Gerakan Pangan Murah Digulirkan
Kepala Badan Pangan Nasional (National Food Agency/NFA) Arief Prasetyo Adi, Sabtu (15/4/2023), mengatakan, NFA telah menggelar 410 kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga akhir pekan lalu. GPM itu tersebar di 108 kabupaten/kota dan 26 provinsi. ”Kegiatan ini tidak hanya untuk menstabilkan harga, tetapi juga menjaga daya beli,” ujarnya. NFA telah meminta 514 kabupaten/kota untuk menggelar GPM dengan menggandeng Perum Bulog, ID Food, atau asosiasi pengusaha. (Yoga)
Reservasi Hotel di Batu Capai 50 Persen Lebih
Kurang dari sepekan menjelang Idul Fitri 1444 H, tingkat reservasi hotel di Kota Batu, Jawa Timur, mencapai 50 persen lebih. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi, Minggu (16/4/2023), berharap kunjungan wisata selama Lebaran tahun ini lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya yang terpuruk oleh pandemi. Apalagi, kini ada cuti bersama Lebaran yang cukup panjang, yakni 19-25 April 2023. (Yoga)
Pasar Kramatjati Kelola Sampah Organik
Pasar Induk Kramatjati di Jakarta Timur jadi proyek awal pengelolaan dan pemanfaatan sampah organik. Proyek digagas PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan Perumda Pasar Jaya. ”Sampah di Pasar Induk Kramatjati akan diproses dan dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan, seperti bahan baku konversi energi dan pakan ternak,” ucap Syachrial Syarif, VP Corporate Secretary Jakpro, Minggu
(16/4/2023). (Yoga)
Berbenah Sambil Menunggu Restrukturisasi
Manajemen PT Rekayasa Industri (Rekind) berupaya membenahi kinerja perusahaan sambil menunggu skema restrukturisasi yang tengah dirancang pemerintah. Upaya restrukturisasi ini dilakukan karena perusahaan mengalami kerugian sejak 2020. Merujuk laporan keuangan PT Pupuk Indonesia sebagai induk perusahaan, Rekind mencatat kerugian Rp 1,5 triliun pada periode tersebut. Minus perusahaan makin besar pada 2021 menjadi Rp 3,71 triliun. SVP Corporate Secretary & Legal Rekind, Edy Sutrisman, menyatakan perusahaan masih mengalami kerugian pada 2022. Namun angka pastinya masih dihitung dalam audit. "Tapi secara umum kondisi kinerja sedikit membaik dibanding pada tahun lalu," ujarnya kepada Tempo, akhir pekan lalu. Perbaikan kinerja tersebut, kata dia, tercapai lewat efisiensi, seperti penyederhanaan organisasi. Pos-pos pengeluaran yang dinilai kurang penting juga dikurangi.
Edy menuturkan perusahaan juga mulai mengubah strategi bisnis. Dengan kondisi kemampuan keuangan saat ini, Rekind sementara berfokus pada proyek yang bisa menghasilkan arus kas lebih cepat dan berisiko rendah. "Proyek jasa, seperti pekerjaan engineering, project management consultancy (PMC), engineering procurement construction management (EPCM), cost plus free, atau pendampingan teknis lainnya," ujar dia. Selama periode 2021-2022, Rekind mengerjakan 16 proyek engineering dan PMC. Pada awal tahun ini, perusahaan memperoleh tambahan enam proyek jasa baru. Nilai kontrak proyek ini, menurut Edy, tidak sebesar proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, construction/EPC) yang selama ini digarap. Namun hasilnya bisa memperpanjang napas perusahaan. "Pada gilirannya nanti, setelah proses restrukturisasi tuntas dijalankan, Rekind akan mulai berfokus mengerjakan proyek EPC dengan transformasi dan bisnis model barunya," kata dia. (Yetede)
Siasat Diskon untuk Mengurai Kepadatan Mudik
Para operator angkutan berusaha mencegah penumpukan penumpang selama puncak arus mudik Lebaran 2023 lewat pemberian diskon harga tiket. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, misalnya, menyediakan diskon tiket pesawat pada hari keberangkatan sebelum arus mudik memuncak. Meski demikian, preferensi penumpang masih lebih menyukai pulang kampung menjelang Idul Fitri. Dirut Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menyatakan butuh upaya ekstra untuk mendorong pemudik berangkat lebih dini. “Memang masih sulit (mengurai arus),” katanya kepada Tempo, kemarin.
