Pangkas Kesenjangan Digital Lewat Satelit Satria 1
JAKARTA,ID-Kehadiran satelit High Trughput Satelite (HTS) Satria-1 yang akan diluncurkan pada 17 Juni 2023 mendatang, dinilai bisa menjembatani kesenjangan digital antar wilayah pedesaan dan perkotaan yang saat ini memiliki gap yang lebar. Selain itu, melalui kehadiran satelit ini, masyarakat bisa memanfaatkan teknologi digital, untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara kelima dengan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di dunia pada tahun 2025. Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Informasi dan Informatika (Menkominfo) Mahfud MD mengatakan, kehadiran teknologi digital telah menjembatani kebutuhan masyarakat Indonesia. Lewat infrastruktur digital, Pemerintah berusaha meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat, salah satunya dengan meluncurkan Satelit Multi Fungsi Satria-1 dalam waktu dekat. "Kita saksikan bersama bahwa digital ekonomi, aktivitas pendidikan, dan penyediaan layanan kesehatan dapat terus berjalan dengan dukungan layanan dan infrastruktur digital yang memadai," kata Mahfud dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI di gedung parlemen, Senayan. Menurut Mahfud, dengan memanfaatkan teknologi digital, pemerintah juga berupaya mewujudkan Indonesia dengan Produk Domestik Bruto terbesar di dunia pada tahun 2025. (Yetede)
Jalin Kerjasama dengan AWS, Metrodata Catatkan Pertumbuhan Bisnis 275%
JAKARTA,ID-PT Metrodata Elektronics Tbk (Metrodata), perusahaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang bergerak dibidang layanan digital serta distribusi perangkat keras dan lunak, mengumumkan pencapaian pertumbuhan bisnis bersama Amazone Web Services (AWS) hingga 257%. Pencapaian tersebut diraih, setelah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Strategis (Stategic Collaboration Agreement/SCA) pada Oktober 2021. Hingga saat ini, Metrodata telah membantu lebih dari 60 organisasi di Indonesia yang bergerak dibidang jasa keuangan, manufaktur, distribusi, ritel, layanan publik, dan industri nirlaba untuk bertansformasi secara digital menggunakan AWS. "Perjanjian Kerja Sama Strategis kami dengan AWS telah membantu kami dalam memenuhi permintaan yang semakin meningkat dari para pelanggan dalam mengadopsi penggunaan cloud-first untuk mendorong transformasi digital," kata Alexander Kuntoro, Presiden Direktur PT Mitra Integrasi Informatika dalam keterangan persnya, Rabu (7/6/2023). Untuk memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat akan layanan cloud, Metrodata menyediakan Cloud Center of Exellence (CCOE). CCOE ini bekerja sama dengan para tenaga ahli AWS Cloud untuk mendorong terciptanya inovasi, meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan pengeluaran, dan mengembangkan bisnis mereka. (Yetede)
Sekarat, Industri TPT Minta Pemerintah Segera Ambil Langkah Serius
JAKARTA,ID-Pelaku usaha meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah serius dalam upaya penyelamatan industri tektil dan produk tekstil (TPT) nasional. Anjloknya order ekspor, banjir produk impor didalam negeri, hingga gelombang PHK yang semakin membesar, akan mematikan industri ini apabila tidak ada langkah signifikan yang segera diambil. "Industri ini sudah sekarat. Kalau akhir tahun lalu beberapa pabrik masih sebatas merumahkan karyawannya, sekarang banyak pabrik yang terpaksa melakukan PHK karena memang sudah tidak beroperasi lagi. Kami harapkan pemerintah segera mengambil langkah yang signifikan," kata Ketua Umum Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) RRedma Gita Wirawasta kepada Investor Daily. Redma meyakini, potensi PHK yang terjadi di sektor tekstil bisa lebih besar dari angka yang dilaporkan Kesatuan Serikat Pekerja Nasional, sekitar 10 ribu pekerja. "Ini baru dari satu serikat pekerja, sementara dari serikat-serikat pekerja yang lain kita belum tahu. Secara nasional angkanya tentu lebih besar." tutur dia. Asosiasi memperkirakan, gelombang PHK di industri tekstil bisa menembus angka 500 ribu orang hingga akhir tahun apabila tidak ada langkah signifikan yang diambil. (Yetede)
Tergeser Pamor Produk Impor
Pelaku industri dalam negeri masih kesulitan menguasai pasar domestik di tengah gempuran produk impor. Padahal, di tengah dinamika perekonomian global dan permintaan pasar ekspor yang melemah, pasar domestik menjadi kunci untuk mempertahankan kinerja penjualan dan pendapatan. Industri tekstil dan produk tekstil (TPT), misalnya, menjadi industri yang paling terkena dampak cukup signifikan dari praktik impor ini. Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta, mengatakan pasar domestik masih kurang kondusif dan belum berpihak sepenuhnya pada pelaku usaha dalam negeri. "Banjirnya produk impor, baik yang ilegal maupun legal, membuat industri TPT kita kehilangan pasar lokal," ujarnya kepada Tempo, kemarin.
