Transisi Energi di Perdesaan
Januari lalu, Universitas Parahyangan, Bandung, menggelar seminar tentang kesiapan Indonesia melakukan transisi energi. Semua narasumber sepakat bahwa atas nama perubahan iklim, penggunaan energi berbasis bahan bakar fosil sudah harus ditinggalkan dan beralih ke sumber-sumber energi terbarukan. BI dengan rancangan program pembiayaan hijau, akan memberikan insentif bagi para calon debitor yang mendukung penggunaan energi terbarukan. Di Indonesia, secara umum produk energi dibutuhkan untuk tiga keperluan. yakni kelistrikan, mobilitas moda transportasi, dan memasak. Pemanfaatan sumber-sumber energi terbarukan bukan hanya sebagai pembangkit listrik di perdesaan (”Energi-energi Terbarukan untuk Desa”, Kompas, 5 Juli 2022), melainkan juga kebutuhan di luar itu. Desa Mandiri Energi (DME) adalah sebuah program pemerintah yang diluncurkan pertama kali pada 2007. Sebuah desa disebut sebagai DME jika 60 % kebutuhan energinya dapat disediakan secara mandiri di desa tersebut dengan mengandalkan sumber energi terbarukan. Dimana Desa Tanjungharjo di Kabupaten Grobogan, Jateng, dijadikan percontohan.
Penduduk Desa Tanjungharjo diharapkan dapat menggunakan minyak biji jarak hasil tanaman mereka sebagai sumber energi, terutama untuk keperluan memasak. Sayangnya, program DME ini gagal. Petani yang telanjur berharap menikmati hasil dari penjualan biji jarak yang ditanamnya harus kecewa karena harga jualnya jauh di bawah harapan mereka. Kegagalan DME versi awal tidak menyurutkan upaya desa-desa lain menggali potensi sumber energi di daerah masing-masing. Desa Bantar di Kabupaten Banjarnegara melakukan transisi energi dari elpiji ke gas rawa (biogenic shallow gas). Tahun 2020, Dinas ESDM Jateng membangun instalasi gas rawa di desa tersebut dan kini ada 100 rumah tangga yang mendapatkan manfaat dari sumber energi tersebut. Pemanfaatan gas rawa juga dilakukan warga Desa Rajek di Kabupaten Grobogan, sejak tahun 2013. Di luar Jawa, pemanfaatan air sebagai pembangkit listrik skala mikro juga banyak digunakan. Warga Desa Kamanggih di NTT dan Desa Batanguru di Sulsel mendapat aliran listrik dari pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Daftar DME akan sangat panjang jika dilanjutkan, berjumlah ribuan, tersebar dari Sabang sampai Merauke. Transisi energi seharusnya memang beralih ke sumber energi yang tersedia berlimpah di dalam negeri, bukan hasil impor, sekalipun itu sumber energi terbarukan. (Yoga)
Komoditas Penyebab Gejolak Harga Diawasi
Pada awal tahun ini, ketidakpuasan publik tertinggi di bidang ekonomi mengemuka dari aspek pengendalian harga barang dan jasa yang mencapai 55,7 %, dari survei terhadap 1.202 responden yang dipilih secara acak di 38 provinsi di Indonesia. Survei berlangsung pada 25 Januari-4 Februari 2023. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah menilai ketidak puasan publik tersebut berkaitan dengan kenaikan harga beras. Beras merupakan komoditas yang berpengaruh signifikan dalam pergerakan inflasi. ”Harga komoditas pangan (penyumbang inflasi) yang naik pada awal tahun lalu hanya minyak goreng. Awal tahun ini, harga beras dan minyak goreng naik,” ujar Rusli saat dihubungi, Senin (20/2). Data BPS menunjukkan, inflasi pada Januari 2023 mencapai 5,28 % dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.
