;

Paylater vs Pinjol, Ketahui Risikonya

Yuniati Turjandini 11 Jun 2023 Tempo (H)

Jenis pembayaran paylater kian populer di tengah masyarakat, khususnya kalangan milenial dan generasi Z. Perencana keuangan Finansialku, Shierly, mengatakan layanan menunda pembayaran ini menarik bagi kelompok anak muda yang terbiasa dengan gaya yang fleksibel, simpel, dan cepat. "Pendaftarannya mudah, penggunaan gampang. Ditambah promo-promo menarik, diskon besar," kata Shierly. Namun ada sejumlah risiko penggunaan paylater. Misalnya, gampang terjebak dalam perilaku konsumtif hingga terganggunya pengelolaan keuangan karena ada cicilan yang harus dibayar. ? Risiko Sistem Paylater Beda Paylater dengan Pinjol Layanan yang tersedia di e-commerce ini sekilas mirip dengan fintech pendanaan bersama atau pinjaman online. Namun Shierly menyebut bahwa keduanya merupakan layanan berbeda. Berikut ini perbedaannya. Penyedia - Paylater: perusahaan penyedia paylater adalah lembaga pembiayaan, seperti multifinance dan bank, yang biasanya bekerja sama dengan perusahaan marketplace. - Pinjol: berbeda dengan paylater, pinjol merupakan lembaga pembiayaan bukan bank. Akses pinjaman bisa dilakukan secara online dengan berbagai aplikasi dan tidak harus melalui marketplace. (Yetede)

Dukungan Mental bagi Korban Pinjol

Yuniati Turjandini 11 Jun 2023 Tempo (H)

Kasus pinjaman online masih marak terjadi di Indonesia. Beragam cerita tentang orang-orang yang terlilit utang pinjol dan kesulitan melunasinya sudah menjadi makanan sehari-hari Erik Setiawan. Pria asal Purworejo ini membentuk sebuah komunitas yang dihuni para korban pinjol. Namanya Wani Tangi. Awalnya, Wani Tangi merupakan saluran YouTube buatan Erik. Pria berusia 33 tahun itu kerap membuat konten seputar dunia fintech karena dirinya juga pernah terlilit utang di beberapa pinjol. "Dulu ketika kena pinjol, nyari solusinya bingung. Kita tertekan sendiri dan nyari di YouTube jarang banget," kata dia. Pada 2019, Erik membuat saluran Wani Tangi dan membuat konten bertemakan pinjol. Tujuan awalnya, ia hanya ingin tahu seberapa banyak orang yang akan menyaksikan tayangannya. Ternyata, kata Erik, banyak yang menonton videonya dan mayoritas terjerat utang pinjol. Sejak itu, Erik rutin membuat video yang mengupas segala hal tentang pinjol. Beberapa bulan menjalankan profesi sebagai kreator konten, Erik mendapat ajakan dari penontonnya untuk membuat grup WhatsApp agar bisa saling berbagi keluh kesah. "Saya pikir, wah, ini bagus dibikin grup saja, jadi saya enggak terlalu capek banget lah." Erik memperkirakan jumlah anggota yang tergabung sudah mencapai 4.000 orang. Bahkan, jumlahnya terus bertambah saban hari. Erik sendiri cukup selektif menerima orang-orang yang ingin bergabung dalam grup tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak ada penyusup yang ikut. (Yetede)

Perlindungan Hukum bagi Perempuan yang Berkonflik dengan Hukum

Yuniati Turjandini 11 Jun 2023 Tempo (H)

Perkenalkan, nama saya Shita, buruh perempuan di Kawasan Industri Cikarang, Jawa Barat. Saya sering mendampingi buruh perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual di pabrik, atau yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari suaminya. Saat ini, saya mendampingi salah satu kawan buruh perempuan yang dilaporkan oleh pihak pabrik karena diduga mencuri barang produksi seharga Rp 4 juta. Ia sudah mengembalikan barang yang dicuri itu dan meminta maaf. Satpam pabrik menginformasikan bahwa sebentar lagi buruh perempuan tersebut akan ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Buruh itu baru sekali ini mencuri karena dalam kondisi terjepit. Anaknya yang berumur 3 tahun dirawat di rumah sakit. Gajinya tidak mencukupi untuk membayar biaya rumah sakit karena ia juga harus membiayai dua anaknya yang lain yang masih bersekolah. Suaminya kawin lagi, tidak pernah pulang ke rumah, dan tidak memberikan nafkah ekonomi kepada keluarga. Semoga kawan-kawan advokat di Klinik Hukum bagi Perempuan dapat menjelaskan penyelesaian kasusnya dan upaya yang harus saya lakukan untuk membantunya sebagai paralegal pendamping. Terima kasih. (Yetede)

