Korsel Beri Hibah untuk Bendungan IKN dan Jajaki Investasi
Pemerintah Korsel bersama sejumlah investor berkunjung ke beberapa titik Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim. Korsel memberi hibah untuk proyek bendungan. Adapun para investor dari ”Negeri Ginseng” juga menjajaki kemungkinan investasi di megaproyek nasional tersebut. Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti mengatakan, Pemerintah Korsel akan memberikan hibah di Bendungan Sepaku-Semoi. Proyek yang masih berjalan itu merupakan salah satu penyuplai air baku untuk IKN. ”Korsel akan memberikan hibah IPA (instalasi pengolahan air minum) untuk 350 liter per detik dari key water,” kata Diana saat memperlihatkan Bendungan Sepaku Semoi kepada rombongan dari Korsel, Sabtu (18/3).
Lokasi yang akan mendapat hibah di bendungan itu sudah ditandai dengan bendera yang tersebar di banyak titik bendungan. Dari proyek bendungan, rombongan beralih ke Sumbu Kebangsaan Barat IKN, lokasi Istana Presiden, bangunan pekerja proyek IKN, dan terakhir di Titik Nol IKN. Sekretaris Otorita IKN Nusantara Achmad Jaka Santos Adiwijaya mengatakan, rombongan terdiri dari perwakilan Otorita IKN; perwakilan Pemerintah Indonesia; Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korsel Won Hee-ryong; serta 57 investor dari ”Negeri Ginseng”. Menurut Achmad, selain mempererat kerja sama dengan Pemerintah Korsel, kunjungan kali ini untuk memberi gambaran detail pembangunan IKN kepada calon investor dan dunia internasional. Dengan melihat langsung proses pembangunan, calon investor bisa mengetahui kesungguhan Pemerintah Indonesia dalam pembangunan ibu kota baru ini. (Yoga)
Selamat Datang Rezeki Ramadhan
Lebaran masih lama,tapi perancang busana Ria Miranda telah menggelar acara Private Preview Collection untuk Koleksi ”Sangsata”, Kamis (16/3) di Jakarta. ”Kami sudah menyiapkan koleksi Lebaran ini sejak tahun lalu,” kata Ria. Jumlah koleksi ini, dua kali lebih banyak dari koleksi Lebaran tahun lalu. Pertimbangannya, masyarakat kian bebas bersilaturahmi seiring redanya pandemi Covid-19. Ia mengeluarkan dua tampilan untuk dua jenamanya. Untuk jenama RiaMiranda, koleksi menonjolkan motif full print lanskap dan budaya Minang. Sementara RiaMiranda Signature mengutamakan permainan embroidery pada kain polos. Harga koleksinya mulai ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. ”Alhamdulillah tren penjualannya selalu sold out,” kata Ria. Tanti Yusepa, warga Tangerang, Banten, yang hadir di acara Private Preview Collection untuk Koleksi ”Sangsata, menyiapkan anggaran Rp 10 juta untuk membeli baju, di luar baju Lebaran untuk suami dan anak-anak.
Iwan Tirta Private Collection (ITPC) tak ketinggalan, meluncurkan Koleksi ”Pranargya” yang terdiri atas 25 busana laki-laki danperempuan dengan harga Rp 6 juta-Rp 10 juta per potong. ”Sudah beberapa tahun kami konsisten mengeluarkan koleksi untuk Hari Raya karena demand-nya besar. Koleksi ini juga untuk mengakomodasi kebutuhan customer yang tidak mau menggunakan motif bergambar hewan, makanya ada motif bunga,” kata Head of Marketing ITPC Rindu Melati saat peluncuran di Plaza Indonesia, Kamis (9/3).
Bisnis pelayanan jasa, yang sempat tiarap, seperti restoran dan hotel, ikut optimistis menyambut Lebaran tahun ini. GM Potato Head Family Jakarta Jessica Eveline, saat ditemui di Restoran Kaum Jakarta, Rabu (15/3) menyebutkan, timnya sudah meriset menu di Sumbar sejak akhir Januari lalu. Tim Jessica memilih menu, seperti ayam hitam, soto padang, dendeng lambok, udang bakar. Pada hari biasa, jumlah porsi makan malam yang terjual per hari rata-rata 60 pax. Saat bulan Ramadhan bisa melonjak menjadi 150 pax. Ketika musim halalbihalal, jumlah pesanan per hari bisa 100 pax.
