;

BAHAN BAKAR NABATI : Program E5 Bisa KerekHarga Pertalite

Hairul Rizal 21 Feb 2023 Bisnis Indonesia

Dadan Kusdiana, Direktur Jenderal Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM mengatakan, pencampuran bioetanol dengan Pertalite yang memiliki RON 90 dikhawatirkan bakal mengerek harga jual bahan bakar minyak (BBM) yang disubsidi tersebut. Alasannya, saat ini harga jual Pertalite yang sebesar Rp10.000 per liter masih di bawah harga bioetanol yang senilai Rp13.000 per liter. Atas dasar hal tersebut, pemerintah kemudian memutuskan untuk mencampur bioetanol ke Pertamax yang memiliki harga satu level dengan bioetanol. “Kalau dicampur dengan Pertalite nanti ada komponen harga tambahan yang harus dicari cara penyelesaiannya, sehingga sekarang kita melihatnya ke Pertamax,” kata Dadan, Senin (20/2). Dia pun berharap pemilihan Pertamax sebagai BBM yang akan dicampur dengan bioetanol dengan porsi 5% itu bakal mempercepat implementasi program E5. Targetnya, E5 bisa diterapkan secara efektif pada semester pertama tahun ini seperti yang telah disampaikan oleh Kementerian BUMN. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, distribusi bioetanol membutuhkan proses logistik yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan bahan bakar berbasis fosil. Pasalnya, bioetanol lebih cepat busuk karena berasal dari batangan tebu.

KEGIATAN EKSPLORASI : IRONI PERTAMBANGAN DI ERA PENGHILIRAN

Hairul Rizal 21 Feb 2023 Bisnis Indonesia

Industri pertambangan nasional ternyata masih dianggap kurang kompetitif di tengah hingar bingar optimasi sumber daya mineral yang dibutuhkan untuk pengembangan ekosistem baterai dan kendaraan listrik di Tanah Air. Kurang kompetitifnya industri pertambangan nasional tecermin dari minimnya investasi yang dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi sepanjang tahun lalu. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, dari US$5,69 miliar investasi yang dibenamkan sepanjang tahun lalu, alokasi untuk eksplorasi hanya US$261,36 juta. Artinya, meski target investasi subsektor mineral dan batu bara (minerba) pada 2022 mampu menembus target yang ditetapkan US$5,01 miliar, tetapi hanya sekitar 4,58% yang digunakan untuk kegiatan eksplorasi pertambangan. Arya Rizki Darsono, Ketua Komite Tetap Minerba Kadin Indonesia, mengatakan ketidakpastian hukum yang dihadapi oleh pelaku usaha pertambangan menjadi alasan utama minimnya investasi untuk kegiatan eksplorasi. “Faktor penyebab tidak selalu terkait dengan biaya, tetapi faktor di lapangan, seperti isu lahan, sosial dan lingkungan, serta banyaknya sumber daya yang ada di kawasan hutan,” katanya, dikutip Senin (20/2). Pemerintah pun dinilai perlu membuat regulasi yang tidak hanya memuat kewajiban pelaku usaha pertambangan melakukan kegiatan eksplorasi, tetapi juga mengatur kemudahan dan menghilangkan hambatan yang ada di lapangan.

Pemerintah dan BI All-out Jaga Inflasi

Yuniati Turjandini 21 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) akan habis-habisan (all-out) menjaga inflasi pada kisaran target 3%±1% tahun ini. Keberhasilan mengendalikan inflasi bakal menjadi kunci pemulihan ekonomi nasional sekaligus mencegah dampak rambatan (spillover effect) gejolak ekonomi global terhadap perekonomian domestik. “Upaya yang dilakukan untuk mencapai target inflasi 3%±1% tahun ini adalah terus memperkuat kebijakan, menjaga stabilitas makro, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam konferensi pers High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (20/02/2023). Airlangga antara lain didampingi Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arif Prasetyo Adi, dan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. (Yetede)

Laba Bersih Himbara Mencapai Rp 107 Triliun

Yuniati Turjandini 21 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) berhasil membukukan laba bersih secara individual sebesar Rp 107,09 triliun sepanjang 2022, melesat 51,51% dibandingkan dengan Rp 70,68 triliun pada 2021. Dari empat bank pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) masih menjadi bank dengan laba terbesar, baik di Himbara maupun secara nasional. Apabila dirinci, secara bank only laba bersih BRI yang diatribusikan kepemilik mencapai Rp 47,83 triliun pada 2022, tumbuh 48,49% secara year on year (yoy). Posisi kedua adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan laba bersih Rp 37,69 triliun, meningkat 48,33% dibandingkan Rp 25,41 triliun pada 2021. Di posisi ketiga, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) yang mengantongi laba bersih secara bank only Rp 18,53 triliun pada 2022, tumbuh 73,34% (yoy). Kemudian, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berada di urutan keempat, dengan laba bersih sepanjang 2022 sebesar Rp 3,04 triliun, meningkat 28,27% dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar Rp 2,37 triliun. (Yetede)

