Emas Kian Mengkilap Akibat Bank AS Kolaps
Ketidakpastian ekonomi global membuat harga emas kembali mengkilap. Akhir pekan lalu, harga emas spot mencapai level tertinggi dalam setahun. Sedang harga emas logam mulia produksi Antam melejit ke level tertinggi sepanjang sejarah.
Jumat (17/3) pekan lalu, harga emas spot ditutup di US$ 1.989 per ons troi. Posisi harga tersebut naik 5,74% dari harga di akhir pekan sebelumnya, US$ 1.880 per ons troi.
Emas batangan Antam Sabtu (18/3) dihargai sebesar Rp 1.088.000 per gram. Harga ini naik dari Sabtu (11/3) yang sebesar Rp 1.049.000 per gram dan Rp 1.020.000 per gram pada Rabu (8/3).
Chief Analyst
DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, secara fundamental, permintaan emas memang tengah naik. Sejak tahun lalu bank-bank sentral dunia aktif melakukan pembelian. Efeknya, kepemilikan emas mencapai rekor di tahun 2022. Pada tahun 2022, permintaan dari bank sentral mencapai 1.136 ton, angka ini naik 152% dari tahun sebelumnya. Pembelian terbesar dilakukan oleh Turki dan China.
Jadi, menurut analis, kenaikan harga emas saat ini didorong oleh kekhawatiran atas krisis perbankan, mulai dari keruntuhan Silicon Valley Bank (SVB) hingga Credit Suisse. Semua ini menandakan dampak negatif kebijakan moneter ketat The Fed.
Founder
Traderindo.com Wahyu Tribowo Laksono menegaskan, kondisi saat ini akan berujung pada penyelamatan. Bank sentral berpotensi kembali mencetak uang, yang membuat mata uang tak lagi bernilai. Dalam kondisi seperti saat ini, investor menilai emas sebagai aset aman alias
Tags :
#EmasPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023