OPEC+ Pertahankan Produksi Harian
Para produsen minyak mentah yang tergabung ke dalam Organisasi Negara-negara Produsen Minyak Plus atau OPEC+ yang dipimpin Arab Saudi serta Rusia pada Kamis (30/6) sepakat untuk mempertahankan produksi minyak harian. Kekhawatiran akan terhambatnya pasokan minyak mentah dunia saat ini diperburuk dengan perang di Ukraina. yang berkecamuk sejak Rusia menginvasi negara tetangganya itu pada 24 Februari 2022. Langkah OPEC+ tersebut sudah diperkirakan banyak analis. Sehingga pertemuan itu disebut hanya menegaskan saja. "Saya perkirakan tidak ada kejutan karena bahwa OPEC+ tidak dapat memenuhi target-targetnya saat ini maupun yang lalu-lalu," ujar Jeffey Halley, analis OANDA kepada AFP. OPEC+ akhirnya pada awal Juni 2022 sepakat untuk menambah produksinya sebanyak 648.000 bph pada Juli 2022. Naik dari 432.000 bph pada bulan-bulan sebelumnya. (Yetede)
Indosat-Google Lanjutkan Kerja Sama Solusi Digital
Indosat Ooredoo Hutchintson (IOH), melalui Indosat Business, bersama Google Cloud, melanjutkan kerja sama untuk menyediakan solusi-solusi yang sesuai bagi pelanggan untuk mendigitalisasi operasionalnya, sehingga lebih efektif dan efisien guna mendorong pertumbuhan bisnis. "Kami senang dapat bekerja sama dengan Google Cloud yang memiliki kesamaan visi, Kami mendukung transformasi digital Indonesia," ujar Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchinson Bayu Hanantasena, dalam pernyataannya, dikutip Kamis (30/6). Sementara itu,kemitraan Indosat Business dengan Google Cloud akan mencakup beberapa area solusi digital. Beberapa diantaranya One Stop Digital Business Ecosystem, sebuah platform digital untuk menghubungkan dan memberdayakan para pelaku bisnis, termasuk UMKM di Indonesia. (Yetede)
Pengunduran Diri Tak Hentikan Sidang Lili
Dewan Pengawas Pemberantasan Korupsi tak menghiraukan kabar pengunduran diri Lili Pintauli Siregar dari jabatan Wakil Ketua KPK periode 2019-2023. Dewan pengawas tetap mengendepankan sidang perdana kasus dugaan pelanggaran kode etik Lili karena disinyalir menerima tiket MotoGP Mandalika, Nusa Tenggara Barat, dari PT Pertamina (persero). Anggota Dewan Pengawas, Syamsuddin Haris, mengatakan lembaganya sudah menjadwalkan sidang kasus dugaan pelanggaran kode etik Lili tersebut pada Selasa pekan depan. "Sidang etik bagi LPS (Lili Pintauli Siregar), termasuk pemeriksaan saksi-saksi, dijadwalkan mulai 5 Juli 2022," kata Syamsuddin, Kamis, 30 Juni 2022. Ia menyebutkan, hingga kemarin, dirinya belum mendapat kabar pengunduran diri dari jabatan pemimpin KPK tersebut. Anggota Dewan Pengawas, Albertina Ho, menguatkan penjelasan Syamsuddin. "Mengenai berita yang bersangkutan mengundurkan diri, saya belum tahu. Jadi, belum bisa berkomentar," kata Albertina. (Yetede)
Buyar Target Imunisasi Dasar
Pemerintah akan menggenjot pemberian imunisasi dasar kepada bayi pada tahun ini. Upaya tersebut dilakukan karena cakupan imunisasi pada bayi tidak pernah mencapai target dalam dua tahun terakhir. Cakupan imunisasi hanya mentok diangka 84%, padahal target pada 2020 adalah 92% dan 93% pada 2021. Sementara itu, pada 2019, dari target 93,2%, cakupan imunisasi justru mencapai 93,7%. Pelaksana tugas Direktur Pengelola Imunisasi Kementerian Kesehatan, Prime Yosephine, mengatakan PPKM selama penanganan pandemi Covid-19 memang memberikan dampak atas capaian imunisasi terhadap bayi. Pemberian imunisasi di pos pelayanan terpadi (Posyandu) tidak bisa dijalankan. Dengan alasan itu Kementerian Kesehatan pada tahun ini hanya menetapkan 90% untuk imunisasi dasar "Kami bersikap realistis karena sekarang masih dalam situasi pandemi," ujar Prima,kemarin. (Yetede)
Cegah Sebaran PMK, Hewan Ternak Kena Lockdown
Pemerintah nampaknya gagal menangani wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang makin meruyak dan memantik kekhawatiran. Sebab, wabah ini sudah menyerang hewan ternak hingga 19 provinsi.
