;

Risiko di Balik Kinerja Utang APBN

Ekonomi Yuniati Turjandini 27 Sep 2022 Tempo (H)
Risiko di Balik Kinerja Utang APBN

JAKARTA- Pemerintah berupaya menjaga tingkat utang tetap rendah sepanjang tahun ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, untuk mencapai hal itu, pembiayaan APBN diklaim akan dilakukan dengan hati-hati, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan. Hingga Agustus 2022, realisasi utang yang telah ditarik sebesar Rp331,2 triliun atau 35,1% dari target yang ditetapkan. Realisasi tersebut turun 40,1% dibandingkan dengan tingkat utang  diperiode yang sama tahun lalu. "Rincian pembiayaan terdiri atas realisasi surat utang negara (SBN) neto sebesar Rp317,3 triliun dan pinjaman neto sebesar Rp 13,8 triliun," ujarnya  kemarin. Ditengah peningkatan risiko gejolak ekonomi global, kata Sri Mulyani, pemerintah telah melakukan penyesuaian target SBN, menyesuaikan target SBN valas dengan mempertimbangkan kondisi kas pemerintah dan dinamika pasar keuangan, hingga memperbesar porsi SBN ritel sebagai upaya berkelanjutan meningkatkan partisipasi investor domestik. "Seluruh penarikan pinjaman program yang fleksibel juga disesuaikan dengan kondisi pemenuhan pembiayaan pemerintah," katanya. (Yetede)

Download Aplikasi Labirin :