;

Private Placement Rp 24 Triliun, Bumi Targetkan Bebas Hutang

Yuniati Turjandini 27 Sep 2022 Investor Daily (H)

JAKAR TA, ID – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan mengeksekusi rencana penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement senilai Rp 24 triliun setelah meminta persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan digelar 11 Oktober 2022. Dana yang diperoleh perseroan akan digunakan untuk melunasi utang sebesar US$ 1,6 miliar. Aksi korporasi itu ditempuh sebagai salah satu upaya Bumi Resources menjadi perusahaan yang debt free atau bebas utang. “Tujuan dari aksi korporasi tersebut adalah untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan, dengan menggunakan dana tersebut untuk melunasi utang. Bumi Resources akan menjadi perusahaan yang debt free atau bebas utang, sehingga menjadi perusahaan yang berlikuiditas positif dan memungkinkan untuk mengejar proyek-proyek yang lebih besar ke depan,” ujar Direktur Bumi Resources, Dileep Srivastava kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (26/9/2022). Menurut Dileep, proyek yang akan dikejar misalnya adalah proyek-proyek nonbatu bara terdiversifikasi. Selain itu, proyek-proyek hilir batu bara untuk menggantikan minyak impor. (Yetede)

Nadiem Mengakui Salah Gunakan Frasa Shadow Organizational

Yuniati Turjandini 27 Sep 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi ( Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan pihaknya mengaku salah menggunakan frasa shadow organization atau organisasi bayangan dalam pertemuan di Markas PBB, Amerika Serikat. Ada satu kesalahan dalam menggunakan kata shadow organization, yang saya maksud itu organisasi “mirroring” terhadap kementerian kami. Artinya setiap dirjen yang menyediakan layanan bisa menggunakan tim yang bekerja sama untuk mendorong dan menerapkan kebijakan melalui platform teknologi,” kata Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR di Jakarta, Senin (26/9/2022). Penggunaan frasa tersebut membuat heboh masyarakat yang menilai shadow organization tersebut menyalahi susunan organisasi dan tata kerja yang ada di kementerian. Organisasi yang dimaksud adalah GovTech Edu yang merupakan bagian dari PT Telkom. “Kebijakan melalui platform teknologi itu yang dipuji-puji negara maju dengan inovasi-inovasi yang kami lakukan. Buka kita meluncurkan suatu produk, tetapi bagaimana cara birokrasi kami bekerja,” terang dia. (Yetede)

Pasok Kebutuhan Industri, IKM Komponen Otomatif Harus Tingkatkan Kualitas

Yuniati Turjandini 27 Sep 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Industri Kecil Menengah (IKM) Komponen otomotif diharapkan dapat meningkatkan kualitasnya agar bisa memasok kebutuhan otomotif di dalam negeri. Salah satu saluran yang dapat digunakan IKM adalah melalui original equipment manufacturer atau OEM. Dalam industri otomotif, barang atau produk OEM biasa disuplai ke APM (Agen Pemegang Merek), seperti Toyota, Honda, Daihatsu, Isuzu, dan BMW. General Manager PT Astra Honda Motor (AHM) Setyo Budi Anang Yuliarto mengatakan, terdapat berbagai keuntungan bila IKM berhasil menjadi supplier OEM. Keuntungan itu seperti continuous order jangka panjang lebih terjamin, kepastian dalam pembayaran (term of payment/top), pengakuan kompetensi IKM, peluang menjadi bagian dari supply chain perusahaan besar, dan level yang lebih tinggi dengan pemenuhan quality, cost, delivery (QCD). Dia memaparkan, setidaknya ada enam kunci sukses untuk IKM dapat menjadi supplier OEM dan juga memperluas akses pasar. Pertama adalah IKM harus memiliki pabrik yang bersih, tertata rapi, dan dilengkapi dashboard control. IKM harus mau merubah image dan bertransformasi agar menarik bagi calon pelanggan, terutama pelaku industri besar. (Yetede)

