;

Was-Was Bunga Tinggi Ancam Daya Beli dan Ekonomi

Ekonomi Hairul Rizal 26 Sep 2022 Kontan (H)
Was-Was Bunga Tinggi Ancam Daya Beli dan Ekonomi

Hantaman konsumsi rumah tangga bertambah. Merespon efek gulir kenaikan inflasi akibat kenaikan bahan bakar minyak (BBM), Bank Indonesia (BI) mengerek lagi suku bunga acuan 50 basis poin (bps) dalam Rapat Dewan Gubernur BI minggu lalu. Ini artinya dalam dua bulan terakhir, bunga sudah naik 75 bps. Menjadi semakin tertekan, lantaran kenaikan bunga diprediksi akan berlanjut, seiring kenaikan suku bunga Amerika Serikat, menyusul global. Bunga tinggi akan menyulut inflasi bunga kredit. Tak pelak, ini akan menambah beban masyarakat yang terlanjur mengambil kredit saat pandemi. Beban lonjakan bunga terhadap angsuran ini bisa menggerus daya beli masyarakat khususnya pekerja kelas menengah bawah yang miskin sentuhan bantuan sosial. Tekanan kian keras karena inflasi barang dan jasa sebagai akibat kenaikan harga BBM belum berhenti. Sampai akhir Agustus inflasi tahunan diprediksi 4,69%, sedang September naik 1,1% secara bulanan. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad meminta pemerintah segera mengendalikan inflasi pangan agar daya beli masyarakat tidak makin tertekan. Perpanjangan insentif UMKM juga harus diberikan terkait restrukturisasi kredit UMKM.

Tags :
#Makro #Inflasi
Download Aplikasi Labirin :