dan sekarang, Alhamdulillah Waskita dipercaya untuk membangun GIK UGM," kata Novianto, baru-baru ini. Adapun perjanjian kontrak pekerjaan GIK UGM ditandatangani SVP Building Division Waskita Karya, selaku Ketua Waskita Amarta KSO A Agung Gede Sumadi, dan Pejabat Pembuat Komitmen Prasarana Strategi I Satker Prasarana Pemukiman Daerah Istimewa Yogyakarta R Haryo Satriyawan selaku pemberi kerja pada Selasa (21/6/2022). Pelaksana konstruksi GIK UGM diperkirakan memakam waktu selama 600 hari dan tuntas pada 2024. Lingkup pengerjaan proyek tersebut adalah pekerjaan struktur, arsitektur, elektrikal, elektronika, mekanikal, plumbing, lansekap, dan signage. Pelaksanaan pekerjaan dilaksanakan dengan skema joint operation antara PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan PT Amarta Karya. (Yetede)
Mengatur Strategi LPEI
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank berupaya menurunkan rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) hingga di bawah 5%. Pasalnya dalam beberapa tahun terakhir, lembaga ini berkutat dengan rasio pembiayan macet yang cukup tinggi. "Ukuran kalau kami berhasil memperbaiki kualitas adalah NPF di bawah 5% ini. Walaupun itu sebenarnya ketentuan untuk perbankan, akan tetapi lakukan dari waktu ke waktu," ujar Direktur Pelaksana Bidang Keuangan dan Operasional LPEI, Agus Windiarto, kepada Tempo Jumat lalu. Berdasarkan laporan tahunan 2021, NPF LPEI mencapai puncaknya sebesar 13,96% pada 2019. Selepas itu, angka pinjaman bermasalah lembaga pembiayaan ekspor itu mulai melandai, tapi tetap di atas 5%, yakni 11.49% pada 2020 dan 7,12% pada 2021. (Yetede)
Baru Dua Ditangan Adhyaksa
Genap sudah setahun Kejaksaan Agung mengusut kasus dugaan korupsi dalam Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Pada akhir April lalu, penyidik telah menyerahkan delapan tersangka, berkas penyidikan dan barang bukti kasus yang dipicu oleh kredit macet LPEI ini kepada tim penuntut jaksa umum. Dihubungi Tempo, Ahad, 3 Juni 2022, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumadena, belum dapat menyampaikan perkembangan penanganan perkara ini. Yang jelas, dalam keterangan pers yang terakhir kala penyerahan tersangka pada April lalu, Ketut menyampaikan bahwa jim jaksa penuntut umum akan segera mempersiapkan surat dakwaan untuk kelengkapan pelimpahan berkas perkara Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Adapun para tersangka bekas pejabat LPEI meliputi Arif Setiawan, Direktur Pelaksana III LPEI 2016; Indra Wijaya, Kepala Divisi Pembiayaan UKM LPEI 2015-2019; Indra Wijaya, Direktur Pelaksana UKM dan Asuransi Penjaminan LPEI 2016-2018; Purnomo Sidhi, Relationship Manager LPEI 2010-2014 dan Kepala Departemen Pembiayaan UKM LPEI 2014-2018; Djoko Slamet, Kepala Divisi Analisa Resiko Bisnis LPEI 2015-2019; serta Josef Agung Susanta, Kepala Kantor Wilayah LLPEI Surakarta 2016. (Yetede)
Kredit Macet Berujung Peringatan
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank masih didera rasio pembiayaan macet atau non performing financing (NPT) yang membumbung. Rasio kredit macet LPEI pada tahun lalu tercatat berada diangka 7,12% atau sekitar Rp6 triliun. "Sejak 2018, terdeteksi bahwa rasio non performing financing LPEI mengalami kenaikan diatas threshold atau batasan 5% yang mencerminkan kualitas pembiayaan yang menurun," ujar juru bicara OJK, Sketor Putih Djarot, kepada Tempo, Kamis lalu. Berdasarkan laporan tahunan LPEI 2021, NPF atau non peforming loan (NPL) lembaga special missoin vihicle Kementerian Keuangan itu mencapai 4,78% pada 2017. Angka tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 10,31% pada 2018 dan mencapai puncaknya di 13,96% pada 2019. Selepas itu, rasio pinjaman bermasalah lembaga pembiayaan ekspor tersebut mulai melandai, tapi tetap diatas 5%, yakni 11,49% pada 2020 dan 7,12% pada 2021. (Yetede)
Optimisme Pebisnis Terhadap Inflasi & Resesi
Selepas pandemi Covid-19, para pengusaha terus memupuk optimisme dalam menjalani bisnis tahun ini. Hanya saja, keyakinan mereka tergerus sejumlah isu, mulai dari kenaikan harga energi dan berbagai barang kebutuhan pokok, perang Rusia-Ukraina, hingga ancaman resesi Amerika Serikat.
Kesimpulan itu tergambar dalam hasil survei Indeks Keyakinan CEO Indonesia atau Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) kuartal III-2022. Pengusaha meyakini pemerintah terus berusaha menjaga stabilitas nilai tukar, mengendalikan inflasi dan tetap mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
Menkeu Ramai Inflasi Tahun Ini Bisa Mencapai 4,5% yoy
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan laju inflasi Indonesia tahun ini sebesar 4,5% year on year (yoy). Lebih ini, lebih tinggi dari batas atas target sasaran Bank Indonesia (BI) yang sebesar 4% yoy. "Inflasi mengalami tekanan 3,5% hingga 4,5% (keseluruhan tahun 2022)," kata Sri Mulyani dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR, Jumat (1/7).
Kompensasi Rp 105 Triliun
Pemerintah telah menganggarkan dana Rp 104,8 triliun untuk membayar kompensasi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik pada semester I-2022. Realisasi tersebut setara 35,7% dari pagu yang dianggarkan pemerintah dalam belanja negara di tahun ini sebesar Rp 293,5 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut dana tersebut digunakan untuk melakukan pembayaran kewajiban pemerintah atas penugasan penyediaan pasokan BBM dan listrik dalam negeri, sehingga total utang kompensasi, baik BBM dan listrik sampai dengan tahun 2021 seluruhnya telah diselesaikan pada semester I-2022.
Nyali Investor Kripto Mulai Runtuh
Kepercayaan diri para investor mata uang kripto, terutama cryptocurrency dengan kapitalisasi pasar terbesar mulai runtuh. penurunan harga token kripto membuat investor menanggung rugi besar dan menciutkan nyalinya untuk berinvestasi kripto. Tambah lagi, pasar kripto tengah mengalami krisis kepercayaan. CEO Triv Gabriel Rey menyebut kolapsnya sejumlah token kripto, seperti Terra dan Luna, ikut memberi sentimen negatif, serta meruntuhkan kepercayaan diri para investor kripto.