Program Konversi Kompor Harus Persetujuan DPR

Yuniati Turjandini 27 Sep 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Rencana Pemerintah melakukan konversi kompor LPG ke kompor listrik sebaiknya dilakukan setelah melalui kajian mendalam. Program konversi ini pun harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pasalnya salah satu sasaran konversi merupakan masyarakat tidak mampu dengan daya listrik 450 volt ampere (VA) dan 900 VA. Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Suparno mengatakan program konversi membutuhkan pembahasan detil dan komprehensif. Menurutnya konversi kompor merupakan kebijakan energi. "Untuk launcing resmi perlu ada pembahasan dengan kami di DPR," kata Eddy kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (26/9). Eddy mengapresiasi langkah Pemerintah yang menunda penerapan konversi pada tahun ini. Dia pun mendukung program uji coba yang sedang berlangsung di Denpasar dan Bali. Dengan uji coba tersebut maka dapat dievaluasi seperti apa permasalahan operasional yang dihadapi. Kemudian sejauh mana target penghematan yang didapat. "Kami mendukung uji coba untuk mengetahui respon dini masyarakat," ujarnya. (Yetede)

Permintaan Meningkat, Bank Gencar Salurkan Kredit Korporasi

Yuniati Turjandini 27 Sep 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit korporasi per Agustus 2022 mencapai Rp 3.158,4 triliun atau meningkat 11,5% secara tahunan (year on year/yoy). Sejumlah bankir pun menilai saat ini adalah momentum untuk meningkatkan penyaluran kredit korporasi. Direktur PT Bank CIMB Niaga Rusly Johannes mengatakan, banyak perusahaan korporasi yang meminta pendanaan lebih awal keperbankan. Hal ini juga didorong oleh suku bunga kredit perbankan yang belum naik, sehingga korporasi akan melakukan pinjaman kredit ke perbankan. “Kalau melihat di bank-bank lain juga ini momentum yang bagus untuk korporasi. Pada Agustus lalu, kredit korporasi kami tumbuh double digit 12-13% sesuai market,” ungkap Rusly di Jakarta, Minggu (26/9). Sektor dari kredit korporasi yang menjadi fokus CIMB Niaga adalah yang tahan dari dampak Covid-19, seperti fast moving consumer goods (FMCG), farmasi atau kesehatan, makanan ritel yang masih aman. Sedangkan, pertambangan dan nikel merupakan kesempatan karena sedang booming. “Tambang, nikel itu hanya kesempatan. Kalau yang fokus kami itu yang resilient dari Covid,”
ujar dia. (Yetede)

India Berupaya Menjadi Raksasa Produsen Chip

Yoga 27 Sep 2022 Investor Daily (H)

Bersama negara lain seperti AS, India telah berupaya menjalin aliansi strategis seputar semikonduktor, sebuah perangkat penting yang digunakan di banyak perangkat mulai smartphone hingga lemari es. Bahkan pemerintah India telah mengambil langkah membawa produksi chip kedalam negerinya dan memberikan insentif bagi industri tersebut. "Saya pikir India memiliki peran penting untuk dimainkan," ujar Pranay Kotashane, Ketua program geopolitik teknologi tinggi di Takhasila Institute kepada CNBC. India sendiri tidak berada dalam gabungan negara-negara terkemuka untuk semikonduktor, karena itu tidak banyak perusahaan raksasa chip di India dan perusahaan manufaktur terdepan. Meski India belum memiliki perusahaan semikonduktor, pemerintahan PM Narendra Modi telah meluncurkan upaya memikat raksasa perusahaan asing. Salah satunya Desember lalu India menyetujui rencana pemberian insentif US$ 10 miliar untuk industri semi konduktor. Neil Shah dari konsultan teknologi Counterpoint Research berkata, "Kekuatan India adalah pasar konsumsi domestik yang besar dalam hal semikonduktor, menjadi ekonomi berpenduduk terbesar ke dua dunia. Rencana insentif akan membantu, selain itu India memiliki banyak teknisi yang mahir berbahasa Inggris dan tenaga kerja murah sehingga hemat biaya", (Yoga)

Seret Investor Surat Utang

Yuniati Turjandini 27 Sep 2022 Tempo (H)