Belanja Kini Bayar Nanti Bukan Solusi

Yuniati Turjandini 11 Jun 2023 Tempo

Sebagai seorang penggemar teknologi atau tech enthusiast, Ditya selalu "gatal" ingin memiliki serangkaian konsol permainan video terbaru. Gajinya tentu tak cukup untuk membeli semua barang yang ia inginkan. Karena itu, jalan pintas yang ia tempuh adalah menggunakan paylater, layanan menunda pembayaran, sejak 2018. Dengan paylater, pria berusia 32 tahun asal Bekasi itu membeli sejumlah perangkat elektronik, seperti monitor, Xbox Series, controler Nintendo, dan perintilan game lainnya. "Paling mahal beli laptop Rp 8 juta sampai dua kali karena yang pertama beli malah rusak," kata Ditya kepada Tempo, Rabu, 7 Juni lalu. Ada tiga paylater yang diaktifkan Ditya, antara lain GoPayLater untuk membayar tagihan listrik, air, dan Internet. Kemudian Kredivo, yang tagihannya bakal lunas dan tidak akan digunakan lagi, serta Traveloka, paylater yang digunakan Ditya untuk membayar biaya liburan. Limit pada salah satu paylater-nya ada yang mencapai Rp 20 juta. Ditya mengaku tertarik menggunakan paylater karena dana instan yang nominalnya menggiurkan serta opsi pengembalian dana yang bisa dicicil. Meski tak pernah bermasalah dalam membayar tagihan, pegawai swasta di Jakarta ini sempat merasakan gaji satu bulannya hanya numpang lewat. "Untungnya masih ada tabungan dan fee tambahan dari kerja sampingan," ucapnya. (Yetede)

Ikhtiar Awet Muda dengan Sel Punca

Yuniati Turjandini 11 Jun 2023 Tempo

Artis dan YouTuber kondang Deddy Corbuzier membuat heboh lini masa media sosial dalam beberapa hari terakhir. Musababnya, pria yang bernama asli Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo itu menunjukkan perbedaan pada wajahnya. Wajah Deddy Corbuzier terlihat lebih tirus, cerah, dan tampak muda. Selain itu, dagu pria berusia 46 tahun tersebut lebih lebar dan menonjol. Walhasil, ramai warganet yang kaget hingga menyindir Deddy telah menjalani prosedur operasi plastik. Lewat video pada akun YouTube miliknya yang diunggah pada 1 Juni lalu, pria yang menjabat duta Komponen Cadangan dan berpangkat letnan kolonel tituler itu bercerita bahwa dirinya telah menjalani prosedur terapi stem cell alias sel punca. "Yang stem cell-nya jenis tali pusat," kata Deddy. Lagi-lagi warganet ramai membahas tentang terapi sel punca jenis tali pusat sebagai perawatan kecantikan. Maklum, harga yang harus dikeluarkan untuk menjalani prosedur tersebut bisa mencapai ratusan juta rupiah. Meski begitu, ada saja orang yang semakin tertarik untuk mengikuti prosedur stem cell demi kecantikan. Salah satunya Stella, 40 tahun. Ia berencana menjalani terapi stem cell agar awet muda. Bahkan, ia sudah punya rujukan klinik kecantikan yang bakal didatangi. Stella rupanya mulai tidak percaya diri karena banyak kerutan halus yang muncul di wajahnya. Selain itu, ia merasa kulit wajahnya tak selembut beberapa tahun lalu. Namun ia mengaku masih ada sedikit keraguan. Salah satunya tentang harga perawatan yang bisa mencapai ratusan juta rupiah. "Masih bingung sih. Kadang sekilas terpikir untuk perawatan jenis lain," ujar dia. (Yetede)

Moratorium Smelter Nikel Kelas 2

Hairul Rizal 10 Jun 2023 Kontan (H)

Setelah menyetop ekspor bijih nikel tahun 2020 lalu, smelter yang menghasilkan nickel pig iron (NPI) dan feronikel, menjamur di Indonesia. Namun, pemerintah kini melihat keberadaan smelter nikel kelas dua ini tak memberi nilai tambah besar. Itu sebabnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan kebijakan moratorium pembangunan smelter nikel khusus kelas dua. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Muhammad Wafid mengungkap, Kementerian ESDM perlu melihat kembali rencana pembangunan smelter NPI dan feronikel yang ada saat ini. Komisi VII DPR juga mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi proyek smelter dengan produk akhir NPI dan feronikel. "Kami minta pemerintah mendorong pemilik fasilitas ini melakukan upgrading teknologi agar menghasilkan produk nikel kelas satu," sebut Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto di depan 20 perusahaan smelter Nikel saat rapat dengar pendapat dengan Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian, Kamis (8/6) lalu. Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif mengatakan, saat ini produksi NPI mengalami oversupply. Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan (PUSHEP) Bisman Bachtiar bilang, tujuan utama hilirisasi nikel adalah untuk peningkatan nilai tambah. Hanya, smelter nikel yang ada saat ini tidak optimal dalam memberi nilai tambah. "Rugi pertama, royalti PNBP minerba tidak dapat. Kedua, rugi peningkatan nilai tambah smelter tidak maksimal," ujarnya kepada KONTAN, Jumat (9/6).