Dia menjelaskan, membanjirnya barang tekstil impor menekan kinerja industri yang kini rata-rata utilisasi dari hulu ke hilirnya tinggal 50 %. Lesunya permintaan pesanan menyebabkan stok produk di gudang penuh hingga pelaku industri harus menyesuaikan utilisasinya. "Pada akhirnya, opsi yang tersisa adalah merasionalkan jumlah karyawan." Keberpihakan pada produk buatan lokal, menurut Redma, masih sangat lemah. Untuk kasus impor produk TPT ilegal, nilainya mencapai lebih dari Rp 35 triliun, baik dalam bentuk pakaian, kain, maupun benang. "Ada sekitar 1.400 kontainer per bulan masuk lewat pelabuhan-pelabuhan utama di Jawa dan sebagian di Sumatera," ucapnya. Pelaku usaha TPT lokal mendesak pemerintah bertindak tegas dan adil dengan membatasi produk impor secara sungguh-sungguh. (Yetede)
Bukan Sekadar Bisnis Pelengkap PT KAI
Sejak Sabtu pekan lalu, selalu ada gerbong kereta Panoramic milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI yang malang-melintang di lintasan Argo Parahyangan. Kereta dengan jendela berukuran besar untuk menikmati pemandangan itu ditempatkan di kepala atau ekor rangkaian kereta eksekutif pagi rute Jakarta-Bandung. Berawal dari kereta khusus untuk masa libur, kereta pelesir berkonfigurasi 38 tempat duduk yang dilengkapi dengan tirai otomatis dan bagasi khusus itu dijadikan layanan reguler oleh PT KAI. Saat menjajal kereta Panoramic kemarin pagi, Tempo disuguhi perjalanan yang tak biasa. Ketika melangkah masuk, interior gerbongnya memunculkan sensasi seakan-akan kita berada dalam akuarium. Sebagian besar dinding dan atap kereta Panoramic dipenuhi kaca duplex tempered yang tahan panas dan benturan. Fasilitas itulah yang membuat penumpang bebas memandangi alam tanpa terganggu panas terik sinar matahari. Bangku yang bisa diputar menghadap jendela menambah kesan mewahnya.
Vice President Public Relations PT KAI, Joni Martinus, mengatakan kereta Panoramic merupakan fitur baru yang digarap PT Kereta Api Pariwisata, anak usaha KAI. "PT KAI semakin serius menggarap segmen kereta api pelesir. Kami sudah menyiapkan empat kereta Panoramic baru yang akan dijalankan secara reguler," kata Joni kepada Tempo. Dengan harga Rp 400 ribu per kursi, penumpang mendapat minuman penyambut dan paket makan siang. Sepur mewah itu dirilis secara terbatas pada masa libur panjang akhir tahun lalu, sejak 24 Desember 2022 hingga 8 Januari 2023. Walau masih menjalani uji pasar, saat itu tingkat keterisiannya menembus 70 %, bahkan sempat penuh pada hari keenam soft launching. Dari catatan PT KA Pariwisata, pengguna kereta Panoramic sebanyak 988 orang sepanjang Desember 2022. Sedangkan pada Januari-Mei 2023, jumlahnya 6.482 penumpang. Saat ini, hanya ada satu perjalanan harian Argo Parahyangan yang dilengkapi dengan kereta Panoramic. Sedangkan mulai 16 Juni mendatang, layanan ini akan ditempatkan pula di rangkaian Argo Wilis dan Turangga, kereta rute Bandung-Surabaya Gubeng. Namun Panoramic hanya disediakan setiap akhir pekan dengan harga normal Rp 1,2 juta. (Yetede)
Antisipasi Dampak El Nino terhadap Pangan
Kemunculan El Nino bersamaan dengan fenomena Indian Ocean Dipole atau IOD fase positif di pertengahan tahun ini berisiko meningkatkan kekeringan. Selain kebakaran hutan dan lahan, antisipasi perlu dilakukan terhadap ketahanan pangan. Data riset terbaru menunjukkan kombinasi El Nino dan IOD positif di masa lalu terbukti menurunkan produksi padi. Seperti diberitakan Kompas (7 Juni 2023), BMKG memprediksi fenomena El Nino dan IOD positif akan muncul bersamaan dan semakin menguat pada semester II tahun ini. Menurut laporan penelitian yang ditulis ahli iklim BMKG, Siswanto, dan tim di jurnal Plos One pada 3 Juni 2023, ada keterkaitan fenomena iklim global, khususnya El Nino dan IOD, dengan kejadian kekeringan dan penurunan produksi padi di Indonesia, khususnya dalam hal ini di Pulau Jawa. Turut menulis paper ini adalah peneliti dari Departemen Geografi UI, antara lain Kartika Kusuma Wardani dan Muhammad Dimyati.