JAKARTA-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan terjadi penurunan minat investor asing terhadap surat utang negara (SBN). Hal ini tercermin dari derasnya aliran keluar modal dari pasar obligasi partai besar tersebut. Kondisi itu, menurut Sri Mulyani, terjadi akibat sikap bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, yang kian ketat menaikkan suku bunga acuan. "Bond holder asing terhadap surat berharga Indonesia mengalami penurunan," kata Sri Mulyani saat konferensi pers secara virtual, Senin, 26 September 2022. Berdasar catatan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan kepemilikan di SBN senilai total Rp161,75 triliun. Angka ini telah melampaui total pelepasan kepemilikan asing SBN sepanjang tahun lalu, yang hanya Rp143,69 triliun. Kinerja surat utang berharga tersebut turun dibanding kinerja tahun lalu. Rata-rata penawaran  yang masuk dalam lelang SBN sepanjang 2021 mencapai Rp 56,77 triliun. Pemerintah memenangkan rata-rata Rp18,97 triliun dalam setiap lelang. (Yetede)

Risiko di Balik Kinerja Utang APBN

Yuniati Turjandini 27 Sep 2022 Tempo (H)

JAKARTA- Pemerintah berupaya menjaga tingkat utang tetap rendah sepanjang tahun ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, untuk mencapai hal itu, pembiayaan APBN diklaim akan dilakukan dengan hati-hati, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan. Hingga Agustus 2022, realisasi utang yang telah ditarik sebesar Rp331,2 triliun atau 35,1% dari target yang ditetapkan. Realisasi tersebut turun 40,1% dibandingkan dengan tingkat utang  diperiode yang sama tahun lalu. "Rincian pembiayaan terdiri atas realisasi surat utang negara (SBN) neto sebesar Rp317,3 triliun dan pinjaman neto sebesar Rp 13,8 triliun," ujarnya  kemarin. Ditengah peningkatan risiko gejolak ekonomi global, kata Sri Mulyani, pemerintah telah melakukan penyesuaian target SBN, menyesuaikan target SBN valas dengan mempertimbangkan kondisi kas pemerintah dan dinamika pasar keuangan, hingga memperbesar porsi SBN ritel sebagai upaya berkelanjutan meningkatkan partisipasi investor domestik. "Seluruh penarikan pinjaman program yang fleksibel juga disesuaikan dengan kondisi pemenuhan pembiayaan pemerintah," katanya. (Yetede)

Was-Was Bunga Tinggi Ancam Daya Beli dan Ekonomi

Hairul Rizal 26 Sep 2022 Kontan (H)

Hantaman konsumsi rumah tangga bertambah. Merespon efek gulir kenaikan inflasi akibat kenaikan bahan bakar minyak (BBM), Bank Indonesia (BI) mengerek lagi suku bunga acuan 50 basis poin (bps) dalam Rapat Dewan Gubernur BI minggu lalu. Ini artinya dalam dua bulan terakhir, bunga sudah naik 75 bps. Menjadi semakin tertekan, lantaran kenaikan bunga diprediksi akan berlanjut, seiring kenaikan suku bunga Amerika Serikat, menyusul global. Bunga tinggi akan menyulut inflasi bunga kredit. Tak pelak, ini akan menambah beban masyarakat yang terlanjur mengambil kredit saat pandemi. Beban lonjakan bunga terhadap angsuran ini bisa menggerus daya beli masyarakat khususnya pekerja kelas menengah bawah yang miskin sentuhan bantuan sosial. Tekanan kian keras karena inflasi barang dan jasa sebagai akibat kenaikan harga BBM belum berhenti. Sampai akhir Agustus inflasi tahunan diprediksi 4,69%, sedang September naik 1,1% secara bulanan. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad meminta pemerintah segera mengendalikan inflasi pangan agar daya beli masyarakat tidak makin tertekan. Perpanjangan insentif UMKM juga harus diberikan terkait restrukturisasi kredit UMKM.

Proyeksi Inflasi September 2022 Mencapai 1,1%

Hairul Rizal 26 Sep 2022 Kontan

Bank Indonesia (BI) memperkirakan, inflasi pada September 2022 sebesar 1,10% month on month (mom). Proyeksi ini berdasarkan Survei Pemantauan Harga yang dilakukan BI hingga pekan keempat September 2022. Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya, tertulis Jumat (23/9) menyebut komoditas utama penyumbang inflasi September 2022 sampai minggu ketiga adalah komoditas bahan bakar minyak dan tarif angkutan dalam kota.

Pilihan Editor