Amunisi Stabilisasi Kurs Rupiah Kembali Menyusut

Hairul Rizal 10 Jun 2023 Kontan

Cadangan devisa kembali menyusut di tengah ketidakpastian global yang meningkat. Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2023 sebesar US$ 139,3 miliar. Angka tersebut turun 3,39% dari posisi akhir April 2023 yang US$ 144,2 miliar. Bahkan, cadangan devisa ini turun ke level terendah sejak akhir tahun 2022. Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono bilang, penurunan cadangan devisa akibat pembayaran utang luar negeri (ULN) pemerintah. "Serta adanya antisipasi kebutuhan likuiditas valas perbankan, sejalan dengan meningkatnya aktivitas perekonomian," terang Erwin, Jumat (9/6). Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman melihat, penurunan cadangan devisa pada Mei lalu juga sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian global. Terutama, terkait arah kebijakan suku bunga global di tengah tren inflasi yang masih tinggi dan pasar tenaga kerja yang ketat. Akibatnya, arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia pun tersendat. Ini turut memengaruhi cadangan devisa. Catatan Faisal, pada Mei 2023, arus modal asing masuk ke Indonesia sebesar US$ 560 juta, melandai dari posisi April 2023 yang sebanyak US$ 1,12 miliar. Tak hanya itu, aliran modal berpotensi masuk ke Indonesia lewat penanaman modal asing (PMA) dari upaya hilirisasi sumber daya alam (SDA) yang digalakkan pemerintah. Namun di sisi lain, akan ada tantangan arus masuk modal asing ke pasar keuangan baik di obligasi maupun saham. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual melihat ada kemungkinan cadangan devisa naik bulan ini. Sebab di bulan Juni tak ada siklus pembayaran utang seperti bulan sebelumnya. Sehingga potensi kenaikan cadangan devisa terbuka lebar. Secara keseluruhan, cadangan devisa diproyeksikan masih mampu mendukung posisi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global. "Lebih dari cukup untuk menjaga pergerakan rupiah," tegas David kepada KONTAN, Jumat (9/6).

Konsolidasi Demi Perkuat Industri

Hairul Rizal 10 Jun 2023 Kontan

Bank perekonomian rakyat, baik konvensional maupun syariah, tengah bergegas memenuhi kebijakan atas modal inti minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sejumlah BPR yang kesulitan memenuhi kebijakan modal inti memilih melakukan konsolidasi antar BPR, atau menutup usahanya sama sekali. Lembaga Simpanan Masyarakat (LPS) menyampaikan, saban tahun ada saja BPR yang bangkrut. Dalam rentan waktu lima tahun sejak 2019-2023, terdapat 27 BPR dan BPRS yang dicabut izin usahanya. Sembilan di antaranya sedang dalam proses likuidasi. Terbaru, Februari lalu, PT BPR Bagong Inti Marga dicabut izin usahanya dan sedang dalam proses likuidasi oleh LPS. Sekretaris LPS Dimas Yuliharto mengatakan, kebangkrutan BPR dan BPRS secara historis karena ada kelemahan di tatakelola. "Akhirnya terjadi mismanagement atau fraud," katanya, Jumat (9/6). Menilik laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2023, tercatat jumlah BPR dan BPRS yang masih berdiri sebanyak 1.426 bank, dengan total kantor yang beroperasi sebanyak 6.301 unit. Angka ini menurun dari jumlah BPR dan BPRS di Desember 2022, yang mencapai 1.441 bank dengan total kantor yang beroperasi 6.044 unit. Tedy Alamsyah, Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia menyampaikan, BPR sedang terus berupaya meningkatkan permodalan. Sehingga bisnis BPR dan BPRS dapat berkembang dengan layanan dan produk yang lebih banyak, beragam dan berbasis teknologi. "Kami juga terus meningkatkan tata kelola, manajemen risiko dan pengembangan SDM," kata dia.