Celakanya, wabah ini menyerang jelang perayaan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 9 Juli 2022 ini. Saat perayaan umat Islam ini, masyarakat membutuhkan pasokan hewan ternak sapi, kambing dan domba. Berbulan-bulan tanpa penanganan dan hasil yang jelas, pemerintah akhirnya mengambil tindakan. Pertama, membentuk Satgas Penanganan PMK di tingkat Nasional. Kedua, pemerintah akan memberikan ganti rugi Rp 10 juta bagi hewan ternak yang harus dimusnahkan karena PMK. Ketiga, pemerintah melakukan pembatasan lalu lintas hewan ternak alias lockdown lewat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 500.1/2022 tentang Penetapan Daerah Wabah Mulut dan Kuku (PMK) yan diteken oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limbo per 25 Juni 2022 kemarin. Pengamat Agribisnis dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Bayu Krisnamurthi menilai efek lockdown akan membuat pasokan berlebih daging sapi di 8 provinsi sentra peternakan. Efeknya, harga daging di wilayah itu jatuh.
Hutang Jumbo Grup Titan Hantui Industri Finansial
Sejumlah bank dan institusi keuangan di dalam negeri tengah waswas. Mereka tengah dihantaui besarnya eksposur kredit bernilai jumbo ke Titan Infra Energy Group.
Berdasarkan data yang diperoleh KONTAN, per 30 September 2020, nilai utang Titan Group mencapai sekitar Rp 12,14 triliun dan US$ 837 juta. Dari total utang tersebut, sejumlah bank sudah memasukkan kredit Titan di kategori macet. Seperti fasilitas kredit sindikasi senilai US$ 450 juta yang dikucurkan pada 28 Agustus 2018 dari Bank Mandiri, Bank CIMB Niaga, dan Credit Suisse AG cabang Singapura.
Menkeu Sebut Subsidi Energi Dinikmati Orang Kaya
Pemerintah tombok hingga Rp 520 triliun agar harga Pertalite, liquefied petroleum gas (LPG), dan listrik tidak naik saat harga komoditas melonjak. Dana sekitar Rp 520 triliun tersebut dianggarkan untuk menambah anggaran subsidi dan kompensasi energi. Semula, pemerintah hanya menganggarkan Rp 152,5 triliun sepanjang 2022. Namun sayangnya, subsidi tersebut justru tidak dinikmati oleh masyarakat rentan dan kurang mampu, melainkan dinikmati oleh masyarakat golongan kaya. Sehingga penyaluran subsidi di nilai tidak tepat sasaran.
Inilah Saham Pilihan Kuartal Tiga 2022
Bursa saham berfluktuasi di akhir semester pertama 2022. Kondisi ini tampak dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melandai dalam tiga bulan terakhir. IHSG bahkan memerah empat hari beruntun di pekan terakhir bulan Juni ini, dan ditutup pada posisi 6.911,58. Sedangkan dari sisi pergerakan saham, pada periode kuartal I dan kuartal II ada rotasi sektoral meski relatif terbatas. Certified Elliott Wave Analyst Master Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus mengatakan, pergerakan tersebut tak lepas dari efek global lonjakan harga komoditas. Sedangkan dari dalam negeri, pengendalian pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi menjadi hal yang krusial Kepala Riset Aldiracita Sekuritas Agus Pramono menjagokan sektor barang konsumsi primer, komoditas, komunikasi, dan perbankan. Saham pilihan yang bisa diperhatikan adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Japfa Confeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PTBA, dan INCO. "Untuk kuartal ketiga, saham-saham large cap dan defensive bisa dicermati. Sedangkan komoditas masih akan tetap bergerak sesuai gejolak geopolitik," ujarnya.
Dompet Tebal Berkat Segmen Digital
PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) diperkirakan melanjutkan kinerja positif di tahun ini. MNCN akan terbantu segmen digital, yang bakal mendorong kinerja emiten media ini.
Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya mengatakan, salah satu pendorong kinerja MNCN di kuartal I-2022 datang dari segmen digital yang tumbuh hingga 102,1% menjadi Rp 648 miliar. Kontribusi segmen ini mencapai 23,2% dari total pendapatan.
Apiknya kinerja segmen digital ini berasal dari pertumbuhan RCTI+. Kini pengguna aktif bulanan RCTI+ telah mencapai 64 juta pengguna, naik 124% secara tahunan.
"Kami meyakini, kontribusi segmen digital terhadap total pendapatan MNCN akan terus tumbuh seiring dengan adanya pergeseran permintaan dari para pengiklan ke iklan digital," tulis Christine dalam riset 20 Juni 2022.
Ke depan, manajemen MNCN akan mematangkan segmen digital dengan membuat video games.
Bank Sinarmas Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar
PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) berencana meliris obligasi subordinasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2022, dengan jumlah pokok Rp500 miliar. Surat utang ini memiliki tingkat bunga sebesar 6,50% per tahun dengan tenor 5 tahun sejak tanggal emisi. Surat utang ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan obligasi subordinasi I Bank Sinarmas senilai Rp 3 triliun.