Hotel Gran Melia Jakarta juga sudah bersiap-siap menangkap momen Ramadhan. Manajer Komunikasi dan Pemasaran Arditya Chandra Putra menjelaskan, pihaknya menawarkan santap malam berbuka puasa di restoran Café Gran Via yang berkapasitas 400 orang. Menu yang ditawarkan antara lain menu Indonesia dan Timteng. Pelaku bisnis otomotif juga berusaha menggaet pasar yang bergairah. Pameran otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2023 berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, dua pekan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Jadwal perhelatan itu dirancang guna mengerek penjualan mobil awal tahun dan memenuhi kebutuhan mudik masyarakat. ”Ini adalah momentum tepat bagi konsumen untuk berbelanja produk otomotif, termasuk mobil, dengan berbagai penawaran dan promosi,” kata Ketua Pelaksana GJAW Rizwan Alamsjah. (Yoga)
Pasar Saham Sedang Lesu, Aksi Buyback Menyerbu
Ini namanya kesempatan dalam kesempitan. Di tengah meredupnya bursa saham, sejumlah emiten memanfaatkan momentum untuk menggelar aksi pembelian kembali alias
buyback
saham.
Dalam catatan KONTAN, sedikitnya ada empat emiten yang menggelar
buyback
saham hingga pertengahan Maret 2023 ini. Terbaru, aksi
buyback
saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN).
Emiten properti ini akan melakukan
buyback
saham dengan anggaran sebesar Rp 30 miliar. Aksi ini digelar TRIN selama periode 15 Maret hingga 15 Juni 2023.
Kamis ini (16/3), giliran PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang menyiapkan dana jumbo hingga Rp 905 miliar untuk membeli kembali saham BBNI.
Bukan hanya BBNI yang menyiapkan dana besar untuk
buyback
saham. Kolega BBNI sesama bank BUMN, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) kembali menggelontorkan dana hingga Rp 1,5 triliun untuk membiayai aksi
buyback.
Emiten pelat merah lainnya, yakni PT Dayamitra Telekomunikasi Tbbk alias Mitratel (MTEL) juga bakal merogoh kocek gede untuk
buyback
saham pada April mendatang.
Jika ditotal, sedikitnya ada sekitar 11 emiten yang akan menggelar aksi
buyback
pada tahun ini. Total nilai dana dari aksi korporasi ini sekitar Rp 6 triliun.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina menilai, aksi
buyback
belum signifikan mendongkrak likuiditas pasar saham. Selain itu, aksi
buyback
oleh emiten biasanya hanya memberi efek secara jangka pendek.
Alokasi Dana Bansos Pangan Rp 8,2 Triliun
Pemerintah akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) pangan di bulan Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Bansos pangan itu diharapkan bisa mengendalikan inflasi dan meredam lonjakan harga komoditas pangan selama periode Ramadan dan Idul Fitri.
Bansos tersebut akan diberikan dalam bentuk beras, telur, dan daging ayam. Bansos akan digelontorkan selama tiga bulan sejak bulan Maret, April, dan Mei 2023.
Kementerian Keuangan (Kemkeu) telah menyiapkan anggaran Rp 8,2 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023. Perinciannya, untuk anggaran bansos beras senilai Rp 7,8 triliun hingga Rp 7,9 triliun, dan bansos ayam dan telur senilai Rp 460 miliar.
Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kemkeu Isa Rachmatarwata menyebut, bansos pangan akan diberikan kepada 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sumber inflasi yang harus diwaspadai menjelang Ramadan dan Idul Fitri adalah harga pangan bergejolak, khususnya kenaikan harga beras. Berbeda dengan harga komoditas daging ayam dan telur yang mengalami penurunan.
Sebab itu, pemerintah memutuskan memberikan bansos pangan tersebut dengan harapan bahwa harga beras bisa stabil. Sementara harga ayam dan telur tidak jatuh.
Tuah Uang Lebaran Rp 195 Triliun
Laju ekonomi Indonesia diramalkan lebih menggeliat memasuki momentum Ramadan dan Lebaran nanti. Bahkan, ekonomi di periode puasa dan Idul Fitri bisa menjadi puncak pertumbuhan ekonomi tahun ini.
Apalagi tahun ini, era pandemi Covid-19 di Indonesia telah usai. Pemerintah semakin memperlonggar mobilitas masyarakat sejak awal tahun ini. Alhasil, mobilitas masyarakat saat libur Lebaran nanti bakal lebih tinggi.
Menyambut momentum tersebut, Bank Indonesia (BI) pun telah menyiapkan uang rupiah tunai layak edar dalam jumlah besar, yakni mencapai sebesar Rp 195 triliun. Jumlah tersebut naik 8,22% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp 180,2 triliun.
Besarnya uang tunai tersebut mempertimbangkan kondisi perekonomian yang makin membaik. Terlebih kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah dicabut.