Mengacu pada laporan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), El Nino 1997/1998 yang kuat berdampak pada penurunan panen padi tahun 1998 di Indonesia 3,6 % dibanding panen tahun 1997 dan 6 % dibanding panen tahun 1996. Hal ini terjadi akibat kekeringan terparah dalam dekade tersebut.Penurunan produksi padi juga terjadi selama El Nino kuat pada 2015 dan awal 2016 akibat penurunan curah hujan di sebagian besar kepulauan Indonesia. ”Kekeringan meteorologi mengacu pada kondisi kurangnya curah hujan dan merupakan tantangan besar bagi ketahanan pangan. Oleh karena itu, informasi potensi kekeringan meteorologi sebelum kejadian penting untuk menjadi acuan mengambil tindakan dalam mengantisipasi dampaknya,” kata Siswanto, Rabu (7/6) di Jakarta. (Yoga)
Untuk 2024, Kemenhan Ajukan Rp 350 Triliun
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengajukan Rp 350 triliun untuk anggaran 2024. Usulan yang tiga kali lipat dari nilai sebelumnya itu tak sebanding dengan pagu anggaran yang ada. Karena itu, Wakil Menteri Pertahanan M Herindra, yang mewakili Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, saat rapat kerja Komisi I DPR di Jakarta, Rabu (7/6/2023), mengatakan, pemenuhan kebutuhan pokok minimum alat utama sistem persenjataan (MEF) bisa sulit diwujudkan. (Yoga)
Ada Bintang di Dalam Perusahaan Anda
Perebutan sumber daya hebat masih terus berlangsung di pasar tenaga kerja. Perusahaan saling bajak dan mencari sumber daya unggul demi meningkatkan kinerja perusahaan mereka. Situasi berbeda dialami oleh perusahaan-perusahaan dengan modal cekak atau mereka yang tengah terdisrupsi. Kenyataan ini muncul dalam obrolan MIT Sloan Management Review dengan Executive Director the Fuqua dan Coach K Center on Leadership and Ethics (COLE) di Universitas Duke, Sanyin Siang, beberapa waktu lalu. Sanyin mengatakan, sangat mudah bagi seorang pemimpin untuk mengalah pada mentalitas takut akan kelangkaan sumber daya yang hebat di dalam sebuah tim. Mereka percaya pada omongan dan cara pandang bahwa orang-orang mereka yang saat ini ada di dalam perusahaan tidak cukup baik untuk menyelesaikan masalah tertentu.
Ketika kita mencermati masalah ini, sering kali kita menemukan kenyataan bahwa potensi tim yang ada belum sepenuhnya muncul dan berwujud. Oleh karena itu, membangun tim yang hebat hampir selalu merupakan masalah untuk mengaktifkan potensi yang belum dimanfaatkan. Pemimpin yang baik tidak mudah untuk langsung berpikir ”membeli” sumber daya yang dianggap bagus dari luar. Kadang upaya ini malah memunculkan masalah baru, seperti karyawan lama terabaikan. Kehadiran orang yang hebat atau dianggap hebat kadang juga memerangkap seorang pemimpin. Film documenter The Last Dance di HBO tentang tim bola basket Chicago Bulls memberi tahu kita banyak hal tentang pentingnya kerja sama tim dibandingkan sekadar kehadiran orang hebat.
Anggota Forbes Council Mark Samuel dalam tulisannya mengatakan, ketika Michael Jordan pertama kali bergabung dengan Bulls, dia adalah bintang tim. Dia sangat ahli dalam bermain dan mereka bisa memenangi lebih banyak pertandingan. Akan tetapi, mereka tidak pernah memenangi kejuaraan NBA. Semua berubah ketika Phil Jackson menjadi pelatihnya, ia berhenti memusatkan permainan di sekitar Michael Jordan dan mulai menyatukan para pemain sebagai tim dan tidak membiarkan pemain terbaik itu sebagai fokus di dalam tim hingga diposisikan sebagai pahlawan. Chicago Bulls kemudian memenangi Kejuaraan NBA tiga tahun berturut-turut dan enam kali secara keseluruhan. Ada pelajaran kerja yang berharga di sini untuk organisasi dan pemimpin lain, yaitu memosisikan seseorang sebagai yang terbaik atau pahlawan malah bakal membuat tim menjadi buruk. (Yoga)
UMKM Didorong Cari Dana di Pasar Modal
Untuk meningkatkan kapasitas usahanya, UMKM perlu menggalang pendanaan dari publik melalui pasar modal. Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memberikan pendampingan dan inkubasi bisnis agar UMKM bisa melantai di bursa saham. ”Ini agar UMKM bisa mencari alternatif pendanaan di luar perbankan,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki seusai penandatanganan nota kesepahaman dengan BEI di Jakarta, Rabu (7/6/2023). (Yoga)
Manajemen Keuangan UMKM Ditingkatkan
Bank Indonesia (BI) bersinergi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mendorong peningkatan literasi keuangan UMKM melalui pemanfaatan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK). Deputi Gubernur BI Juda Agung, Rabu (7/6/2023), menekankan, UMKM perlu didorong untuk mampu meningkatkan kapasitasnya dalam manajemen keuangan sehingga mampu menganalisis kinerjanya. (Yoga)