Pada Januari 2023, inflasi bulanan beras sebesar 2,34 % dengan andil 0,07 %, lebih tinggi dibandingkan inflasi bulanan beras pada Januari 2022 sebesar 0,94 % dengan andil 0,03 %. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis mencatat, rata-rata nasional harga beras medium di pasar tradisional per Senin (20/2) mencapai Rp 13.050-Rp 13.200 per kg. Harga ini lebih tinggi dibandingkan dengan posisi pada awal 2022 yang Rp 11.550-Rp 11.750 per kg ataupun akhir tahun di Rp 12.450-Rp 12.600 per kg. Harga ini juga berada di atas HET beras medium di tingkat konsumen Rp 9.450-Rp 10.250 per kg sesuai Peramendag No 57 Tahun 2017. Menurut Rusli, pengawasan terhadap distribusi beras juga mesti diperkuat guna menyokong upaya pengendalian harga. ”Dalam hal ini, Satgas Pangan harus memastikan tidak ada pihak yang bermain dalam distribusi beras. Selain itu, tim pengendalian inflasi daerah di tingkat provinsi juga mesti memantau pergerakan harga ditingkat kabupaten/kota agar dapat mengalirkan suplai dari daerah yang surplus ke yang defisit,” katanya. (Yoga)
Target 2024 Dipasang Tinggi
Pada akhir masa jabatan di tahun 2024, pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin memasang target ambisius untuk menuntaskan berbagai program prioritas. Sejalan dengan itu, defisit fiskal ditargetkan berada di angka 2,16 sampai 2,64 % dari PDB. Target ini cukup menantang di tengah kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian. Dalam rapat kabinet terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Senin (20/2) pemerintah mulai membahas penyusunan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) untuk tahun anggaran 2024, yang akan menjadi APBN terakhir pemerintahan Jokowi. Seusai rapat terbatas, Menkeu Sri Mulyani menjelaskan, APBN 2024 akan dijaga dengan mendorong pendapatan negara yang ditopang peningkatan rasio pajak. Belanja negara juga akan dijaga tetap disiplin dengan prioritas sesuai agenda nasional.
Pada tahun terakhir pemerintahan Jokowi-Amin, sejumlah program prioritas yang akan menjadi fokus adalah penurunan angka kemiskinan ekstrem, penurunan tengkes (stunting), peningkatan laju investasi, dan pembangunan infrastruktur. Sejumlah program prioritas, seperti penurunan kemiskinan ekstrem yang ditargetkan nol % pada 2024 dan penurunan tengkes menjadi 3 %, akan berimplikasi pada alokasi anggaran yang harus disediakan dalam APBN 2023 dan 2024. Di tengah target penuntasan program prioritas, pemerintah juga melanjutkan kebijakan defisit fiskal ke bawah 3 % dari PDB. Defisit fiskal di APBN 2024 pun diperkirakan kian ketat. Tahun ini defisit APBN ditargetkan 2,84 % dari PDB. Peneliti Center of Reform on Economics Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai, target pemerintah itu cukup menantang di tengah ketidakpastian ekonomi global yang belum tampak ujungnya. Terlebih dengan ada- nya keinginan pemerintah terus menekan defisit APBN. (Yoga)
Surplus Neraca Pembayaran Menurun
Neraca pembayaran Indonesia pada 2022 surplus 4 miliar USD, lebih rendah dibandingkan neraca pembayaran 2021 yang surplus 13,5 miliar USD. Pelemahan ekspor patut diwaspadai karena berdampak langsung terhadap neraca pembayaran Indonesia. Adapun transaksi berjalan Indonesia pada 2022 surplus 13,2 miliar USD akibat kinerja ekspor yang melambung. Sementara itu, transaksi modal dan finansial pada 2022 defisit 8,9 miliar USD setelah surplus 12,6 miliar USD pada 2021. Dalam keterangan pers, Senin (20/2) Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono menjelaskan, BI senantiasa mencermati dinamika global yang bisa memengaruhi prospek neraca pembayaran Indonesia. BI juga terus memperkuat bauran kebijakan yang didukung sinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal.
Mengutip laporan neraca pembayaran Indonesia triwulan IV-2022, BI memperkirakan neraca pembayaran Indonesia tahun ini tetap baik sejalan dengan perkiraan makin meredanya risiko ketidak pastian ekonomi global. Pada saat yang sama, perbaikan ekonomi domestik tetap berlanjut didorong oleh permintaan yang menguat. Dalam jumpa pers bertajuk ”Tinjauan Pertumbuhan Ekonomi dan Neraca Pembayaran Indonesia dalam Menghadapi Ketidakpastian Global”, Senin, di Jakarta, Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri mengatakan, seluruh pemangku kepentingan patut waspada terhadap pelemahan ekspor yang dapat memengaruhi neraca pembayaran Indonesia. Tingginya harga komoditas pada tahun 2021, yang membuat kinerja ekspor Indonesia melambung, diperkirakan tidak bertahan lama dan akan melandai pada tahun ini, dan dengan rantai pasok global yang membaik, tidak ada lagi jurang permintaan dan pasokan komoditas dunia. Harga komoditas pun menjadi lebih stabil. (Yoga)