Merespon tingginya kebutuhan uang tunai selama Lebaran, Bank Central Asia Tbk (BCA) juga meningkatkan pasokan uang tunai sebesar Rp 69,48 triliun selama periode tersebut. Jumlah itu naik 10% dari tahun sebelumnya.
Sementara Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menyiapkan uang tunai sebesar Rp 45,87 triliun mulai 11 April-1 Mei 2023. Jumlah itu naik 5,4% year on year (yoy).
Direktur Network & Services BNI Ronny Venir memprediksi, kebutuhan uang tunai di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mencapai Rp 2,98 triliun atau 19% dari total uang tunai yang disiapkan. Sementara kebutuhan uang tunai di luar Jabodatebek diperkirakan mencapai Rp 12.31 triliun atau sebesar 81% dari total uang tunai yang disiapkan.
Bank Mandiri, BNI, dan BRI Memungut Iuran Batubara
Skema pungutan batubara semakin mengerucut. Pemerintah memastikan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan memungut iuran dan menyalurkannya (pungut-salur) kepada perusahaan batubara. Status badan pemungut iuran juga berubah dari semula Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Mitra Instansi Pengelola (MIP).
Kelak, lembaga pungut-salur iuran batubara akan mengani perputaran dana yang tak sedikit di sektor batubara, yakni mencapai ratusan triliun rupiah
Iuran batubara nantinya digunakan untuk menutup selisih antara harga batubara
domestic market obligation
(DMO) dan harga internasional. Tujuannya ialah meningkatkan kepatuhan perusahaan batubara dalam memenuhi kewajiban pasokan dalam negeri.
Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Lana Saria menyatakan, ada tiga bank Himbara yang menjadi Mitra Instansi Pengelola dalam melaksanakan pungut salur dana kompensasi batubara. "Mandiri, BNI dan BRI sudah berpengalaman sebagai pengelola keuangan dan memiliki sistem. Jadi tiga bank ini akan menjadi pihak pungut salur," ungkap dia, kemarin.
Sebelumnya Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara, Irwandy Arif menjelaskan, lembaga pungut salur komoditas batubara dari sebelumnya BLU sudah diubah menjadi MIP yang diharapkan terlaksana pada Maret 2023. "Kalau koordinasi antar kementerian kadang-kadang agak lama, perlu paraf segala macam. Baru sampai segitu perkembangannya, jadi semuanya masih berkeinginan itu terwujud," jelas dia, belum lama ini. Pelaksanaan pungutan batubara akan di bawah payung hukum peraturan presiden (perpres).
Ekonomi Menggeliat, Restitusi Pajak Melambat
Realisasi pengembalian pajak alias restitusi pajak kembali melanjutkan tren penurunan yang terjadi sejak kuartal ketiga tahun lalu. Ini pula yang menjadi pendorong moncernya realisasi penerimaan pajak.
Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, restitusi pajak selama periode Januari hingga 28 Februari 2023 sebesar Rp 25,67 triliun. Angka tersebut turun 28,92%
year on year
(yoy). Pada periode yang sama tahun sebelumnya, restitusi pajak tercatat sebesar Rp 36,11 triliun.
Mantan Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Neilmaldrin Noor mengatakan, penurunan restitusi tersebut mengindikasikan bahwa perekonomian Indonesia yang semakin membaik.
"Pertumbuhan negatif nilai restitusi di dua bulan pertama 2023 ini menandakan kondisi perekonomian yang semakin baik, dan basis restitusi tahun lalu yang cukup tinggi," kata Neilmaldrin yang kini menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen Pajak Jakarta Selatan II kepada KONTAN, Jumat (14/3).
Kepala Sub Direktorat Peraturan PPN Perdagangan, Jasa dan Pajak Tidak Langsung Lainnya Ditjen Pajak Bonarsius Sipayung menambahkan, penurunan restitusi PPN dalam negeri lantaran adanya program percepatan penyelesaian permohonan restitusi akhir tahun 2022.
Bank Jago Akan Perkuat Konsolidasi
PT Bank Jago Tbk (ARTO) gencar melakukan ekspansi tahun lalu. Kredit bank dan pembiayaan bank syariah ini melonjak 76% secara tahunan menjadi Rp 9,43 triliun pada akhir 2022.
Pertumbuhan kredit mendorong pendapatan bunga bersih mencapai Rp 1,35 triliun, tumbuh hingga 129% secara year on year (yoy).
Tingginya kenaikan pendapatan bunga bersih ini tak lepas dari beban biaya bunga yang terjaga rendah, yakni hanya sebesar Rp 147 miliar tahun lalu.
