Risiko di Balik Kinerja Utang APBN
JAKARTA- Pemerintah berupaya menjaga tingkat utang tetap rendah sepanjang tahun ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, untuk mencapai hal itu, pembiayaan APBN diklaim akan dilakukan dengan hati-hati, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan. Hingga Agustus 2022, realisasi utang yang telah ditarik sebesar Rp331,2 triliun atau 35,1% dari target yang ditetapkan. Realisasi tersebut turun 40,1% dibandingkan dengan tingkat utang diperiode yang sama tahun lalu. "Rincian pembiayaan terdiri atas realisasi surat utang negara (SBN) neto sebesar Rp317,3 triliun dan pinjaman neto sebesar Rp 13,8 triliun," ujarnya kemarin. Ditengah peningkatan risiko gejolak ekonomi global, kata Sri Mulyani, pemerintah telah melakukan penyesuaian target SBN, menyesuaikan target SBN valas dengan mempertimbangkan kondisi kas pemerintah dan dinamika pasar keuangan, hingga memperbesar porsi SBN ritel sebagai upaya berkelanjutan meningkatkan partisipasi investor domestik. "Seluruh penarikan pinjaman program yang fleksibel juga disesuaikan dengan kondisi pemenuhan pembiayaan pemerintah," katanya. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023