Garuda Indonesia sebelumnya memprediksi penerbangan mudik akan mencapai kondisi terpadat pada 20 April 2023, sedangkan puncak arus baliknya pada 26 April. Untuk memecah kepadatan penumpang, Garuda Indonesia memberikan potongan harga 15 % atas sejumlah tiket yang dijual pada periode 10-30 April 2023, untuk rute domestik ataupun internasional. Artinya, tawaran diskon hanya berlaku untuk sebagian dari total 1,2 juta kursi penerbangan yang disediakan maskapai pelat merah tersebut selama masa angkutan Lebaran. (Yetede)
Momentum Investasi Produk Obligasi
Bagi calon investor yang masih bingung menentukan produk investasi setelah menerima THR, obligasi bisa menjadi pilihan. Sejumlah analis menyatakan prospek produk investasi ini, khususnya Surat Berharga Negara (SBN), cukup menarik. Head of Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nita Amalia, menyatakan prospek positif ini berkaitan dengan kebijakan suku bunga acuan BI. Menurut dia, kenaikan BI 7-Day Reverse Repo Rate sudah mencapai puncaknya, yaitu sebesar 5,75 %. Ke depan, ada potensi suku bunga bergerak melandai. “Inflasi di dalam negeri yang terkendali serta stabilitas rupiah ikut menambah potensi investasi obligasi,” ujar dia, akhir pekan lalu.
Kondisi tersebut mendorong penurunan imbal hasil sejak awal tahun ini, yang menandakan bakal semakin banyak investor yang masuk. Nita mencatat, pada Februari dan Maret 2023, imbal hasil untuk obligasi Indonesia dengan tenor 10 tahun bergerak fluktuatif hingga 6,5 %. "Prediksi kami, untuk obligasi 10 tahun, sampai ke kisaran 6,4 %," tuturnya. Chief Economist Bank Central Asia, David Sumual, pun menyatakan masih ada potensi keuntungan dari pasar obligasi yang sudah menguat sejak akhir tahun lalu. "Momentumnya masih ada karena inflasi kita sampai kuartal III perkiraannya turun terus," ujarnya. Ia menyebutkan laju inflasi akhir tahun lalu yang di bawah ekspektasi ekonom mampu menarik minat investor. (Yetede)
Strategi Prodia Bangkitkan Kinerja
Industri kesehatan memasuki babak baru setelah meredanya pandemi Covid-19. Kebutuhan kesehatan terkait dengan Covid-19 kini terus turun, sehingga pelaku industri harus bersiap memasuki era normalisasi ini dengan mendorong inovasi bisnis dan layanan non-Covid-19. Hal tersebut dirasakan oleh penyedia jaringan laboratorium klinik swasta independen, PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia). Pendapatan perusahaan tahun lalu tergerus 17,7 % dibanding pada 2021, menjadi Rp 2,18 triliun. Jumlah kunjungan pelanggan juga turun 21,6 % menjadi 2,8 juta kunjungan sepanjang 2022. Dirut Prodia, Dewi Muliaty, menuturkan, tak dapat dimungkiri pelemahan kinerja itu berkaitan dengan pandemi Covid-19 yang mereda. “Pada masa pandemi, tingkat kunjungan orang ke fasilitas kesehatan, termasuk laboratorium, sangat tinggi, baik mereka yang memang terkena dampak atau menjadi suspek Covid-19 maupun mereka yang concern menjaga kesehatan dan imunitasnya,” ujarnya. Kondisi itu yang kemudian berdampak pada penurunan tingkat kunjungan dan pendapatan pada 2022, ketika pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi telah berjalan.
Di kondisi new normal sekarang ini, kemungkinan perilaku pelanggan akan kembali seperti sebelum masa pandemi. Kalau dia sehat, tidak berpenyakit, kunjungan check up setahun dua kali. Kalau dia ada penyakit, bisa 3-4 kali. Kami berstrategi untuk tetap konsisten bertumbuh. Tapi memang, kalau membandingkan dari 2022 ke 2021, kelihatannya menurun. Sebab, pada 2021, harus diingat, itu tahun vaksinasi, banyak persiapan menuju vaksinasi. Dan pasca-vaksinasi, orang mulai bepergian sehingga cek kesehatan di lab itu sangat sering. Pada 2022, seperti normalisasi pertumbuhannya, seolah-olah menurun, tapi sebetulnya karena 2021 itu sangat spesial, sehingga besar kemungkinan 2022 menjadi pijakan baru untuk pertumbuhan berikutnya. Banyak dinamika apakah perilaku ini akan benar-benar kembali ke 2019, itu belum tahu. Karena kan ada faktor lain sekarang yang mempengaruhi, seperti tingkat inflasi. Kami harus berjaga-jaga karena kami tidak ingin jatuh menurun kembali ke 2019. Kami ingin terus bertumbuh. (Yetede)
Emiten Nikel dan Smelter Sukses IPO Rp 10,55 Triliun
Selama Januari hingga 14 April 2023, perusahaan yang mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 31 emiten dan meraih dana segar Rp 22,69 triliun. Dari jumlah itu, initial public offering (IPO) dua emiten yang bergerak di bidang produksi nikel dan smelter nikel, PT Trimegah Bangun Persada Tbk dan PT Hillcon Tbk, masing-masing senilai Rp 10 triliun dan Rp 0,55 triliun. Nilai emisi kedua emiten ini Rp 10,55 triliun atau 46,48% dari total IPO. Hingga akhir April 2023 akan masuk sembilan emiten baru sektor bahan baku, teknologi, perindustrian, barang konsumsi nonprimer, serta transportasi dan logistik dengan target nilai IPO di atas Rp 9,84 triliun. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dari sector bahan baku nikel dijadwalkan listing di BEI pada 18 April 2023.