Vale Bukukan Laba Bersih Rp 3 Triliun
Produsen nikel matte PT Vale Indonesia Tbk membukukan laba bersih 200,32 juta dollar AS atau sekitar Rp 3 triliun pada 2022. Pencapaian ini naik 19,8 % dari laba bersih yang diperoleh pada 2021 yang sebesar 167,2 juta dollar AS. Kenaikan laba bersih ini ditopang kenaikan penjualan. Demikian dikatakan CEO dan Presiden Direktur PT Vale Indonesia Febriany Eddy, Senin (20/2). (Yoga)
Bank Muamalat Cetak Laba 2022 Rp 52 Miliar
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatatkan laba tahun 2022 sebesar Rp 52 miliar, meningkat dibandingkan dengan tahun 2021 yang senilai Rp 12,5 miliar. Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Muamalat Hery Syafril dalam keterangannya, Senin (20/2/2023), mengatakan, tahun 2023 adalah tahun transformasi untuk tumbuh sehat dengan profit yang berkelanjutan. (Yoga)
Tangerang Luncurkan Mobil Pelatihan Kerja
”Si Praktik Kerja” atau ”Si Praja”, mobil pelatihan kerja milik Dinas Ketenagarkerjaan Kota Tangerang, diluncurkan pada Senin (20/2). Sebanyak dua mobil pelatihan kerja ini, menurut rencana, akan secara bergilir menyambangi 13 kecamatan sesuai jadwal. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan menyampaikan, Si Praja menjemput bola ke setiap kecamatan dengan syarat minimal pelatihan untuk 20 orang. (Yoga)
BUMN Turun Tangan Restrukturisasi Waskita
PT Waskita Karya Tbk (WSKT) sedang berjuang keluar dari belitan utang. Kementerian BUMN turun tangan membenahi total utang Waskita Karya. Saat ini, WSKT mengajukan
standstill
seluruh utang, termasuk utang perbankan maupun obligasi.
Standstill
adalah penghentian sementara pembayaran kewajiban finansial ke kreditur. Berdasarkan laporan keuangan WSKT per 30 September 2022, total kewajiban emiten konstruksi BUMN ini mencapai Rp 82,40 triliun. Perinciannya, kewajiban jangka pendek senilai Rp 19,95 triliun dan utang jangka panjang sebesar Rp 62,45 triliun.
Wakil Menteri BUMN, Katrika Wirjoatmodjo (Tiko) menyebutkan, proses kesepakatan baru atas restrukturisasi utang WSKT kepada para kreditur akan rampung selama enam bulan atau hingga Agustus 2023. Namun, secara internal, pihaknya berharap bisa selesai dalam tempo tiga bulan ke depan.
Menurut Tiko, WSKT sedang menyisir dan mengalkulasi seluruh utangnya.
Laju Bursa Saham Lokal Mulai Tertinggal dari Regional
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak lunglai di tengah musim laporan keuangan emiten. Padahal emiten yang sudah merilis laporan keuangan tahun 2022 menunjukkan hasil kinerja cukup positif. Sepanjang bulan ini, IHSG tak banyak bergerak dari kisaran 6.800-6.900. Pada perdagangan Senin (20/2), IHSG juga turun tipis 0,01% ke level 6.894,72. Alhasil, sepanjang tahun berjalan 2023, indeks saham hanya menguat 0,64%, masih jauh tertinggal dari bursa regional lainnya yang rata-rata menguat 4%-10%.
Jalan IHSG kembali ke level 7.000 nampaknya masih terjal. Pasalnya, pergerakan IHSG kali ini cukup sensitif terhadap kebijakan bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed).
Head of Research
Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan, arah suku bunga The Fed pada
Federal Open Market Committee
(FOMC) mendatang masih akan menjadi fokus utama perhatian pasar. Selain itu, IHSG masih dibayangi oleh pelemahan harga komoditas energi.
Tapi
Deputy Head of Research
Sinarmas Sekuritas Ike Widiawati menilai, pelemahan IHSG hanya bersifat jangka pendek. Jika kekhawatiran mengenai suku bunga The Fed mereda, IHSG akan kembali disetir oleh sentimen domestik yang positif. Apalagi, data inflasi hingga cadangan devisa menunjukkan angka yang solid.
Pemerintah Targetkan Inflasi Pangan 3%-5%
Pemerintah menargetkan inflasi pangan tahun ini sebesar 3% hingga 5%, lebih rendah dari tahun lalu yang berada di level 5,61%. Upaya menekan inflasi pangan ini untuk mengejar target inflasi umum kembali ke target sasaran yang sebesar 2% hingga 4%.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, rapat Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) pada Senin (20/2) kemarin, membahas mengenai pemicu inflasi pangan bergejolak alias
volatile food,
yang utamanya di hari besar keagamaan. "Secara khusus kami berbicara mengenai ketersediaan beras dengan target
volatile food
3% sampai 5%," kata Airlangga.