China Harus Segera Menurunkan Bunga

Hairul Rizal 10 Jun 2023 Kontan

Ekonomi yang melemah membawa China menuju inflasi mendekati nol, bahkan deflasi, di bulan Mei. Desakan bagi bank sentral China atau People's Bank of China (PBOC) untuk melonggarkan kebijakan moneter pun menguat. Dikutip dari Bloomberg, Jumat (9/6), China mencatat inflasi di Mei cuma naik 0,2% dari tahun sebelumnya. Biro Statistik Nasional China, mengatakan angka tersebut sesuai dengan perkiraan.Realisasi tersebut juga naik dari inflasi April, yaitu 0,1%. Indeks harga produsen malah turun 4,6% karena harga komoditas yang lebih rendah dan lemahnya permintaan domestik dan luar negeri. Penurunan ini lebih dalam dari proyeksi konsensus ekonom, yang sebesar 4,3%. "Penurunan indeks harga produsen disebabkan oleh harga-harga komoditas internasional secara umum turun dan permintaan domestik dan eksternal untuk produk-produk industri relatif lemah," kata Dong Lijuan, analis NBS. Rebound di pasar perumahan juga mulai terhenti. "Risiko deflasi masih membebani perekonomian, indikator-indikator ekonomi baru-baru ini mengirimkan sinyal-sinyal yang konsisten bahwa ekonomi sedang mendingin," kata Zhiwei Zhang, Kepala Ekonom Pinpoint Asset Management, kemarin, seperti dikutip Bloomberg. Dus, desakan agar suku bunga turun makin santer. Presiden Shanghai University of Finance & Economics Liu Yuanchun mengatakan, penurunan suku bunga diperlukan untuk meringankan beban pembiayaan bisnis swasta dan mendorong pemulihan ekonomi.

MENANGKAL ARAL PENGHILIRAN BAUKSIT

Hairul Rizal 10 Jun 2023 Bisnis Indonesia (H)

Berbagai pekerjaan rumah menanti untuk diselesaikan setelah pemerintah dengan tegas melarang ekspor bauksit mulai hari ini. Potensi penurunan pendapatan negara, peningkatan pemutusan hubungan kerja, dan gugatan di World Trade Organization atau WTO menjadi problem yang harus segera dicari jalan keluarnya. Masalah pemutusan hubungan kerja atau PHK akibat penurunan kinerja perusahaan pertambangan yang tidak lagi bisa mengekspor produk mentahnya menjadi fokus utama pemerintah. Pemerintah mencatat setidaknya bakal ada 1.019 orang yang berpotensi tidak dapat bekerja karena kegiatan produksi dan penjualan bauksit terimbas larangan ekspor. Selain itu, ada juga potensi penurunan penerimaan royalti bauksit sebanyak US$49,6 juta per tahun, karena 8,09 juta ton bauksit senilai US$288,52 juta tidak bisa diekspor pada tahun ini. Jumlah itu pun bakal meningkat pada 2024 menjadi 13,86 juta ton bauksit yang tidak bisa dijual di pasar global dengan perkiraan mencapai US$494,6 juta. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif percaya diri bisa mengantisipasi sejumlah persoalan yang menyertai pelarangan ekspor bauksit. Bahkan, pemerintah juga telah siap menghadapi gugatan negara konsumen bauksit nasional di WTO. Menurutnya, pemerintah terus konsisten melaksanakan larangan ekspor mineral mentah untuk meningkatkan industri penghiliran di dalam negeri. Terlebih, saat ini Indonesia berupaya menjadi negara yang tidak hanya menjual bahan baku, tetapi mengimpor produk turunan yang dihasilkan dari bahan baku tersebut. Arifin pun percaya diri negara yang selama ini menjadi konsumen bauksit nasional bakal mengerti alasan pemerintah terus mendorong peningkatan nilai tambah produk sumber daya mineral.

Muhammad Faisal, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (Core), menyarankan pemerintah untuk menyiapkan argumen dan data yang bisa menguatkan alasan Indonesia melarang ekspor bauksit. Terlebih, beberapa aturan di WTO ada yang memberikan kelonggaran terhadap negara berkembang. “Itu bisa dimanfaatkan dengan menyiapkan argumen dan data yang sejalan dengan kebijakan Badan Dagang Dunia,” katanya. Ronald Sulistyanto, Pelaksana Harian Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bauksit dan Bijih Besi Indonesia (APB3I), mengatakan pelarangan ekspor bauksit tidak akan langsung membuat kebijakan penghiliran komoditas tersebut berjalan. Alasannya, pembangunan smelter bauksit memerlukan investasi tidak sedikit, yakni sekitar US$1,2 miliar dengan waktu pengembalian investasi yang relatif lama.

Pilihan Editor