Harga saham IPO mencapai Rp 795 dan saham ditawarkan 110.000.000 lot, sehingga akan meraih dana Rp 8,74 triliun. Perusahaan menargetkan menjadi salah satu pemain global terdepan yang terintegrasi secara vertikal dalam rantai nilai bahan baku strategis untuk baterai kendaraan listrik. Sedangkan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) merupakan emiten pertambangan dan hilirisasi nikel terintegrasi yang sudah listing di BEI pada 12 April 2023, dengan harga saham IPO Rp 1.250. Pada perdagangan Jumat minggu lalu (14/04) harga saham perusahaan dari Harita Group milik Lim Hariyanto Wijaya Sarwono ini berada di level Rp 1.375 ata u naik 10,0% dibanding harga IPO. Perusahaan sudah memiliki dua smelter dan satu refinary, yang akan ditingkatkan kapasitasnya. (Yetede)
Bank-Bank AS Akan Mengetatkan Penyaluran Kredit
Menkeu AS Janet Yellen mengatakan bank-bank di AS akan cenderung menjadi lebih berhati-hati dan dapat memperketat penyaluran kredit, menyusul kebangkrutan dua bank daerah baru-baru ini. Kondisi itu, kata dia, mungkin meniadakan kebutuhan bagi The Federal Reserve (The Fed) untuk terus menaikkan suku bunga. Dalam transkrip wawancara dengan CNN yang dirilis Sabtu (15/04) dan dilansir CNBC, Yellen menjelaskan bahwa tindakan kebijakan untuk membendung ancaman sistemik yang disebabkan kebangkrutan Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank bulan lalu telah menyebabkan arus keluar simpanan menjadi stabil dan kondisi pasar telah menjadi tenang.
“Bank cenderung menjadi lebih berhati-hati dalam kondisi ini. Kami telah melihat beberapa pengetatan standar pinjaman dalam sistem perbankan sebelum episode itu dan mungkin akan ada lagi yang akan datang,” kata Yellen, dalam wawancara yang dijadwalkan tayang pada Minggu (16/04) waktu setempat. Dia mengatakan kondisi tersebut akan mengarah pada pembatasan kredit dalam ekonomi. (Yetede)
Surplus Neraca Perdagangan Maret Diperkirakan Capai US$ 4,82 Miliar
Surplus perdagangan diharapkan tetap relatif tinggi dan bisa mencapai US$ 4,82 miliar pada Maret 2023. Sementara itu, partumbuhan ekspor cenderung melambat akibat penurunan harga komoditas yang didorong oleh permintaan global yang melemah di tengah tingginya inflasi dan berlanjutnya kenaikan suku bunga kebijakan. Sedangkan pertumbuhan impor bisa lebih kuat karena permintaan domestik cenderung terus menguat, terutama pada paruh kedua tahun 2023. “Kami memperkirakan surplus perdagangan Indonesia mencapai US$ 4,82 miliar pada Maret 2023,” jelas ekonom PT Bank Mandiri Tbk Faisal Rachman seperti dikutip, Minggu (16/4).
Faisal memperkirakan partumbuhan ekspor Indonesia akan berkontraksi sebesar -5,29% secara year on year (yoy) pada Maret 2023 di tengah penurunan harga komoditas. Namun, secara bulanan, tumbuh sebesar 17,38% month to month (mtm) karena membaiknya permintaan di Tiongkok, yang dapat dilihat dari impor Tiongkok yang lebih tinggi dari Indonesia. Pertumbuhan impor diperkirakan terkontraksi sebesar -7,67% (yoy) pada Maret 2023, sejalan dengan penurunan biaya bahan baku, termasuk minyak. “Namun, secara bulanan, meningkat sebesar 27,38% (mom), didorong oleh kebutuhan antisipasi permintaan yang tinggi selama Ramadan dan Lebaran,” kata Faisal. (Yetede)