"Penyaluran kredit dan pembiayaan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, seperti ekosistem dan platform digital, perusahaan pembiayaan, dan lembaga keuangan lain," ungkap Direktur Utama Bank Jago, Kharim Siregar, Jumat (17/3).
Biaya dana Bank Jago terjaga rendah lantaran penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) didominasi dana murah dengan rasio 69% per akhir 2022. DPK bank ini tercatat tumbuh 125% yoy menjadi Rp 8,27 triliun. Dana murah melonjak 238% yoy.
Kharim menuturkan, untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat, pihaknya menyalurkan kredit dan pembiayaan syariah secara hati-hati dan terukur dengan tetap memperhatikan peluang ekspansi yang ada. Ini terlihat dari rasio kredit bermasalah atau
non-performing loan
(NPL) di level 1,8% tahun lalu.
Pemilik Circle K Membeli Aset TotalEnergies US$ 3,3 Miliar
Operator toko swalayan Circle K asal Kanada, Alimentation Couche-Tard Inc. membeli aset TotalEnergies SE berupa pompa bensin sebanyak hampir 2.200 titik di Eropa. Aksi korporasi ini seharga 3,1 miliar atau sekitar US$ 3,3 miliar.
Alimentation telah membuat penawaran ke semua aset ritel Total yang berlokasi di Jerman dan Belanda, serta 60% saham bisnisnya di Belgia dan Luksemburg.
Perusahaan yang berbasis di Quebec itu telah mencari akuisisi yang cukup besar sejak tawaran US$ 20 miliar untuk membeli peritel Prancis Carrefour SA gagal dua tahun lalu di tengah tentangan pemerintah setempat.
"Kami yakin dapat menghasilkan sinergi yang material, dan menciptakan peluang pertumbuhan tambahan di beberapa ekonomi terkuat di Eropa," kata
Chief Executive Officer
Alimentation Brian Hannasch, seperti dikutip dari
Reuters.
Penjualan aset akan membantu TotalEnergies mencapai target mengurangi penjualan produk minyaknya, termasuk bensin 30% pada 2030.
, kemarin (17/3).
UJI KEBAL BANK DIGITAL
Ketangguhan bank digital untuk mencetak kinerja yang ciamik diuji di tengah tren kenaikan transaksi digital banking di Tanah Air dan dinamika sektor finansial global. Kuda-kuda bank digital perlu diperkuat agak tak mudah goyah diterpa tantangan dan sentimen eksternal. Bank Indonesia mencatat nilai transaksi digital banking terus mencatatkan pertumbuhan sampai dengan Februari 2023 dengan capaian Rp4.332,1 triliun. Pada tahun ini, bank sentral memperkirakan transaksi digital banking bakal tumbuh 22,13% year-on-year (YoY) menjadi Rp64.175 triliun. Perkembangan itu ditopang kegiatan ekonomi digital yang makin luas, sistem pembayaran digital yang makin mudah sejalan dukungan sistem pembayaran BI yang lancar dan andal, serta digital banking yang naik pesat. Tren digital banking yang semarak menjadi peluang bagi emiten bank digital untuk meraup dana pihak ketiga (DPK) dan pendapatan yang lebih tebal. Salah satunya dibukukan oleh PT Bank Jago Tbk. (ARTO). Bank yang terafiliasi dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) itu mengantongi kenaikan DPK sebesar 125% YoY dari Rp3,68 triliun pada 2021 menjadi Rp8,27 triliun pada 2022. Peningkatan itu didorong oleh current account and saving account (CASA) yang melesat 238% secara tahunan menjadi Rp5,67 triliun. Di sisi lain, penyaluran kredit dan pembiayaan syariah ARTO juga meningkat menjadi Rp9,43 triliun atau 76% lebih tinggi dari realisasi 2021 sebesar Rp5,37 triliun.
Selain ARTO, bank digital besutan Chairul Tanjung, PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) juga menikmati manisnya industri digital banking. Pada 2022, pendapatan bunga bersih BBHI melonjak 221,14% YoY menjadi Rp627,22 miliar dan pendapatan berbasis komisi (fee based income) meroket 364,81% YoY menjadi Rp120,2 miliar. Presiden Direktur Allo Bank Indra Utoyo mengatakan performa perseroan turut didorong oleh penggunaan platform digital yang sudah menggaet 5 juta pelanggan hingga akhir tahun lalu. Sejumlah bank digital lain juga menyampaikan optimisme terhadap prospek kinerja pada 2023. Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) Tjandra Gunawan menjelaskan BNC optimistis menjadikan 2023 sebagai tahun yang profitable sejalan dengan optimisme perekonomian Indonesia yang stabil.