Restrukturisasi Obligasi Waskita Karya Ditarget Tuntas April

Yuniati Turjandini 21 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Pemerintah menargetkan restrukturisasi obligasi PT Waskita Karya Tbk (WKST) tuntas pada April 2023, lebih cepat dibandingkan rencana awal Juli. Hal ini dilakukan agar Waskita dapat melanjutkan pengerjaan proyek strategis, seperti penyelesaian proyek tol senilai Rp 12 triliun. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menegaskan, kreditur Waskita baik dari perbankan, dana pensiun, hingga investor ritel harus legowo menerima restrukturisasi Waskita agar perusahaan ini bisa kembali pulih. “Dengan segala pertimbangan, kami lakukan restrukturisasi ulang, karena tidak ingin ada perlakuan berbeda antara bank dan pemegang obligasi. Jangan sampai bank sudah memberikan kelonggaran kepada Waskita, tetapi dananya dipakai untuk bayar obligasi,” terang pria yang akrab disapa Tiko dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa, Senin (20/2/2023). “Jadi, kami minta standstill enam bulan, karena ingin membahas ramai-ramai dengan para kreditur maupun bond holder. Jujur saja, bond holder ini kompleks, karena beragam, mulai dari dana pensiun (Dapen), fund manager, sama ritel. Ini restrukturisasi paling ruwet,” ucap dia. (Yetede)

Erick Thohir: Presiden Jokowi Peduli terhadap Kemajuan Sepak Bola Nasional

Yuniati Turjandini 21 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir mengungkapkan, Presiden Joko Widodo sangat peduli terhadap kemajuan sepak bola nasional. Ungkapan Presiden disampaikan saat bertemu Erick Thohir bersama Pengurus PSSI di Istana Merdeka Jakarta, Senin (20/2). “Bapak Presiden secara pribadi sangat peduli terhadap sepak bola nasional. Dan, tentunya posisi beliau berada di pemerintahan. Beliau tadi juga memberikan masukan-masukan kepada kami bahwa bagaimana Pemerintah siap mendukung transformasi sepak bola Indonesia,” ungkap Erick saat konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/2). Dia mengatakan, kepedulian pemerintah terhadap sepak bola nasional terlihat dari keinginan membangun training camp bagi tim nasional Indonesia. “Infrastruktur lainnya, seperti lapangan-lapangan pertandingan yang memang akan dipakai untuk kejuaraan Internasional. Pemerintah juga mendukung terutama masalah perizinan, apabila memungkinkan, dan harus dipastikan sudah keluar seluruhnya tiga bulan sebelum musim kompetisi,” ujar Erick Thohir. Erick Thohir pun menjelaskan.(Yetede)

Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal IV-2022 Surplus US$ 4,7 Miliar

Yuniati Turjandini 21 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Bank Indonesia (BI) mencatat, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal IV-2022 surplus US$ 4,7 miliar atau meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat defisit US$ 1,3 miliar. Kinerja NPI triwulan IV-2022 tersebut ditopang oleh surplus transaksi berjalan yang tinggi serta perbaikan defisit transaksi modal dan finansial. “Kinerja NPI pada kuartal IV-2022 tetap solid dan mampu menopang ketahanan eksternal Indonesia,” jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam pernyataan resmi yang diterima, Senin (20/2/2023). Dia menjelaskan, transaksi berjalan kembali mencatat surplus sebesar US$ 4,3 miliar (1,3% dari PDB), melanjutkan capaian surplus pada kuartal sebelumnya yang sebesar US$ 4,5 miliar (1,3% dari PDB). “Kinerja transaksi berjalan tersebut bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas yang terjaga, didukung oleh harga komoditas ekspor yang tetap tinggi,” kata Erwin. Sementara itu, defisit neraca pendapatan primer meningkat dipengaruhi oleh pembayaran imbal hasil investasi kepada investor asing yang meningkat, sejalan dengan siklus bisnis dan tren kenaikan suku bunga. (Yetede)

