;

HARGA BATU BARA ACUAN : BERGANTI FORMULA MENGIKUTI PASAR

Lingkungan Hidup Hairul Rizal 20 Mar 2023 Bisnis Indonesia
HARGA BATU BARA ACUAN : BERGANTI FORMULA MENGIKUTI PASAR

Pemerintah secara resmi telah menggunakan formula baru dalam menetapkan harga batu bara acuan atau HBA Maret 2023. Dalam keputusan terkininya, pemerintah menetapkan tiga harga untuk jenis batu bara yang berbeda. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya tidak lagi menggunakan indeks batu bara asing yang selama ini mendapat kritikan dari pelaku usaha dalam menetapkan HBA. Dalam formula baru, pemerintah menggunakan rata-rata realisasi harga jual bulan sebelumnya dengan proporsi 70%, sedangkan 30% sisanya diambil dari rata-rata realisasi harga 2 bulan sebelumnya. Rata-rata harga yang dijadikan acuan pun diambil dari data realisasi penjualan batu bara yang disampaikan oleh badan usaha pertambangan pada saat memenuhi kewajiban pembayaran royalti. Hasilnya, pemerintah menetapkan tiga HBA untuk batu bara dengan jenis yang berbeda mulai periode Maret 2023, yakni US$283,08 per ton untuk batu bara dengan kesetaraan nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 12,58%, total sulfur 0,71%, dan ash 7,58%. HBA tersebut bakal digunakan pemerintah sebagai acuan dalam penentuan tarif royalti, dan perhitungan harga patokan untuk batu bara dengan kalori lebih dari 6.000. Kemudian, HBA dalam kesetaraan nilai kalori 5.200 kcal/kg GAR, total moisture 23,12%, total sulfur 0,69%, dan ash 6% sebesar US$136,70 per ton. Harga ini kemudian disebut sebagai HBA I, serta menjadi acuan dalam menghitung royalti dan harga pokok batu bara dengan nilai kalori 5.200—6.000. 

“HBA II ini digunakan sebagai acuan pada perhitungan harga pokok baru bara dengan kalori kurang dari atau sama dengan 5.200,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi, pekan lalu. Penggunaan formula baru HBA itu sendiri mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha. Indonesia Energy and Mining Forum (IMEF) menilai formula HBA yang melepas indeks harga emas hitam negara lain bakal berdampak positif bagi pelaku usaha. Singgih Widagdo, Ketua IMEF mengatakan bahwa penggunaan GCNC dan NEX selama ini mengganggu penetapan HBA. Alasannya, kedua indeks harga tersebut sangat rentan berfluktuasi karena sentimen global, seperti perang Rusia-Ukraina. Formula HBA sebelumnya, kata dia, jelas menguntungkan negara melalui PNBP, sehingga perlu dibentuk Indonesian Government Coal Index, dan panel sendiri dalam penetapan harga batu bara. Sementara itu, Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menilai formula HBA saat ini sudah lebih baik dari sebelumnya, karena indeks harga batu bara Australia tidak lagi mendominasi dalam perhitungan yang digunakan pemerintah.

Tags :
#Batu Bara
Download Aplikasi Labirin :