;

Aksi Korporasi Besar Mengkhawatirkan Petani

Lingkungan Hidup Yoga 20 Mar 2023 Kompas
Aksi Korporasi Besar Mengkhawatirkan Petani

Aksi korporasi besar yang menawar gabah petani dengan harga lebih tinggi daripada harga  pembelian pemerintah (HPP) dipandang mengkhawatirkan dalam jangka panjang. Penguasaan Perum Bulog terhadap pasar beras domestik, mulai dari hulu hingga hilir, bisa tergerus akibat aksi korporasi swasta tersebut. Berdasarkan data BPS, rata-rata nasional harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sepanjang Februari 2023 mencapai Rp 5.711 per kg. Harga ini lebih tinggi 17,78 5 dibanding Februari 2022. 

Adapun HPP GKP di tingkat petani yang diumumkan Badan Pangan Nasional Rp 5.000 per kg. ”Harga gabah yang tinggi saat ini mungkin hanya bisa dinikmati petani selama tiga tahun. Nanti, kalau korporasi besar sudah menguasai pasar, kami bisa saja seperti petani sawit. Harga minyak goreng tinggi, tapi (harga) tandan buah segar tertekan,” ujar Ketua Umum Serikat Petani Indonesia Henry Saragih saat dihubungi, Minggu (19/3).

Harga GKP yang tinggi itu, lanjut Henry, disebabkan dua faktor. Pertama, biaya pokok produksi yang meningkat akibat kenaikan harga pupuk, biaya sewa lahan, upah buruh, serta sewa alat. Kedua, adanya korporasi swasta besar yang menawar gabah dengan harga tinggi.Pasar beras domestik, menurut Henry, makin menarik lantaran selisih harga gabah dan harga eceran tertinggi (HET) beras premium Rp 8.000 per kg. Korporasi besar dengan modal kuat  memproses gabah menjadi beras premium, sedangkan penggilingan kecil yang hanya mampu mengolahnya menjadi beras medium akan tutup tak beroperasi. (Yoga)


Tags :
#Beras
Download Aplikasi Labirin :