Ekpsor Kendaraan Bakal Tembus 500 Ribu Unit

Yuniati Turjandini 21 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Ekspor kendaraan dalam bentuk utuh (completey build up/CBU) diperkirakan menembus 500 ribu unit tahun ini, sejalan dengan rencana produsen otomotif di dalam negeri yang akan terus menambah jumlah pengiriman dan negara-negara tujuan baru. Ekspor tersebut akan menjadi tertinggi sepanjang sejarah industri otomotif Tanah Air, naik 5,7% dibanding tahun lalu sebanyak 473 ribu unit. “Kita mengupayakan (tembus 500 ribu unit), karena potensi ada. Australia memiliki potensi besar untuk menjadi negara tujuan ekspor baru, Jepang juga masih potensial,” kata Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (20/02/2023). Kukuh melihat, potensi peningkatan ekspor masih sangat terbuka, terlebih dari Australia yang pasarnya sangat besar. Sejak 2017, tidak ada prinsipal yang memproduksi kendaraan di Australia, sehingga negara tersebut saat ini mengimpor 100% kendaraan dari luar negeri. “Ada brand-brand tertentu yang sudah beroperasi di Indonesia, rutin mengirim mobil ke sana dengan rentang 30-50 ribu unit per tahun dari pabrik di negara lain. Kalau jumlah tersebut produksinya bisa dipindahkan ke Indonesia untuk dikirim ke Australia, tentunya dapat menambah volume ekspor,” ucap Kukuh. (Yetede)

Pertamina Tambah 10% PI di Irak

Yuniati Turjandini 21 Feb 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Pertamina Internasional EP (PIEP) melalui anak perusahaan langsung yaitu - PT Pertamina Irak EP telah melakukan pembelian 10% Participating Interest (PI) dari ExxonMobil Iraq Limited’s (EMIL). Lapangan yang dioperasikan oleh EMIL selaku Lead Contractor berada di bagian Selatan Irak, dekat dengan kota Basra yang berjarak 400 km sebelah tenggara ibukota Baghdad. Sejak mendapatkan kontrak kerja sama di beberapa negara, PIEP melaksanakan komitmennya sebagai mitra yang memiliki nilai tambah lebih di berbagai aspek operasi dan selalu mengedepankan kolaborasi aktif dengan berbagai mitra di seluruh operasinya. Dalam operasinya di West Qurna 1, PIREP sebagai anak perusahaan langsung PIEP bermitra dengan sangat harmonis dengan EMIL, ITOCHU, Petrochina dan Oil Exploration Company (OEC) Iraq. Hal ini terbukti dengan diselesaikannya pembelian 10% PI di akhir tahun 2022. Wiko Migantoro, Direktur Utama Pertamina Hulu Energi selaku Subholding Upstream Pertamina, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah membantu. “Semua pemangku kepentingan utama di Irak terus memberikan kepercayaan kepada Pertamina untuk melanjutkan eksistensinya sebagai mitra penting dalam pengelolaan lapangan operasi West Qurna 1,” ujar Wiko. (Yetede)

Apresiasi Kinerja Pemerintahan Kembali Meningkat

Yoga 20 Feb 2023 Kompas (H)

Peningkatan apresiasi publik di berbagai bidang kerja kabinet terjadi jelang paruh akhir masa kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin. Capaian ini memperkokoh kekuatan simbolik pemerintah. Peningkatan apresiasi publik terhadap kinerja pemerintahan ditunjukkan dari hasil survei periodik Kompas. Saat ini, derajat kepuasan publik terekspresikan pada lebih dari dua pertiga bagian (69,3 %) responden. Dibandingkan dengan periode survei sebelumnya, Oktober 2022, derajat kepuasan publik yang terekspresikan kali ini berbeda. Saat itu, apresiasi publik mengalami penurunan. Tak sampai dua pertiga bagian responden puas pada capaian kinerja pemerintah. Capaian kali ini menunjukkan titik balik pergerakan apresiasi yang positif. Bahkan, dibandingkan sentimen persepsi publik yang terbentuk semenjak paruh awal periode kedua masa kepemimpinan Jokowi-Amin (Oktober 2019), capaian kepuasan publik kali ini salah satu yang tertinggi.

Peningkatan kepuasan publik tampak di setiap bidang persoalan. Dari sekitar 20 indikator penilaian persoalan bangsa yang terangkum dalam aspek politik keamanan, penegakan hukum, perekonomian, dan kesejahteraan masyarakat, semua meningkat dengan besaran capaian yang relatif beragam. Upaya pemerintah menjaga iklim politik berjalan demokratis jadi sumbangan terbesar dari kepuasan publik. Ada tiga indikator yang mendasarinya, yakni ”upaya pemerintah dalam membangun sikap menghargai perbedaan”, ”upaya menjamin kebebasan berpendapat”, dan ”kesempatan masyarakat dalam mengontrol jalannya pemerintahan”. Meski demikian, pada indikator politik dan keamanan lainnya masih ada persoalan. Sekalipun meningkat dibandingkan periode sebelumnya, kinerja pemerintah menjaga persatuan dan ke utuhan bangsa masih menjadi catatan publik. Upaya ”menangani konflik antarkelompok, upaya mencegah dan penanganan gerakan separatis”, mendapat apresiasi rendah. (Yoga)


Pilihan Editor